
Tidak terasa tiga bulan sudah mereka menjalin bahtera rumah tangga, masih terkesan jalan di tempat, ada rasa takut untuk Syafeera membuka hati, sebenernya apa yang harus dia takuti?? karna dulu dikecewakan?? wajar kan memang itu bukan milik nya, rasa yang dia punya pun belum mendapat keridhaan dari Allah.. tapi Aydan adalah suami nya, apa yang ada pada nya Halal.
"Jangan mengatas namakan pacaran Islam, yang nama nya pacaran islami itu tidak ada, setan itu banyak cara dalam menggoda, tapi pacaran setelah menikah itu baru ada Halal, semuanya Halal.." isi kajian hari ini. Syafeera teringat jelas apa yang di sampaikan ustazah.
"kak...cucian piringnya kapan mau beres kalau ngelamun..." terus Adinda karna Syafeera dari tadi hanya menggosok piring yang sama
"Astagfirullah....ia ni Din, agak gak fokus..??"
"berantem sama mas Aydan...??" tanyanya sambil memotong buah
"gak.. lagi banyak tugas aja" Bohong nya, tapi memang gak berantem sich,hanya kepikiran status pernikahan, yang jalan di tempat.
"mas memang dingin kak, cuek tapi peduli sebenarnya, hanya ya begitu, dia lebih menunjukkan sayang dengan tindakannya, bukan ucapan, dia bukan pujangga yang pandai berkata manis, aslinya baik banget kok" ujar Adinda seakan tahu apa yang jadi pertanyaan Syafeera, walaupun Syafeera tidak pernah bertanya
"ia mas Aydan baik kok, dan Kakak tahu itu..."
"Setiap yang menikah pasti gak salah mengharapkan hak romantis, atau perlakuan khusus, pengakuan cinta, tapi Adinda tahu mas bukan pria seperti itu.. sejak ayah meninggal mas tulang punggung keluarga, hari nya habis dia pakai untuk toko Kerajian walau dia tidak menyukai itu, sambil ngurus kuliah, dan ada untuk kami juga. tidak ada kata lelah terucap, walaupun kami tahu dia sangat lelah, tidak mudah menjalani apa yang tidak dia gemari, tapi berjalan waktu sekarang mas punya coffeshop, menyalurkan Hobby nya" ujar Adinda memecah pertanyaan demi pertanyaan yang tak pernah berani Syafeera ungkapkan.
"oh ya, besok adinda udah balik ke pondok, kakak baik-baik ya sama mas, kalau ada yang mau di tanyakan jangan sungkan hubungi Adinda, trus percaya deh mas tu cinta sama kakak Sya..." tambahnya dan itu membuat pipi Syafeera memerah, malu, kenapa bisa sang adik ipar begitu peka, sang berbeda dengan Aydan yang lebih tekesan dingin.
Mungkin Adinda di didik untuk dewasa dan mandiri di pondok, dan juga sangat peka. jadi tak heran membuat begitu bijak di usianya yang masih muda.
"Kak... Adinda punya kado, udah Adinda taruh di kamar, buka ya, dan pakai"
"kado...??"
"ia.. anggap aja kado pernikahan... Adinda mau ke kamar, beresin koper, oh ya kak di coba ya, adinda mau lihat"
Setelah cucian piring nya beres Syafeera pun naik ke kamar, kok bukan si mbak yang nyuci piring?? si mbak lagi pergi bareng bunda ke supermarket.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Syafeera melihat sebuah kotak berwarna coklat, Syafeera pun membukanya, ternyata sebuah gamis cantik warna maroon kombinasi coklat dari sang adik ipar.. Syafeera tersenyum melihatnya, dia bukan tak mau memakai gamis, gamis hanya di pakaian nya saat idul Fitri.. hari biasa, ya dengan pakai ala Syafeera.
Tapi niat baik Adinda pun tak mungkin di tolak, Syafeera menuju kamar mandi, selesai rutinitas mandi Syafeera mencoba mengenakan gamis yang di berikan oleh Adinda, karna seperti pesan Adinda, dia ingin melihatnya.
Gamis itupun di pakai, dan Syafeera sedikit memoles wajahnya, dan siapa sangka saat membuka pintu ingin menunjukkan penampilan ke Adinda, ternyata Aydan sudah berada di depan pintu, sudah membuka pintu, dan betapa terkejutnya Aydan melihat penampilan Syafeera.
Berusaha menelan savilah nya, mata nya melihat Syafeera dengan lekat, sedangkan Syafeera tertunduk, sejak menikah selain gaun pernikahan, ini gamis pertama yang dia pakai di depan Aydan.
"kak udah di coba..??" tanya Adinda yang tiba-tiba membuyarkan kecanggungan mereka "eh mas...kapan pulang...??" tanya Adinda yang baru sadar ada mas nya
"barusan..."
Adinda masuk ke kamar dan betapa kaget nya dia dengan penampilan Syafeera.. "Masyaallah... cantik, tuh kan pas banget.." puji Adinda dan itu membuat Syafeera salting alias salah tingkah
"cantik kan mas...??" pertanyaan itu dia tujukan ke Aydan yang tak kalah terpesona.
"cantik..." jawab nya singkat dan jawaban itu membuat Syafeera makin tidak karuan, bagaimana tidak itu pujian pertama sejak mereka menikah, Aydan lelaki normal, bukan tidak sadar akan kecantikan sang istri,.bukan tidak tertarik untuk menyentuh sang istri, apalagi setiap melihat Syafeera menggulung rambutan, menampilkan leher jenjang nya, memperlihatkan kulit putih nya.
"ya sudah, Adinda keluar deh... dipakai ya kak.. kakak lebih cantik pakai pakaian seperti ini, apalagi hijab nya menutup area dada..." ujar Adinda lalu berlalu keluar.
Rasa gugup dan canggung semakin Syafeera rasakan,. apalagi Aydan kini sudah tepat berada di depan nya,.Aydan mengunci kamar nya.
"em...em....Sya mau ganti baju dulu ya, mau kebawah siapa tahu bunda udah pulang..." ujar nya sambil membalikkan badan berusaha menghindar Aydan, tapi sayang tangan nya dengan cepat Aydan raih.
Tiba-tiba Aydan memeluk Syafeera dari belakang, entah keberanian dari mana,.apa ini puncak kesabaran nya?? apa dia akan mengingkari janji nya sebelum menikah dulu..??
Aydan memeluk Syafeera, menenggelamkan kepala nya di leher Syafeera yang berbalut hijab, Syafeera mematung tidak tahu apa yang harus dia perbuat, tapi jika harus jujur,. ada rasa hangat yang mengalir. apa benar Aydan mencintai nya seperti yang Adinda ucapkan beberapa jam lalu..??
"mas... Sya mau ganti baju.." ujar Syafeera sedikit terbata
__ADS_1
Mas... Panggilan Mas yang lolos Tampa perintah atau saat di depan orang lain membuatnya Aydan Semakin mengeratkan pelukannya..
"biarkan seperti ini, sebentar saja.." pinta Aydan dengan lembut, dan Syafeera pasrah,berontak atau meronta itu tidak lah mungkin, apalagi sampai di dengar orang, Aydan adalah suami nya.
Dan entah berapa menit sudah mereka di posisi yang sama
"mas....pegel, mandi gih..." panggilan itu lagi sepertinya Keberadaan Adinda membuatnya terbiasa dengan panggilan itu.
Aydan membalikkan tubuh Syafeera, dan kini mereka pun berhadapan.. tiba-tiba Aydan mendaratkan satu ciuman di kening Syafeera. dan itu membuat Syafeera membuka mata nya lebar-lebar.
Ini kali ke dua Aydan mencium kening nya setelah menikah, yang pertama di hari pernikahan dan yang kedua saat ini, bedanya ini cukup lama, dan ada kehangatan di dalam nya, sesaat kemudian Syafeera memejamkan mata nya, seakan menerima kehangatan yang Aydan berikan. merasakan rasa sayang dan cinta yang tak pernah Aydan ucapkan.
Apakah Aydan sudah benar-benar mencintainya?? dan Apakah Syafeera juga sudah sepenuhnya menerima pernikahan ini?? mampu membuka hati untuk Sang kekasih halal nya??
Sejenak berfikir inikah Nikmat cinta Halal?? tak kan ada dosa yang mengalir,. melainkan ibadah yang tiada akhir.
Inikah nikmat dari rasa sakit yang dulu pernah dia rasakan?? lalu bagaimana jika pernikahan terbongkarnya, apa reaksi teman-teman atau dosen lain... sanggup dia melewati itu semua?? semua itu seakan berperan dalam fikiran nya.
Aydan melepaskan ciumannya,lalu kembali menatap istri nakal nya nya dengan senyuman, sebuah senyuman yang sangat indah, Tampa harus diminta.. wanita manapun yang melihat pasti terpesona.
"Mas mandi dulu..." ujar Aydan "jangan di ganti baju nya, kita makan malam diluar..." tambah Aydan. Tak ada jawaban Syafeera malah terpaku dengan sikap manis sang suami dingin nya itu.
🌠🌠ðŸŒ
Kumaha??? (Gimana???)
Lanjut??
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
__ADS_1
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an