Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Syahdan otw PKU


__ADS_3

"yeee... Adan au pat akek..." sorak Syahdan saat Semua perlengkapan sudah siap. bahkan saat ini dia sedang menyandang tas ransel kecil yang tak jauh isinya adalah mainan


"nenek gak di ajak nich...???"


"yuk kut Adan nek..." (ayok ikut syahdan Nek)


"kalau nenek ikut yang jaga rumah siapa Dong..??"


"ada ude neekk..." (ada bude neekk)


"iya bunda kenapa gak ikut sekali..??"


"kalian harus bisa mengala, kan tahu Dinda udah nelfon dari kemaren, padahal kan bunda udah pengen banget ke PKU..."


Sebenarnya bunda juga berencana ikut, bahkan sudah di rencanakan jauh-jauh hari, tapi apa hendak di kata, satu hari sebelum tiket di pesan Dinda minta sang bunda ke Surabaya... Qadarullah


tin..tin...


"om Angga tuch... jagoan ayah sudah siap..?"


"ciap bos..." (siap bos)


"eh dapat kata bos dari mana tuch, kok panggil ayah bos sich...??" tanya Syafeera


"dak apat mi..." (gak dapat mommy) sambil menggelengkan kepalanya


"maksud mommy Syahdan dengar dari siapa, kok Panggi ayah Bos??"


"da-i om aga.."


"dari om Angga..??"


"utan om aga..."


"om Arga...??"


"iya om aga..."


"hahaha... dia mah manggil Arga dan Angga gak ada beda nya..." ujar Angga yang baru masuk untuk mengantar mereka ke bandara


"Hay Boscil udah siap buat terbang??" tanya Angga sambil mengajak Syahda berTos


"ciap lah...."


"pamit dulu sama nenek, sama bude Dong..." ujar Aydan


Syahdan pun menghampiri sang nenek, lalu berpamitan tak lupa cepika-cepiki dulu, tak lupa pamit juga dengan bude nya.


"Hati-hati ya, kabarin kalau udah sampai, langsung Video call.. tuh kan belum berangkat aja nenek udah rindu berat.." sambil memeluk Syahdan


"In Syaa Allah nanti sampai langsung kami kabarin Bun,bunda juga hati-hati ya, baik-baik di Surabaya..." balas Aydan sambil mencium kening sang bunda.


Mereka pun terbang menuju PKU,.Syahdan berada dalam dekapan sang Mommy, untuk membuat Syahdan nyaman , Aydan memasang earphone ke telinga Syahdan, bagaimanapun ini pertama kali Syahdan naik pesawat.


rasa pengang atau berdengung akan sering di rasakan saat sedang berada dalam pesawat, dan itu pasti akan membuat Syahdan tidak nyaman.


Tepat jam dua siang pesawat pun landing, Syahdan berada dalam gendong sang mommy tercinta, dan Aydan masuk ke ruang bagasi,. mencari keberadaan koper mereka. setelah dua koper besar berada di tangan, Aydan pen menuju di mana Syafeera menunggu nya.


"yuk... ayah udah di telfon..??" tanya Aydan

__ADS_1


"sudah, lagi nunggu di lobi mas..."mereka pun keluar menuju lobi, mencari keberadaan sang ayah.


Nampak bunda yang sedang berlari-lari kecil,.tak sabar ingin memeluk sang cucu.


"Iih cucu bunda tidur...??" tanya bunda


"iya Bun, ke asikan denger sholawat.."


"gak rewel kan..??"


"sengaja pakai earphone Bun, biar gak terasa banget berdengung nya, jadi dia bisa tidur" jawab Aydan


"ya udah yuk, sini biar ayah yang digendong.."


"gak apa-apa yah..kan pakai gendong yang ada malah repot nyopot nya..."


Mereka pun menuju mobil ayah yang sudah terparkir, sesampainya di dalam mobil Syafeera melepaskan gendongan nya, di bantu sama bunda


"gemoy banget sich Cucu bunda...kalah nich Qeysha..." sambil mencubit pipi Syahdan


Meras terganggu tidurnya, membuat Syahdan tiba-tiba menangis.


"kenapa kok nangis,kita udah mau sampai loh.. ini ada nenek..."


Syahdan menerawang, melihat sekeliling nya, nampak wajah yang tak asing, tapi ragu untuk menyapa nya...


"kenapa... ini nenek loh, yang suka Adan Video call..." ujar sang nenek, dan Syahdan malah melihat ke arah mommy nya


"iya ini nenek, nenek PKU..." jawab Syafeera menjawab keraguan sang buah hati.


"masih bingung tuh dia Sya..." ujar ayah


"ayah disini..." jawab Aydan


"mau tempat ayah..." Syahdan mengangguk


dan saat duduk di pangkuan sang Ayah, mata nya tertuju pada lelaki di sampingnya.


"akek..." panggil nya


"wich, tanda ya sama Kakek..." Jawab sang kakek penuh semangat, ingin rasa nya langsung mencium sang cucu


"ih..gak adil, sama Kakek ingat, sama nenek kok gak ingat..." protes sang nenek


Aydan, Syafeera da ayah malah terkekeh. tiga puluh menit kurang lebih perjalanan, Sekarang mereka sudah memasuki area kediaman sang kakek,.ada Qia dan Qey juga yang menunggu mereka di teras.


Mobil pun di parkiran, mereka pun keluar dari dalam mobil... sang kakek langsung mengambil Syahdan dari gendongan sang ayah, sedangkan Aydan dan Syafeera mengeluarkan koper mereka, dua koper besar, tapi satu koper semua isi keperluan Syahdan.


Begitulah jika bepergian membawa buah hati, paling banyak ya keperluan sang buah hati.


"ini rumah kakek... suka gak..??" syahdan mengangguk


Syafeera memeluk sang kakak..."teteh sehat..??"


"Alhamdulillah sehat Sya.. gimana perjalanan?"


"Alhamdulillah lancar.."


"ini nich yang namanya Adan... ??gembul banget, teteh Qey kalah loh sama badan Adan..." ujar Qianita beralih ke Keponakan nya

__ADS_1


Syahdan masih banyak diam, masih Canggung pastinya,. merekapun bergegas masuk ke dalam rumah.


"Mas Yusuf kemana teh..??" tanya Aydan


"masih di kantor, nanti pulang dia langsung nyusul kok..." jawab Qianita


"ini si geulis kok diam aja...??" tanya Syafeera ke Qeysha


"ini onty Syafeera sayang, yang di Jogja.." ujar Qianita


"itu capa...kok di endong ama kakek.??" tanya Qeysha


"wah kayaknya ada yang bakal rebutan kakek nich..." ujar Syafeera dengan senyum sumringah melihat tingkah Qeysha


"ada rona cemburu..." ujar bunda, bunda pun langsung menggendong Qeysha,.lalu mendekati Syahdan yang ada di gendongan sang kakek


"ini adek Syahdan, cucu kakek juga" ujar sang kakek


"Qey mau endong kakek ju-ga..." protes nya


"Qey sama nenek aja dulu, biar adek Syahdan sama Kakek..." ujar sang nenek


"Qey mau endong kakek.."


"Syahdan sama nenek aja yuk, gantian nenek kan mau gendong..." syahdan malah mengalungkan tangannya ke leher sang kakek


semua tertawa.... "siap-siap ada perang cemburu yah..." ujar Syafeera


"Qey kan udah sering di gendong kakek, gantian Donk.." ujar Qianita memberikan pengertian


"itu kakek Qey..." protes Qeysha


"Syahdan sama ayah dulu ya..." bujuk Aydan, dan Syahdan malah menggeleng


"Syahdan, anak baik kan, harus patuh, Allah itu sayang sama anak yang patuh...sama Mommy ya..."


Mendengar ucapan sang mommy, Syahdan pun langsung berpindah ke gendongan sang mommy..


"tu Akek adan Mi..." ujar Syahdan sambil sesegukan


"iya...tapi kakak teteh Qey juga, kita kan baru sampai, kita mandi dulu ya.. nanti kita main sama Kakek...ok pinter??" Syahdan pun mengangguk, mereka langsung masuk ke kamar.


"Qey gak boleh gitu Donk, itu adek Syahdan gak setiap hari loh di sini... gantian Donk Qey..." rayu Qianita , tapi Qeysha seperti enggan lepas dari pangkuan sang kakek


"biarkan dulu, belum terbiasa, besok juga Main bareng" balas Ayah


Ada rasa iba,dengan Syahdan , tapi Qianita tak mampu merayu sang buah hati nya.


🌠🌠🌠


Lanjut...???


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Ingat ini hanya coretan renyah saya yang mungkin kadang suka gak jelas.. jadi kalau gak nyambung, ya di sambung sambungin aja🤭


Karna....

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2