BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
89. Akad Nikah


__ADS_3

Lima bulan berlalu dan hari ini adalah tanggal pernikahan yang disebutkan Almaira, tanggal dimana pertama kali keduanya mengungkapkan perasaan cinta mereka setelah bertahun-tahun menunggu dan mencinta dalam diam. Tanggal dimana Almaira dan Ezra berkomitmen menjadi sepasang kekasih.


Kesibukan di kediaman Papa Dhani sudah terlihat sejak satu minggu yang lalu dan hari ini adalah puncaknya dimana Ezra akan mengucap janji suci pernikahan dan mengesahkan Almaira sebagai istrinya.


Tampak dua wanita cantik ikut sibuk membantu Mama Rahma menyiapkan semuanya. Mereka adalah Selena sang menantu serta Anindya calon menantunya. Calon dokter itu diterima sangat baik oleh Mama Rahma terlebih lagi sejak satu bulan yang lalu dimana Rendra telah resmi bertunangan dengan Anindya. Keduanya akan melanjutkan hubungan mereka kejenjangan pernikahan tahun depan.


Hubungan Rendra dan Anindya disambut baik Elisya, sahabat Almaira itu benar-benar telah melepaskan cinta yang selalu didambakannya. Setelah dia menyadari kalau dia terlalu terobsesi dengan sosok Rendra.


Sedih? Elisyah tidak merasa sedih, ada Rangga dan Almaira yang selalu bersamanya. Apa lagi setelah kejadian Rangga yang hampir meregang nyawa karena over dosis obat tidur, mereka memutuskan untuk kembali sering bersama seperti dulu saat mereka masih sekolah untuk saling menguatkan.


Apa yang terjadi dengan Rangga sangat tidak terduga, saat itu Rangga kembali di pertemukan dengan sepupu ibunya, wanita yang paling dibenci Rangga. Bila sudah begitu Rangga akan teringat malam kelamnya dan membuatnya merasakan sakit di kepala.


Sakit kepala kali ini Rangga rasakan lebih sakit dari biasanya, begitu sampai dikamarnya, Rangga tidak lagi menghitung jumlah obat yang diminumnya. Dalam pikirannya dia ingin segera melenyapkan bayangan wanita itu yang sedang memainkan kejantanannya.


Ayu yang tidak pernah tahu masalah kakaknya panik begitu dia pulang kuliah masih menemukan kakaknya yang masih tidur sejak kemarin sore. Ayu segera menghubungi Almaira sebagai orang yang pertama diingatnya. Mendengar laporan dari Ayu, Almaira langsung mengajak Rendra yang kebetulan sedang bersamanya untuk mengecek kondisi Rangga.


Seperti dugaan Almaira sebelumnya kalau Rangga over dosis obat tidur, Rendra segera membawa Rangga kerumah sakit. Akibat insiden itu, akhirnya Rendra tahu rahasia Rangga selama ini. Almaira dan Elisya yang menyusul kerumah sakit setelah di kabari terpaksa menceritakan semua pada Rendra.


"Calon pengantin pria sudah datang" tante Almaira adik dari Mama Rahma memberi tahu mereka yang sedang menemani Almaira di kamarnya.


"Masya Allah, cantek nian ponakan bicik sikok ini, cocok nian memang. Yang lanang belagak, yang betino cantek" ucap tante Vera begitu melihat penampilan Almaira yang sudah siap dengan menggunakan aesan gede, pakaian khas Palembang. (Masya Allah cantik sekali keponakan tante satu ini, memang pas sekali. Yang pria tampan, yang perempuan cantik).


Yang dipuji hanya bisa tersenyum, karena yang dia rasakan adalah gugup. Elisya yang tahu terus menggoda sahabatnya sejak tadi.


"Gugup dio cik. Jinggoklah sampe dak pacak ngomong lagi" ucap Elisya memberi tahu tante Vera. (Gugup dia tante. Lihatlah sampai tidak bisa bicara apa-apa).


"Biaso itu El, kagek kau ngerasoke dewek" jawab tante Vera membuat yang lain menertawakan Elisya yang mencebikan bibirnya. (Biasa itu El, nanti kamu ngerasain sendir).


"Sudalah, bicik kesini cuma nak ngenjok tau, Al siap-siap ke luar kalo dipanggil. Ezra la di depan Papa Dhani" ucap tante Vera menghentikan tawa mereka yang ada diruangan itu. (Sudah-sudah, tante kesini mau ngasih tahu, Al siap-siap keluar begitu di panggil. Ezra sudah duduk berhadapan dengan Papa Dhani).

__ADS_1


Semua mengangguk mengerti termasuk Almaira yang semakin merasakan debar didadanya. Sementara di luar sudah terdengar suara pembawa acara memulai acara.


"Baiklah kita mulai saja acara intinya yaitu pengucapan ijab kabul" pembawa acara menyerahkan acara selanjutnya pada penghulu.


Bukan hanya Almaira yang merasa gugup, Ezrapun mengalami hal yang sama, bahkan semalam dia sulit tidur membayangkan hari ini. Apa lagi sudah satu minggu ini komunikasinya dengan Almaira diputus oleh Bunda Aisyah dan Mama Rahma. Keduanya tidak boleh bertemu dan tidak boleh bicara di telepon apa lagi video call. Jelas saja itu membuat Ezra uruing-uringan menahan rindu. Berbeda dengan Ezra, Almaira malah merasa baik-baik saja tidak bertemu dan berkirim kabar dengan Ezra, karena ada Rangga, Elisya dan kedua kakak kembarnya yang selalu memberi informasi ter up to date tentang Ezra.


"Bismillahirrahmanirrahim" Papa Dhani mengawali ucapannya begitu dia diminta penghulu menjabat tangan Ezra untuk menyerahkan putri semata wayangnya pada pria yang dicitai Almaira.


"“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Ezra Syahreza Wiraguna Harley bin Dimas Abraham Wiraguna Harley dengan anak saya yang bernama Nyanyu Almaira Rahmadani dengan maskawin berupa seperangkat alat sholat dan seratus gram emas murni serta satu unit apartemen, Tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nyayu Almaira Rahmadhani binti Kiagus Dhani Rahmat Husen dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”


"Bagaimana saksi?" tanya pak penghulu.


"SAH" saksi pertama yaitu saudara kakek Husen berucap sebagai perwakilan dari keluarga besar Almaira.


"SAH" yang hadir disanapun ikut bersuara meneriakan kata Sah untuk pernikahan Ezra dan Almaira.


"Alhamdulillah" ucap pak penghulu menjawab kata sah yang keluar dari kedua saksi dan semua yang hadir disana.


Ezra bisa bernafas lega telah melewatinya dengan baik dan sekarang saatnya untuk bertemu Almaira sang pujaan hati yang sudah sah menjadi istrinya. Wajah yang tadi tegang kini melukiskan senyum.


Tidak jauh berbeda dengan Ezra, Almaira yang menyimak setiap kata yang keluar dari mulut Papa Dhani dan Ezra juga merasa lega. Elisya orang pertama yang memeluknya memberi ucapan selamat karena sudah sah menjadi istri dari seorang Ezra Syahreza.


"Selamat Al" ucap Elisya.


"Jangan nangis" lanjut Elisya begitu melihat mata sahabatnya berkaca-kaca. Almaira mengangguk dia hanya terharu bisa sampai ketitik ini dan Elisya selalu ada untuknya.


"Ayo keluar, namamu sudah dipanggil cek" ucap adik sepupu Almaira yang juga ikut menemaninya di kamar.

__ADS_1


Almaira keluar ditemani Selena dan Elisya, dua orang terdekatnya saat ini. Ezra yang sejak tadi menunggu kehadiran istrinya tidak bisa menghentikan senyum bahagia diwajahnya. Almaira hari ini sangat cantik dengan pakaian khas Palembang yang dikenaknnya. Hilang sudah kerinduannya selama satu minggu ini begitu terpukaunya melihat kecantikan sang istri.


Kini keduanya sudah saling berhadapan. Ezra sudah siap memasangkan cincin pernikahannya di jari manis Almaira. Keduanya saling menyematkan cincin pernikahan, lalu Almaira diminta mencium punggung tangan suaminya sebagai tanda bakti yang dibalas dengan ciuman dikening Almaira oleh Ezra untuk membalas bakti sang istri.


Setelah menanda tangani buku nikah, keduanya langsung diminta duduk ditempat yang disiapkan, berupa alas seperti perahu dimana Ezra duduk didepan yang melambangkan sebagai nahkodanya atau pemimpin rumah tangga mereka kelak.


Mereka akan melakukan acara adat palembang yaitu suap-suapan dan cacap-cacapan, dimana para orang tua dan kakek nenekpun, ikut memberikan suapan dan cacapan dengan diiringi nasihat yang penuh hikmah.


Pembawa acara memulai acarannya dengan acara pertama yaitu suap-suapan yang merupakan simbol dari suatu proses kehidupan. Dimana kedua mempelai sejak lahir kedunia hingga dewasa diasuh, di pelihara dan di besarkan ayah bundanya, dengan penuh kasih dan sayang.


"Ananda berdua diasuh dengan kasih sayang, di beri pendidikan agar menjadi orang berguna, sampai pada saatnya, ananda mampu hidup mandiri. Sejak akad nikah tadi, pada hakikatnya, selesailah tugas ayah bundamu" ucap pembawa acara memulai acara suap-suapan.


"Kami mohon kepada ibu-ibu yang namanya kami sebut, kiranya berkenan untuk menyuapi kedua mempelai" lanjut pembawa acara.


Mama Rahma dan Bunda Aisyah diminta menyuapi kedua pengantin dengan nasi kuning bersama beberapa menu lainya yang sudah disiapkan bergantian. Lalu dilanjutkan nenek atau perempuan yang dituakan di keluarga Almaira dan Ezra untuk ikut menyuapi mereka.


Setelah suap-suapan dilaksanakan, dilanjutkan acara cacap-cacapan, dimana air menjadi simbol utama kehidupan dipercikan kepada kedua pengantin.


"Air adalah sumber kehidupan. Air merupakan penawar dan pendingin. Bila pikiran kita sedang kusut dan kemelut , ambilah air segera berwudhu Insya Allah, emosi yang bergejolak akan reda, pikiran kusut jadi tenang, akalpun dapat berjalan"


"Air dengan sifatnya yang sejuk, lambang kesabaran dalam menghadapi setiap permasalahan. Dengan cacapan air di kepala, kita hadapi setiap permasalahan, dengan pikiran tenang dan hati yang sabar" pembawa acara menyampaikan lebih kurang makna dari cacap cacapan yang akan di laksanakan.


"Kami mohon kepada bapak bapak yang namanya kami sebut, kiranya berkenan untuk mencacapi ubun ubun kedua mempelai" lanjut pembawa acara.


Kini bergantian dimana para Ayah dan orang laki yang dituakan oleh kedua mempelai yang membasahi rambut Almaira dan Ezra bergantian.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2