
Jangan di tanya Bagaimana Bahagia nya, bahkan bunda sudah sedari tadi menunggu kepulangan mereka, dan benar saja saat mobil baru terparkir bunda Sudah berlari menuju mobil, tepat di pintu mobil Syafeera duduk.
"Lihat bunda, begitu semangat.." ujar Aydan dan Syafeera mengangguk. dibukanya pintu mobil.
"Gimana hasilnya..??" tanya Bunda tidak sabar
"kita bicarakan baik-baik didalam ya Bun" jawab Aydan yang baru keluar,. Syafeera mengerutkan kening nya, heran dengan nada bicara Aydan
"ya sudah ayo.." sambil merangkul Syafeera, wajah semangat bunda berubah jadi rasa khawatir dengan penuturan Aydan.
Mereka duduk di ruang tengah, Bunda merangkul pundak Syafeera dari samping, bunda tersenyum "Jika belum berhasil, jangan putus asa.. Allah memberikan waktu luang kalian berdua lebih lama.." ujar bunda tiba-tiba
Aydan ingin sekali memeluk sang bunda, tapi dia tahan.. "Sya tunjukkan hasil nya tadi ke bunda.." ujar Aydan datar
"Bunda dulu juga gak langsung isi kok waktu nikah sana ayah.." lagi-lagi bunda tersenyum memberikan semangat, sedangkan Syafeera Memberi tatapan tajam pada Aydan, dan Aydan hanya mengangkat kedua pundak nya, sedang senyum tipis
Syafeera mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tas nya..
"Bun nanti kalau lihat hasil nya jangan marah sama sya ya.. marah nya sama mas Aydan aja.." sembari memberikan amplop
Bunda membuka isi amplop, dan betapa terkejutnya, mata nya membulat sempurna, bagai bola pingpong dan seakan mau keluar.
Bagaimana tidak, dari penuturan Aydan menggambarkan apa yang mereka harapkan belum terwujud, tapi foto hasil USG itu menunjuk hal yang berbeda, nampak sebuah kantung dan ada isi di dalamnya, masih kecil dan sangat kecil.
Ada tertulis nama Syafeera, usia kandungan, bahkan prediksi kelahirannya. Bunda berdiri lalu menghampiri Aydan, dan apa yang bunda lakukan??
Bunda menjewer telinga Aydan hingga Aydan berdiri mengimbangi posisi Bunda.
"adu..duh...Bun..Bun.. sakit Bun..."
"auuu..." pekik Aydan saat bunda memperkuat jeweran nya dan Syafeera hanya bisa meringis, Seakan merakasa sakit nya telinga Aydan
"ampun Bun... ampun..." mohon Aydan
"bunda udah Jedar jeder di rumah, sebentar sebentar ke depan pintu menunggu kalian pulang, dan apa coba..??" omel bunda masih setia dengan jeweran nya
"ampun Bun..."
Syafeera tak berani berkomentar, karna itu ulah sang suami sendiri, malah ngejahilin orang tua nya.
"kamu ngerjain bunda ya.... buat bunda mikir yang macam-macam..."
"Aydan salah Bun...Aydan salah.. maaf" lalu memeluk sang bunda, dan bunda pun melepaskan jeweran nya, telinga Aydan nampak merah merekah
"lepas..." sentak bunda lalu mendekati Syafeera
"Bunda mau jewes Sya juga...?? Sya berani sumpah,itu inisiatif mas Aydan sendiri Bun, Sya aja heran pas mas Aydan bilang saat keluar dari mobil.." ujar Syafeera saat bunda berjalan mendekat
Bunda tidak menjawab, malah memeluk,. lalu mencium kening menantu nya itu.
__ADS_1
"mana mungkin bunda marah Sya.." menatap manik Syafeera, air mata bunda ikut menetes
"Bunda bahagia nak, sangat bahagia..." menangkup wajah Syafeera
"Utun nya nenek baik-baik ya..." ujar bunda sambil mengelus perut Syafeera yang masih rata. sedangkan Aydan mengelus telinga nya, berdenyut dan panas rasa nya campur perih juga, bunda tidak main-main dengan jeweran nya
"Jangan lelah-lelah, apalagi sampai strees, karna dia dapat merasakan emosi sang ibu.." Bunda menasihati
"dan Kamu Aydan... jangan nakal sama menantu bunda, atau siap-siap bunda jewer lebih keras..."
"ini aja sakit nya gak hilang-hilang Bun" jawab Aydan dan Syafeera hanya bisa menahan tawa nya
"segera beri tahu kabar bahagia ini ke keluarga yang ada di PKU.. jangan jahil"
mereka pun naik ke atas setelah berbincang beberapa saat dengan bunda.
"sini Sya hembus..." ujar Syafeera mendekati Aydan, lalu menghembus telinga Aydan
"bunda mah beneran marah nya.."
"mas juga yang salah, orang tua kok di prank sich..."
"nama nya juga kejutan Sya..."
"tadi malam sya, hari ini bunda, Sekarang berani gak nge prank ayah .."
"gak berani..." jawab Aydan cepat
"baik-baik, jangan lasak ya..." ujar bunda dan Syafeera mengangguk
"itu telinga Aydan kok kayak merah sebelah..??" tanya Ayah yang baru sadar akan warna telinga Aydan yang berbeda
"kena jewer sama bunda, bunda di prank.." jujur Syafeera dan Aydan hanya bisa nyengir kuda
Syafeera juga menceritakan bagaimana Aydan tadi malam menjahilinya dan siang ini menjahili bunda
Ayah dan bunda terkekeh, ternyata Menantu nya itu cukup jahil
"Sya tantangan jahilin ayah, gak berani yah.."
"kenapa, takut di pecat jadi menantu??" tanya Ayah
Aydan hanya tertawa mendengar pertanyaan ayah..
"jangan heran nanti kalau dia minta aneh-aneh ya nak Aydan, harus sabar, apalagi mood bumil itu gak menentu" ujar Bunda dan Aydan mengangguk berbagai Jawab
Cukup lama mereka melakukan video call, dan sekarang sudah mereka akhirnya, tiba-tiba Syafeera merasa ngantuk, ingin menidurkan tubuhnya sejenak.
Aydan membiarkan Syafeera terlelap, terlelap dalam pelukan nya, sangat manja, ada rasa nyaman berada dalam pelukan sang suami, membuat mata nya dengan cepat terpejam.
__ADS_1
setelah Syafeera benar-benar terlelap, Aydan melepaskan pelukannya Syafeera, mengganti nya dengan guling, lalu bergegas menuju kamar mandi, untuk segera membersihkan diri nya.
Saat Selesai mandi dan sudah berpakaian lengkap, Aydan menelfon Arga, menanyakan keadaan di Green, Aydan juga menanyakan apakah Agung sudah masuk atau belum, ada rasa lega ada Agung yang membantu di green.
Waktu Agung juga lebih fleksibel, bisa meluangkan waktunya untuk mengulang materi kuliah.
"Udah tau belum kabar membahagiakan??" tanya Arga saat obrolan dan Aydan sudah di akhiri
"mana kita tau kalau belum di kasih tahu, Mbah dukun aja kadang masih harus tanya-tanya tu sama pasien nya" balas Nina
"bakal ada anggota baru lagi nich...!!"
"kan kita memang lagi cari pegawai baru Ga.. udah dapat??" tanya Angga
"Bukan itu....tapi bakal ada Baby Cuan..!!" ujar nya dengan menaik naikan alisnya
"maksud nya Baby Cuan... itu apa ??" tanya Pak Budy
"Aydan itu kan Tuan Cuan, Syafeera itu Nyonya Cuan, nah sebentar lagi bakal ada Baby Cuan alias Aydan Junior..." ujar Arga menjelaskan
"maksudnya Syafeera Hamidun...??" tanya Nina , dan Arga mengangguk
"Alhamdulillah..." ucap pak Budi
"wah bakalan ada keponakan baru nich..." agung bersuara
"berarti mood sya yang berubah kemaren karna itu tuch..." ujar Nina
"Bisa jadi.. kok kamu tahu Nin, emang udah pernah??" satu pertanyaan lolos dari mulut Angga dan membuat Nina meninju bahu nya
"nikah aja belum, masa udah Hamidun, amit-amit..."
"bercanda Nin... Serius amat.. hehehe'
"ya udah kalian nikah, jadi nanti Nina bisa ngerasain gimana Hamidun itu.." ujar Arga
"ogah..." jawab Angga dan Nina kompak
"tuh kompak tuch... jodoh ya kan pak Budi..??"
"Aamiin..." jawab pak Budi
"pak Budi kok di aamiin nin sih.." protes Nina
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
__ADS_1
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an