Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
ngidam


__ADS_3

Aydan menuruni tangga dan berpapasan dengan Bunda yang sedang menggenggam segelas air mineral, sepertinya bunda baru dari dapur untuk mengambil Air minum


"mau kemana malam-malam...??" tanya bunda


"Sya pengen makan bakso bakar bun..."


Bunda membulat kan mata nya dan di detik berikutnya terkekeh..


"kok bunda malah ketawa..??"


"bunda ingat aja saat hamil kamu dulu, hampir setiap malam ada aja permintaan bunda dan jika tidak terpenuhi, bunda ngambek seharian.."


Kini mata Aydan yang membulat sempurna.. lalu menelan savilah nya dengan kasar "setiap malam...??"


"iya hampir setiap malam, si Dedek benar-benar mengikuti jejak ayah nya.... semangat..." ujar bunda sambil berlalu dan terkekeh


Aydan menepuk kening nya...


"buruan, nanti pada habis loh..." bunda mengingat kan tapi dengan nada meledek, cucunya mewarisi saat ayah nya dulu di kandungan.


Aydan berkeliling, dan setia Basko bakar yang dia temui, semua habis, sepertinya malam ini bakso bakar menjadi best seller.


Aydan mengusap wajah nya kasar, kemana lagi dia harus mencari?? tiba-tiba mata nya terfokus pada seorang bapak-bapak yang sedang bersiap akan pulang.. Aydan bergegas menghampiri


"pak tunggu..." teriak Aydan dari dalam mobil, lalu dengan cepat keluar mendekati sang bapak


"pak bakso bakarnya masih kan..??"


"masih sih mas, tapi saya udah mau pulang mas.."


"pas tolong lah pak, saya udah satu jam cari bakso bakar semua habis.."


"udah malam mas, udah mau pulang.."


"istri saya ngidam pak..." mendengar kata Ngidam si bapak lemes..


"demi Allah pak, istri saya ngidam pak, kalau gak ngapain pak saya sampai muter sejam cari bakso bakar.." jujur Aydan


Sang bapak pun membuka standar motor nya,lalu membuka pengait kunci yang menjadi kunci kotak kaca yang berisikan bakso itu.


"makasih banyak pak.." ujar Aydan dan si bapak menganggukan kepala sembari tersenyum


"mau berapa mas??"


"20 tusuk aja pak, pedas manis, dan pakai bumbu kacang, ada kan pak..??"


"In Syaa Allah ada mas.."


Aydan menghembuskan nafas nya lega mendengar jawaban si bapak penjual bakso bakar nya.

__ADS_1


Aydan menunggu sembari bersandar di mobil, sesekali di menguap, menahan kantuk..


"ini mas bakso bakar nya.." ujar di bapak sembari mendatangi posisi Aydan


"Anak pertama ya mas..??" tanya bapak itu


"iya pak.. " sambil menggaruk kepalanya


"yang sabar mas, bawaan bayi mah beda.. dan nanti kalau pas pulang istri tiba-tiba bilang kenyang dan mas yang disuruh makan, mas juga harus sabar.."


"ada gitu pak...??"


"sebagian ada yang seperti itu pas hamil mas, cuma kepinginnya doang, tapi pas udah dapat, cukup puas dengan melihatnya"


Aydan menelan savilah.. rasa kantuknya hilang seketika..


"tapi gak semua kok mas..."


"hehehe..iya pak semoga gak seperti itu" jawab Aydan sembari tertawa paksa "ini pak..." sembari menyerang uang merah selembar lalu masuk ke dalam mobil


"eh mas tunggu ini kembalian nya.."


"Buat bapak saja, karna bapak udah mau bantu saya.... makasih ya pak.."


"masyaallah... sama-sama mas.."


Aydan pun melajukan mobil nya, apa yang di ucapkan sang bapak cukup membuat nya penasaran, apa benar seperti itu.


Di letakan bakso bakar nya di atas nakas, lalu kekamar mandi, untuk mencuci tangan dan kaki nya, bagaimana pun dia baru dari luar rumah.


Mengganti pakaian, lalu menghampiri sang istri, di angkatnya Syafeera perlahan, lalu di baringkan nya juga perlahan. tapi ternyata Syafeera bisa merasakan nya


"mas udah pulang..??" tanya nya dengan nada serak khas orang bangun tidur


"kok bangun...?? masih lapar gak..??"


"Bakso nya ada..??" Aydan mengangguk dan Syafeera kembali mendudukkan tubuhnya nya, Aydan membuka bungkusan bakso , lalu menaruhnya di atas piring yang dibawa tadi.


"Bismillahirrahmanirrahim..." doa Syafeera lalu menyantap bakso bakar yang Aydan beli, senyuman terukir di pipi Aydan, apa yang sang bapak penjual bakso itu katakan, tak terjadi, Syafeera begitu berselera. rasa lelah nya tak sia-sia.


"mas gak mau coba, enak loh.." ujar nya dengan mulut yang masih berisi makanan, dan Aydan menggeleng


"cobain..." sambil menyuapkan bakso ke mulut Aydan, dan Aydan pun menerima, menikmati bakso yang dia cari di tengah malam, dan benar kata Syafeera, Bakso nya enak.


Setelah di rasa kenyang, Syafeera pun kini berada di pelukan sang suami...


"mas kok banyak banget beli nya,gak habis kan mubazir.."


"tidur lah,.nanti mas taruh di kulkas, biar besok bisa di panaskan.."

__ADS_1


Entah karna pelukan Aydan , karna kenyang, atau karna memang sudah mengantuk.. Syafeera begitu cepat terlelap.


Niat hati ingin beranjak, tapi sepertinya rasa kantuknya tak mampun Aydan tahan, dia pun ikut terlelap dengan saling memeluk.


🌠🌠🌠


Di kantin kampus Syafeera sudah bergabung dengan para sahabat Somplak nya. kehamilan belum di ketahui banyak orang, bukan menyembunyikan tapi kan memang gak perlu di umbar, atau mengungkapkan pakai toa di atas mimbar. perutnya juga masih rata, berjalan nya waktu tanpa harus berkoar, mereka semua juga pasti tau kan.


"Sya kamu tumben gak makan pedes..???" tanya Risa


"sejak hamil kalau makan terlalu pedas jadi gak nyaman perut nya, si dedek kayak gak terima gitu.. sebelumnya sich kebal"


"si dedek roman-roman nya kayak ayah nya nich... kira-kira dingin gak ya kayak ayah nya" ujar Hari


"Wajar Kalau mirip sama ayah nya, yang di pertanyakan jika mirik kelakuan kamu Har... Bar-bar..." balas Heni


"Sya kalau liat kelakuan aneh-aneh, sama nich kaya Hari, cepet-cepet pegang perut, terus di elus bilang amit amit jabang bayi.." Ujar Risa


"Biar apa gitu ..???" tanya Syafeera bingung


"ya biar si dedek gak meniru mereka yang bar-bar " balas Heni


Syafeera terkekeh dan hanya manggut-manggut, merasa aneh dengan apa yang mereka katakan.


"aku serius loh Sya.. apalagikan ni laki-laki yang ada di hadapan kita pada kurang satu ons.." Ujar Risa


"nanggung amat satu ons.. sekilo sekalian..."balas Hari


"kalau sekilo kamu keenakan Har, nanti kamu jual pula ke tukang Loak atau Asongan..." balas Heni


"sayang amat di jual, enakan di gadaikan, jadi nanti pas butuh bisa di ambil lagi.. ya kan Har..??" Bagas bersuara


"boleh juga tuh ide kamu Gas, nanti kita gadaikan untuk beli paket internet..." balas Hari


"eh Gung kok diem aja, jangan bilang sejak kerja sama pak Aydan kamu ketularan Dingin nya..." tambah Hari sambil melirik ke arah Agung


Tiba-tiba kepala Hari di kerok dengan sendok Oleh Syafeera... "sakit Sya...main kerok aja, ni kepala bukan lonceng Sya.."


"Dingin-dingin gitu suami Sya ya.. enak aja gibahin dia di hadapan Sya...."


"wah si emak mulai nih galak nya.." ujar Bagas


"kamu mau juga Gas...sini.." ujar Syafeera


"ampun Mak.. ampun.." ujar Bagas sambil beranjak dari kursinya, jika mereka sudah kumpul jangan di tanya gimana ribut nya .


🌠🌠🌠


Lanjut ??

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2