Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Ucapan adalah Doa


__ADS_3

Syafeera dan kedua orang tua nya sudah sampai di kamar hotel XX...wajah ayah masih begitu tegang.


"Yah....percaya sama Sya... gak terjadi apa-apa yah..." ujar Syafeera sambil merangkul sang ayah dari samping


"kamu bisa jamin??" tanya Ayah dengan menaikkan alisnya


"yah dia adalah dosen Sya.. dan semua yang pak Aydan jelaskan itu benar, seperti dia salah kamar yah... Sya akui Sya salah karna tidak mengunci kamar dengar benar.."


"iya yah....gak mungkin Syafeera mau merusak prestasinya untuk suatu hal yang gak masuk di akal itu" ujar bunda


"syafeera... oke ayah percaya, bagaimana jika orang lain yang melihat??"


"disitu gak ada orang lain yah..."


"kamu bisa jamin...??"


"Sya.... siapapun orang yang melihat seorang pria keluar dari dalam kamar dimana ada wanita yang hanya mengenakan handuk, apa pendapat mereka pertama kali...??"


Pertanyaan ayah membuat Syafeera dan bunda terdiam, tak ada jawaban, benar kata sang ayah siapapun yang melihat pasti akan berfikiran Negatif. Bersyukur Aydan yang masuk, bagaimana jika pria lain melihat penampilan itu, ada jaminan Syafeera akan aman???


"kenapa diam??" tanya Ayah "Ok kalian tidak melakukan apapun, bersyukur dia lelaki yang mampu menjaga nafsu nya, bagaimana jika yang masuk ke kamar kami lelaki hidup belang, jadi apa kamu Sya...??"


"Ikut ayah pulang ke Pekanbaru..." tambah Ayah


"gak mau... Sya masih mau kuliah yah... ayah lihat sendiri prestasi Sya kan..??"


"baik jika kamu masih ingin kuliah disini, tapi ada syaratnya nya..."


"apa..??"


"menikah dengan pria itu" ujar ayah penuh penekanan,.dan itu membuat Syafeera menjauhkan posisi duduk nya dari sang ayah


Bunda cukup kaget dengan pernyataan ayah, tapi bunda juga tidak bisa banyak bicara, bunda sangat paham akan karakter sang suami, dan alasan sang suami pun tidaklah salah.


"gak yah...ayah gak masuk akal minta Sya nikah, dengan dosen Sya sendiri yah... lagian Sya mau fokus kuliah yah" tolak Syafeera


"keputusan ayah tidak bisa di tawar Sya,. dan besok keputusan terakhir dari pria itu" ujar ayah sambil belalu keluar kamar

__ADS_1


"Bun....hiks ..hiks..bantu Sya Yakinkan ayah..." mohon Syafeera, Bunda hanya bisa memeluk sang putri, karna bunda juga tidak berdaya membantah sang suami.


"Bun...hiks..hiks..."


"kamu tahu kan seperti apa ayah jika sudah membuat keputusan, apalagi alasan ayah sangat kuat Sya..."


"tapi Sya gak ngapa-ngapain Bun..."


"menurut bunda dia lelaki baik, dan ayah bisa melihat itu, bahkan saat melihat kamu hanya mengenakan handuk, dia bisa menahan, bagaimana jika laki-laki lain, siapa yang menjamin?? dan dia sudah melihat apa yang seharusnya hanya suami kamu yang melihatnya nanti"


Mendengar penuturan sang bunda Syafeera berlari ke ranjang dan merebahkan tubuh nya disana, menangis, Bingung dan putus asa.


Di hotel dimana mahasiswa masih berkumpul, Hanum mencari Syafeera kemana-mana tapi tidak ketemu, telfonnya juga tidak ada jawaban..


"kemana menghilangkan nya Syafeera.." dan akhirnya Hanum memilih untuk ke bagian resepsionis hotel dan benar saja kunci kamar Syafeera titipkan, dan dari penjelasannya sang resepsionis menginfokan bahwa yang menitip kunci ini sudah pulang bersama orang tua nya


"tu anak ya,.pulang gak ngabarin,. main pulang aja" gumannya kesal


"Gimana udah ketemu??" tanya Adrian


"udah pulang kak, bareng ayah dan bunda nya"


"gak tahu mungkin ada yang emergency kali, soal nya Hanum telfon juga gak ada jawaban"


Ada atau tidak ada Syafeera,acara harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.. Tampa kurang sedikitpun.


Sedangkan Aydan juga memilih pulang, Sesampainya di rumah,.Aydan langsung duduk di sofa, menyandarkan kepala ke atas, melihat langit-langit, mengingat semua kejadian tadi..Tampa sadar nama nya sudah berulang kali di panggil oleh sang bunda.


Bunda pun menghampiri Aydan, menepuk pundak Aydan...."ngelamun??"


"Astagfirullah, maaf Bun..." ujar Aydan sambil memijat pangkal hidung nya, yang terasa berat


"bunda panggil dari tadi loh, kok cepat pulang nya??"


"Kepala Aydan pusing Bun.."


"hanya karna kepala pusing?? itu bukan Aydan yang bunda kenal, hayoo cerita..."

__ADS_1


Aydan bukan menjawab malah memeluk sang bunda, bunda adalah sandaran nyata untuk nya.. bunda bukan sekedar ibu, tapi juga sahabat untuk nya


"ada apa...??"


"Huuuftt...." Aydan mengambil nafas panjang lalu menghembuskan nya, dan perlahan Aydan pun menceritakan kejadian beberapa jam lalu.


"Astagfirullah.. jadi gimana??"


"besok jam 8 pagi Aydan akan bertemu dengan orang tuanya Bun.."


"Aydan mau hubungi dekan dulu, karna Aydan butuh masukan dari pak dekan.."


Aydan mengambil benda pipih nya dari dalam saku celana nya, lalu melakukan panggilan telfon ke Pak Wahid sang Dekan, bagaimana ini juga terjadi di acara kampus, dan Syafeera adalah mahasiswi nya, dekan harus tahu agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Setelah panggilan di jawab, Aydan pun menceritakan kejadian yang terjadi tadi di hotel.


"Anda serius pak Aydan...??"


"saya jamin pasti kan tidak terjadi apapun pak, dan saya juga langsung keluar.. bapak juga Taukan saya seperti apa, apalagi Syafeera mahasiswi yang berprestasi.."


"ya.. saya paham itu, baik kalau Begitu besok saya akan ikut dengan pak Aydan.. akan sangatlah disayangkan jika Syafeera sampai cabut dari fakultas kita"


Setelah menjelaskan semua permasalahan, Panggilan telfon pun di akhiri. apa yang akan terjadi esok hari, tak ada yang tahu. keputusan terakhir ada di tangan Aydan, nasib Syafeera di tentukan dari keputusan Aydan besok.


Syafeera teringat kembali pembahasan mengenai pria bersama bunda dan ayah beberapa waktu lalu..


"bener ya... nanti kamu kepincut dosen ganteng..." canda Bunda


"Boleh juga Bun, ganteng, baik, Sholeh, tajir lagi...hahaha..."


Syafeera bingung harus berbuat apa, bagaimana cara nya meyakinkan sang ayah, dia berfikir sangat keras, hingga tertidur di ranjang dalam keadaan meringkuk, seakan frustasi, bagaimana mungkin dia menikah dengan sang dosen, inikah yang dinamakan Ucapan itu adalah DOA... tapi haruskah Caranya seperti ini??


🌠🌠🌠


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...


Jazaakumullah khairon..

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2