
Aydan menggendong Syahdan, dengan tangan kanan yang di rangkul Syafeera, seragam berwana Grey menjadi pilihan mereka.
Tak ada musik, melainkan lantunan ayat suci Alquran, dan kadang berganti dengan Sholawat. Bukan suatu acara yang Kental dengan tradisi ataupun adat.
Acara hari ini diisi dengan datangnya seorang ustadz yang akan memberi sedikit wejangan,.ustadz tersebut pula yang akan memotong rambut Syahdan.
Anak-anak Yatim, Duafa juga ikut serta dalam acara hari ini. Begitu banyak doa untuk Aydan dan keluarga kecil nya, untuk Syahdan.
Para tamu undangan juga diberikan bingkisan, bukan sebuah bingkisan besar, tapi niat tulus bentuk menyambung silaturahmi. Aydan juga memberikan amplop untuk anak Yatim dan Duafa.
Tak sampai disitu, rombongan Green dan juga Genk Somplak itu ikut berkeliling untuk membagikan menu Aqiqah hari ini ke mereka yang berhak mendapatkannya.
Tamu sudah mulai berkurang tapi masih ada saja yang silih berganti,. Syahdan bahkan sudah terlelap dalam pangkuan sang Ayah, sesekali Qeysha menganggu nya, di kira mainkan kali ya.
"Qey.. adek Syahdan nya lagi bobok tuch.." ujar Qianita karna Qeysha asik mau menghimpit Syahdan.
"Sini Qey sana onty aja dech..." ujar Syafeera ingin meraih Qeysha
"ga au.. ga au.." oceh nya menolak
"Sama Kakek aja dech kalau gitu...."
"ga au..ga au.."
semua terkekeh dengan tingkat Qeysha
"Dikira mainan kali nich adek Syahdan nya ya..." ujar Aydan ambil membawa Qeysha dalam pangkuan, tangan kiri mengendong Syahdan, tangan kanan merangkul Qeysha, di pangkuannya.
"om..ni dek..ni dek..."
"waduh Qey ngomong apa nich, om gak ngerti.."
"Om..ini adek..." Qianita mentranslate ucapakan Qeysha
"iya ini adek Syahdan... adek Syahdan lagi bobok, Qey gak bobok...??"
Qeysha menggeleng....
"ma.. ni dek...." ocehan melihat ke arah sang mama
"iya ini adek, makanya Qey gak boleh himpit adek nanti sakit.."
"atit....??"
"iya sayang, sa-kit.. Qey sama mama ya, kita boci dulu, alias bobo ciang... ok" Qeysha menggeleng, dia seolah mendapat mainan baru, tak ingin jauh.
"kalau gitu, Qey bobok di paha om aja gimana ambil peluk dedek..." Qeysha mengangguk, entah kenapa dia Begitu menurut, dan benar saja Qeysha langsung merebahkan kepalanya di paha Aydan, tak butuh waktu lama, sepertinya karna lelah membuat cepat terlelap.
"Sini Syahdan biar sama Sya aja mas.." Bukan memberikan Syahdan, Aydan malam menarik Syafeera dalam rangkulannya, dan moment itu di abadikan oleh Candra.membuat semua mata iri melihat nya
"Wah bentar lagi wajib nambah ni mbak sya..." ujar Candra
"ini aja belum apa-apa mau maen nambah aja.." si mbak yang menjawab, semua terkekeh
Qeysha pun di angkat oleh Qianita di pindahkan ke kamar, karna Qeysha paling tidak bisa tidur dalam suasana ribut, berbeda dengan Syahdan, jika sudah terlelap dia gak perduli dengan apa di sekeliling, sepertinya karna terbiasa dengan keributan Genk Somplak sejak di masih di dalam perut Mommy nya.
Candra mengabaikan moments kebersamaan mereka, sederhana,, bentuk perhatian nya, tapi sangat Menyentuh.
"bahaya lama-lama jadi fotografer.." ujar Candra
__ADS_1
"kenapa...??" tanya Wibowo
"jiwa Jomblo ku meronta mas..."
"lulus kuliah, kumpulin modal baru nikah.." ujar si mbak
"modal nya udah dikumpulkan mbak, nanti tinggal di bongkar sama mas Aydan..." jawab nya
Perhatikan kecil tak lepas dari Aydan dan Syafeera, walau sebatas merapikan jilbab sang Istri, memberi minum sang suami.. perhatian kecil yang bermakna besar.
Tak lama kemudian Rombongan yang berbagi sudah pada kembali,dan nampak Hari.yang sedang mendorong sebuah box besar. untuk Genk Somplak sudah jelas mereka tahu apa isi nya.
"Apa itu nak Hari...??" tanya Ayah
"seperti yang ayah tahu, janji sang Uncle yang baik hati dan ganteng buat keponakan yang tak kalah Ganteng..." jawab nya narsis
"sebenarnya gak perlu sampai kayak gini kok Har..." ujar Syafeera
"udah niat dari awal Sya,.jangan di jadikan beban,.aku ikhlas ngasih buat Keponakan ganteng ku..." bala Hari
"wich... hari bisa mellow juga" balas Risa
"awas nanti kalian jatuh cinta..hahaha" ujar Hari dengan narsisnya
yang lain pun ikut tertawa.
"Eh mom....kapan mulai masuk kampus...??" tanya Risa
"gak tahu Sya, yang ngurusin Cuti nya kan my Husband..."
"sepi Sya... gak ada loe gak rame...Jo Jo ijo jo .." ujar Hari
"udah kaya iklan tuch..."
"iih cepet banget, nanti kita di kampus gak ada yang bisa di contek..." balas Heni
"Boleh nanti ke sini aja, jadi murid les Sya..." jawab Syafeera
"emang mau buka les Sya..??" tanya Hanum
"In Syaa Allah, sesuai komando juragan..." sambil melirik ke arah Aydan dan Aydan menganggukan kepala
"jadi mau buka les gitu dirumah..??" tanya Ayah
"In Syaa Allah yah, rencananya..." Aydan yang menjawab
"Bunda setuju sich, jadi Sya bisa tetap dirumah, ada kegiatan dan juga bisa jaga Syahdan.." ujar Bunda
Saat mereka sedang asik berbincang, tiba-tiba ada tamu , tiga pria tak asing, Adrian CS.. mereka datang walau sempat telat
"Selama ya Sya.. sory telat nich.." ujar Boy
"Iya Sya, gegara nungguin Boy nich.." balas Doni
"Yee... jumpa mantan ya harus Ganteng Donk..." balas Boy
"dimaklumi aja Sya....lagi kumat" ujar Adrian ambil menyodorkan sebuah box untuk Syahdan
"Jadi repot gini kak...makasih"
__ADS_1
"ngobrol lanjut nanti, makan dulu gih..." ujar Bunda
"wajib makan ni Bun...??" tanya boy
"wajib donk..."
"porsi makan Boy besar nich Bun..."
"aman, boleh nambah.." balas Bunda sambil menepuk pundak Boy , mereka mengikuti arahan bunda untuk segera menikmati hidangan yang tersedia.
"Mas Sya ke belakang dulu ya, mau cuci muka, ngantuk banget.." Aydan mengangguk
Di saat Syafeera berlalu ternyata Yusuf ikut belalu juga, dengan arah yang sama,.Aydan melihat itu, Aydan pun menyerahkan Syahdan ke bunda Syafeera, Aydan menyusul Syafeera.
Tak lama setelah Syafeera keluar dari kamar mandi,. ada Yusuf yang berdiri tak jauh,.ad Aydan pula yang melihat dari jauh, kebetulan semua anggota keluarga sedang berkumpul di depan.
"Sya..." sapa Yusuf
"Mas Yusuf mau ke kamar mandi, silahkan Sya udah selesai kok..." Syafeera bergegas untuk menjauh tapi di cegah oleh Yusuf
"Tunggu..."
"ada apa ya mas, buruh sesuatu..??"
"ada yang mau mas tanyakan..."
"mengenai....??"
"Kita...??"
"kita...?? maksud mas apa ya??" tanya Syafeera heran
"Mungkin ini aneh, tapi jujur mas sedikit penasaran, dan ingin memastikan saja, kenapa kamu berubah sama mas sejak mas memutuskan melamar Qia...??"
Syafeera Tekekeh.. "mas Yusuf aneh ya, pertanyaan itu sudah pernah mas tanyakan, dan jawabnya sama, gak akan berubah"
"apa kamu pernah menaruh rasa sama mas...??"
Syafeera tersenyum sinis..
"rasa?? rasa apa yang mas Yusuf harapkan, jawaban Sya masih sama, mas adalah suami dari teh Qia, dan mas tahu batasannya kan?? apalagi saat ini kita sudah punya keluarga serta kehidupan pribadi masing masing..."
"Sama seperti suami Sya yang menjaga dalam berinteraksi dengan teh Qia, Begitu pun Sya sama mas..."
"jujur Sya, mas gak tahu kenapa, tapi..." ucapan langsung di putus oleh Syafeera
"mas.. jika mas dulu Tampa sadar menyimpan rasa untuk Sya, ingat itu adalah masa lalu, masa mas sekarang adalah bersama Teh Qia dan Qey... fokus bahagia kan mereka, masa lalu biarkan jadi pembelajaran, jika mas merasa Sya punya rasa yang sama,. mas salah besar, maaf Sya permisi..." ujar Syafeera dengan tegas lalu berlalu pergi
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Gift
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an