BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
77. Ke Tempat Wisata


__ADS_3

Siaran langsung yang dilakukan Rangga menarik perhatian para fans terutama fans Andra dan Noah. Akibatnya cafe Zein seketika ramai oleh para penggemar yang ingin bertemu langsung. Untung saja Zein sudah mengantisifasi keadaan, sehingga dia sudah menambah personil keamanan untuk cafenya.


Karena ini bukan acara jumpa fans, maka Noah dan Andra menemui mereka hanya sebentar, sekedar untuk menyapa tanpa memenuhi permintaan mereka yang ingin foto bersama.


Dengan bantuan para pengawal keluarga Harley mereka bisa lolos dari para fans dan melanjutkan perjalanan mereka ke Lembang.


Sebelum sampai di kediaman orang tua Bunda Aisyah, Ezra mengajak mereka untuk mampir disebuah tempat yang cukup menyegarkan mata, yaitu sebuah tempat wisata anak-anak muda dengan pemandangan yang indah. Disini juga menyediakan pondokan untuk mereka istirahat sambik menikmati makanan ringan yang disediakan pihak pengelola.


"Bi tempatnya cantik sekali" Almaira kagum dengan pemadangannya.


"Secantik kamu Ai" balas Ezra.


"Al serius Bi, jangan ngegombal terus" sahut Almaira.


"Siapa yang ngegombal sayang, orang Bimbi serius. Bahkan tempat ini kalah cantik sama kamu"


Ezra mengeratkan pelukannya karena udara disini cukup dingin. Ezra yang sedang memeluk Almaira dari belakang mencium pipi mulus tunangannya. Mereka sedang berdiri dipagar pembatas dan memandang taman yang indah dibawah sana. Bunga warna warni tersebar indah menyejukan mata.


"Bi banyak orang jangan main sosor aja" keluh Almaira, pasalnya Ezra tidak pernah melihat kondisi dan situasi menyalurkan rasa sayangnya. Ezra terkekeh.


"Orang-orang sibuk dengan diri mereka masing-masing Ai" jawab Ezra.


Almaira melihat sekitar, benar yang dikataka tunangannya orang-orang sibuk berfoto dan menikmati keindahan pemandangan yang disuguhkan tempat ini.


"Bimbi tahu dari mana tempat ini?" tanya Almaira bagaimana tunangannya ini bisa tahu tempat seindah ini.


"Waktu Mbak Nay wisuda, Kak Zein membawa kita kesini. Kami juga menyewa pondokan sama dengan pondokan yang kita pesan" jawab Ezra sambil mengingat masa lalu dimana dia diperbolehkan Sandy membawa mobil sport keluaran terbaru yang diinginkannya.


"Hanya keluarga?" tanya Almaira lagi.


"Bisa dibilang begitu, tapi waktu itu Kak Sandy belum jadian sama Mbak Nay. Masih pdkt kalau kata Lola dan Putri" jawab Ezra.


"Bi kenapa Lola dan Putri tidak di ajak kesini, biar Rangga ada temanya" ucap Almaira.


"Lola dan Putri sedang ada tugas penting" jawab Ezra tanpa memberi tahu tugas penting apa yang di kerjakan Lola dan Putri, karena itu bagian kejutan yang disiapkan Ezra untuk kekasih hatinya.


Tidak jauh dari mereka tampak Andra dan Elisya bersama Rangga dan Dion sedang mengambil foto. Rendy dan Selena memilih duduk di pondok yang mereka sewa bersama Rendra dan Anindya.


"Balik kepodok yok Bi, biar Kak Rendy dan Kak Rendra bisa keliling" ajak Almaira.


Ezra segera mengandeng tangan kekasih hatinya menuju pondok setelah menyetujui ajakan Almaira.


"Dimana Noah dan Ayu?" tanya Rendy begitu mereka tiba dipondok.


"Tidak tahu kak. Al tidak melihat mereka" jawab Almaira sambil mencoba melihat sekeliling.


Tanpa diketahui mereka Noah sengaja mengajak Ayu sedikit menjauh dari mereka. Bukan tanpa alasan, dia sudah bulat ingin menjatuhkan hatinya pada Ayu. Selain sederhana, Ayu teman yang enak di ajak bicara dan berbagi, walau usianya masih dibilang remaja Ayu mampu memberi saran yang baik menurut Noah. Karena itu dia sering mengajak Ayu keluar sekedar sharing dan berkeluh kesah dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Disebuah bangku taman yang cukup jauh dari pondokan yang mereka sewa, Ayu dan Noah sedang duduk menikmati taman bunga.


"Kita terlalu jauh dari rombongan kak" ucap Ayu.


"Nanti mereka mencari-cari kita lho" lanjut Ayu ucapanya pada Noah.


"Sebetar saja. Ada yang ingin kakak bicarakan" jawab Noah.


"Ay, kita sudah cukup lama saling kenal" lanjut Noah ucapannya.


"Iya, tidak terasa sudah lebih dari empat bulan" jawab Ayu.


"Selama kamu kenal kakak, menurut kamu kakak seperti apa?" tanya Noah.


"Seperti apa ya..." Ayu seolah-olah berpikir.


"Kakak naya seriusan Ay" ucap Noah gemas.


Noah melihat Ayu yang kedinginan, udara tempat ini memag dingin, sedangkan Ayu hanya mengenakan atasan kemeja yang tidak terlalu tebal. Noah melepaskn jaketnya dan memasangkannya dipundak Ayu.


"Terima kasih kak" ucap Ayu atas perhatian Noah.


Noah meraih tangan Ayu dan menggenggamnya agar Ayu merasa hangat.


"Ay" Noah memanggil Ayu karena gadis itu tidak menjawab.


"Begitu ya" sahut Noah.


Suasana kembali hening, Ayu sedikit gugup dengan perlakuan Noah saat ini. Ayu sering salah tingkah kalau Noah menatapnya, ada rasa yang menurut Ayu rasa yang sulit diartikan. Siapa yang tidak tersanjung diperhatikan oleh pria seperti Noah. Tapi Ayu sadar, Noah seperti ini karena menganggap mereka saudara.


"Kamu mau bantu mengatur dan mengurus jadwal kakak?" tanya Noah.


"Ayu tidak punya hak untuk itu. Kakaklah yang harus mengaturnya atau kakak minta bantuan Diandra, dia kan pacar Kak Noah" jawab Ayu.


"Kamu ngomong apa? Kamu tahu aku sama Diandra hanya setingan" Noah sedikit kesal dengan jawaban Ayu.


Ayu terkekeh melihat Noah yang merajuk seperti anak kecil, dia hanya menggoda Noah agar memiliki kekasih sungguhan.


"Jangan ngambek kak, Ayu hanya bercanda. Kakak harusnya peka maksud yang Ayu ucapkan" ucap Ayu sambil memberitahu Noah maksud ucapannya.


"Sudah tahu tidak peka masih juga pake acara dicandaain segala" jawab Noah.


"Maksud Ayu, kakak harus segera cari pacar sunguhan biar ada yang bantu mengingatkan dan mengatur waktu istirahat, makan, dan tidur kakak dengan baik"


"Kakak maunya kamu yang jadi pacar kakak Ay" ucap Noah membuat Ayu terkejut.


"Jangan bercanda" jawab Ayu sambil menghilangkan rasa gugupnya.

__ADS_1


"Siapa yang bercanda, kamu maukan jadi pacar kakak"


Noah mengeratkan gengaman tangannya, dia membalik tubuhnya untuk menghadap Ayu. Noah mengusap wajah Ayu dengan tangan satunya lagi membuat Ayu semakin gugup.


"Ay, kamu maukan jadi pacar kakak?" tanya Noah lagi dan meminta jawaban Ayu.


"A.. Ayu" ucap Ayu gugup.


"Kenapa?" tanyanya.


"Kakak suka kamu, kakak sayang sama kamu, kakak cinta sama kamu Ay" jawab Noah tanpa melepaskan gengaman tangannya.


"Ay" panggil Noah, karena Ayu hanya diam.


Ayu mengangguk pelan. Melihat itu Noah melepaskan gengaman tangannya dan langsung membawa Ayu dalam pelukannya.


"Terima kasih sayang" ucap Noah sambil terus memeluk Ayu dan mengecup pucuk kepala kekasih barunya.


Ayu merasa degup jantungnya tak berirama, Noah pasti bisa merasakanya karena Ayu juga bisa merasakan degup jantung Noah yang berirama lebih cepat. Ayu merengangkan pelukan Noah, dia takut karena terlalu nyaman sehingga tidak ingin melepaskannya.


"Kita kembali kepondok kak" ucap Ayu dan disetujui oleh Noah.


Tanpa keduanya ketahui, Rangga dan Dion yang mencari mereka memperhatikan adegan itu dari tempat yang tidak terlalu jauh.


"Mereka pacaran kak?" tanya Dion.


"Mungkin" jawab Rangga karena tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan keduanya.


Entah apa yang dirasakan kakak Ayu ini, melihat adiknya dipeluk seorang pria. Terlebih lagi dia pernah memiliki rasa pada adiknya itu. Rangga mendesah, nanti akan dia tanyakan pada Ayu. Ayah mereka menyerahkan pengawasan adiknya itu padanya. Tanggung jawab Rangga sangat besar, sehingga dia harus benar-benar mengawasi adiknya terlebih lagi tentang hubungannya dengan lawan jenis.


Melihat Ayu dan Noah berdiri, Rangga mengajak Dion segera kembali ke pondok, dia tidak ingin Ayu tahu kalau dia mengawasi adiknya.


"Yon, jangan bilang Kak Noah kalau kita lihat mereka" pinta Rangga pada Dion.


"Kenapa?" tanya Dion lugu.


"Nanti Kak Noah malu kalau tahu kita melihatnya" jawab Rangga agar Dion bisa menyimpan rahasia ini. Dion mengangguk mengerti dengan jawaban Rangga.


Ditempat yang tidak jauh dari pondok, Andra menggengam tangan Elisya sambil memandang taman bunga yang ada dihadapan mereka. Andra baru berani sebatas menggengam tangan Elisya. Gadis itu bukan wanita yang mudah ditaklukan, sehingga dia harus berhati-hati dalam bersikap, tidak ingin membuat kesalahan yang akan merusak hubungan mereka.


"Kita kembali kepondok kak" ajak Elisya pada Andra. Pria itu menyetujui ajakan kekasihnya.


Mengingat kejadian sebelumnya di Cafe Zein, untuk menghindari para fansnya Andra mengenakan masker agar tidak dikenali. Tidak hanya Andra, Noah juga melakukan hal yang sama.


Acara mereka ditempat wisata ini diakhiri dengan berkumpul di pondok sambil menikmati makanan ringan yang mereka pesan dan minuman yang menghangatkan tubuh.


...Bila Aku Jatuh Cinta...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2