Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Kontraksi


__ADS_3

Mie ayam yang Aydan beli begitu membuat nya berselera, tapi entah kenapa di letakkan kembali sendok dan garpu yang sudah dia genggam.


"loh kenapa?? tadi begitu bersemangat..??" tanya Aydan heran


Perut Sya melilit mas, tapi saat di bawa ke kamar mandi hilang.."


"apa rasanya hilang timbul Sya..??" tanya Bunda Aydan


"iya Bun..." Bunda malah tersenyum dengan jawaban Syafeera


"Bunda kenapa malah senyum gitu ..??" tanya Aydan heran


"Udah ada keluar cairan belum..??" tanya bunda lagi dan Syafeera menggeleng


"gak apa-apa, nanti kalau ada cairan seperti lendir kasih tahu ya, jangan panik.." ujar bunda sambil mengelus kepala Syafeera


"makan ya..?" Syafeera menggeleng


"sayang kamu harus makan, setidaknya sedikit aja, biar mas suapin ya..??"


"perut Sya mules mas..."


"ya udah yok mas antar ke kamar mandi.."


"mules nya beda mas.. nyerinya di sini.." menujukan pada bagian bawah perutnya


"kita kerumah sakit aja kalau gitu ya, biar lebih pasti..."


"eh...hilang mas..." ujar Syafeera tiba-tiba


Si mbak yang mendengar pun angkat bicara "tanda-tanda seperti itu den...kalau mau pasti coba di cek.."


"udah hilang kok mas.. Sya mau makan aja" ujar nya duduk di depan mie ayam nya


"sini mas suapin.." dengan telaten Aydan pun menyuapi Syafeera, biasa apa yang Syafeera makan selalu membuat sang suami ikut memakannya, tapi tidak kali ini , dia sedang tak ingin berbagi.


selesai menghabiskan makan siang nya Syafeera duduk di sofa, mungkin karna tadi sempat tidur di pangkuan sang suami membuat nya tak ingin tidur siang.


"mas..tidur aja, Sya pengen nonton.."


"mas temenin kamu aja.. Pinggang sama perutnya gimana??"


"pinggang masih terasa sakit nya, tapi kalau perut hilang timbul mas, gak ga papa kok mas.."


"iya udah nak Aydan tidur aja dulu, ada bunda kok..." Ujar bunda Syafeera

__ADS_1


Bukan tak Merasakan nyeri, tapi Syafeera memilih menahan, karna dia tahu Aydan sudah sangat lelah beberapa malam ini, bahkan tadi malam dia tak bisa tidur karna dirinya.


Aydan memilih merebahkan tubuhnya di sofa, sedangkan Syafeera sedari tadi berjalan mondar mandir tak menentu. Bunda paham apa yang di rasakan Syafeera.


Adzan ashar berkumandang, Syafeera berjala. perlahan mendekati sang suami..


"mas udah Adzan..." ujar Syafeera lembut membangun kan Aydan, mata Aydan langsung terfokus pada ekspresi wajah Syafeera yang lain dan sedikit pucat


"sayang... kenapa ada yang sakit..??" tanya Aydan sembari duduk dan menangkup wajah Syafeera


"Aydan coba kamu hubungi dokter kandungan Syafeera, tapi ada sedikit flek keluar, seperti sudah tanda-tanda.." ujar bunda


"kenapa gak bangunkan mas...??" tanya Aydan geram tapi khawatir


"sakit nya masih hilang timbul, dan mas pules banget.."


"perlengkapan sudah bunda siapkan tadi.." ujar bunda Syafeera


Aydan pun menghubungi pihak resepsionis rumah sakit untuk di hubungkan dengan dr.Arafah dan saat sudah terhubung Aydan pun menceritakan Kondisi terkini sang istri.


"bapak tenang, jangan panik, untuk memastikan sudah bukaan berapa bisa langsung di bawa aja ya pak ke rumah sakit, ingat jangan panik terkadang sang suami itu lebih Panik dari pada sang istri"


"baik dok,kami segera kesana..." balas Aydan lalu memutuskan sambungan telepon nya


Bunda juga sudah menghubungi ayah jika sepertinya Syafeera sudah akan melahirkan, jika dilihat dari tanda tanda nya.


"mas sholat aja dulu.." Aydan pun tak menjawab dia langsung berlari menuju tempat wudhu yang di bawah, lalu memenuhi panggilan sang Illahi...


Air mata nya menetes, memohon kesehatan, keselamatan untuk sang istri dan sang calon anak mereka, Seorang lelaki memang jarang meneteskan air mata, tapi dia akan mudah untuk meneteskan air mata di saat menantikan hari kelahiran sang anak.


Syafeera berdiri di depan jendela, tangan menggenggam gorden dengan sangat kuat, rasa sakit nya semakin sering dia rasakan. Aydan melihat itu, hati teriris. apalagi tadi saat di kampus Aydan sempat memutar video penjelasan bagaimana sakit wanita melahirkan.


"Badan manusia hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del.Tetapi selama bersalin ibu akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan. Sangat luar biasa bagaimana perjuangan Ibu saat melahirkan"


Aydan memejamkan mata nya, membayangkan betapa sakitnya, tapi ternyata tidak bisa, karna hanya seorang wanita lah yang akan merasakan itu semua, maka dari itu Surga adalah jaminan nya.


Aydan berjalan mendekati Syafeera yang sedang mengatur napas nya.


"Kita berangkat ya..." Syafeera mengangguk dan di ikutin juga oleh para Bunda-bunda yang tak kalah hebat nya.


Syafeera duduk di kursi belakang bersama sang bunda.. Aydan pun melakukan mobil nya, mata nya tak lepas sesekali untuk melihat Syafeera yang sedang meringis menahan sakit


"Bun,.Sya kok kayak nya Ngombol ya.."


"Aydan buruan, takutnya air ketuban..." ujar bunda

__ADS_1


"astagfirullah... ya Bun..." jawab Aydan dengan nada super khawatir


"Bun sakitnya makin kuat..." sambil menggenggam tangan bunda


"sebentar ya Sya... sebentar lagi kita sampai, Sya kuat..." ujar Bunda Aydan memberikan semangat, sedangkan Aydan tak mampu berucap, mata nya fokus untuk segera sampai di rumah sakit.


Sesampainya di depan pintu rumah sakit Aydan langsung keluar dari mobil dan berlari untuk mengambil kursi roda. Sedangkan Syafeera di bantu oleh bunda untuk Turun.


Syafeera di dudukan di kursi roda, dan Aydan langsung membawa Syafeera ke ruangan sesuai arahan dr.arafah, sedangkan bunda Aydan melapor ke bagian resepsionis.


dr. Arafah sudah menunggu di ruangannya, dan saat Syafeera sampai, Syafeera langsung di bopong Aydan ke atas ranjang pemeriksaan.


dr. Arafah memberikan arahan agar Syafeera membuka lebar kaki nya, dan dengan bantuan Suster. tangan Aydan tak lepas dari genggaman Syafeera, Aydan juga menghapus peluh Syafeera yang keluar.


dr. Arafah pun ngecek kondisi terkini Syafeera..


"masyaallah sudah buka 4 jalan 5 ibu..." ujar dr. Arafah


"In Syaa Allah malam nanti sudah bisa lahir..."


"dok tadi ada seperti cairan keluar, apa air ketuban??" tanya Aydan


"Alhamdulillah Air ketuban masih aman pak,. flek saja..."


"oh ya suster, tolong bantu Ibu Syafeera untuk mengganti pakaiannya ya.. dan untuk Bu Syafeera selama masih sanggup untuk jalan, di bawa jalan-jalan aja dulu ya, nanti kalau udah gak sanggup bisa duduk atau kembali rebahan.."


"In Syaa Allah nanti bada magrib langsung bisa kita bawa ke ruang persalinan ya.."


"Ibu nya udah makan belum...??"


"sudah tadi siang dok.."


"harus makan lagi, karna butuh tenaga ya.." ujar dr. Arafah dengan senyuman manis di balik cadar nya.


🌠🌠🌠


Lanjut ??


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Gift


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2