
Syafeera sudah berganti pakaian, bahkan sudah di ruang persalinan, rasa mulas nya semakin sering dia rasakan dan semakin kuat, keringat pun membasahi wajah nya,
Aydan beserta bunda selalu mendampingi nya...tak jarang tangan Aydan menjadi sasaran untuk dia genggam, menahan sakit yang dia rasakan.
"Bun-da.."lirih nya
"iya kenapa Sya... bunda disini.." jawab bunda sambil mengelus kepala Syafeera.
"Bun...maafin Sya, ampuni Sya, Sya suka buat bunda marah.. suka buat bunda jengkel, bahkan sya sering tidak patuh.. Sya bekum bisa berbakti sama ayah dan bunda.." lirih nya dengan sesekali menggigit bibir bawah nya menahan sakit
"Bunda sudah maafin Sya, Sya anak bunda yang baik, bunda tahu itu...baik bunda maupun ayah sudah memaafkan kamu, Sya adalah wanita hebat, Sya pasti kuat dan bisa.." ujar Bunda memberikan kekuatan,
Beberapa saat kemudian Syafeera tersenyum kepada sang ibu mertua, bunda pun berganti posisi, kini Sang mertua yang tepat di samping Syafeera
"harus kuat ya, ingat banyak orang-orang yang sayang sama Sya, mereka semua berdoa di luar sana buat Sya dan si dedek.. Sya anak bunda yang baik.."
Syafeera mengangguk "makasih ya Bun, dan maafin Sya selalu ngerepotin bunda.."
"gak ada kata repot,Sya adalah istri Aydan, maka Syafeera juga anak bunda... percayakan rasa sakit ini akan hilang seketika saat tangis dedek menggema.."
Aydan terus menggenggam tangan Syafeera, tapi tak mampu menoleh nya, tak sanggup melihat seperti apa wajah istri nakal nya itu saat ini.
"Mas..." Panggi Syafeera, dan dengan cepat Aydan menoleh, mencoba tersenyum tak ingin memperlihatkan bagaimana takut nya Aydan saat ini, Aydan hanya mengangguk tak dapat berucap
"Maafin Sya ya..." Aydan menggeleng lalu dengan cepat di ciumnya kening Syafeera
"Aydan yakin akan tetap disini, kalau gak sanggup biar bunda yang menemani??" tanya Bunda karna bunda sangat tahu Aydan selalu gemetar saat melihat darah.
"Aydan tetap disini Bun.."
"Yakin...??"
"iya....Aydan yakin.." jawab nya penuh keyakinan sembari menatap lekat pada wajah Syafeera
"Sya adalah wanita kuat, hebat, Sya juga istri terbaik yang Allah berikan, kita berjuang bersama ya..."
"Masyaallah sudah bukaan 8 ibu, sebentar lagi ya... mules nya akan semakin kuat, pak Aydan jika ingin sholat isya dulu masih bisa pak.."
"gak apa-apa di tinggal dok..??"
__ADS_1
"gak apa apa pak, kami sudah stay kok disini...bapak bisa sholat dulu.."
"mas sholat dulu ya..." pamitnya pada Syafeera dan mengangguk kan kepala
Tak lama kemudian saat Aydan sudah selesai sholat, tak lupa bermunajat kepada Allah,. meminta keselamatan serta kesehatan untuk Syafeera dan calon anak nya..Aydan kembali ke ruangan persalinan, nampak Syafeera yang sudah mengambil posisi dengan kedua kaki yang sudah di tumpukan ke alat penyanggah
"mas..." Aydan dengan cepat meraih tangan Syafeera
"Sya kuat, pasti bisa ya..." Syafeera mengangguk, air mata nya menetes, seperti inikah dulu perjuangan sang Bunda, dia begitu merasa berdosa karna selama ini belum bisa sepenuhnya patuh dengan bunda.
Para bunda di minta untuk keluar dulu, karna pembukaan sudah sempurna,. cukup Aydan saja yang menemani.
"Alhamdulillah sudah penuh bukaan nya ya pak,bu, air ketuban juga sudah pecah" ujar dr. Arafah
"Bu Syafeera tenang ya, santai... Jangan dulu mengejan saat saya belum minta untuk mengejan, dan jangan di angkat panggul nya ya Bu, cukup angkat bagian kepala saja, dan jangan sampai mata nya terpejam" Dr. Arafah memberi instruksi, dan Syafeera hanya bisa mengangguk
"Jika nanti terasa seperti ada dorongan dari dalam, tarik nafas yang dalam lalu mengejan.."
Aydan tak henti-hentinya berzikir, menyebut nama Allah tepat di samping telinga Syafeera, air mata nya menetes menyaksikan perjuangan sang istri. Syafeera terus menggenggamnya tangan Aydan, walau sebenarnya tangan Aydan sudah sangat perih, tapi itu tak jadi persoalan untuk nya, karna dia tahu, rasa sakit yang dia rasakan tak akan sebanding dengan yang Syafeera rasakan.
"Siap ya Bu...Bismillahirrahmanirrahim"
"Huufftt.... esttt...."rintih Syafeera merasakan ada yang mendorong kuat di perut nya
"Jika ada dorongan... tarik nafasnya Bu.. semangat ibu nya"
"esttt..dok.."
"ayo Bu.. dorong Bu..."
Syafeera menarik nafas nya dalam lalu mengejan, tapi gagal
"Tarik napas, keluar perlahan, ibu nya harus rileks ya, cukup mengejan di saat ada dorongan dari dalam agar tenaga ibu gak habis.." Dr. Arafah mengingat kan
"sttt...mas..."
"mas disini sayang..."
"sakit..."
__ADS_1
Melihat Syafeera begitu lemas menahan sakit hati nya tercabik, bahkan dia lupa rasa takutnya akan darah.
"masyaallah.. tuh kepala dedek nya udah nampak tuh...Ayo ibu nya harus semangat.."
Dan di saat yang bersamaan Syafeera merasakan ada dorongan yang begitu kuat, Syafeera menarik napasnya panjang, lalu mengejan dengan kuat,.di saat bersamaan
Oek...oek...oek..
Terdengar tangis bayi yang begitu kuat, Malaika kecil buah cinta dari Aydan dan Syafeera. Aydan lemas terduduk di lantai dengan tangan yang masih menggenggam tangan Syafeera,.air mata nya menetes.
menyaksikan penjualan sang istri nakal nya, dan Syafeera menyunggingkan senyuman, dengan air mata yang juga ikut menetes, rasa sakit yang begitu dia rasakan tadi hilang seketika.
Inilah perjuangan bunda, inilah yang Bunda rasakan... "Bunda.." panggil Syafeera di dalam hati
"Masyaallah.. Tabarakallah.. baby boy berat 3 kg dan panjang 50 cm ya pak, Bu..."
Jika di tanya sakit.. ya jelas sakit, teriris pisau saja sakit tapi percayalah di balik rasa sakit itu Allah berikan kekuatan, Allah berikan nikmat, di saat mendengar tangisan nya, rasa sakit itu hilang seketika, setiap wanita yang menjalani proses persalinan mempunyai Cerita tersendiri, bahak prosesi persalinan pertama dan kedua saja bisa berbeda. apalagi berbeda orang.
Dan itu hanya perempuan lah yang merasakannya,. maka dari itu Allah Begitu memulihkan perempuan, Allah begitu menjaga perempuan, Allah telah mengatur semua nya untuk menjaga hamba nya yang di sebut perempuan itu. Bahkan saat dia keluar rumah pun Allah menetapkan aturan nya.
"Femiliti is a super power, surga berada dibawah telapak kaki ibu yang berarti perempuan. Kepada siapa kami mengabdi Allah menyebutkan ibumu sebanyak tiga kali baru setelah itu ayahmu”
Aydan berusaha mengumpulkan kekuatannya walau kaki nya bergetar, di cium nya kening Syafeera lama
"Terimakasih sayang....kamu hebat Sayang.."
"Baby Boy..." Lirih Syafeera
"iya... baby boy, dia akan akan menjadi pria tangguh seperti ibu nya.."
dr. Arafah pun segera melanjutkan tindakan berikutnya setelah selesai memotong tali pusat sang baby, lalu berlanjut ke suster untuk segera di bersihkan.
🌠🌠🌠
Lanjut??
Jazaakumullah khairon.. untuk dukungan nya
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1