
"Bobi.. lepaskan istri saya..." bentak Aydan dengan marah nya.
Bobi tersenyum miring, meremehkan kemarahan Aydan..
"Bapak tahu... sejak pertama kali Syafeera masuk kampus ini saya sudah menyukainya, bahkan berkali-kali saya nyatakan perasaan saya, selalu dia tolak, alasan fokus kuliah, tapi apa..???"
"Saya yang duluan pak, kenapa bapak yang nikahi dia ...??" tanya Bobi penuh amarah dan lengan nya mengapit leher Syafeera, membuatnya tercekik
"Bob.. perasaan itu gak bisa di paksa, Lo jangan sampai kehilangan akal, itu bukan cinta, tapi ambisi, Lo terlalu terobsesi Bob.." Adrian mengingat kan
"gue gak peduli, apa yang gue mau maka itu harus gue dapatkan.."
"tapi kenyataan dia istri saya Bob.. kamu menyatakan perasaannya kamu Untuk menjadikan dia pacar kan?? sedangkan saya menjadikan dia istri.."
"ok....saya gak keberatan kalau harus menikahi dia sekarang juga...!!!"
"lepasin..." pinta Syafeera dengan nada serak
"Lo gila Bob....saraf Lo Bob.." timpa Boy
"uhuk...uhuk.." Syafeera merasa sesak, Bobi semakin mencengkram leher nya
"kak Bobi lepasin Sya..leher Sya sakit" dengan nada serak
"berapa mahar yang dia kasih Sya, gue ganti,. bahkan gue bisa beli posisi dia saat ini"
Aydan, Adrian dan Boy masih sibuk berdebat, Sembari mengalihkan Bobi, sedangkan Doni mundur perlahan, mengambil posisi mendekati Bobi.
"Bob...Lo beneran cari masalah ya..." Boy geram
"uhuk..uhuk..." lagi-lagi Syafeera merasa sesak, leher nya benar-benar di Cengkareng Bobi dengan kuat
"Bob.. lepasin Syafeera, dia bisa kehabisan napas..." ujar Aydan yang khawatir melihat wajah yang istri sudah merah menahan sesak.
Bobi mundur perlahan,.menuju arah parkiran, di ikuti oleh Para lelaki itu.
Syafeera berusaha menarik tangan Bobi, tapi tak berhasil.
entah keberanian dari mana, Syafeera menyikut perut Bobi, membuat Bobi meringis, dan merenggangkan cengkraman nya, dan di saat yang sama Doni menarik tangan Bobi dan di bawa nya kebelakang, Syafeera dengan cepat berlari ke arah Aydan, dan Aydan merangkul Syafeera.
"mas...Sya takut..." tak ada kata yang terucap dari bibir Aydan, Aydan hanya bisa merangkul istri nakal nya itu. tangannya mengusap kepala Syafeera, tapi mata nya memandang Bobi dengan amarah.
Sedang kan Doni berusaha melumpuhkan Bobi, di bantu oleh dua teman nya. Doni membuat Bobi tersungkur dengan tangan Bobi yang ada di belakang dalam cengkraman Doni.
"Lo gak waras Bob..." kesal Adrian
"Lo munafik yan..." balas Bobi yang di tujukan untuk Adrian
Adrian dan yang lain hanya bisa menggeleng.
__ADS_1
Aydan sambil merangkul Syafeera, menghubungi seseorang, dan tak butuh waktu lama, penjaga kampus dan dosen yang masih ada di kampus menuju taman belakang. mengangkang Bobi, membawa Bobi ke ruang senat.
Aydan membawa Syafeera ke Ruangan. Syafeera lebih banyak diam, baru kali ini Melihat aksi yang membuat benar-benar takut.
"mana yang sakit...??" Aydan menyibakkan jilbab Syafeera ke sisi kanan dan kiri
Ada memar di leher Syafeera.. tapi rasa nya rasa sakit itu tak sebanding dengan ketakutan nya..
"mas ke rumah kesehatan, mau ambil salep dulu..." tapi tangan Aydan di tahan nya, Syafeera menggeleng
"Sya mau pulang..."
"kita pulang, tapi mas harus selesaikan urusan dengan Bobi dulu, kamu bisa istirahat di sini"
"Sya mau pulang sekarang" Aydan Pahan dengan permintaan Syafeera, ada trauma pasti nya..
Aydan menghubungi bagian senat, meminta agar mereka menangani Bobi, karna Syafeera ingin pulang.
setelah menghubungi bagian senat,Aydan dan Syafeera pun menuju parkiran, dengan Aydan yang setia merangkul Syafeera.
Aydan segera melajukan mobilnya, tangan kirinya terus menggenggam tangan Syafeera. sampai dirumahnya Syafeera langsung berlari Menuju kamar, Bunda heran, karna Syafeera tidak pernah seperti itu, dan mereka pulang juga hampir magrib.
"kalian bertengkar..??" tanya bunda
"Nanti Aydan ceritakan Bun.." Aydan langsung menyusul Syafeera, dan sesampainya di kamar, tak terlihat Syafeera..
"sepertinya di kamar mandi..." guman Aydan
"Sya....kamu di dalam..." tak ada jawaban
"Sya.. jangan buat mas khawatir, buka pintunya.." masih tak ada jawaban
"Sya....jawab mas, atau mas dobrak pintu nya??"
Tak lama kemudian Syafeera keluar dengan handuk yang melilit tubuh nya..
"Sya..." panggil Aydan khawatir
"mas buruan mandi, nanti keburu waktu magrib nya habis" Jawab Syafeera dengan lembut, nampak mata dan hidung yang merah karna selesai menangis
Entah apa yang terjadi, tapi apa yang Syafeera tunjukkan malah membuatnya khawatir, tapi memang benar adzan sudah berkumandang, waktu sholat Magrib sudah tiba..Aydan pun mengikuti apa yang Syafeera ucapkan.
Dan merekapun melaksanakan Sholat magrib berjamaah... Syafeera mencium tangan Aydan takzim, dan Aydan mencium kening Syafeera sangat lama.
Ada senyum terukir dibibir Syafeera, Nampak sendu.
"jika marah, marah lah... jika ingin menangis , menangis lah.. jangan kamu tahan.." Syafeera tertunduk
"jangan kamu simpan sendiri Sya.. ada mas..." Aydan merangkul tubuh Istrinya itu, Syafeera menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami, ada tangisan tak bersuara.
__ADS_1
cukup lama Syafeera menuangkan rasa sakit nya... Aydan masih setia dengan mengelus kepala Syafeera, memberikan kehangatan, kenyamanan.
"Sya jahat ya mas...??" tanya nya
"kenapa Sya tanya seperti itu??" tanya Aydan balik dengan mengangkat dagu Syafeera, dan kini mereka saling menatap, nampak mata merah dan sedikit bengkak akibat dia menangis, hidung nya pun merah.
"Kalau Sya orang baik, gak akan mungkin kak Bobi seperti itu... Sya takut mas, gimana kalau ada yang berbuat seperti itu lagi, atau kak Bobi akan mengulangi hal itu,...bahkan tadi..." ucapan terhenti, tak sanggup bicara, mengingat Bobi yang hampir saja mencium nya.
"bahkan tadi apa Sya...??" Syafeera menggeleng
"kalau kamu pendam yang ada kamu akan sakit sendiri Sya, apa guna mas di samping kamu..??"
"Huufft... " hembusan napas Syafeera yang terdengar begitu berat
"kalau tadi kak Boy dan yang lain gak tepat waktu, Sya gak tau mas, kak Bobi seakan mau memangsa Sya... Sya takut mas.. dia mau mencium Sya..hiks..hiks..."
Aydan paham Sekarang, karna memang saat kejadian itu Aydan belum ada di TKP. Aydan merangkul Syafeera, istri nakal nya itu pasti sangat takut
"Sya....setiap kita punya cara dalam menggambarkan cinta, ,,dan apa yang Bobi rasakan itu bukan cinta, tapi obsesi.. dia terlalu terobsesi dengan kamu.."
"tapi sya gak pernah sekali pun memberikan kan harapan, bahkan semua yang menyatakan perasaannya nya ,nya tolak dengan baik-baik..."
"sepertinya mas harus super extra dalam menjaga istri mas ini... banyak pengagum nya" goda Aydan sembari mencubit hidung Syafeera, berusaha mengalihkan pikiran Syafeera
"mas Sya serius... Sya takut"
"mas akan pastikan Bobi gak akan berbuat macam-macam.."
"sepertinya dia orang yang cukup berpengaruh.. bahkan dia bilang bisa beli posisi mas..."
"mas gak takut, mau dia bos beras, atau bos cabai...atau bos LPG"
"mas ya.. Sya udah takut gini, malah bercanda..."
"mas cuma gak mau kamu berlarut-larut... ada mas, ingat ada mas.."
Aydan sadar tak mudah membuang rasa takut pada diri Syafeera, tapi dia gak akan biarkan hal itu terulang lagi. dan Bobi akan dapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.
"kita makan ya,.mas lapar loh..."
"kita sholat isya aja dulu mas..." pinta Syafeera, hati dan pikiran nya mulai tenang, ketenangan saat dalam dekapan sang suami.
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
Jazaakumullah khairon..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an