Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
menghindar


__ADS_3

Menyesal?? masih bisakah menyesali semua yang terjadi?? Kadang kita manusia suka berfikir, kenapa tidak seperti itu...?? Andai Begini...!! Andai begitu...!! Jikalau begini...!! Dan masih banyak kata andai lain nya..


Ingat....!!! Manusia kan hanya bisa berencana,. Penentuan ya tetap Allah.. jika yang terjadi tidak sesuai.. itu nama nya Qadarullah....


Kadang yang baik bagi kita, belum tentu baik menurut Allah.. malah kadang sebaliknya buruk bagi kita, baik di mata Allah... Allah punya caranya tersendiri dalam memberi nikmat.


Karna Nikmat yang Allah beri itu terkadang berbentuk Ujian


Kurang lebih itu isi kajian beberapa hari yang lalu, Syafeera berusaha mencerna apa yang ustazah sampaikan.. lalu membatin "apakah ini juga bentuk nikmat yang berupa Ujian... Di uji menghadapi suami dingin, lalu nikmat apa yang Allah siapkan.. ya seandainya aku mengunci kamar itu dengan baik... saat ini aku tak berada di posisi ini.


Melajukan kendaraannya dengan berjuta pemikiran... Sempat sedikit oleng tapi berusaha kembali Fokus. Syafeera sampai di depan rumah dengan nuansa klasik itu, rumah coklat seperti list kayu.. rumah sang suami Aydan Atthallah, lelaki terdingin yang pernah dia temui...


"Assalamualaikum..." salam Syafeera


"waallaikumusallam..." jawab si mbak


"Bunda mana mbak...???" tanya Syafeera yang tak melihat bunda


"tadi siang bunda balik ke Surabaya Non, ada yang harus di urus mengenai sekolah Non Adinda..." jawab si mbak sambil memindahkan masakan nya ke dalam mangkuk sayur


"sepi Donk....trus kapan balik nya mbak??"


"wah soal itu Mbak gak nanyak non..."


"ya sudah Sya ke atas dulu mbak, gerah mau mandi, tadi baru selesai tanding Voli..."


Si mbak membalas dengan anggukan.


Sesampainya di kamar Syafeera langsung bergegas ke kamar mandi.. setelah merasa segar kembali, dan sudah berpakaian lengkap hanya saja rambut nya masih tebalut kain handuk kecil berwarna hijau muda.


Syafeera duduk di sofa dengan kaki bersila dan laptop di pangkuan nya.. ada email masuk dari BEM, yang berisikan pekan depan akan di adakan bansos di salah satu desa.


Syafeera membuka internet banking nya, mengecek saldo yang ada di rekening, tak bertambah yang ada berkurang, biasa setiap awal bulan Ayah sudah mentransfer uang jajan nya, tapi kok ini belum ya...


"kok ayah belum transfer ya, ada apa ya?? padahal kan mau kasih bantuan sedikit buat acara BanSos,.kan gak mungkin minta Sama pak Aydan..." guman nya sendiri saat melihat saldo di rekeningnya


Syafeera menscroll Handphone nya... lalu menekan tombol telfon pada kontak yang bertulisan nama -Ayah-


"Assalamualaikum yah..." salam Syafeera saat panggilan nya di jawab


"waallaikumusallam... tumben ni anak ayah nelfon..."


"Ayah bunda sehat kan?? semua baik kan..?? atau ada masalah sama toko??"

__ADS_1


"loh...loh..loh... kok gitu nanyak nya Sya...??"


"barusan Sya cek saldo, ayah belum transfer, apa ada kendala yah.. kalau ada Kendala cerita aja ya..." tanya Syafeera dengan khawatir


"hahahha...." ayah malah tertawa mendengar ke khawatiran sang putri nakal nya


"Alhamdulillah semua baik, gak ada masalah kok Sya..."


"trus...??"


"loh memang nya nak Aydan gak ada bilang ke kamu??"


"mengenai apa yah..." tanya Syafeera penasaran*


"Aydan beberapa hari lagi nelfon ayah, mengenai keperluan kamu mulai dari kuliah dsn lainnya Aydan lah yang bertanggung jawab..."


"kok pak Aydan sih ya...??" tanya Syafeera protes


"Kan dia suami kamu sayang, kamu juga masa manggil suami masih dengan panggilan pak sich..??"


"belum biasa yah.. lagian Sya mana berani minta saya pak Aydan..."


"harus di biasakan Sya... jika di luar kampus jangan Donk panggil dia pak.... dan soal biaya kamu, ayah juga sudah bilang, biar ayah yang nanggung, tapi dia maksa Sya, dan mendengar penjelasan nya, ayah pun setuju..."


"ya udah dech... gimana ayah aja...ya udah Sya matikan telepon nya, ayah sama bunda baik-baik ya.. Assalamualaikum..." ujar Syafeera sedikit sendu


Sebelum magrib Aydan sudah di rumah, sebenarnya Syafeera heran, kenapa sang suami selalu pulang di luar jam kampus, pekerjaan apa yang dia lakukan di luar, tapi Syafeera tak berani bertanya.


Saat Aydan masuk ke kamar, Syafeera memiliki keluar, entah kenapa menghindari sang suami menurut nya lebih baik, apalagi masih ingat izinnya yang tak dia dapat, dan soal uang bulanan, membuat Syafeera ingin kabur..tapi lagi-Lagi isi kajian beberapa hari lalu terbuang di telinganya.


Syafeera melaksanakan sholat bersama si mbak,. sedangkan Aydan pergi ke masjid, biasa jika ke masjid Aydan akan pulang setelah sholat isya. dan itu Syafeera manfaat kan untuk makan lebih dahulu.


"Non tumben gak nunggu den Aydan...??" tanya Si mbak heran


"males...lagi gak mood berhadapan sama pak Aydan mbak... bikin mood kacau" jawab nya


Si mbak hanya bisa senyum sambil geleng-geleng kepala mendengar jawaban Syafeera


Selesai makan Syafeera naik, menunaikan sholat di kamar adalah pilihannya..dan Saat Aydan pulang, dia heran kemana Syafeera sang istri nakal nya itu


"mbak sya udah naik?? udah makan??"


"sudah den..."

__ADS_1


"kok gak nunggu...??"


"kata non Sya males...lagi gak mood berhadapan sama pak Aydan mbak... bikin mood kacau" si mbak mengulang apa yang Syafeera ucapkan tadi


"Sabar den... jangan terlalu keras, kalau Aden keras,. yang ada non Syafeera akan berontak.. non Syafeera itu baik kok, termasuk menurut, hanya dia punya cara sendiri untuk memberontak, salah satunya ini, menghindari Aden..." nasihat si mbak


Aydan terdiam sejenak, mencerna apa yang si mbak sampaikan,.lalu membuang nafas nya kasar..selesai dengan makanannya, Aydan pun naik, dan saat di kamar lagi-lagi Syafeera sudah berselimut di ranjang , ya dia menghindar sang suami dingin nya.


Aydan membaringkan tubuhnya menghadap Syafeera, dengan kepala yang bertumpu pada tangan nya yang di kepal, Syafeera dalam melihat walaupun mata nya terpejam, dan membuat nya membalikkan tubuh nya untuk membelakangi Aydan, tapi apa?? baru tumbuh bergerak sedikit, tiba-tiba tangan Syafeera di tarik oleh Aydan.


Kini posisi mereka sangat dekat, sedikit saja Aydan menggeser kan lagi tubuhnya lebih dekat, detak jantung Syafeera pasti bisa dia rasakan.


Syafeera berusaha menggeser tubuh nya sedikit, tapi terhalang oleh tangan Aydan yang tiba-tiba melingkar di perut Syafeera.


"ni kulkas kenapa sich... buat jantung gak karuan aja..." batin Syafeera


Tapi entah dapat keberanian dari mana, tiba-tiba Syafeera membalikkan tubuhnya, dan kini mereka saling berhadapan.


"Kenapa meluk-meluk??" sewot Syafeera


"gak papa..." jawab Aydan datar


"awas Sya mau tidur..." sambil berusaha melepaskan tangan Aydan yang melingkar di perut nya


"ya udah tinggal tidur.."


"kenapa sih bapak tu nyebelin...??" proses Syafeera, tapi di balik protes nya ada air mata yang dia tahan.


"kenapa...?? marah karna tidak saya izinkan pergi dengan Hanum...??"


Syafeera terdiam, bukan gak ingin menjawab, tapi dia berusaha kuat agar air mata nya tidak jatuh.. tapi sayang Aydan menyadari itu. tiba-tiba Aydan mengusap ujung mata Syafeera yang nampak menahan air.


"kenapa?? kenapa kamu bisa tersenyum bahagia di depan pria lain?? apa saya terlalu dingin seperti yang sering kamu bilang?? kenapa keceriaan yang dulu pernah saya lihat sebelum kita menikah, semua pudar??"


Syafeera masih diam, jawaban apa yang harus dia berikan?? bahkan dia sendiri saat ini tidak tahu apa yang dia inginkan.


"maaf jika mungkin saya dingin seperti yang kamu bilang, maaf jika saya mungkin terlalu keras sama kamu.. Syafeera jawab Donk, saya bukan tidak punya ilmu telepati yang bisa membaca isi hari orang lain Sya..."


"Hiks...hiks.. bapak tu egois... apa-apa ngancam.." jawab nya lirih dan jawaban itu membuat Aydan meletakkan tangan nya di bawah kepala Syafeera, kini tangan Aydan menjadi bantal untuk Syafeera, sedangkan tangan kiri nya mengelus rambut panjang sang istri nakal nya itu.


🌠🌠🌠


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2