
Jazaakumullah khairon.. untuk semua dukungan Reader semua, selalu setia dalam memberikan dukungan, selalu mau mengingatkan dan mengoreksi apa yang salah.. semua masukan, komentar Reader semua saya baca satu per satu,maaf karna belum bisa balas satu per satu..🙏
Syukron untuk Gift nya baik berupa 🌹 ataupun koin..
dan Saya juga mengucapkan maaf apabila mungkin jalan cerita ini belum bisa memenuhi harapan sebagian reader.. semoga gak bosen ya, dan semoga apa yang saya tulis mampu membawa manfaat.
🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠
jangan di tanya bagaimana rempong nya seorang Aydan.. siang ini harus mandi, dan berganti kemeja yang baru, bersyukur lah karna ada stok kemeja di Green, dan mulai mencari Parfum dengan aroma kopi, di mulai dari aplikasi online, tapi baru mau menekan gambar keranjang Syafeera sudah protes.
"kok online sih mas, trus gimana kalau aromanya gak enak...??"
"Sya kopi itu aromanya sama, gak ada beda nya.."
"kan bisa aja ada campuran lainnya.."
"huuft..." suara hembusan nafas Aydan, lalu kembali menscroll Handphone nya, mencari daftar parfum kopi yang premium.
"nich yang termahal.. premium,.dan best seller.."
"mas..mahal itu belum tentu bagus.. bisa aja kan KW.... tapi tertulis ORI.." Aydan menepuk kening nya, entak ada angin apa istri nakal nya ini tiba-tiba seperti emak-emak komplek, gak tau tuch komplek mana...
"ya udah.. Sya yang pilih, mas ngikut aja..." jika di dalam ruangan ini sibuk urusan parfum, berbeda di depan, mereka sibuk dengan pelanggan, tapi soal gibahin atasan tetap lanjut.
"tu tuan sama Nyonya cuan dari tadi sibuk gak menentu..." oceh Nina
"eh.. Pak Aydan tadi mandi siang bolong, keramas lagi.. emang abis ngapain tadi di dalam.." tanya Arga ke Agung sambil menepuk pundak Agung
Agung malah garuk-garuk kepala mendengar pertanyaan Arga
"kenapa malah garuk-garuk, ngapain mereka...??"
"baru selesai sholat kok tadi.." jawab Agung jujur
"kalau habis sholat kenapa mandi keramas, siang bolong lagi..." balas Arga
"mas Arga pemikirannya jauh ke depan, kalau mereka (sambil menggerakkan jari telunjuk dan jari tengah) Syafeera pasti juga mandi.." balas Nina
"gosip terus, kapan tu pesanan di antar.." Angga bersuara, dia belum tahu apa pembahasan rekan nya itu, karna baru keluar dari dapur
"iya nich Agung, gosip Mulu, buruan antar tuch...hehehe" Ujar Nina sok galak, tapi kemudian dia tertawa
"hmm.. Mentang-mentang Agung anak bawang jadi tumbal ya..."
"bawang apa Gung....??" tanya Arga
"bawang Jawa mas.." balas Agung sambil berlalu mengantar pesanan
"pedes Donk di mata.." tambah Nina
__ADS_1
"kalian ini ya, malah gosipin atasan, potong gaji loh..." ujar Pak Budi dengan nada bercanda
mereka hanya bisa tertawa..
#Kembali keruangan
"Kok Sya yang pilih sich...??"
"jadi gimana Sya.. pilihan mas salah Mulu.."
"nyalahin Sya nich...??"
"Sepertinya berdebat juga gak ada guna nya" batin Aydan
"ya udah, kita cari aja ya langsung, biar Istri mas ini bisa milih langsung.." ujar Aydan lembut sembari menarik Syafeera ke pangkuannya
Syafeera hanya diam, malah seperti melamun
"kok malah diam" menangkup wajah Syafeera untuk menatapnya
"mas.. maaf ya, gak tau kenapa bawaan nya gak nyaman aja, kayak ada yang mengganjal aja di pikiran sya,. mau sya keluarkan tapi sya gak tahu.." ujar nya tiba-tiba sendu
Aydan bukan menjawab malah mengecup kening Syafeera.. "biasa emak-emak mau PMS kan gitu..." ujar Aydan
"Hemmm... iya kali ya mas.."
"ya udah, istirahat aja di sofa, biar mas yang bantuin depan.."
"Jika ditolak, hasil nya pasti runyam" ujar Aydan tapi hanya di dalam hati
"mas lihat ke depan, anak pak Budi udang datang belum ya..."
"kok jadi anak pak Budi sich mas.. mas mau ngapain..??" tanya Syafeera dengan tatapan tajam nya
"salah lagi kan, tu berubah lagi kan mood nya..!!" ujar Aydan dan lagi-lagi hanya membatin
"gak ngapa-ngapain Sya... mau lihat aja, Kondisi di depan, kan anak pak Budi bisa bantu-bantu.."
"awas aja macem-macem..." Aydan bukan keluar, Aydan malah mengangkat tubuh Syafeera ke arah sofa, lalu merebahkan kepala Syafeera di paha nya, menscroll handphone nya
"Ga.. di luar aman??" tanya Aydan ke Arga dari panggilan telfon
"ok...kalau aman, kalian handle ya.." Tambah Aydan, dan yang di balik telfon hanya bisa menjawab Ok.
Syafeera tak berkata-kata apapun, hanya tersenyum lalu memejamkan mata nya.
"Kepala Ga..??" tanya Angga ke Arga yang baru selesai memutus sambungan telepon nya.
"Aydan..minta kita handle, lagi perang kali di dalam..."
__ADS_1
"perang kok anteng... gak ada suara tuch..." sambil mengarahkan telinga nya ke ruangan Aydan
"hadeeeeh... jangan jadi pegawai gak ada akhlak dech.. mau mereka perang, mau tempur, biarin aja, kan halal, kalau ngiri atau pengen, buruan nikah, jangan betah jadi Jomblo, ya kan pak Budi..??" omel Nina dan mendapatkan Anggukan dari pak Budi
"aneh aja Nin, hampir setahun ini gak pernah tu kayak gini.." ujar Arga
"biasa lah,. namanya rumah tangga, atau bisa jadi mereka sedang mendiskusikan sesuatu.." ujar pak Budi
"kakak dan mas-mas.. ingat pasal satu.." ujar Agung yang baru selesai mengantar pesanan
"pasal satu.. Bos selalu benar.." ujar Angga
"pasar dua.. jika bos salah kembali ke pasal satu" sambung Arga dengan nada Seperti sedang membaca undang undang
"Bila Bos tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten" lanjut Angga, dengan senyum ditahan
"Bila Bawahan tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala" tambah Nina sambil terkekeh
Pak Budi hanya geleng-geleng dengan tingkah mereka
"Bila Bos berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel" ujar Agung tak bisa lagi menahan tawa nya
"Bila Bawahan berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan" ujar Aydan yang baru keluar dari ruangannya dan membuat semu terdiam, lalu di menit kemudian cekikikan
"Tapi itu gak belaku di sisi Agung..." ujar Arga dengan menekan nama Agung, dan Agung hanya bisa pasrah, anak bawang diem aja🤭
"jadi lagi gibahin saya nich.."
"gak lah... mana Berani.. Sya mana??" tanya Arga mengalihkan pembahasan
"lagi tidur, lagi kurang sehat kayak nya.." jawab Aydan sembari menuju mesin kopi, menakar kopi untuk nya sendiri
"Gimana Gung udah buat keputusan..??" tanya Aydan tapi tetap fokus pada kopi nya
"Iya Gung, kamu bisa kesini setelah jam kampus, nah kita tutup jam 10 malam, jika ada tugas kampus kamu juga bisa kerjakan di rumah belakang, gak berisik kok, paling bunyi piring sama sendok" tambah Arga
"saya tadi udah hubungi pihak pabrik pak,, In Syaa Allah besok saya mulai disini, tapi saya harus ke pabrik dulu, ambil upah.."
"Alhamdulillah, kita ada temen baru.." ujar Nina
"gaji kamu bisa di diskusikan sama Arga, mau bulanan atau per satu pekan, kembali ke kamu aja.." Tambah Aydan, lalu kembali masuk ke dalam ruangannya
Arga menepuk pundak Agung.. "sebenarnya kemaren Aydan udah survei dimana tempat kamu part time, terlalu fokus dan kamu gak dan waktu untuk belajar, Aydan gak mau kamu capek kuliah gak ada hasil.." ujar Arga
"dia memang dingin Gung, kalau kata Syafeera Bongkahan Es di kulkas, tapi kepedulian nya itu luar biasa..." tambah Angga
"betul, saya juga merasakan kebaikan nak Aydan.. tak banyak bicara, lebih banyak bertindak, saya aja gak nyangka bakal jualan di tempat sebagus ini.." ujar pak Budi teringat pertama kali bertemu Syafeera dan Aydan
🌠🌠🌠
__ADS_1
Lanjut ??
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an