
"Pak Aydan, Syafeera... tunggu" panggil seseorang dari belakang dan membuat mereka menoleh
Syafeera dan Aydan saling pandang saat melihat sosok itu, mata seseorang itu terfokus pada genggaman tangan mereka.
"Kak Doni..." Syafeera bersuara, jika Syafeera sudah gugup dan bingung, tidak untuk seorang Aydan.
"Sya ini alasannya nolak Adrian..??" tanya Doni
"Gak enak bicara di sini, kita cari tempat yang nyaman untuk bicara.." ujar Aydan, Doni pun mengangguk
Aydan melepaskan genggaman, bukan karna ada Doni, tapi ingin mengganti nya dengan rangkulan, Aydan merangkul Syafeera, sembari mengelus pundak Syafeera, memberikan sedikit rasa nyaman, agar Syafeera tidak berfikir macam-macam.
Doni melihat itu, dan membuatnya nya jadi lebih penasaran
"apa hubungan mereka sebenarnya, selama ini Syafeera sangat menjaga jarak dengan kaum pria, tapi ini?? bahkan tidak menolak di rangkul oleh Pak Aydan...!!" batin Doni
Mereka pun menuju cafe tak jauh dari swalayan.. mereka duduk bertiga
"mau pesan apa Don..??" tanya Aydan sangat tenang
"gak perlu pak, minum saja..."
"Sya.. kamu kabarin si mbak, kita pulang agak telat" ujar Aydan seakan di sengaja,. tumbenan pulang telah pakai ngabarin si mbak. Aydan seakan ingin Menujuk kan sesuatu. dan benar saja Doni mengerutkan kening nya mendengar titah Aydan kepada Syafeera
"mereka satu rumah??" lagi-lagi pertanyaan itu hanya Doni ucapkan dalam hati
Syafeera pun menghubungi si mbak, jika pulang telat. lalu mereka memesan minuman, kebetulan Doni juga menolak untuk makan.
Syafeera menatap Aydan, bingung harus memulai dari mana. Aydan paham akan itu semua, Ini baru Doni yang terkenal dengan ketenangan nya, bagaimana jika itu pria lain yang menyukai seperti Boby, atau mahasiswi yang menyukai sang suami.
"Diminum Don.." ujar Aydan saat pesanan mereka datang
"kamu pasti bingung kenapa saya bersama Syafeera kan??"
"maaf pak jika lancang, tapi saya memang benar-benar bingung, bahkan bukan sekali saya melihat, saya juga sempat Melihat bapak dan Syafeera kemarin saat keluar dari bandara" Jujur Doni
"sebenarnya Sya dengan pak Aydan..." Syafeera ingin menjelaskan, tapi di cegah oleh Aydan
"biar Saya yang jelaskan.." sambil menggenggam tangan Syafeera lalu menaruhnya di atas meja, dan itu membuat Doni melihat nya.
"Doni.. sebenarnya saya gak perlu jelaskan apa yang terjadi antara saya dan Syafeera, karna hubungan kami ini sah di mata Hukum dan juga Agama.."
"sah mata Hukum dan Agama??" tanya Doni memastikan lagi
"iya.. tapi berhubung kami memang belum di publikasikan, jadi saya menjelaskan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman"
"sebenarnya saja memang gak berhak sih pak ikut campur, tapi saya cukup kaget aja melihat kebersamaan bapak dan Syafeera"
Aydan membuka kunci handphone, galeri pilihan, menscroll handphone, mencari sesuatu....lalu beberapa saat kemudian Aydan mengarah handphone ke arah Doni.
__ADS_1
Dan betapa kagetnya Doni saat melihat apa yang Aydan tujuan kan, Foto pernikahan sang Dosen dengan Syafeera, lalu foto Buku nikah mereka, terakhir desain undangan digital yang baru saja dibuat siang tadi.
"jadi bapak dan Syafeera...??" tanya Doni sambil menunjuk keduanya bergantian, masih tak percaya
"kami sudah menikah, 7 bulan lalu, dekan dan Beberapa dosen juga tahu, dan kami memang belum mengadakan resepsi, In Syaa Allah Bulan depan, seperti yang kamu lihat di undangan itu, kami sedang mempersiapkan semua nya"
Doni melihat ke arah Syafeera, dan Syafeera mengangguk kepala, menjawab keraguan Doni yang kakak leting nya, dan juga merupakan teman akrabnya nya, sekaligus sahabat dari pria yang menyukai nya.
"Huufft... cukup mengagetkan sih pak, dan buat saya juga agak gak percaya..hehe.. tapi jika itu kenyataan,. saya cuma bisa ucapkan selamat"
"Makasih kak, maaf ya buat kak Doni kaget dan pasti mikirnya yang aneh-aneh soal Sya..."
"gak lah Sya... saya tahu kamu wanita baik-baik, kamu gak perlu khawatir, saya akan simpan ini, tapi undangan makan enak nya jangan lupa.."
Syafeera tersenyum lega, dia percaya Doni bukan pria mulut emak-emak,. jadi bisa di percaya
"Alhamdulillah... In Syaa Allah nanti saya kirim" balas Aydan
"aman kalau sama saya pak..."
"kamu beneran gak mau makan..??"
"gak perlu pak, saya juga udah kelamaan di sini, tadi mau beliin pesanan bunda, bisa merepet nanti bunda saya pak.."
"kalau gitu lain kali ajak bunda kamu ke *Green Coffe*, bebas mau pesan makan apa saja..."
"bisa aja kak Doni nich.. mampir lah kak, sebut aja nama Sya... nanti gratis...."
"nama Sya...??"
"itu coffeshop punya My Lecturer My Husband"
"Serius pak...??" Aydan mengangguk
"perlu Sya share log gak...??"
Setelah pembicaraan serius itu mereka pun saling berbincang santai, lebih ke Syafeera sich, Aydan mah biasa, datar.
🌠🌠ðŸŒ
"Gimana kalau yang lihat kita mahasiswi mas yang ngebet sama mas...???" tanya Syafeera saat mereka sudah di kamar.
"ya tinggal jelasin aja" jawab Aydan datar
"ia di depan mas santai,, pas mas gak ada, gak tau dech..."
"gak ada yang berani macam-macam"
"mas nich ya, Sya itu udah dag Dig Dug , dia nya santai..."
__ADS_1
"semua udah mas Persiapan Sya..."
"eh kok Sya gak tau soal foto kita serta undangan tadi..."
"foto nikah itu kan bunda yang ambil, sedang surat nikah mas yang foto, karna mas tau ini pasti di butuhkan,. Sadang kan undangan tadi,. baru juga di kirim.
"hmm... suami Sya ini menyimpan banyak rahasia ya..."
Aydan menarik tangan Syafeera lalu memeluknya, membawa Syafeera tidur dalam dekapannya. menikmati malam Ahad bersama sang kekasih halalnya.
Di tempat lain ada Adrian CS sedang berkumpul...biasa malam Ahad, menikmati malam Kota Pelajar ini bersama dengan sohibnya.
"Kamerin sebelum liburan Aku nyatakan perasaan ku sama Syafeera, tapi nihil hasilnya" ujar Adrian, ada rasa bersalah di dalam diri Doni karna tak bisa memberi tahu kebenaran nya tentang Syafeera,.mana mungkin Syafeera menerima cinta, sedang dia sudah bersuami, itulah pikiran Doni saat ini
"berjuang terus, belum maksimal mungkin.." ujar Boy
"aku siap kok nunggu... cuma butuh kepastian aja, kan kita bentar lagi nyusun skripsi, aku gak tahu apa yang akan tejadi kedepan nya nanti"
"sudah lah... mungkin dia sudah ada yang punya..." ujar Doni
"dia sempat bilang gitu juga sih Don.."
"mu tahu Don..??" tanya Boy
"ya perkiraan aja,.habis selama ini selalu nolak..."
"wah kalau bener, jadi hari patah hati Donk..."
Adrian terdiam sesaat "aku akan pastikan lagi pas kita masuk kuliah"
"Jangan terlalu di paksa, Syafeera tuh gak bisa main paksa, mu tahu kan gimana dia sama Boby... semakin di Pepet, semakin menjauh..."
"ia juga sich.." balas Boy
Doni ingin jujur, tapi dia sadar, itu bukan ranah lingkungan nya, apalagi kan mereka pasti sebentar lagi akan melangsungkan resepsi, walau Doni tahu, sahabat ini pasti akan patah hati.
Tapi begitulah cinta, ingat jangan menaruh harapan kepada manusia, dia bisa mengecewakan mu, taruhlah harapan Mu kepada Allah.. karna Allah tahu yang terbaik untuk Mu.
Innallaha Ma'ana (Sesungguhnya Allah bersama Kita)
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1