
Flakshback Off
Hari yang di tunggu, hari yang di nanti Sepasang Raja dan Ratu semalam (kata orang-orang) sedang menyapa para tamu undangan, tak ada pelaminan hanya sebuah tempat yang didekorasi untuk mengabadikan moment-moment bahagian mereka bersama keluarga maupun sahabat.
Bukan menghemat karna Adinda memang tak mau pesta besar, bukan tak sanggup , tapi Adinda memang tak suka dengan yang mewah-mewah.
"hadeh...hadeh... sohib kita satu ini ya diam-diam..." ujar Hari
"diam-diam apa...??" tanya Agung
"iya diam-diam udah ijab kabul aja guys... perasaan yang anteng-anteng udah pada punya pasangan aja ya, Syafeera yang diam-diam istrinya pak dosen, Tuh si Hanum dan kak Doni, diam-diam udah menjalin hubungan, eh sekarang udah jadi makbun alias emak bunting...hahaha" ujar Hari dan itu membuat Hanum menghadiahi lemparan botol air mineral
"Mak, gak boleh anarkis nanti tu si utun suka demo loh..." ujar Hari saat menangkap botol air mineral itu
"jadi Anggota BEM nanti dia, jadi pemandu Demo" balas Bagas
"kalian ya dasar jomblo..." kesal Hanum
"tapi beneran loh.. tu si agung aja gak nyangka jodoh nya adek dari pak Aydan.." Ujar Risa membenarkan
"Dilarang Gibah, mau kalian pulang kelaparan" ujar agung yang baru datang sembari mengandeng Adinda
"wah... udah pinter ngancem-ngancem dia guys..." balas Hari
"di gandeng Muku Gung, takut kececer ya..??" goda Bagas
"dikira uang Gope an kali kececer.." balas Boy yang baru datang
"eh kak boy..." sapa mereka
"selamat bro, doa terbaik pokok nya" ujar boy sambil menyalami Agung sembari menggendong anak laki-laki yang kira-kira berusia satu tahun
"aamiin..kasih kak..." balas Agung
"silahkan di nikmati kak hidangan nya" udah Adinda
"aman...kamu belum tahu aja gimana kalau kami kumpul, berubah jadi kerbau semua, punya perut empat, ngunyah Mulu" balas Boy
"kak Adrian mana kak??" tanya Agung
"dia titip salam dan doa pastinya , lagi nyelesai kan S2 nya dia..."
"Syafeera mana??"
"ada kak lagi di dalam, kedatangan tamu jauh Dr. Azzam dan beberapa orang gitu lah.."
"Azzam...??" tanya Boy berusaha mengingat nama itu
"team lomba debat dulu pas di kampus, bareng istri ny juga tuh di dalam"
"udah pada nikah semua nih??" tanya Boy sambil mengambil posisi duduk
"kalau Risa tinggal nyebar undangan, datang ya kak... kalau Bagas putus nyambung tuh udah kayak judul lagu, nah yang jomblo abadi si Hari dan Heni nich..." ujar Risa
"jodoh bisanya..." balas Boy
"setuju..." jawab yang lain kompak
"setuju pala Lo pada..." balas Hari.
"tapi beneran loh Har, kadang jodoh itu sebenarnya dekat, tapi kita aja yang membuatnya nya jauh, kaya saya dan Hanum" ujar Doni
"Asik banget ya... jadi kaya acara reuni..." ujar Syafeera yang datang bersama dengan Aydan
"sekalian Sya.. gimana kabar sya..??" balas Boy
"Alhamdulillah kak... ini jagoan nya nich...??"
"iya sya, belum bisa besanan kita sya sama-sama jagoan, eh tapi sapa tau nanti jodoh nya sama yang masih di perut, hahaha" balas Boy sambil terkekeh
"siapa nama nya kak...??"
"Dzaky onty..." balas Laras istri dari Boy
"anak kamu yang gedek mana Sya...??" tanya Boy
"lagi main dia kak, banyak anak-anak kecil seusia nya jadi seneng dia"
"ya sudah di nikmati hidangan, sya sama my husband mau keliling nagih upeti" canda Syafeera
Dan itu membuat semua terkekeh, emak satu itu ada aja bahasa nya.
"eh aku ke toilet dulu ya..." ujar Heni
__ADS_1
"cuci mata juga boleh kok Hen, sapa tau ada yang jomblo..." ledek Bagas, dan itu membuat Heni menjitak kepala Bagas
Saat selesai dari toilet ternyata Heni tidak langsung bergabung dengan yang lain, malah asik melihat anak-anak bermain di taman, ada Syahdan juga di sana.
"onti yuk maen baleng Adan.."
"Adan aja ya, onty lihat aja"
"celu loh..lame..."
"onty lihat aja...udah Adan main gih..."
"ya uda deh.. onti dak asik..." ujar syahdan sambil meninggalkan Heni, dan itu membuat Heni terkekeh
"hmm...." dehem seseorang
"kamu Har... ngapain...???" tanya Heni
"gak ngapa-ngapain, pas mau ambil minum lihat kamu aja yang duduk sendirian, kenapa gak balik ke sana...?"
"lihat mereka ketawa asik aja.." balas Heni dengan mata yang masih fokus pada anak-anak itu
"boleh duduk...??"
"sejak kapan Lo mau ngapa-ngapain izin...??" tanya Heni heran
"ya takut ganggu aja.." sambil mendudukkan bokong nya di samping Heni tapi sedikit berjarak
"Hen...boleh tanya sesuatu...??"
"aneh deh, seorang Hari sejak kapan seformal ini, biasa tu mulut langsung njeplak aja.." balas Heni
"Aku serius hen..."
"aku juga serius, ngomong tinggal ngomong.."
"tapi jangan diketawain ya..??"
"kalo kamu ngelawak ya aku ketawa lah... apa sih...??" tanya Heni kali ini menghadap ke arah Hari
"hmmm...."
"iya apa...??" bentak Heni yang merasa gak sabar
"sorry.... sorry abis kamu bertele-tele..."
"gak mudah hen untuk bilang ini..."
Deg
Jantung Heni tiba-tiba berdegup kencang mendengar nada bicara Hari yang berubah
"bilang apa??"
"janji gak boleh di ketawain, atau marah...???"
"iya apa..???" tanya Heni semakin penasaran
"kamu mau gak jadi istri aku..??" ujar Hari dengan cepat bagaikan kereta api yang sedang melaju dengan cepat.
Mata Heni membulat tak percaya
"mungkin ini aneh untuk kamu Hen, atau kamu menilai aku lagi ngeprank, tapi jujur Hen sebenarnya aku udah lama suka sama kamu ,tapi karna kamu sempat punya pacar jadi aku milih mundur..." aku Hari
"hahaha....hari mah ngelawak..." tawa Heni
"tuh kan di ketawain... aku serius hen..."
"terima... terima... terima...." sorak para sahabat yang ternyata menyaksikan moment itu...
dan itu membuat Heni menutup wajah nya malu.
"Terima donk hen....hari seriusan loh, aku juga tahu kok hari suka sama kamu dari dulu..." Ujar Bagas
"hari itu menutup semua itu takut merusak persahabatan kita Hen, di tambah kamu selalu sewot sama dia.." ujar Risa
"iya hen, kamu nya aja yang gak peka, kenapa dia selalu cari perkara sama kamu..." ujar Hanum
"dan ini alasan kenapa hari betah nge jomblo selama ini..." tambah Syafeera
"terima Hen, biar pernikahan kami jadi saksi moment membahagiakan ini" ujar Agung
"hahaha... moment langkah, ada yang baru nikah,.ada yang proses dilamar..." komen Boy
__ADS_1
"kamu tega nolak aku hen, lihat tu, gak mudah loh mengutarakan perasaan di depan orang banyak...." ujar Hari
"kok maksa...." kesal campur malu yang Heni rasakan
Syafeera,Hanum dan Risa pun mendekati Heni, memberikan dukungan
"uncle ko pada teliak telima... telima., telima apa cih??" tanya Syahdan yang baru saja datang sambil menarik kemeja Hari
"wah boscil datang..." ujar Agung
"Adan sini sama ayah aja ya.." ujar Aydan membawa syahdan ke gendongan nya lalu membawa ke tempak anak-anak yang sedang bermain
"giman Hen...??" tanya Hari
Dan dengan detug jantung yang tak karuan, Heni pun mengangguk kan kepalanya. membuat Hari akan memeluk nya tapi langsung di halangi oleh sahabat nya yang lain.
"belum halal...." teriak Mereka kompak
"kayak Kita nih udah SAH ya....boleh main peluk" Ujar Agung sambil memeluk Adinda
"pamer... pamer..." sorak yang lain
🌟🌟🌟
Aydan memeluk Syafeera dari belakang, melingkar tangan nya di perut Syafeera..sesekali mengelus perut buncit itu dengan sayang
"tahu gak mas, Sya merasa kita sedang ada di dunia novel, semua yang terjadi kadang di suka gak ketebak dan aneh-aneh"
"mulai dari awal pertemuan kita, salah kamar, nikah dadakan, kejadian kak Boby, Ungkapan cinta mas, ada Syahdan di Perut sya, lahiran, semua pokok nya, dan sekarang syahdan juga udah mau punya adek..."
"sahabat-sahabat sya...semua nya pokok nya"
"gak apa-apa jika kita di dunia novel, semoga kisah kita membawa kebaikan untuk mereka yang membaca nya..."
"iya juga ya mas..."
"makasih ya mas untuk semua nya..??" tambah Syafeera
"mas juga makasih sama istri nakal mas ini yang semakin hari semakin sabar.. semakin baik, pokok nya mas bangga punya istri kaya sya,.."
Bahagia itu kita sendiri yang menciptakan nya,seberapa besar rasa syukur kita akan nikmat Allah, maka kebahagiaan itu akan terasa semakin besar.
Perjalanan hidup tidak ada yang tahu, ada yang lurus-lurus saja, ada yang harus melewati tanjakan, tekongan atau di hadapkan dengan pilihan kanan atau kiri.
Ada yang sudah ibadah tapi rezeki tetap butuh pejuang ekstra, ada yang lalai tapi bergelimang harta. dan bersyukur untuk mereka yang selalu ingat akan Allah dan di beri kelebihan harta, dapat berbagi untuk sesama.
Allah memberikan Nikmat dan Ujian itu dengan cara nya.
Lalai tapi harga berlimpah, itu adalah ujian
Taat tapi selalu di berikan ujian, bisa jadi itu nikmat karna dengan ujian itu Allah sedang merangkul kita untuk selalu dekat dengan nya.
Dia di beri kaya, kenapa aku tidak???
bisa jadi saat kaya kita sombong, Allah sedang melindungi kita dari sifat sombong yang menjerumuskan.
Apapun jalan kehidupan kita, tetap lah bersyukur tetaplah taat kepada nya, karna dunia ini tempat kita meninggal bukan tempat kita tinggal.
Dan Jika mencari teman, Carikan mereka yang mengingat kita akan Allah, Carikan mereka yang mengajak mu untuk mengaji... karna itu arti nya dia menyayangi kita,ingin kita memiliki jalan yang terang saat menghadap sang Khalik.
Jangan marah jika ada teman mu yang selalu mengingat kan mu akan Allah, tapi rangkul dia.. dia adalah nikmat yang Allah berikan.
...Tamat...
✨✨✨✨✨
Jazaakumullah Khairan untuk semua pembaca setia dari coretan saya ini... jika ada salah dan khilaf mohon di maafkan ya.. karna saya hanya hamba Allah yang sedang belajar,
Jazaakumullah khairan untuk koreksi semua teman-teman.
Jazaakumullah Khairan untuk dukungannya dalam bentuk apapun itu... Afwan jika belum bisa merespon komentar teman-teman semua, bukan tidak ingin merespon.. Alhamdulillah sedang dikasih nikmat sibuk, semua saya baca dan bahagia banget setiap membacanya.
sekalipun hanya sebuah kata.. lanjut kak, semangat kak.. pokoknya saya baca dan bahagian banget pokok nya, bahkan komen-komen kocak nya...
Selalu saya ingatkan...gak pernah bosan-bosan pokok nya
...Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an...
Semoga Coretan saya ini bisa memberikan hal positif untuk kita semua..
Aamiin....
by. Ajeng Kirana
__ADS_1