
Syafeera, Bunda dan Qianita melaksanakan sholat subuh dikamar masing-masing, sedang kan para suami sholat di masjid.
Selesai dengan sholat nya serta merapikan kamar, Syafeera keluar menuju tempat cucian dimana Syafeera sudah membawa pakaian kotor nya. Bunda juga sudah ada di dapur.
"Bun pakaian kotor bunda mana??" tanya Syafeera
"biar aja nanti bunda yang cuci, kamu cuci pakaian kamu dan Aydan saja.."
Syafeera meletakkan pakaian kotornya di samping mesin cuci lalu mengisi air mesin cuci, setelah itu dia tinggal menuju kamar bunda. dan beberapa menit kemudian Syafeera sudah keluar dengan keranjang baju kotor dari kamar bunda.
"loh...loh...loh... biar bunda aja Sya"
"sekalian Bun..." Bunda mengurus urusan dapur, Syafeera mengurus cucian, sebelum Syafeera memisahkan beberapa pakaian sesuai kategori nya.. walah udah kaya seleksi aja nich.
Pakaian putih, berwarna, celana jeans serta jilbab dia pisah, jika dulu setiap disuruh nyuci baju semua serba brug jadi satu, tapi tidak sekarang, Aydan saat rapi dan teliti. tapi itu banyak manfaat, untuk seperti jilbab Syafeera lebih sering di kucek dengan tangan, dan jika ada pakaian di yang kelewat kotor, Syafeera membros nya dulu agar bisa bersih maksimal, karna bagaimana mencuci di mesin cuci untuk pakaian yang terlalu kotor hasilnya tidak maksimal.
Saat mencuci sedang memproses, Syafeera menghampiri bunda.
"masak apa Bun..??"
"Aydan biasa sarapan apa??"
"udah kaya anak tiri ya, sikit-sikit mas Aydan yang di tanya..."
"hehehe..."
"nasi goreng atau mie goreng pun gak masalah kok Bun.. Sya gak ada di tanya tuch.."
"siapa yang anak tiri??" tanya ayah yang baru masuk bersama dia menantunya
"iih ayah salam nya mana??" omel Syafeera
"udah, Sya sama bunda aja yang gak dengar.. tadi kata nya ada anak tiri, siapa??"
"Sya udah kalah saing sama mas Aydan...." sambil menghampiri sang suami dinginnya itu
"kalah saing gimana..??"
"iya.. dikit-dikit yang di tanya mas Aydan suka nya apa dan banyak lagi, Sya mah gak di tanyain.." manyun nya dan Aydan mah biasa aja
Ayah dan bunda geleng kepala melihat tingkah Syafeera
__ADS_1
"mas, jangan-jangan kita anak yang tertukar..??"ujar nya sambil memainkan alis nya dan Aydan malah mencubit hidung Syafeera melihat tingkat istri nakal nya itu
"mas mau ke dalam dulu, mau ganti baju" Syafeera mengangguk
"mas mau sya buatkan kopi apa teh.." tanya nya saat Aydan menuju kamar.
"samain sama ayah aja.."
Ada rasa getir di hari Yusuf, jika dulu Syafeera sangat dekat dengan nya, tapi tidak setelah dirinya menikahi Qianita, apalagi saat ini Syafeera seakan menemukan pengganti tempat nya bermanja. hanya beda nya dulu dia selalu merespon tingkah manja Syafeera, berbeda dengan Aydan, terkesan biasa saja.
"Yah, Yusuf juga ke kamar dulu.." Ayah mengangguk
Tiga gelas kopi sudah ada di meja, lengkap dengan sepiring lapis legit yang Syafeera potong tadi,. oleh-oleh dari ibu mertuanya, ibunda Aydan.
Tiga lelaki itu pun sudah duduk di ruang depan. menikmati secangkir kopi milik mereka masing-masing.
"Sya ini kok rasa kopi nya beda??" tanya Ayah saat selesai menyeruput kopi nya.
Syafeera dan Bunda pun berjalan menuju ruang depan, kebetulan menu sarapan sudah selesai. Syafeera duduk di samping Aydan dan bunda di samping ayah, sedangkan Yusuf sambil menggendong Qeisha, karna Qianita masih sibuk di kamar.
"sini Qeisba biar bunda yang gendong, kamu nikmat aja kopi nya" pinta bunda kepada Yusuf dan Yusuf pun memberikan Qeisha ke bunda.
"enak... enak banget malahan.... berarti Aydan punya coffeshop??" puji ayah
"Alhamdulillah ya,. kecil-kecilan yah..." jawab Aydan
"besaran juga green mas ketimbang rumah ini" ujar Syafeera jujur,karna memang Green sangat besar..dan Aydan malah merangkul Syafeera, mengedipkan mata nya sembari menggeleng,memberikan kode agar jangan meninggi.
"Masyaallah... ayah seneng dengarnya.. semoga sukses, sepertinya perlu ni buka cabang di sini.." ujar Ayah
"jika ayah berkenan, Aydan akan dengan senang hati juga membuka nya disini..." jawab Aydan
"hahaha... ayah mah pecinta kopi, nanti habis sama ayah..."
"aman itu yah, mas Aydan udah bawain ayah kopi 2 toples tuch..." ujar Syafeera dan bunda mengangguk
"Aydan serius yah, kalau iya kita survei..."
"iih..mas ni, kan kesini buat jalan-jalan, Bukan mau survei-survei.."
"jiwa bisnis belum keluar nich.." ujar Ayah "gimana Suf menurut kamu kopi ala cafe Aydan..??" tanya ayah ke Yusuf
__ADS_1
"enak yah.. rekomendet nich.." jawab Yusuf jujur, karna kopi yang Aydan bawa memang enak.
"bahas bisnis nanti aja, kalau udah selesai agenda Sya..." ujar Syafeera protes
"sambil jalan-jalan, kita bisa sambil survei nanti" balas Aydan
"tuh kan bener ni Sya udah kayak anak tiri, atau anak yang ketukar gitu..."
Dan yang lain malah tertawa dengan Omelan Syafeera , sedangkan Aydan mah santai, hanya geleng-geleng.
🌠🌠🌠
Syafeera dan bunda sedang ke pasar sekalian mampir ke toko ayah, karna kebutuhan harian dan sayuran juga sudah kosong. awalnya Aydan ingin mengantarkan tapi Syafeera ingin naik motor aja berdua sama bunda, mengulang masa lalu,. kata Syafeera
Aydan sedang duduk di teras, asik dengan tablet nya, mengecek laporan harian yang dikirim melalui email. tiba-tiba Yusuf ikut duduk di teras, tepat di kursi samping Aydan duduk.
"Saya harap keharmonisan yang kalian tunjukkan itu bukan sandiwara" ujar Yusuf tiba-tiba
Kaget sudah pasti dengan apa yang Yusuf katakan, Aydan Melihat Yusuf sekilas, lalu mensave data nya, lalu meletakkan tablet nya di meja.
"maksud mas Yusuf apa ya..???" tanya Aydan dengan Sopan,. bagaimana pun dia adalah suami dari kakak ipar nya, jika dari umur seperti umur mereka tidak jauh berbeda, tapi Aydan tetap memanggil nya mas, bentuk hormat nya. Aydan sadar sejak di Jogja dulu tatapan Yusuf tidak bersahabat dengan nya.
"semua orang juga tahu kan pernikahan kalian itu terpaksa,. karna kesalahpahaman, jadi bisa saja apa yang kalian tunjukkan adalah sandiwara kalian, apalagi saya lihat kamu terlihat cuek dan biasa saja dengan Syafeera.."
"saya mengenal Syafeera itu dari kecil, dia itu paling manja dan tidak suka di abaikan..."
Aydan tersenyum miring mendengar apa yang Yusuf katakan, mungkin wajar jika yang mengatakan itu ayah atau Abang kandung Syafeera, tapi ini ipar. aneh menurut Aydan.
🌠🌠🌠
Lanjut yuk di lanjut!!
Mohon di maafken ya, jika jalan cerita ataupun aspek lain nya tak sesuai angan-angan reader. Dimaklumi saya masih amatir, masih proses belajar, mohon dukungan nya selalu, jika ada yang mau kasih ide tema juga boleh.
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
Author juga mau minta maaf karna bisa balas komen Reader, resto lagi ramai pengunjung 🙏
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1