
Suasana masih begitu tegang, Aydan belum memberi jawaban atas apa yang di sampaikan oleh ayah Syafeera.
"Bisa bicara dengan Syafeera sebentar....?" pinta Aydan
Ayah melihat ke arah Syafeera, "ikut lah dengan nak Aydan..." titah ayah yang menandakan bahwa dia setuju atas permintaan Aydan
Mereka pun keluar dari kamar, menuju lobby yang ada di lantai 2, tak jauh dari lift ada sofa disana, aman lah untuk mereka berbincang.
"Maaf karna kecerobohan saya jadi seperti ini.." lirih Aydan saat mereka sudah duduk di sofa.
"bukan kesalahan bapak sepenuhnya, andai saya kunci kamarnya dengan benar.."
Andai....andai dan andai.. sekarang hanya tersisa kata-kata Andai... tapi sayang itu tak bisa memperbaiki keadaan.
"Menurut kamu gimana..??" tanya Aydan
"saya belum siap untuk menikah pak, saya masih ingin konsentrasi kuliah, saya belum siap, lagian masa saya nikah dengan dosen saya sendiri, apa kata mahasiswa lain..."
"berarti kamu siap untuk pulang ke Pekanbaru..??"
"ya gak lah... saya berjuang keras untuk sampai disini, trus saya nyerah gitu..??"
"tapi kan kamu tahu Syarat dari ayah kamu apa..??"
"ya Allah... gak tahu pak, Pusing saya..."
"dan apa yang di sampaikan ayah kamu benar, saya sudah---" Belum selesai dengan kata-kata nya sudah di potong oleh Syafeera
"saya ikhlas, anggap saja itu gak pernah terjadi"
"Saya siap menikahi kamu" ujar Aydan tiba-tiba dan itu membuat Syafeera membulat mata nya
"pak Aydan gak bercanda kan??" syafeera memastikan
"saya serius..."
"karna gak ada pilihan lain??" tanya Syafeera memastikan
"salah satu nya mungkin iya, tapi kembali lagi, saya memang harus bertanggung jawab atas apa yang saya lihat..."
__ADS_1
"tapi kan kita gak melakukan apapun, bersentuhan saja tidak..."
"tetap,.apa yang saya lihat itu bukan hak saya kan...??"
"gak saya gak mau... apalagi harus menikah dengan orang yang tidak mencintai ataupun saya cintai..."
"Bismillah saya akan belajar mencintai kamu" jawab Aydan penuh keyakinan dan lagi-Lagi membuat mata Syafeera membulat
"tapi pak.. "
"Saya yakin atas keputusan saya, sekarang pilihan terakhir ada di kamu... ayo kita masuk" ujar Aydan sambil berlalu menuju kamar, tapi Syafeera masih mematung, bingung, dan kaget pastikan.
"oh ya kamu lupa, kamu punya satu hutang dengan saya... dan kamu janji akan memenuhi permintaan saya kan...??"
Syafeera berusaha mengingat kejadian beberapa bulan lalu, ya dia pernah berjanji akan membantu sang dosen, Asalkan nilai SKS ya tidak dikurangi.
"Jadilah istri saya..." dan itu membuat mata Syafeera membulat selebar lebarnya.
Menikah dengan sang dosen,yang bahkan menjadi idola mahasiswi lain, apa jadinya dia jika tahu bahwa dia istri dari sang dosen,. membayangkannya saja sudah membuatnya bergidik.. dan kaget nya lagi, ini cara nya menebus janji nya dengan sang dosen.
"Ayo... sampai kapan mau disitu..." Ujar Aydan yang melihat Syafeera belum beranjak dari tempat duduk nya.
Mereka sudah kembali duduk di posisi masing-masing, nampak ayah dan pak Wahid juga berbincang, entah apa yang mereka perbincangkan.
"Bagaimana...??" tanya Ayah dengan melihat ke arah Syafeera dan Aydan bergantian
"Saya sudah sampaikan kepada Syafeera, Bismillah saya siap menikahi Syafeera, dan Sekarang keputusan akhir ada di tangan Syafeera" jawab Aydan dan itu membuat pak Wahid merangkul nya dari samping.
"Alhamdulillah... gimana dengan kamu Sya..??" tanya Ayah
"yah.. Sya belum siap menikah, dan Sya pengen konsentrasi ke kuliah, Sya belum siap yah.."
"berarti besok kita kembali ke Pekanbaru, soal urusan kampus, pak Wahid akan bantu..."
"ayah itu egois, sama hal nya tidak memberikan Sya pilihan.. ayah tahu kan perjuangan Sya untuk kuliah di Almamater coklat ini??" berontak ya... Syafeera kembali memberontak, tak terima dengan pilihan yang sang ayah berikan.
"Syafeera...bunda tahu ini gak mudah nak, tapi percayalah ayah hanya ingin menjaga kamu, dengan kamu menikah, semua nama baik pun terjaga, ayah dan bunda juga lebih tenang nak, kamu ada yang jaga" bunda berusaha meyakinkan Syafeera
"lalu bagaimana dengan kampus, apa kata mereka jika Mereka tahu Sya adalah istri dari dosen Sya sendiri??"
__ADS_1
"Soal kampus cukup yang di percaya saja yang tahu.. sisa nya gak perlu tahu, jadi kamu bisa kuliah seperti biasa" ujar Pak Wahid
"Ayah pak Aydan ini banyak fans nya, nanti sya yang ada di keroyok..." penuturan Syafeera barusan membuat sang ayah dan yang lain tersenyum simpul.
"kenapa harus takut, takutlah jika nak Aydan ini sudah punya istri. toh dia singela"
Tak ada pilihan, semua Alasan di tolak, Jawaban yang mereka berikan tertuju pada dirinya yang harus menerima pernikahan ini.
Dan sudah di tetapkan, tiga hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan, yang terpenting SAH dulu dan Resmi di mata Negara, soal resepsi, itu bisa di pikirkan nanti, trus jika ada pertanyaan emang bisa Mengurus pernikahan dalam waktu singkat, semua itu tak lepas dari bantuan pak Wahid yang mempunya teman sebagai ketua KUA alias penghulu juga.
Akankah pernikahan ini berjalan sewajarnya?? atau berakhir pada pernikahan kontrak?? entah lah... Syafeera hanya bisa pasrah, karna perlawanan nya percuma, tak membuahkan hasil.
Syafeera juga sudah menghubungi ibu kos, Hanum juga sudah di berikan kabar mengenai pernikahan nya dengan sang dosen, bahkan Syafeera minta Hanum untuk hadir.
Qianita dan Yusuf juga sudah di beri tahu, tapi ayah memintanya untuk tidak perlu hadir jika tidak memungkinkan, karna kandungan Qianita yang sudah cukup besar. tapi Qianita tetap ingin hadir, bagaimanapun keadaannya dan alasannya, tetap itu hari pernikahan sang adik.
🌠🌠ðŸŒ
Sesampainya di rumah Aydan menceritakan semua apa yang terjadi tadi dan apa keputusan kepada bunda.
"Apapun keputusan kamu, bunda dukung dan bunda merasa apa yang ayah gadis itu lakukan adalah hal wajar... satu pesan bunda.. Jangan pernah main-main dengan yang namanya pernikahan, saat kamu sudah memutuskan, maka kamu harus siap membawa pernikahan ini hingga ke Jannah.."
Aydan mengangguk kepada,. paham akan apa yang sang bunda sampai kan. Pak Wahid pun mendukung, karna Menurutnya Syafeera gadis yang baik, tapi dilihat dari cara nya berdebat dengan sang ayah, dia sedikit keras, maka Aydan harus ekstra sabar.
Besok pun Aydan mengajak bunda bertemu dengan keluarga Syafeera, sekalian mencari cincin untuk Syafeera..dan beberapa hantaran.
Dan betapa terkejutnya bunda saat melihat gadis yang akan menjadi menantu, Begitupun Syafeera, karna ingat ibu yang ada di hadapannya ada seorang ibu yang pernah dia tolong. Bunda nampak bahagia, tapi siapa sangka ini cara Allah mengabulkan doa nya. menjadikan Syafeera menantu nya, tapi sebegitu tragiskah jalan nya??
🌠🌠ðŸŒ
Alhamdulillah hari ini bisa Triple UP
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...
Dukungan dan komen reader semua sangat memacu semangat Author....
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1