Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
mancing


__ADS_3

Mentari pagi telah naik ke peraduan nya, cahayanya pun masuk menyelinap dari celah-celah jendela. membuat Aydan mengerjap kan mata nya, membuka mata nya perlahan karna silau cahaya yang masuk. setelah mata nya terbuka sepenuhnya, mata nya terfokus pada wajah lelah istri nakal nya itu.


Senyumnya terukir, tak ada rasa puas memandang istri nya itu. Syafeera menggeliat, merenggangkan pelukannya dari tubuh Aydan. Aydan tak bergeming, mata nya terfokus pada setiap gerakan Syafeera.


Posisi Syafeera berubah yang awal nya menghadap Aydan, kini Syafeera memunggungi Aydan. Mata Syafeera kembali terlelap seakan ada lem di mata nya, enggan untuk terbuka.


Melihat Syafeera kembali terlelap, membuat nya geleng-geleng, sepertinya Syafeera sangat lelah. Aydan tmemeluk Syafeera dari belakang, menghembus kan nafas nya di bagian telinga Syafeera. tapi Syafeera tak merespon..


Digigit nya kecil telinga Syafeera memberi sensasi geli.. dan itu berhasil membuat Syafeera menggeliat..


"hmmm...mas iih geli tauk.."


"udah siang loh..."


"masih ngantuk..." subuh tadi setelah melaksanakan sholat subuh mereka malah terlelap lagi, dan ini nih akibat kalau setelah subuh tidur lagi, malah kesiangan jadi nya. Tak ada suara ketukan pintu, Seakan penghuni rumah ini sangat paham. mungkin untuk pengantin baru itu di maklumi ya, tapi mereka??


Eehh tunggu...kan mereka memang masih pengantin baru, baru hangat-hangatnya, dan Baru di mabuk cinta..


Boleh lah ya Mabuk Cinta dengan yang Halal. Bucin juga boleh kok ya.. asal jangan Mabuk Mi*ras aja 🤭🤭


"Nanti rezekinya di patok ayam..." bisik Aydan


"Ayam nya nanti sya patok.." jawab Syafeera menirukan adegan Mini series anak-anak Komika sambil membawa tubuh nya untuk duduk.


"jam berapa sih..??" sambil mengucek mata nya


"jam 7 lewat.."


"apa...??" Syafeera kaget, lalu bergegas ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya.


"mas mau sya buatkan kopi??" tanya nya saat baru keluar dari kamar mandi


"seperti biasa saja, nanti mas nyusul.." Syafeera mengangguk, Syafeera bergegas menyusul bunda di dapur


"Bun maaf Sya kesiangan.." bunda tersenyum dengan kata maaf yang Syafeera ucapkan, jika dulu dia tak pernah peduli jika kesiangan, malah melenggang dengan santai Tampa dosa, tapi hari ini berbeda.


"biasa itu mah...bunda paham, ya kan yah??" goda bunda sambil melihat ke arah ayah


"bunda mah... ni mau masak apa??"


"buat mie goreng sama ceplok telur aja ya, ayah mau mancing, nanti hasil mancing baru kita masak..." jawab bunda


"ayah mah kalau pulang mancing sore Bun.."


"aman untuk makan siang kita..." balas bunda


Tak lama kemudian Aydan keluar menghampiri ayah... "ayah mau mancing??" tanya Aydan


"iya nich, udah lama gak mancing,.mau ikutan..??"


"Boleh ya... pengen juga mancing"


"emang mas bisa mancing??" tanya Syafeera sambil membawakan kopi untuk sang suami

__ADS_1


"In Syaa Allah bisa..."


"ayah kalau mancing suka lupa waktu loh mas.. panas-panas, nanti mas gosong.."


"hahaha... takut Bun dia Suaminya gosong.." ayah tertawa


"yeee... wajar kan yah...tiap malam sya rawat pakai serum, tiba ayah cuma sehari bisa buat mas Aydan gosong..no..no..no..."


Aydan geleng-geleng sedangkan ayah dan bunda tertawa.


"segitu cinta nya ya sama suami??" goda bunda


"Sya mah realistis Bun, kan kalau gosong gak enak di bawa kemana-mana"


ayah makin terpingkal dengan ucapan Syafeera,


"gak segosong yang kamu bayangkan juga kali Sya kalau cuma mancing sesekali"ujar bunda


"ya udah boleh...tapi cari tempat yang teduh.. jangan panas-panas, trus pakai sunblock.."


"ia...." jawab Aydan datar


"gosong dikit gak papa, biar gak banyak yang ngelirik..." goda Ayah


"iih iya juga ya... eh tapi gak boleh ah, nanti sya jalan sama suami dikira jalan sama om om..."


"jangan di ambil hati ya ucapan nya Syafeera nak Aydan..." ujar bunda


Bunda dan ayah tertawa dengan jawaban Aydan....dia begitu menerima Syafeera yang cukup ceplas-ceplos jika bicara itu.


Selesai sarapan ayah dan Aydan pun bersiap untuk mancing, naik motor Syafeera, karna jalan yang akan mereka tuju jalanan kebun sawit, akan susah jika bawa mobil.


🌠🌠🌠


Syafeera duduk di teras belakang, menikmati angin sepoi-sepoi, sedangkan bunda sedang memetik hasil tanaman, ada cabai, tomat dan sayuran, walau tak banyak, tapi cukup untuk konsumsi mereka, sisa nya yang gak ada baru beli di pasar.


Syafeera fokus pada benda pipih nya, menscroll, melihat galeri dimana momen nya bersama suami dan keluarga nya tersimpan.


"Sya kapan rencana balik??" tanya bunda sambil duduk di samping Syafeera


"mas Aydan belum ada bilang Bun... Sya mah manut..."


"baik-baik di sana, sama mertua juga ya, dan ingat kamu sudah memiliki suami..."


"ia Bun....in Syaa Allah Sya udah siap kok untuk publikasi hubungan Sya sama mas Aydan..doain aja ya Bun" kini Syafeera merangkul lengan bunda


"selalu sayang... dan ayah bunda percaya dengan nak Aydan.. dia pasti akan melindungi kamu dengan baik.."


"oh ya gimana cara kalian publikasi?? pakai toa??" tanya bunda


"ya elah Bun,.udah kaya demo aja pakai toa..."


"mas Aydan rencana mau resepsi untuk publikasi nya, tapi kapan waktunya mas Aydan belum ada bilang.... dia mah tahu-tahu beres aja, sama kayak rencana ke sini,. semua udah di siapkan sama mas Aydan.."

__ADS_1


"setiap kita punya cara tersendiri dalam memperlihatkan cinta kita. bunda lihat nak Aydan itu irit dalam bicara, tapi loyal dalam bertindak.."


"mas Aydan banyak penggemar nya Bun di kampus,.gak kebayang sama Sya, apa reaksi mereka..."


"Sya cukup jadi diri Sya, tapi ingat jadi diri yang lebih baik, jangan meledak ledak seperti dulu.."


"di sesuaikan sama kondisi Bun..."


"kamu ini ya, bisa aja jawab nya.."


🌠🌠🌠


Hampir Ashar ayah dan Aydan sampai di rumah.. dan betapa kaget nya Syafeera dengan penampilan sang suami.


"iih mas, jorok banget sich, kalau mau luluran jangan pakai lumpur Donk" protes Syafeera saat melihat Aydan yang penuh dengan lumpur.


"ayah mah sesat....suami Sya di suruh mandi lumpur..."


"hahaha.... mancing kalau gak mandi lumpur gak sah Sya..."


"itu mah akal-akalan ayah..., trus mas kenapa bisa kaya zombie gini??"


"kepeleset tadi pas narik ikan.." Jawab Aydan dengan senyuman terukir


"udah kayak zombie malah senyum-senyum... buruan mandi.."


"buruan mandi, pakai sabun yang banyak Dan... nanti kalau gak wangi bisa berabe, tidur di ruang tamu" ledek ayah dan Aydan mengacungi ayah dengan jempol nya


Ayah dan Aydan pun ke kamar masing-masing, tapi sebelum sudah menyiram badan mereka di belakang tempat bias nyuci baju sebelum ke kamar, lalu mandi. sedangkan bunda dan Syafeera berkutik di belakang membersihkan ikan hasil pancingan suami mereka.


"mau di apain nich Bun ikan nya??"


"yang besar kita pindang aja,.trus buat Sabal terasi, dan rebus bayam yang tadi baru bunda panen....Aydan kira-kira suka gak ya Sya..??"


"In Syaa Allah suka...asal sambal nya Jangan pedes-pedes..."


"oh ia... menantu bunda itu gak bisa makan pedas..."


"yang kecil untuk besok aja ya Bun, kita sambal.."


"siip.."


🌠🌠🌠


Lanjut ??


Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰


Maaf jika belum bisa balas satu-persatu ya komen reader semua🙏🙏


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2