
Selesai makan malam Yusuf langsung masuk ke kamar dengan alasan agak sedikit lelah. di susul oleh Qianita, sedangkan Qeisha sedang dalam gendongan Syafeera.
"Mau Qia pijat...??" tanya Qianita
"gak perlu, mas mau tiduran aja"
"mas itu kenapa sich?? Qia perhatikan pandangan mas ke Aydan kaya gak suka gitu??"
"aku belum percaya sepenuhnya nya aja sama dia..."
"mas....Sya bahagia dengan pernikahannya, mereka saling mencintai, dan kita juga bisa lihat kan keharmonisan mereka.."
"Bisa saja kan dia sandiwara.."
"astagfirullah mas, jalan pikiran kamu terlalu sempit, ayah gak akan mungkin mau menikah kan mereka jika ayah tidak yakin.. dan Sya udah banyak berubah, dia sudah lebih dewasa, dia pasti mampu menghadapi setiap ujian rumah tangga mereka"
Ya Qianita benar, Syafeera sudah banyak berubah, Yusuf pun mengakuinya. Yusuf terdiam tiba-tiba ingatannya kembali ke kejadian lama, tepat sebelum dia menikah dengan Qianita
"Suf Lo yakin... Lo gak salah??" tanya Aldi
"Yakin lah,.lelaki mana yang gak mau memperistri Qianita, dia Sholeha, dewasa, sangat tenang...." jawab Yusuf dengan penuh keyakinan
"gue kira selama ini Lo suka nya sama Syafeera, karna Lo tu lebih terlihat dekat dengan dia"
"hahaha... ya gak lah, mana mungkin, Syafeera itu terlalu ke Kanakan, dan emosional juga, manja.. aku dekat karna dia udah ku anggap adek aja..." bantah Yusuf
Sebelum pernikahan nya Aldi pernah mengingatkan Yusuf, pernah bertanya apa Yusuf benar-benar yakin, tapi beberapa hari lalu Yusuf datang pada sahabatnya itu dalam keadaan gusar.
"Lo kenapa...??"
"Syafeera..."
"kenapa dengan Syafeera...??"
"dia udah nikah Al, tapi terpaksa, dan sekarang dia sedang balik ke sini,.mereka sok romantis dan akur gitu, tapi gue ragu itu hanya sandiwara mereka saja"
"Yusuf... Yusuf, Lo tu aneh kenapa malah kepo dengan hubungan Syafeera dengan suami nya.." ujar Aldi sambil geleng-geleng
"wajar lah....kita udah kenal dari kecil, bahkan sekarang dia ipar gue..."
"sadar Suf.. Lo cuma ipar, gak berhak, lebih baik Lo fokus sama Qia dan Qeisha, dia prioritas Lo..."
"ya gue tau mereka adalah prioritas gue, tapi tetap aja ada yang aneh dengan Syafeera..."
"jangan bilang Lo cemburu... sadar posisi Lo sekarang adalah suami dari Qianita, suami dari kakak nya Syafeera"
Yusuf terdiam mengait semua nya, benarkah dia cemburu???
"Mas kok malah ngelamun??" tanya Qianita heran
"gak papa, mas mau tidur aja ya..."
🌠🌠🌠
Pagi ini Syafeera beserta orang tua nya tak ketinggalan Qianita dan keluarga kecil nya juga sedang bersiap menuju kota Siak. Syafeera dan Aydan satu mobil ayah dan bunda.. Qianita dengan sang suami tak ketinggalan Qeisha juga ikut, mereka naik mobil mereka sendiri.
__ADS_1
Menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam, dan saat mereka sampai di kota Siak, mereka langsung di sambut oleh jembatan tinggi menjulang, dan juga panjang.. orang-orang biasa menyebutnya Jembatan Siak.
Jembatan inilah yang akan mengatakan mereka ke pusat kota Siak, kota yang identik dengan adat Melayu nya.
Sepanjang jalan terdapat nama-nama Asmaul Husna di tengah trotoar. sebuah kota kecil yang bersih dan rapi, dan banyak menyimpan sejarah.
Mereka bergegas Menuju Istana Siak Sri Indrapura.. karna semakin siang maka akan semakin padat.
"mas ini yang nama nya Istana Siak, Istana Siak Sri Inderapura atau Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur merupakan kediaman resmi Sultan Siak" ujar Syafeera saat mereka sudah masuk ke area istana
"istana Siak adalah bukti sejarah kebesaran kerajaan Melayu Islam yang terbesar di Daerah Riau" Aydan mengangguk mendengar penuturan istri nakal nya itu.
"udah cocok jadi Tour Guide kayak nya nich??" Goda Aydan
"diizinin gitu...??"
"di izinin Donk, tapi khusus buat mas..." balas Aydan dengan masih melihat sekeliling, mereka pun masuk ke dalam istana, banyak benda bersejarah yang masih tampak sangat baik Kondisinya, karna memang sangat di jaga dan di rawat.
Pengunjung boleh berfoto, tapi dilarang menyentuhnya..agar menghindari kerusakan pada benda tersebut. Tak hanya ada istana Siak, di luar area istana juga ada bangunan-bangunan bersejarah lain nya,. mulai dari makam dan tempat khusus lain nya,
"di izinin tapi khusus buat mas, itu mah mau nya mas..." balas Syafeera
"ya udah kalau gak mau, nanti kalau jalan-jalan lagi mas sewa tour guide lain aja.." Syafeera menghentikan langkahnya, Aydan pun ikut berhenti karna tangan mereka saling bergandengan.
"kok berhenti...??" Syafeera memanyunkan bibir nya, Aydan mundur dan merangkul Syafeera dari samping.
"hanya ada empat wanita yang akan mas gandeng.." Syafeera melotot mendengar kan kata empat yang Aydan ucapkan
"mas mau poligami...ya...??" Aydan tersenyum kecil dengan pertanyaan Syafeera.
"empat wanita itu adalah GTSyafeera, istri nakal mas ini (mencubit hidung Syafeera) l, dua orang bunda dan Adinda yang akan mas gandeng..." senyum Syafeera mengembang dan wajah nya juga memerah mendengar penuturan Aydan sang suami dinginnya itu
Syafeera melepaskan genggaman tangan Aydan,.lalu meninggalkan Aydan lebih dulu, dengan cepat Aydan mengejar Syafeera. moment kebersamaan mereka di saksikan oleh ayah dan bunda, senyuman kebahagiaan nampak jelas di mata ayah dan bunda.
"Aydan mampu membawa Syafeera ke arah yang lebih baik ya yah.. udah gak kayak mercon api yang meledak-ledak.." ujar bunda mengangguk
"Karakter Aydan yang dingin itu mampu membawa perubahannya untuk seorang Syafeera Bun, bahkan dia yang selalu marah jika di cuekin, Lihat dia mampu mengimbangi karakter Aydan yang datar itu.." Qianita bersuara sedangkan Yusuf hanya bisa diam seribu bahasa.
Ada rasa getir, tapi sayang semua sudah terlambat untuk seorang Yusuf, menyadari perasaannya, mengejar kesempurnaan. tapi saat ini hanya satu yang bisa Yusuf lakukan, fokus pada keluarga kecil nya.
🌠🌠🌠
satu pekan sudah Syafeera dan Aydan berada di Pekanbaru. Aydan belajar untuk lebih dekat dengan keluarga Syafeera,. memahami mereka dengan cara nya.
Syafeera baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang di Cepol , menampakkan leher jenjang putih nya. pemandangan yang menggoda iman seorang Aydan.
Syafeera duduk di depan cermin dan akan melepas cepolan rambut nya, tapi di cegah oleh Aydan,. Tanpa Syafeera sadari sang suami sudah berada di belakang nya.
"hobby deh buat kaget.." omel Syafeera
Aydan melepaskan rambut Syafeera lalu menyisir nya... "mas Sya bisa sendiri loh..."
__ADS_1
"memanjakan istri dengan hal kecil juga ibadah loh.."
"mas..."
"iya..."
"Sya udah pikirkan kalau..."
"kalau apa??" tanya Aydan heran dan menghentikan aksi sisir menyisir nya
"kita publikasi hubungan kita..." jawab Syafeera lirih...Aydan menyunggingkan senyuman no mendengar penuturan Syafeera, lalu Aydan mencium ubun-ubun Syafeera dengan lembut..membopong Syafeera ke arah ranjang, merebahkan nya, lalu membisikan ayat cinta.
Selesai dengan ayat cinta nya, Aydan mengelus pipi syafeera sebelah, lalu mencium kening Syafeera sangat lama, rasa hangat hembusan nafas Aydan pun bisa Syafeera rasakan.
Aydan memang lelaki dingin, cuek, tapi dia sangat lembut, tak pernah melakukan hal kasar kepada Syafeera sang istri nakal nya itu.
Cium di kening itu seakan menaruh harapan besar untuk Aydan, ada doa yang dia selipkan, doa terbaik untuk keluarga kecil nya, mengharap keridhaan serta kebaikan dari sang maha oe cipta.
Dari kening ciuman itu turun ke bibir, menyalurkan rasa hangat yang juga sudah bercampur dengan hasrat, hasrat yang halal untuk mereka, hasrat yang akan menjadi ibadah untuk mereka.
Suasana gerimis membuat dua insan ini semakin berhasrat untuk menyalurkan cinta mereka dalam kehalalan, siapa sangka jarak bukan pengalaman jika sudah jodoh nya, entah bagaimana caranya Allah pertemuan.
Setelah hasrat itu tersalurkan, Rasa lelah pun menghampiri mereka.. membaringkan tubuh nya dalam pelukan sang suami dingin nya itu, adalah tempat ternyaman.
Aydan menarik rambut Syafeera yang menutupi wajah nya ke belakang telinga..
"Terimakasih sudah mau menerima mas, dengan segala kekurangan mas..."
"Sya yang makasih karna mas udah sangat sabar dengan semua sikap Sya selama ini.."
Syafeera memainkan jemarinya di dada bidang Aydan...seperti menggelitik, tangan itu di raih oleh Aydan...
"mau nambah lagi ya??" tanya Aydan
"nambah apa??"
"ni kamu lagi godain mas..."
"iih itu mah mas yang mau, Sya kan cuma..."
"cuma apa...?? jari-jari kamu itu memiliki efek samping loh..."
"mas mah mesum... Sya aja masih lelah, tidur ah..."
Aydan terkekeh dengan sikap Syafeera yang malu-malu itu, menggemaskan untuk seorang Aydan, wajar saja banyak yang menaruh rasa pada istri nakal nya itu. tapi Aydan bersyukur, sikap tegas ayah membuatnya tak sembarang membuka hati untuk seorang pria.
🌠🌠🌠
Lanjut kita??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
Maaf jika belum bisa balas satu-persatu ya komen reader semua🙏🙏
Jazaakumullah khairon..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an