Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
berangkat bareng


__ADS_3

Aydan berjalan mendekat ke arah Syafeera yang sedang menyisir rambut nya, entah kenapa sajak sore tadi dia seakan selalu ingin memeluk istri nya itu, tak ingin di lepas.


"mas.. sya lagi nyisir rambut..."


"sini mas yang sisir..." pinta Aydan


"gak usah udah mau selesai kok.." tolak Syafeera dan itu membuat Aydan langsung beranjak ke ranjang, merebahkan tubuh nya, Syafeera dapat melihat kekesalan sang suami dingin nya itu. setelah selesai dengan rutinitas sebelum tidur, Syafeera pun menuju ranjang.


Merebahkan tubuh nya dengan membelakangi Sang suami, bukan tak ingin menghadap sang suami, tapi jantung nya berdetak tak karuan, jika harus melihat sang suami lagi, dia tak dapat menjamin jantung akan selamat.


Aydan menatap punggung Syafeera, sekali lagi dia adalah laki-laki dewasa dan normal. tapi janji nya harus bisa dia tepati. jika dia tak bisa menepati janjinya bagaimana Syafeera bisa percaya akan dirinya. Ada yang bilang Lelaki itu di percaya dari Ucapkan.


Walaupun pada dasarnya yang namanya Kepercayaan kan memang dapat dilihat dari ucapan, benarkah dan sesuaikah.


Tapi pikiran dan tubuh nya tak sejalan, bahkan kini tubuh nya sudah sangat dekat dengan Syafeera, merangkul sang istri, menghembuskan nafasnya pelan namun panjang, bahkan Syafeera dapat merasakan hangatnya hembusan nafas itu. Jantung Syafeera tak kalah meronta.


"Biarkan seperti ini, mas gak akan macam-macam" ujar Aydan, dia dapat merasakan dekat jantung Syafeera.


Dan malam ini mereka tidur dalam posisi berpelukan, tapi bukan Teletub bies ya.


🌠🌠🌠


Syafeera meraih kunci motor nya yang tergantung di tempat kunci, setelah berpamitan dengan Bunda dan Aydan, bergegas menuju garasi, niat hati ingin bergegas pergi, tapi mata nya melongo melihat ban motor nya yang kempes.


Syafeera kembali masuk ke dama rumah... "kenapa Sya.. ada yang ketinggalan??" tanya Bunda


"Bun dan pompa ban gak, ban Sya kempes.." jawab Syafeera


Aydan meraih gelas lalu meneguk air minumnya, kemudian mengelap bibir nya dengan tisu, lalu beranjak dari tempat duduk nya.


"Biar mas lihat..." ujar nya sambil beranjak menuju garasi, mencari pompa ban yang ada di garasi.. lalu memasang di ban motor Syafeera.


"Sya ini bocor bukan kempes" ujar Aydan karna setelah di pompa kembali kempes lagi.


"yah.. tambah ban dimana mas..??"


"berangkat bareng aja, kan ini masih jam 8, tapi mas mau ke toko kerajinan dulu, ngambil laporan harian.."


"Sya naik ojol aja dech..."


"bareng mas..." titah Aydan


"nanti ada yang lihat Sya bareng mas bisa berabe kan.."


"kamu tinggal bilang, ban motor bocor dan gak sengaja ketemu saya..beres kan.. pokoknya bareng saya, saya gak izinin kamu naik ojol, apalagi supir nya laki-laki"

__ADS_1


Kayaknya mulai posesif ni pak dosen ya??


Syafeera mengerutkan kening nya, masa iya Seorang Aydan cemburu??? yakin??


Syafeera tak bisa menolak, apalagi bunda juga meminta pergi bersama Aydan.. Sebelum ke kampus mereka ke toko kerajinan milik almarhum sang ayah... mengambil berkas laporan harian.


Syafeera di buat takjub akan hasil kerajinan kayu yang terpajang, pantas rumah Aydan nuansa nya kayu, ternya sang ayah seorang investor pengrajin kayu. toko ini sebenarnya menjadi lebih berkembang sejak Aydan yang mengelola hanya saja Aydan tidak berbakat,. dia lebih pada manajemen nya. untuk urusan pengelolaan kerajinan Aydan serahkan kepada orang kepercayaan sang Almarhum Ayah, Manajemen serta pasar Aydan yang mengelola.


Syafeera berkeliling melihat hasil kerajinan, saat melihat Syafeera disapa oleh seorang pria.


"permisi kak....ada yang bisa di bantu?? mau untuk kado atau untuk sendiri??" tanya nya


"hmm..gak mas, saya cuma nemenin seseorang aja, kebetulan lagi di dalam.."


"owh ada temen nya...kalau gitu silahkan menunggu di lobi, tapi kalau mau lihat-lihat juga boleh kok kak..." senyum nya ramah, Syafeera pun membalas senyuman itu dengan ramah juga.


Tak senagaja Aydan melihat itu, ada rasa panas di dada nya, melihat sang istri tersenyum begitu manis di hadapan pria lain.


"Sya.. udah..yok.." ujar Aydan saat sudah dekat dengan Syafeera


"oh udah.. ayo.." balas Syafeera


"eh mas Aydan... kapan sampai mas??" sapa Banyu


"owh..jadi ini mas teman kakak cantik ini..??"


"dia istri saya Nyu..." jawab Aydan


"Istri... UPS...maaf mas saya gak tahu" ujar nya sambil menepuk mulutnya yang telah memuji istri dari bos nya ini


"gak papa.. lagian baru sekali kesini , ya sudah Nyu... kami mau ke kampus dulu"


"monggo mas, ati-ati ing dalan" (silahkan mas, hati-hati di jalan)


Aydan melajukan mobil nya ke arah kampus, jam sudah menunjukkan jam 9:30 jadi jelas lingkungan kampus sudah cukup ramai.


"udah Sya bilang turun kan Sya di depan sana aja, tuh dah ramai" protes Syafeera tapi Aydan tak merespon, Aydan malah lagi dan lagi meraih hijab Syafeera, membentuknya untuk menutupi bagian da-da Syafeera.


setelah Aydan selesai menyematkan Bros jilbab yang sempat di bawa nya tadi,. Syafeera melirik model hijab nya saat ini, lalu melirik ke Bros yang dia pakai saat ini.


"kenapa...??" tanya Aydan


"Sya gak biasa kayak gini mas, trus mas kok bisa bawa Bros Jilbab??"


"biasakan mulai saat ini... mas gak mau laki-laki lain melihat nya, dan soal Bros mulai sekarang mas akan selalu bawa, jadi saat kamu menggulung jilbab mu, mas akan siap merubah nya..."

__ADS_1


"iih maksa..."


Aydan meraih pundak Syafeera.. "In Syaa Allah paksaan mas ini untuk kebaikan istri mas sendiri, dan ini juga bentuk bakti Mu.. karna menjauhkan suami mu selangkah dari ari api neraka..."


Syafeera terdiam mencerna penjelasan Aydan.. menjauh kan nya selangkah dari api neraka


"mas gak maksa berubah langsung, mas siap nunggu kamu berproses, tapi mulailah dari yang kecil" sambil mengusap kepala Syafeera yang berbalut jilbab.


Sesaat kemudian Aydan mengecup kening Syafeera.. "turunlah, ingat kalau di tanya apa jawabnya kan.." Syafeera mengangguk


Syafeera meraih tangan Aydan lalu mencium punggung tangan nya.


"baik-baik, fokus, hasus bisa kejar cumlaude.." pesan Aydan


"kan itu Memang target Sya mas..."


"mas mengingat kan.."


Syafeera turun dan benar saya banyak mata yang melihatnya dan mengundang banyak pertanyaan...tapi Syafeera berusa bersikap biasa, bahkan mengucap terima dengan nada yang di keraskan.


"Terimakasih pak atas tumpangan," ujar Syafeera dan siapapun yang ada di sekitar sudah pasti mendengar nya


"pagi pak.. Hay Sya..." sapa Adrian "Kok bisa bareng sama pak Aydan??" tanya Adrian


"ban motor Sya Bocor kak, gak sengaja ketemu pak Aydan.." jawab nya sambil melirik Aydan sesaat, Syafeera bisa melihat ketidak nyamanan Sang suami atas sikap Adrian kepada nya


"kalau gitu nanti pulang bareng aja, biar kakak antar.."


"cari mati..." batin Syafeera sembari tersenyum kecut


Sedangkan Aydan, berlalu pergi dengan wajar datar nya


"kak Sya duluan ya, ada jam sama pak Aydan, bahaya kalau telat..."


"ok...lanjut,. sukses ya....". Syafeera mengangguk sambil berlalu


🌠🌠🌠


Lanjut ken ??


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2