
Syafeera menatap diri nya di depan cermin, mengingat semua perlakukan Aydan beberapa menit lalu, sungguh membuat jantung nya berdebar tak karuan, itu baru membayangkan nya saja, bagaimana Jika adegan tadi terulang kembali..???
Syafeera melepaskan jilbab nya, bukan karna menolak ajakan Aydan, tapi adzan magrib sudah berkumandang dengan merdunya, Panggilan untuk setiap umat muslim. Gak lama kemudian Aydan keluar dari kamar mandi, seperti biasa dengan menggunakan baju santai dan celana bokser nya.
Mengusap rambut nya yang basah dengan handuk kecil.. dan saat melihat Syafeera sudah tidak mengenakan hijab nya membuat Aydan mengerutkan keningnya nya.
"kenapa di buka hijab nya??" tanya Aydan heran
"udah adzan, Sya mau wudhu, mau sholat di bawah apa di sini aja??"
"Astagfirullah... saya kok bisa sampai lupa ambil wudhu, ya udah kamu ambil Wudhu duluan, kita sholat di bawah"
Syafeera mengangguk lalu menuju kamar mandi melewati sang suami dingin nya. Aydan sudah siap dengan baju Koko nya, setelah Syafeera Selesai berwudhu, gantian Aydan yang mengambil wudhu, entah Syafeera yang terlalu terbawa perasaan atau itu hal yang biasa, melihat Aydan keluar dari kamar mandi sudah berwudhu, seakan menambah ketampanan nya, di tambah lagi ada tetesan air yang menetes dari sela rambut nya, sungguh itu membuat ketampanan berkali lipat.
"ayo... mau sholat gak??" ujar Aydan membuyarkan lamunan Syafeera
Syafeera mengedip ngedipkan mata nya, tiba-tiba gagak karna ketahuan sedang memandang sang Suami hingga lupa akan niat nya untuk segera sholat.
"ayook...." ajak Aydan
Syafeera pun memfokuskan dirinya, berjalan mengikuti Aydan menuju mushola yang ada di bawah, dan benar saja Bunda dan Adinda sudah menunggu.
Tak banyak komentar, mereka langsung melaksanakan sholat magrib berjamaah.. Setelah selesai sholat, Aydan izin bahwa malam ini tidak makan di rumah, dia berencana makan di luar bersama Syafeera
"Bun, kami mau makan di luar,.gak papa kan??"
"ya gak papa Donk.. kalian memang harus sering meluangkan waktu berdua.." goda bunda
Aydan dan Syafeera pun kembali ke kamar untuk bersiap, beberapa menit berlalu, Aydan sudah siap dengan pakaian kasual nya, lengkap dengan jaket jeans nya.. sedangkan Syafeera mengenakan gamis tadi, memoles wajah nya sedikit dengan model hijab yang di lilit.
Cantik..sangat Cantik namun tiba-tiba Aydan mendekati Syafeera, melihat nya dari ujung rambut hingga ujung kaki, lalu pandangan terfokus pada bagian da-da Syafeera, dan itu membuat Syafeera menyilang kan ke dua tangannya di bagian da-da.
"kenapa di tutup..??"
"gimana gak di tutup, tu mata lihat nya pas di bagian ini...kan Sya malu.." jawab Syafeera dengan bibir yang manyun karna sebal
"saya mau tanya, malu di lihat suami?? padahalkan halal, tapi kenapa gak malu saat laki-laki lain melihatnya, jelas-jelas haram, masuk pada Zina mata" Syafeera terdiam bingung harus menjawab apa, sedangkan selama ini dia terbiasa dengan hijab yang selalu dia gulung di leher.
Aydan menurunkan tangan Syafeera, dan Syafeera hanya bisa menurut, lalu tangan Aydan seakan ingin memeluk, membuat Syafeera memejamkan mata nya,. tapi Ternyata Aydan bukan memeluk melainkan melepaskan ikatan hijab Syafeera, merapikan hijab nya menutup bagian da-da, lalu salah satu sisi hijab di tarik ke samping dan di pasangan Bros jilbab.
__ADS_1
Syafeera hanya pasrah dengan perlakuan Aydan, dan setelah rapi Aydan tersenyum tipis, memutar tubuh Syafeera menghadap cermin, dan Aydan tepat berada di belakang Syafeera, Syafeera dapat melihat model hijab yang di pasang oleh Aydan, bahkan senyum tipis Aydan juga dapat dia lihat. Tangan Aydan di letakan di sisi pundak Syafeera.
"Ini baru cantik yang sesungguhnya nya" ujar Aydan dengan senyum yang lumayan mengembang.. ingat Lumayan ya..ðŸ¤
Sebuah perilaku yang sederhana tapi mampu membuat Syafeera melambung.
"Yok.. udah laper nich..." ajak Aydan sambil menggenggam tangan Syafeera. Lagi dan Lagi Syafeera benar-benar hanya bisa pasrah, sungguh ini perlakuan yang tak pernah dia bayangkan, dan ini juga baru pertama kali nya.
Sesampainya di bawah, bunda dan Adinda di buat terpukau pada penampilan Syafeera...
"Masyaallah.. ini beneran mantu bunda??"
"ya iya lah Bun, masa menantu tetangga di sini...di gandeng lagi sama mas Aydan" goda Adinda sambil memainkan alisnya dengan senyum menggoda nya.
Dan Syafeera hanya bisa tersipu malu...asal jangan malu-malu in ya kan Sya..🤗
"Ya udah buruan berangkat..."
"ya udah Bun,.kami jalan dulu ya.." pamit Aydan lalu mencium punggung tangan Bunda di susul oleh Syafeera.
Saat di dalam mobil tak ada pembicaraan mereka Fokus pada pikiran masing-masing. dan kini mereka sudah berada di depan Green Coffe.
Sebenarnya Syafeera cukup bingung, kenapa harus di Green, mau ngapain, apa dia di ajak cuma untuk melihat nya bekerja?? Tapi Syafeera tak berani untuk bertanya, Menurut itu sudah pilihan mutlak.
Syafeera berjalan di belakang Aydan, tapi sesaat kemudian tangan Syafeera di raih oleh Aydan. merekapun masuk ke Green dengan saling bergandengan dan itu membuat yang melihat akan iri.
"Udah siap semua..??" tanya Aydan kepada Angga salah satu barista yang sempat di hubungi beberapa saat lalu
Angga mengangguk, lalu melihat Syafeera sekilas, penampilan Syafeera malam ini jelas berbeda dari biasanya, Syafeera sudah cukup mengenali para pekerja Green, Karna satu bulan terakhir setiap akhir pekan atau Syafeera tidak ada jam kuliah, dia akan ikut membantu di Green.
Aydan membawa Syafeera menaiki tangga..
"Kita mau kemana..??" tanya Syafeera heran karna dia baru tahu ada ruangan di atas
"ikut aja..." jawab Aydan datar
Dan betapa kagetnya Syafeera, ternyata Syafeera di bawa ke rooftop (atap) dengan lampu yang tergantung di beberapa sisi, masih dengan suasana Green, karna rooftop ini di hiasan dengan berbagai tanaman hias.
Cukup ramai pengunjung, tapi Aydan sudah menyediakan tempat bahkan menu makan malam untuk mereka sudah tersedia.
__ADS_1
Membawa Syafeera duduk di kursi yang sudah di siapkan, agak jauh dari pelanggan, sesuai arahan dari Aydan.
"Sya baru tahu tersedia rooftop untuk pengunjung..." ujar Syafeera saat dia sudah duduk
"kan kamu gak pernah nanyak.." jawab Aydan datar "buruan dimakan, nanti kalau udah dingin gak enak" tambah Aydan
Syafeera menurut, karna perutnya memang sudah keroncongan sedari tadi...mereka menikmati makan malam berdua, tak ada alunan musik, atau menyewa pemain biola, gitar atau semacam nya, bahkan buket bunga pun tak ada. seperti di film atau di sinetron, ataupun seperti di yutub dan Mbah gugle. tempat sudah sangat romantis tapi Aydan mah biasa saja, tak ada beda nya dengan makan di rumah. tapi Syafeera cukup terkesan.
"boleh gak Sya tanya...??" tanya Syafeera saat sudah selesai dengan makanannya.
"apa..??"
"mas ngajak Sya makan di luar, gak takut ketahuan mahasiswa lain..??"
"apa yang harus saya takuti..?? kamu istri saya, sah di mata hukum dan agama" jawab Aydan datar sembari mengelap bibir nya dengan tisu.
Mereka sedang menikmati suasana rooftop, walau jauh dari sikap romantis Aydan.. tapi bagi Syafeera itu sangat berkesan..sang suami dingin ternya cukup hangat.. sedangkan yang dibawah asik dengan ghibah nya terhadap sang bos.
"Gak nyangka bos kaku kita bisa punya istri yang jauh terbalik dari nya.." ujar Arga
"itu kali ya yang namanya jodoh, saling melengkapi, teteh Syafeera itu periang, bawel, baik sudah pasti, sedang mas Aydan kalau baik nya gak perlu di pertanyakan, tapi cuek dan irit bicara nya itu gak nahan" ujar Nina
"baru juga mau pdke, eh rupanya istri bos.." ujar Arga mengingat moment dia mendekati Syafeera
"hahaha... telat tu namannya..." komen Angga
🌠🌠ðŸŒ
Kumaha??? (Gimana???)
Lanjut??
Sebelum Author mau mohon maaf jika Up nya lambat, karna author sedang tidak di rumah, sedang di rumah emak, dan lokasi rumah jauh dari kota,. rada susah Singal
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1