
Aydan menikmati suasana malam kota jogjakarta dari Atas rooftop, lalu mata nya beralih ke Syafeera yang ternyata sedang tersenyum sumringah menikmati malam ini juga. Seperti yang Adinda katakan,. Aydan bukan pujangga, yang pandai merangkai kata tapi perlakuan Aydan mulai tadi sore hingga malam ini membuat menghangat di balik dingin nya sikap Aydan sang suami.
Aydan menggeser kursi nya, tepat berdampingan dengan kursi Syafeera, tiba-tiba tangan Aydan merangkul pundak Syafeera membuat Syafeera menoleh.
"makasih..." lirih nya pada Aydan yang masih fokus pada pemandangan di depan mata nya.
"untuk...??" tanya Aydan yang mengalihkan mata nya menatap Syafeera
"semua nya.."
Aydan tersenyum tipis...
"pak.. gak bisa apa senyum nya di lebarin dikit, biar enak liat nya??"
"kamu lagi sama dosen atau suami kamu?" tanya Aydan dengan menaikkan satu alisnya
"sama suami, tapi gimana mau dipanggil dengan panggilan khusus, suami nya aja datar gitu mukanya, kayak lagi interogasi mahasiswi nya, senyum nya aja gak ikhlas.."runtuk Syafeera sambil memutar bola matanya malas
Aydan memiringkan tubuh nya dan tubuh Syafeera hingga berhadap, di tatap nya Syafeera dengan lekat "Saya bukan pria yang bisa berkata romantis ataupun memberi gombalan yang mampu membuat wanita nya tersipu , ataupun tersanjung Sya, Saya bukan pujangga , ya saya pria dingin seperti yang selalu kamu bilang... bahkan semua ini bukan saya yang mempersiapkan"
"Setiap orang kan punya karakter masing-masing, kita gak bisa menuntut dia sesuai keinginan kita atau sama seperti kita kan..??"
Aydan mengangguk
"Setidaknya di depan istri bisa kan senyum di kembang sedikit, seperti ini 😊" Syafeera mencontohkan dengan kedua jari telunjuknya menaikan kedua sisi bibir Aydan, membentuk sebuah senyuman
"Saya berharap kamu sudah bisa menerima pernikahan ini sepenuhnya.." harap Aydan
"Maaf selama ini belum bisa jadi istri yang baik.."
Aydan menggeleng, lalu kembali merangkul Syafeera, seakan sedang melindungi sang istri.
"tapi Sya masih belum siap jika pernikahan ini di ketahui seluruh kampus.."
"kenapa...??"
"belum siap aja, apa kata mereka nanti..."
"cepat atau lambat mereka semua akan tahu Sya, dan siap atau tidak, kita harus siap, apa yang harus kamu takutkan, di hujat?? hubungan kita halal loh..."
"kan mas tahu kita dosen dan mahasiswa, pikiran negatif pasti lebih banyak dan itu nanti akan ditujukan ke Sya, seorang mahasiswi mendekati dosen untuk mendapatkan nilai tinggi dll..."
Aydan mempererat rangkulan nya, dan itu membuat Syafeera menyandarkan kepala di pundak Aydan,. memberikan rasa nyaman dan aman.
"mas gak bisa janjian apapun, tapi apapun yang tejadi nanti mas adalah benteng yang siap menjadi pelindung mu.."
Sederhana, tapi sangat hangat untuk seorang Syafeera... apa benar Aydan sudah mencintainya?? itulah pernyataan nya dalam hati seorang Syafeera, dan sudahkah dia mencintai suami pula??
__ADS_1
ada yang bilang Witing Tresno jalaran Soko Kulino kata orang Jawa (CINTA ada karna terbiasa..)
Cinta datang sabab geus biasa, ceuk urang Sunda (cinta datang karena terbiasa, kata orang sunda)
Mungkin itu yang sedang terjadi dengan dua insan ini.
"tapi Sya Bener-bener belum siap mas..." ujar Syafeera dengan nada yang sendu memikirkan apa yang akan terjadi nanti
"Kita jalani aja, kita tidak akan tahu apa yang terjadi kedepannya.. ingat Aku bukan orang yang sempurna untukmu, dan juga bukan yang terbaik untukmu. Tapi yang pasti, aku. Satu-satunya pria yang akan menjadi pelindung Mu setelah ayah"
"Mas pulang yok, udah malem juga kan.."
"besok ada kuliah pagi...??"
"jam 10..."
"itukan jam nya mas masuk...". Syafeera mengangguk
"tapi Sya udah ngantuk.."
"ya udah, ayok..." Merekapun turun ke bawah melewati banyak pasangan yang sedang ikut menikmati suasana malam ini.
"gimana nich dinner nya...??" tanya Arga menggoda saat melihat mereka sudah di bawah.
"lancar..." syafeera yang menjawab "kak Arga mau nyusul dinner juga?? nanti biar sya yang siapkan..??" goda Syafeera gantian sedangkan Aydan hanya geleng-geleng melihat keakraban mereka dengan Syafeera
"siapp..." jawab Mereka semua bersamaan
Aydan dan Syafeera pun menempuh perjalanan Tampa hambatan kurang lebih 20 menit. saat Mobil memasuki rumah nampak Syafeera tengah terlelap.
"Sya udah sampai.." Aydan berusaha membangunkan istri nakal nya itu
"Hmm.. udah sampai.." jawab nya sambil menguap lalu di tutup dengan ke dua tangan nya,. Syafeera pun turun, bersamaan dengan Aydan... langkah seperti orang mabuk, bagai motor yang meliuk melewati tekongan demi tekongan, Aydan tiba-tiba menyokong tubuh Syafeera karna hampir terjatuh karna kaki nya terlalu lebar saat melewati tangga.
"Sini mas gendong..."
"gak ah... Sya masih bisa jalan sendiri..." tolakan dan lagi-lagi sambil menguap dan dengan cepat di tutup nya dengan salah satu tangan nya
"tapi tadi hampir jatuh Sya.."
"gak..Sya bisa sendiri.." Aydan hanya bisa menggeleng dan saat Aydan membuka pintu rumah karna Aydan selalu membawa kunci serep jadi Tampa perlu sibuk membangun kan orang rumah untuk membukakan pintu, Syafeera malah menyandarkan tubuhnya di sisi pintu satu nya lagi.
Saat pintu terbuka.. Tampa persetujuan Syafeera, Aydan langsung membopong nya..
"mas turunin Sya bisa jalan sendiri.." berontak Syafeera
"diam....mas mau mengunci pintu, kalau kamu nya banyak gerak bisa jatuh kita".
__ADS_1
"makanya turunin Sya..." Dan benar saja akibat Syafeera berontak mereka hampir jatuh jika Aydan tidak berpegangan gagang pintu
"masih mau berontak ?? maka kita jatuh!!" tegas Aydan dengan wajah dingin nya, dan itu membuat Syafeera langsung terdiam, membantah sang suami dinginnya ini memang sia-sia.
Selesai mengunci pintu,.Aydan membawa Syafeera ke kamar, masih dalam gendongan. Rasa kantuk Syafeera seakan hilang entah kemana, mata nya terfokus pada wajah sang suami yang fokus kedepan, menaiki tangga satu per satu, wajah itu benar-benar menghipnotis nya, bahkan saat Aydan membaringkan nya di atas ranjang, tangan nya masih setia melingkar di leher Aydan.
"tadi aja berontak, eh sekarang gak di lepas" Sebuah kalimat yang mampu menyadarkan posisinya saat ini, dan dengan cepat Syafeera melepaskan rangkulannya pada leher Aydan.
"Sya mau ke kamar mandi" ujarnya mengalihkan , dan Aydan hanya bisa menggelengkan kepala.
Hampir 15 menit Syafeera di kamar mandi dan Aydan masih setia menunggu "Sya masih lama...?? mas juga mau ke kamar mandi nich!!"
"ia sebentar..." jawab nya dari dalam kamar mandi
Syafeera berusaha menstabilkan rasa gugup, rasa takut, rasa malu semua bercampur jadi satu, mengingat semua sikap Aydan mulai sore tadi, ditambah lagi bisa-bisa tadi dia tidak sadar sudah di kamar.
"kira-kira apa yang akan tejadi nanti ya...??" guman nya sendiri tapi lagi-lagi pintu di ketuk
"Sya... gak ketiduran kan??"
Dengan cepat Syafeera menuju pintu dan membukanya.. " udah..."
"kamu baik-baik aja kan??" tanya Aydan dengan mengerutkan dahi nya
"baik kok,agak mules aja tadi" bohong nya
"sekarang??"
"udah gak.." mendengar jawaban Syafeera Aydan pun masuk ke kamar mandi, sedangkan Syafeera bergegas mengganti baju nya dengan baju tidur.
Selesai dengan pakaian tidur nya, Syafeera duduk di depan cermin, ya sekalipun sudah dia cuci dengan Facial wash (sabun cuci muka). memberi sedikit sentuhan cream pelembab sudah jadi rutinitas nya.melepas gulungan rambutnya, menyisir kembali rambut nya itu karna saat tidur Syafeera tidak pernah mengikat rambut nya.
Aydan keluar dari kamar mandi, sudah dengan pakai tidur nya. mata nya terpana akan kecantikan istri nakal nya itu, Aydan tidak memungkiri kecantikan Syafeera saat di poles dengan make up, walau sederhana, tapi bagi Aydan penampilan Syafeera Tampa make up itu lebih dia sukai.
Aydan berjalan mendekat ke arah Syafeera yang sedang menyisir rambut nya, entah kenapa sajak sore tadi dia seakan ingin selalu memeluk istri nya itu, tak ingin di lepas.
Apakah benar-benar cinta itu sudah ada di antara mereka??
🌠🌠ðŸŒ
Kumaha??? (Gimana???)
Lanjut??
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
Jazaakumullah khairon..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an