
Rutinitas Kampus sudah kembali normal, dan sudah berjalan satu pekan. Syafeera dan para CS nya sedang makan siang di kantin. Jika biasa Adrian CS ikut gabung dengan mereka, kali ini tidak, itu semua karna Doni
"ayo lah Don.." ajak Boy
"udah penuh,. lagian mau makan juga gak leluasa kan.." lagi-Lagi Doni menolak, bukan menghindari Syafeera, hanya menjaga privasi Syafeera, bagaimanapun dia istri dari dosen nya.
"muat-muat aja pun..."
"udah sini aja.." Boy dan Adrian pun ngikut.
Aydan sedang berada di ruangan pak Wahid, mendiskusikan rencana resepsi mereka, pak Wahid pun sangat mendukung. karna itu semua juga untuk kebaikan semua nya.
"jadi kapan undang akan di sebar??"
"in Syaa Allah dalam waktu dekat pak.."
"udah tentang saja, saya akan bantu menjelaskan untuk yang mempermasalahkan, tanpa harus menjelaskan yang terjadi waktu itu, cukup kita-kita saja" ujar pak Wahid
"bapak udah seperti ayah untuk saya, saya percaya sama bapak.." Aydan tak bisa berbohong di depan pak Wahid,.ada kecemasan,bukan mencemaskan dirinya, tapi istri nya itu.
Waktu terus berjalan.. dan semua sudah di persiapkan, bahkan tiket keberangkatan untuk Ayah bunda dan keluarga yang di Pekanbaru juga sudah Aydan siapkan.
"Sya besok undangan online nya akan mulai di kirim, dan kamu Harus udah siap dengan pandangan mereka yang pastinya akan berfikiran Negatif, ingat ada mas, ada pak Wahid, jangan khawatir..." ujar Aydan sambil menutup laptopnya
"kok Sya jadi deg deg kan ya...??"
"wajar....mas akan dampingi kamu.."
"tapi tetep aja mas...."
"percaya kan sama mas??" tanya nya sambil menangkup wajar Syafeera, dan Syafeera pun mengangguk.
Malam ini mata nya sulit untuk di pejamkan kan, tak bisa di jabarkan apa saya yang Syafeera pikiran kan, bahkan bayangkan apa yang terlintas. apalagi beberapa hari yang lalu Aydan sempat mendapat Hadiah dari Mahasiswi nya, nampak jelas naksir dengan sang suami, apa reaksi merek??
Syafeera bergidik membayangkan nya...
"udah tidur..." ucap Aydan makin mengeratkan pelukannya nya
"gak bisa tidur mas..." Aydan membuat posisi tidur Syafeera berubah, yang awalnya miring membelakangi nya, kini membuatnya tidur terlentang, lalu Aydan memposisikan kepala di atas kepala Syafeera
"mau mas buat biar bisa tidur...??"
"cara nya...??" tanya Syafeera polos, Bukan Jawab, tapi tindakan yang Syafeera dapatkan, Aydan mengecup kening Syafeera, melantunkan ayat cinta tepat di telinga Syafeera, dan itu membuat Syafeera tahu maksud dari ucapan Aydan.
__ADS_1
Lelah bernilai ibadah itu lah yang Aydan maksud... setelah selesai Aydan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka, rasa lelah membuat mata mereka berat dan ingin segera terlelap, tapi sebelumnya mereka sudah membersihkan diri, walau hanya sebatas berwudhu, karna itu seperti sabda Rasulullah..
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โJika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulangi senggamanya, maka hendaklah ia berwudhu.โ (HR. Muslim)
Tapi lebih baik lagi jika langsung Mandi.
"Mas ya akal-akalan nya bisa aja, alasan mau buat Sya tidur..."
"bukan alasan Sya.. kan emang bener" Jawab Aydan dengan mata terpejam
"Mas..."
"hmmm..."
"kayak nya ini masa subur Sya dech..." Aydan malam mencium pipi Syafeera
"iih mas nich... Sya serius"
"gak papa...biar cepat jadi, biar rumah ini makin ramai" jawab nya masih dengan terpejam, Syafeera tersenyum lalu meraba perutnya sendiri dan tiba-tiba Aydan juga ikut meraba perut Syafeera.
"Semoga cepat jadi..." bisik Aydan
๐ ๐ ๐
Adrian menghubungi Syafeera tapi tidak ada jawaban, akhirnya mengirimkan pesan untuk Syafeera, tapi juga tidak ada balasan..dibaca pun tidak. Adrian bergegas mempersiapkan diri untuk menuju kampus.
"Berangkat bareng mas.." ujar Aydan saat mereka di meja makan
"Sya naik motor aja..."
"bareng mas, undangan udah di sebar tadi pagi"
"serius, kok Sya gak tahu,...??"
"handphone kamu mana..??"
"lagi Sya charge..." Syafeera pun beranjak untuk mengambil handphone, dan benar saja, ratusan Chat masuk, yang paling heboh dari grup BEM.
Ada yang bertanya langsung, ada yang berkomentar di grup. mereka belum bisa percaya.
"Gak usah di balas... karna gak akan ada habisnya" ujar Aydan sambil meraih handphone Syafeera
"handphone Sya mas..." minta Syafeera
__ADS_1
"jangan di balas, ok... sekarang bareng sama mas, pulang kuliah Nanti kita jemput bunda dan Adinda" Syafeera menurut, tapi jujur wajahnya sangat tegang
"Kita naik motor??" tanya Syafeera karna bukan mobil yang terparkir di luar, melainkan motor sport Aydan, dan Aydan hanya mengangguk
"mas cari perkara dech..." kesal Syafeera
"ingat, apapun yang kita lakukan tetap akan jadi sorotan kan?? jadi biarkan mereka melihat secara langsung, jadi kamu gak perlu jawab satu persatu, bahkan ini ide dari pak Wahid.."
"pak Wahid...??"
"ia... dulu kan dia sama istri juga Begitu, dosen dan mahasiswa.."
"wah parah ni.. ada gurunya ternyata..."
"udah naik... ingat jangan pasang wajah takut, tunjukal kita benar"
"mas mah gampang, udah dari sono nya tun muka datar" omel nya sambil naik ke atas motor lalu merangkul Aydan, dan Aydan hanya tersenyum mendengar Omelan istri nakal nya itu.
Menyusuri jalanan kota Jogjakarta, tak ada pembatas untuk kedua insan ini, pelukan Syafeera cukup kuat, sesekali Aydan mengelus tangan Syafeera di yang merangkul di perut nya.
Entah apa,.seakan ingin memberi tahu kepada dunia, Dia Wanita Ku, Dia Istri Ku...My Wife,. Khumaira Ku.. semua gelar seakan ingin Aydan sematkan, hingga yang lain tak memiliki tempat.
Bahkan sama hal nya yang terjadi tadi malam, dia paham masa subur Syafeera, karna dia pun ikut belajar dalam hal itu, apalagi setelah mendapat dukungan dari ayah dan kedua bunda nya, Aydan tak ingin melewatkan satu kesempatan pun..apa ini masuk dalam Posesif?? entahlah.. karna dia punya cara nya tersendiri membuktikan cinta nya.
Motor sport dengan list jingga itu pun memasuki kawasan kampus, kedatangan mereka benar-benar mengalihkan semua mata. Aydan tidak pernah membawa motor nya ke kampus, jelas itu mencuri perhatian, di tambah lagi ada seorang wanita yang merangkulnya,
Jantung Syafeera jangan di tanya lagi. jika bukan ciptaan Allah, mungkin sudah copot dari sarang nya...udah kaya burung pakai sarang segala.
"Mas Sya takut..." bisik Syafeera, karna dapat Syafeera lihat dari balik helm nya, banyak mata yang melihat kedatangan mereka
"ingat pesan mas, pokoknya manut...ok..."
"gampang banget ya tu mulut..."
"kita hadapi bersama Sya...yang belum halal aja bangga memperlihatkan kemesraan, masa kita takut... halal loh.... walaupun mengumbar kemesraan itu tidak boleh, tapi sesali boleh lah.."
๐ ๐ ๐
Lanjut ??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya ๐น..๐ฅฐ๐ฅฐ
Jazaakumullah khairon..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an