
Usia Syahdan tak terasa sudah memasuki ke tiga tahun, tumbuh menjadi anak yang begitu aktif, ketampanan tidak lah di ragukan lagi. sungguh perpaduan sang ayah dan mommy yang sempurna. bahkan kecerdasan tak perlu di pertanyakan.
Les privat di rumah yang Syafeera adakan pun kini sudah memiliki tempat sendiri. bahkan Syafeera bekerja sama dengan yayasan rumah singgah yang di miliki keluar dr. Arafah.
Dan dia juga tidak menyangkal bahwa Azzam rekan nya dulu dalam lomba debat adalah keponakan dr. Arafah.
Hari ini Syafeera, Aydan dan Syahdan baru pulang berkunjung dari rumah singgah. Syahdan nampak tertidur pulas di bangku tengah. lelah bermain dengan anak-anak rumah singgah.
"mas pernah kepikir gak Sya bisa kaya dr. Arafah,. Almeera dan juga Umma Fatimah..??"
"jika kamu bisa seperti itu mas pasti dukung lah Sayang..."
"tapi sya merasa belum pantas.."
"yang tahu kadar iman setiap hamba nya, ya cuma Allah.. tapi tetap sebagai seorang wanita muslimah, menutup aurat dengan benar itu wajib, soal sunah nya, kembali ke kita nya, jika merasa mampu laksanakan"
Syafeera meraih tangan kiri Aydan lalu mencium nya.. Aydan mengukirkan senyuman dengan apa yang Syafeera lakukan .
"yang tidur pules bener ya.." ujar Syafeera sambil menoleh ke kursi belakang
"kelelahan dia... banyak teman nya kan di rumah singgah.."
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah, Aydan langsung membopong Syahdan, tapi saat sudah berada didalam gendong Syahdan malah terbangun.
"udah sam-pek ya yah??"
"lah....melek dia..." ujar Syafeera
"udah.. gak lanjut tidur nya...??" tanya sang Ayah
"Ndak yah.."
"ya udah... kita masuk.." ujar Aydan sambil merangkul Syafeera
Saat sampai di dalam rumah, setelah mengucap salam Syahdan malah langsung berlari ke kamar nya, di awasi oleh mbak Lastri yang sekarang membantu Syafeera dalam mengasuh Syahdan
"den Adan pelan-pelan ya"
"mbak sebentar lagi langsung di mandiin aja ya mbak.. Syahdan nya"
"baik Bu.."
Syafeera dan Aydan pun sudah di kamar..
"mas , Sya mandi duluan ya.." ujar Syafeera sambil meraih handuk yang tergantung di tempat nya.
"bareng ya.." ujar Aydan sambil mendekat ke arah Syafeera, memeluk nya dari belakang
"mulai nih mesum nya.."
__ADS_1
"mandi bareng itu sunah loh.. membahagiakan istri bukan hanya ngajak jalan-jalan atau pun di belikan skincare, tapi mandi bareng juga bentuk sayang istri.."
Syafeera hanya bisa geleng-geleng dengan tingkah manja sang suami.
"suami dingin Sya yang seperti bongkahan es ini bisa manja juga ya.."
"ibadah Manja sama istri, yang gak boleh manja sama istri orang lain..."
Syafeera membalikkan badan nya "berani..??" tanya nya dengan tatapan tajam
"bukan gak berani, tapi gak MAU lebih tepat nya... kalau bicara keberanian sih semua orang bisa saja berani melakukan semua itu, tapi kalau mas mah gak M-A-U... bisa di azab mas sama Allah..."
"tapi kan laki-laki tidak di larang beristri lebih dari satu...."
"mas gak mampu untuk itu, dan mas juga gak mau...cukup satu aja"
Jawabnya membuat Syafeera menarik senyuman...
"udah yuk mandi..." ajak Aydan
Jika biasanya mandi cukup 15 menit, ternyata jika mandi berdua bisa jadi lebih lama ya.
Aydan membantu Syafeera mengeringkan rambut Syafeera dengan duduk bersila tepat di belakang Syafeera.
"Sayang.... Syahdan kan udah tiga tahun, gak ada rencana gitu..??" tanya Aydan
"bukan itu..." sambil mengelus rambut Syafeera yang sudah mulai mengering
"truuus...??"
"Adek buat syahdan...jangan jauh-jauh jarak nya.. rekomendasi dari dokter juga kan jarak waktu melahirkan yang baik itu tiga sampai lima tahun..." jawab Aydan
Syafeera tersenyum, lalu memutar bola matanya...
"mas serius sayang....lagian jangan jauh-jauh jarak nya.."
"kan kita udah ikhtiar, hasil nya aja yang belum nampak mas.. sama-sama berdoa ya biar segera hadir.." balas Syafeera
Waktu magrib pun datang, Hari ini Aydan memilih sholat di rumah, sejatinya laki-laki itu sholat di masjid. tapi sholat dirumah juga tidak membuat sholat itu tidak sah, hanya banyak keunggulan lain , pahalanya lebih besar sholat di masjid.
Syahdan sudah terbiasa tidur di kamar nya sendiri sejak menginjak usia tiga tahun, Kamar nya di renovasi terhubung dengan kamar sang mommy, mbak Lastri juga di kamar yang sama dengan Syahdan hanya beda ranjang saja.
Syafeera berdiri di atas balkon menikmati bulan purnama sempurna malam ini. Aydan merangkul pinggang nya dari belakang, pundak Syafeera seakan menjadi tempat favorit nya, sesekali mencium Tengkuk syafeera yang membuat empunya bergidik
"geli mas..." tapi Aydan tak peduli
"iih .. dilihat orang gimana..." Aydan pun menghentikan aksi nya, menyatukan kepala mereka sama-sama menikmati indahnya purnama malam ini.
"mas.."
__ADS_1
"hmmm...."
"mas mau punya anak berapa??"
"sedikasihnya sama Allah... lima juga mas gak nolak, biar rame..."
"dikira Sya mesin cetak anak lali ya.."
"kok gitu... istri-istri Baginda Rasulullah aja anak-anak nya banyak semua loh..."
"dua dulu aja kali ya, nanti kalau di kasih lagi ya gak apa-apa..."
"maksudnya??? dua dulu, trus nanti kalau di kasih lagi gak apa-apa itu apa maksudnya apa..??" tanya Aydan sambil mengalihkan pandangannya dari rembulan ke bidadari surga nya
"iya dua dulu aja... yang ketiga nunggu yang ke dua nya udah gedek"
"jangan main teka-teki sayang..." sambil membuat wajah Syafeera menghadap nya
Syafeera tiba-tiba meraih sesuatu dari dalam kantung piyamanya, lalu benda itu di angkat nya ke atas, menghadap rembulan.
Aydan mengerutkan keningnya, belum sepenuhnya paham...
"apa itu.....???"
"lihat Donk mas... masa gak nampak??"
Aydan mengucek mata nya, belum percaya sepenuhnya, di raih nya benda itu dari tangan Syafeera.. dan mata nya membulat sempurna saat benda itu kini ada di tangan nya.
sebuah benda berwarna putih biru, dan ada dua garis merah di tengah nya. Aydan menarik senyuman, bersamaan dengan air mata yang ikut menetes.
Syafeera mengusap air mata itu..
"mas... kenapa malah nangis...??"
"ini beneran kan sayang... ini bukan prank...??" tanya nya masih tak percaya
"seperti yang mas mau, adek buat Syahdan, udah 6 Minggu..."
Aydan merangkul istri nakal nya itu, lalu di kecup nya kening Syafeera lama,lalu ke pipi tak terlewatkan Satu incipun. lalu kembali memeluk Syafeera lagi, sebuah kebahagiaan terkadang tak mampu untuk di ungkapkan dalam sebuah kata, itulah yang Aydan rasakan saat ini.
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1