Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
masakan pertama


__ADS_3

Sore ini setelah mendapat kabar dari bunda jika Syafeera pulang Qianita dan Yusuf pun segera menuju rumah sang bunda. Sesampainya di rumah bunda dan setelah mengucap salam Qianita langsung menuju dapur membantu sang bunda, sedangkan Yusuf di teras depan ngobrol dengan ayah.


"Sya dimana Bun..??"


"masih di kamar... coba aja ketuk.."


"takut nya masih tidur Bun.." Qianita memiliki membantu bunda, karna sang adik pasti lelah di tambah Syafeera pun berpuasa.


Tak lama kemudian pintu kamar Syafeera terbuka dan mata Syafeera tertuju pada sosok wanita yang perut nya sudah buncit itu.


"Teteh..." Panggi nya sambil berlari, sesampainya di depan Qianita, Syafeera ingin memeluk,.tangan nya sudah di rentangkan mengambil ancang-ancang untuk memeluk, tapi tak berani


"kenapa...?? gak jadi meluk nich??"


"takut si dedek bayi nya nanti..." belum sempat menyelesaikan kata-katanya sudah di potong oleh Qianita


"Yee... teu kunanaon.." (Yee... gak papa ..)


Mendengar penuturan sang kakak nya pun Syafeera langsung memeluk Qianita, pelukan Sanga erat walaupun harus terhalang oleh perut Qianita


" sabaraha bulan teh...??" sambil melepas pelukan nya (udah berapa bulan kak...??"


"6 bulan... "


"hai... dedek....lagi ngapain ni di dalam??" tanya nya pada perut Qianita sambil mengelus perut buncit itu "sehat-sehat ya dek... nanti kalau lahir cantik dan pinternya kaya aunty ya..." tamba nya sambil terkekeh


"Yee....mirip mama nya Donk..."


"ia mirip mama dek,. tapi banyakan ke Aunty ya..."


"nanti di pertanyakan, itu anak teteh kamu atau anak nya kamu..." bunda bersuara


hahaha....tiga wanita itu pun tertawa


"ngetawai apa sih??" tanya Ayah yang baru masuk bersama Yusuf


"rahasia wanita..." syafeera yang bersuara.


"gitu ya..." ujar ayah sambil merangkul putri kecil nya itu


"sebentar lagi berbuka, duduk yuk..." ujar Bunda


Merekapun duduk di meja makan, sudah tersedia aneka menu berbuka, dan tak ketinggalan kurma sebagai menu pembuka, Suara serinai tanya waktu berbuka telah tiba pun berbunyi, mereka membaca doa berbuka bersama Yusuf sebagai pembimbing, menyantap menu berbuka secukupnya, karna sholat magrib harus segera di tunaikan.


Selesai sholat magrib berjamaah di rumah, mereka baru mulai makan menu masakan yang bunda masak, selesai bersantap berbincang sejenak, mereka lalu menuju masjid, menunaikan sholat isya dan tarawih di Masjid. banyak para tetangga yang menyapa kepulangan Syafeera


"wih Syafeera pulang-pulang makin glowing ya"


"makin putih Sya di perantauan..."

__ADS_1


"banyak cowok ganteng nya gak Sya di saya??" bisik salah satu teman seusianya nya.


Biasalah hal emak-emak kalau gak kepo itu ada yang kurang gitu, tapi bukan Syafeera jika memusingkan itu semua, semua di jawab sebagai mana ada nya.


Sepulang dari sholat tarawih mereka menyempatkan berbincang bersama, dan Syafeera sudah tidak ambil pusing dengan kemesraan sang kakak dan Yusuf.. Dia berhasil move on seratus persen.


"wah hebat Donk kejar cumlaude..." puji Yusuf


"In Syaa Allah..semoga capai.... oh ya teteh masih kerja..??"


"masih Sya...mas Yusuf sih maunya teteh resign, tapi untuk saat ini seperti belum dulu"


"oh ya mas lihat Sya banyak perubahan nya ya, lebih tenang"


"Biasa aja sich kayak nya..." balas Syafeera


"bunda setuju kata Yusuf, anak bunda ini jauh lebih dewasa sekarang..." puji bunda sambil merangkul pundak Syafeera


Obrolan demi obrolan mereka lalui,.rasa kantuk juga sudah datang, kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka adalah pilihannya.


Tepat pukul tiga Syafeera terbangun, sudah jadi kebiasaan untuk nya, menuju dapur dan ternyata di dapur sudah ada bunda.


"loh Sya kok bangun...??"


"udah biasa Bun... sini Sya bantu" Bunda hanya bisa tersenyum sumringah melihat perubahan sang putri,.sungguh keputusan Mereke memberi Syafeera kepercayaan tak sia-sia.


"Bun..maafin Sya ya.." ujar nya saat memotong bawang


"selama ini Sya gak pernah bantu bunda, yang ada selalu buat bunda marah.." ujar nya sendu sambil mengalihkan pandangannya ke bunda


"hei....kok anak bunda mellow gini...." sambil mencubit kecil dagu Syafeera "bunda bahagia melihat Sya Sekaran"


"makasih untuk semua yang Bunda lakukan, bunda perjuangan kan, Sya belum bisa berubah seperti yang bunda dan ayah mau, tapi Sya akan berusaha memperbaiki semua nya"


"pelan-pelan sayang... bunda bangga sama Sya, udah yuk di lanjut masak nya, bisa telat nanti kita" Merekapun melajukan masak sahur nya, membuat teh dan juga kopi serta susu untuk Qianita, karna Qianita juga berpuasa.


Setelah semua selesai mereka membangun kan yang lain nya, sahur pertama Syafeera yang dimana dia langsung terlibat di dapur.


"Yah.. ini tumis kangkung nya Sya yang masak loh" ujar bunda sambil menyendokan tumis kangkung ke piring ayah


"serius...?? wah ayah bakal makan sahur nya banyak nih, di Masakin sama gadis ayah" puji ayah


"maaf ya yah kalau gak se enak masakan bunda"


"enak... pasti enak..." ayah pun menyendokan sendok pertama Begitupun yang lain "hmm..enak..."


"ayah mah ngeledek Sya..."


"beneran enak loh Sya..." puji Qianita

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau pada suka.."


"udah siap jadi istri ni yah..." ujar Yusuf


"hahaha....nanti kalau udah lulus" balas ayah


🌠🌠🌠


Pagi ini Qianita dan Yusuf harus segera kembali, karna Yusuf harus segera masuk kerja begitupun Qianita.


Hari-hari di Pekanbaru tak Syafeera sia-sia kan, salah satu nya berkunjung ke rumah Fitri melepas rindu


"Rindu ya sama aku..." ujar Fitri


"ogah rindu..."


"kenapa...??"


"Soal nya ada yang bilang rindu itu berat, jadi aku gak mau lah, cukup kangen aja.. hahaha"


"hahaha...sama aja Sya...buka puasa disini ya"


"gak bisa Fit, aku mau bantu bunda buat bukaan Puasa..."


"iih....ayo lah.."


"kamu aja yang kerumah ya, kita buka bersama di rumah"


"iih kan selalu kamu udah disini sya..."


"tadi udah janji sama bunda mau masak bareng"


"ya udah nanti deh aku kabarin kalau bisa"


"ayo lah, ayah sama bunda pasti seneng"


"ok... nanti izin dulu ya sama mama"


"hasiiiap....ku tunggu, bawa temen-temen yang lain juga boleh"


"siap, nanti ku kabarin dech yang lain"


Puas melepas kangen dengan sang sahabat, Syafeera pun pulang, menelusuri jalanan Pekanbaru dengan Motor kesayangan nya, tak banyak yang berubah, masih seperti yang dulu, kota Pekanbaru tak se macet kota jogjakarta ataupun kota Jakarta, tapi jika sudah jam pulang kerja atau ngabuburit jangan di tanya, di jalan-jalan tertentu pasti akan terjadi kemacetan. hal yang biasa terjadi di ibu kota.


senyum nya terukir "sungguh masih sama seperti dulu..." guman Syafeera melihat sekeliling.


🌠🌠🌠


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...

__ADS_1


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2