Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Flashback On


Adinda bergegas turun dari mobil yang dia kendarai, dan buru-buru membuka pintu Green


"assalamualaikum.. selamat siang,.mau pesan apa kak..??" sapa Agung yang kebetulan sedang berdiri di meja pemesanan, sembari menunggu pesanan untuk dia antar.


"Waallaikumusallam.. maaf mas, mas Aydan nya ada..??"


"ada di ruangan nya..." jawab Agung namun ada rasa heran dengan pertanyaan Adinda


"ok... makasih..." balas Adinda dan langsung menuju ruangan Aydan


"kak Nin,. itu siapa?? kok main masuk aja ke ruangan pak Aydan..." tanya Agung ke Nina


"mana...???"


"itu..." tunjuk Agung dengan dagu nya.


"owalah... itu Dinda, adek nya bos... emang gak tahu apa??" Agung menggeleng karna memang baru pertama kali melihat Adinda, Adinda memang lebih banyak menghabiskan waktu di Surabaya


"dia sekolah di Surabaya, paling sesekali aja ke sini.."


Agung membalas dengan anggukan, menandakan dia sudah mengerti kenapa Adinda tak pernah nampak selama bekerja dengan Aydan


"Nih pesanan nomer 8 udah siap .." ujar Nina, Agung pun bergegas mengantar pesanan ke meja nomer 8.


Di ruangan Aydan


"Mas jadi apa aja nich yang mau di beli untuk besok Jumat..??" tanya Adinda


"Udah mas catat, semua ada di sini.." balas Aydan dengan memberikan selembar catatan


"kamu pergi sama siapa?? kan bunda lagi kurang sehat..??"


"tadi nya mau sama kak Sya, tapi Syahdan nya lagi manja banget tuch sama Mommy nya, nanti sama mbak aja dech, tapi mbak lagi ngurusin cucian..."


"ajak Nina aja..."


"trus Green gimana??"


"aman ada mas dan yang lain..."


"ya udah Dinda berangkat ya, mas kasih tahu gih ke kak Nina.."


"langsung ajak aja, bilang mas yang suruh..."


"ok..."


Adinda pun beranjak dari tempat duduk nya, dan segera keluar dari ruangan Aydan, dan tampa sengaja saat Adinda akan keluar, Agung malah akan masuk.. jadi mereka sama-sama terpaku di depan pintu


"eh maaf, saya mau antar kopi.." ujar Agung dengan sedikit terbata

__ADS_1


"oh ya silahkan..." balas Adinda ramah, dan memundurkan sedikit langkah nya agar agung bisa masuk. Setelah Agung masuk, Adinda pun keluar, dan mengajak Nina untuk menemani nya belanja.


"Kenapa...??" tanya Aydan ke Agung


"apa nya yang kenapa pak??" sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"lupain aja..." balas Aydan


Adinda dan Nina pun segera ke pasar tradisional, membeli sembako untuk mereka sedekahkan besok Jumat, sudah jadi rutinitas bulanan yang akan Aydan lakukan.


Bagasi mobil sudah cukup penuh karna belanjaan yang mereka beli. bahkan ada yang tidak masuk daftar pun Adinda beli.


"kak Nin, laper dech..."


"ya udah buruan yuk balik, makan di Green aja, atau kamu ada yang mau di beli...??"


"jalan aja dulu, nanti kalau Nemu sesuatu di pinggir jalan, kita beli..."


Saat akan keluar dari area pasar, mata Adinda tertuju pada penjual empek-empek keliling.


"enak tuh kak Nin..." tunjuk


"boleh juga, panggil gih..."


"buk.... empek-empek..." teriak Adinda dari jendela mobil, sang ibu yang membawa Aneka jajanan dan juga empek-empek Dengan angkongnya pun mendekati mobil Adinda


"Berapa seporsi Bu..??" tanya Adinda


"ada yang seribu satu dan ada juga yang dua ribu satu mbak.."


"untuk kita makan sekarang apa mau di makan di green??"


"di green aja kali ya, bareng-bareng.." usul Adinda dan Nina menjawab dengan anggukan


"lima puluh ribu campur-campur deh Bu"


Sang ibu penjual pun membungkus pesanan mereka, dan setelah pesanan mereka selesai, mereka langsung melajukan mobil nya Kembali ke Green.


Sesampainya di Green, adinda membunyikan klaksonnya, meminta bantuan pasukan Green untuk membawa belanjaan mereka yang setumpuk untuk dibawa masuk.


para lelaki Green pun keluar, bahkan pak Budi juga ikut membantu, mulai dari beras, gula,kopi,teh , minyak goreng dan sembako lainnya, ada juga biskuit bungkusan.


Belanjaan nya si bawa ke ruang dekat mushola Green, dan betapa kaget nya Aydan melihat belanjaan Adinda.


"perasaan mas gak ada nulis biskuit dan minuman deh dek..."


"Dinda yang nambahin... gak boleh ya?"


"Boleh Donk, mas malah setuju banget..."


"oh ya kami beli empek-empek tadi di Pasar, yuk di makan.." ujar Nina sambil menuang empek-empek ke dalam piring besar, dan juga ada cuko di dalam mangkuk

__ADS_1


Tampa sengaja saat Adinda akan mengambil cuko, ternyata Agung juga akan mengambil cuko, mereka saling melihat sesaat.


"eh..mas duluan aja..." ujar Adinda


"kamu aja yang duluan..."


"mas aja..."


"nich...." Arga menyodorkan satu sendok lagi ke Adinda


"ketimbang Cuma udur-uduran mana yang duluan, nih mas kasih sendok satu lagi..." tambah Arga


Angga menyenggol pundak Aydan memberikan kode dengan apa yang mereka lihat.


"cocok tuch..."


"biar aja, kalau jodoh gak kemana-mana kan.. kaya Lo Sama Nina..." balas Aydan yang mengerti maksud dari Angga


Mereka pun menikmati makan empek-empek bersama, saat ada pelanggan mereka juga berganti dalam melayani.


Besok nya Adinda kembali lagi ke Green karna harus mempacking sembako yang akan mereka bagikan besok, tak hanya sembako ada juga uang dari partisipasi pasukan Green, bahkan Pak Budi juga ikut berpartisipasi.


"kak Nin, Uangnya ini di bagi sebanyak bungkusan??"


"Tergantung dari dana yang ada, nanti di bagi sepantasnya.. biasa sih gak semua, tapi jika mencukupi semua ya Alhamdulillah"


"kak Nin ini ada tambahan dari ibu, kemarin di buatkan donat, buat di bagi-bagi, dan ini ada tambahan juga sedikit.." ujar Agung yang baru datang, sembari memberi setoples donat dan juga uang di amplop.


"Alhamdulillah... donat nya langsung bungkus ke kotak mika aja Gung..." balas Nina


Agung pun menurut, duduk cukup berjarak dari Adinda yang juga sedang membungkuk sembako.


"Satu kotak berapa banyak kak Nin...??" tanya Agung


"coba tanya Dinda, sembako ada berapa Bungkus, tinggal di bagi..."


"ada tiga puluh lima bungkus mas, satu kotak kasih 5 buah aja mas, nanti kalau kurang kan masih bisa di tambahkan yang lain.." ujar Adinda dan Agung membalas dengan anggukan


"Cie.... berdua aja, awas loh kalau berduaan yang ke tiga siapa ??" goda Angga


"yang ke tiga mas Angga..." balas Adinda dengan santai


"iya juga ya... kalau Angga pergi, yang ke tiga siapa...?"


"nyamuk..." balas Agung


Dan jawaban itu membuat Adinda mengukir senyuman Tampa sengaja Agung melihat senyuman itu dan dengan cepat Adinda mengalihkan pandangannya.


🌠🌠🌠


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰

__ADS_1


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2