
Dua hari ini Syafeera banyak menghabiskan waktu di kamar dengan tugas yang menumpuk, rasa lelah dan kantuk pun tak jadi penghalang.
"Gak lagi-lagi deh buat tu dosen marah..." guman nya sambil menguap. Dua jam berlalu , menekan lambang save pada laptopnya, lalu menyambungkan dengan mesin printer, proses mem printer pun berlangsung
"Alhamdulillah selesai...." ujar nya sembari merebahkan tubuhnya di ranjang. Tampa butuh waktu lama, Syafeera langsung terlelap. dua hari ini sungguh melelahkan, karna tugas bukan hanya dari sang dosen killer, masih ada juga tugas dari dosen lain nya.
Pagi ini Syafeera harus segera menuju kampus,. karna ada jam kuliah pagi.. saat Syafeera baru memarkirkan motornya, ada yang memanggil nya.
"Syafeera..." panggil Bobi
"ada apa kak??" tanya nya sambil melepas helm, dan menyimpan di jok motor.
"sarapan bareng yok..."
"makasih kak, Sya udah sarapan di kos tadi.."
"kenapa sih setiap gue ajak gak mau, tapi kalau di ajak Adrian Lo mau aja" tanya nya kesal
"maaf, Sya gak pernah menerima ajakan makan siapapun.. sepertinya kak Bobi salah sasaran" jawab nya "maaf ya kak.. duluan, Sya ada kelas pagi" ujar nya sambil berlalu, tapi tangan nya di tarik oleh Boby
"lepas..." ujar Syafeera yang tangan nya di genggam oleh Bobi dan berusaha menepisnya.
"terima dulu tawaran gue makan"
"Sya udah sarapan, dan masih sangat kenyang, dan Sya ada kelas pagi, kalau kak Bobi gak percaya silahkan ikut sya ke kelas" jawab nya sambil menepis tangan Bobi dengan kasar. Syafeera paling anti di paksa. dia akan berontak jika ada pemaksaan.
Dan benar saja, Bobi yang notabene seorang pemuda yang gak terima di tolakan pun berusaha main kasar, apalagi sudah berkali-kali Syafeera menolak ajakan nya. dan hari ini karna tidak percaya alasan penolakan Syafeera, Bobi pun mengikuti langkah Syafeera. dan benar saja, sampai di kelas Syafeera, sudah banyak mahasiswa duduk di kursi nya, dan tak lama kemudian dosen pun masuk
"Kamu mau masuk juga??" tanya Bu Ratih sang dosen
"oh gak Bu, saya hanya kebetulan lewat" jawab Bobi berbohong
Bu Ratih pun masuk dan memberi salam,.serta lanjut memberikan materi. semua mahasiswa fokus kepada materi yang Bu Ratih berikan.
"kak Bobi kenapa?" tanya Hanum setelah Bu Ratih selesai memberikan materi, dan keluar dari kelas
"saraf dia..." jawab Syafeera lalu beranjak dari kursinya
"mau kemana??"
"mau ke ruangan pak Aydan... nich" sambil menunjuk tugas nya yang sudah rapi.
"Uda selesai Sya??"
"harus selesai.. atau aku dalam bahaya"
"perlu di antar gak...??"
__ADS_1
"gak usah, jumpaan di masjid aja kita, trus lanjut ke kantin..."
"ok.. nanti aku susul ke masjid ya" balas Hanum, sedangkan Syafeera keluar menuju ruangan sang dosen
tok..tok..tok..
"Assalamualaikum..."
"waallaikumusallam...masuk"
"maaf pak mengganggu.." ujar Syafeera dengan sopan
"duduk..." tapi hanya di balas singkat oleh yang bersangkutan
"saya mau menyerahkan ini pak" ujar Syafeera sambil menyodorkan tugas nya
"udah Selesai?? ingat ya jika tidak sesuai kamu harus mengulang"
"Huufft.. siap pak" Jawab pasrah, tak seperti biasa,. jika biasa Syafeera berani memberi candaan sedikit dalam obrolan Mereka, kini Syafeera hanya membalas selayaknya profesional dosen dan mahasiswa. Aydan pun membuka lembar demi lembar
Aydan sesekali melirik Syafeera yang sedang mengalihkan pandangannya ke arah lain, ada senyum tipis terukir, tapi seperti hanya Aydan yang tau bahwa dia sedang tersenyum
"Ok....saya terima" ujar Aydan setelah kembaran terakhir dia buka
"Huufft... Alhamdulillah, berarti beres ya pak, saya boleh permisi pak..."
"gak pak...gak lagi, paling kalau saya ngantuk, saya ajukan cuti" jawab nya sambil berdiri, dan jawaban itu membuat Aydan mengerutkan kening nya, dikira ni kampus punya bapak nya kali ya sama Syafeera.
"permisi pak..."
"silahkan.."
Syafeera pun keluar dan menuju masjid karna memang sudah masuk sholat Dzuhur.
"kamu itu jenius Sya.. jadi kamu harus bisa kasih contoh ke mahasiswa lain" ujar Aydan setelah Syafeera keluar, dan Aydan juga bersiap untuk menuju masjid.
Selesai dengan sholat nya Syafeera dan hanun pun menuju kantin,.dan Tampa mereka sadari ada yang membuntuti mereka. sesampainya di kantin memesan makan, lalu duduk di kursi yang kosong, dan saat mereka baru duduk, ada sosok laki-laki yang juga ikut duduk
"kak Bobi ngapain??" tanya Hanum
"kenapa... emang ini kursi ada yang punya??" jawab nya garang
"ya aneh aja, gak biasanya"
"maka mulai sekarang biasakan..."
syafeera hanya diam, karna malas meladeni Bobi sang senior yang dari awal masuk kampus memang mengincar Syafeera
__ADS_1
"syafeera mau pesan apa lagi, biar kak Bobi yang bayar"
"gak perlu kak.. Sya masih sanggup kok bayar sendiri" lagi-lagi penolakan
"saya gak terima penolakan Sya.." sambil meraih tangan Syafeera tapi di tepis nya, dan tak lama kemudian rombongan Adrian datang menghampiri meja dimana Syafeera dan Hanum sedang makan.
"wah ada anggota baru nih.." ujar Boy
"kenapa...?? ini meja kalian?? ini itu tempat umum"
"aneh dan tumben aja" balas Boy Sambil duduk di samping Boby. dan Doni mengambil kursi lain untuk di bawa ke meja yang teman nya duduki.
"rombongan Lo mana Bob..??" tanya Adrian
"mulai sekarang gue rombongan ini jika di kantin" balasan nya, dan yang lain saling bertukar tatapan.
Syafeera lebih banyak diam, setelah selesai menghabiskan makanan, dirinya dan Hanum pun pergi duluan, Bobi mau mengejar nya, tapi di tahan oleh boy
"Lo ngapain nahan nahan gue??"
"kalau orang nya gak mau jangan suka maksa" balas Boy
"bukan urusan Lo... Lo siapanya..?? bukan siapa-siapa nya kan?? jadi diam" jawab Bobi sinis
"Bob..kita bicara baik-baik loh..." ujar Adrian
"gue bukan Lo Adrian, di tolak trus sok baik, gue gak bisa terus-terusan di tolak"
"Bob....Lo gak bakal berhasil, karna siapapun yang menyatakan cinta kepada Syafeera akan dia tolak, dia hanya fokus ke kuliah, dia menolak yang namanya pacaran, kalau Lo maksa, yang ada bisa semakin menjauh" ujar Adrian, dan Boby berusaha mencerna kata-kata Adrian
"yups... itu kalau Lo mau dengerin kita, kalau Lo gak mau ya silahkan.. paling dia semakin menjauh" ujar Boy menambahkan
"Lo bukan satu-satunya pria yang tertarik dengan Syafeera, tapi gak mudah untuk mendapatkan nya" ujar Doni, dan Bobi yang mendengar itu mengerutkan keningnya nya
"Lo suka juga sama Syafeera...??" tanya boy
"lelaki normal mana yang gak suka sama Syafeera, tapi suka kan gak harus cinta, suka jadi teman dan lain nya.." balas Doni "lagian gue gak siap kalau harus Saingan sama Adrian... hahaha" tambah nya
Sejak kejadian itu Bobi sering bergabung dengan mereka, walau kadang suka memicu keributan karna karakter Bobi yang arogan, dan Syafeera memilih cuek, dan tak jarang Syafeera lebih memilih di kelas, gak mau ambil pusing dengan tingkah mereka semua.
🌠🌠🌠
Afwan ya baru bisa Up, ada pekerjaan yang gak bisa di sambi sama author.. jadi terhambat deh up nya🙏🙏🙏
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...
Jazaakumullah khairon..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an