
Beberapa hari berlalu dan hari ini hari pertama pak Budi (penjual bakso) mulai stay di Green.
Semua perkakas sudah Aydan siapkan, pak Budi tinggal mengolah dan melayani pelanggan.
Bahan semua modal dari pak Budi, pak Budi tidak perlu membayar sewa tempat, cukup menyediakan Basko, bakso yang awalnya pak Budi jual dengan harga 10rb per porsi, di hargai 12rb oleh Aydan, dan pihak green menjual nya dengan harga 15rb.
Aydan memberlakukan sistem seperti itu agar pak Budi tidak bingung dengan hasil, berapa yang terjual langsung Aydan bayar. Pak Budi benar-benar sangat berterima kasih, bagaimana tidak, dulu dia harus berkeliling panas kepanasan, hujan kehujanan, tapi bertemu dengan Aydan, Aydan memberikan tempat yang tak pernah pak Budi impikan. Tampa biaya, bukan soal keuntungan, Aydan ingin membantu, bukan memperkerjakan pak Budi, tapi kerja sama.
Bagaimanapun pak Budi sudah lanjut usia, tak baik jika harus terus mendorong gerobaknya. setia kita punya cara tersendiri untuk membantu seseorang.
Jangan pernah ragu melakukan hal baik walaupun kecil, karna terkadang yang kecil itu berniat besar untuk orang lain.
Ada ungkapan HARTA TAK DI BAWA MATI...!!!
tapi itu Salah... sejatinya Harta itu akan bisa kita bawa Mati.. bagaimana cara nya??
Bersedekah.. menggunakan Harta Mu di Jalan Allah.. Menggunakan Harta Mu bermanfaat untuk yang membutuhkan.
Itulah Harta yang akan kita bawa Mati.
"Gimana pak penjualan hari ini??" tanya Aydan yang baru pulang dari kampus
"Alhamdulillah, mas berkat bantuan mas Aydan , mbak Sya dan semua yang ada disini, sempat keteter..."
"Udah habis pun... kurang nih pak Budi buat bakso nya" Arga bersuara
"Gak papa.. berarti itu jatah rezekinya, besok bisa kita tambah lagi..." Ujar Aydan sambil menepuk pundak pak Budi memberikan semangat.
"Oh ya Nin, menu pak Budi sudah tertera kan di sistem, jangan lupa langsung di bayarkan, biar pak Budi bisa langsung belanja" tambah Aydan
"siiip...." jawab Nina sambil mengacungkan dua jempol nya
"Pak Budi kalau ada sisa sayur, pokok nya keperluan dagang pak Budi yang gak tahan lama, simpan aja di kulkas ya...tanya aja sama Angga, saya masuk dulu.."
"baik mas Aydan..." balas pak Budi ramah
"nanti berjalannya waktu, kita buat menu baru pak, kita kreasikan.." ujar Arga
"saya bersyukur di pertemukan dengan orang-orang baik..."
"harus pak, harus bisa saling membantu, oh ya kapan-kapan ajak keluarga bapak kesini" ujar Nina
"ah...nanti malah ngerepotin..."
"akhir pekan biasanya rame pak, kan bisa bantu-bantu bapak, soal kita juga lagi cari pekerjaan baru, belum dapat" balas Angga
"boleh-boleh, nanti saya ajak anak saya yang SMA..."
"cewek apa cowok pak...??" tanya Arga
"kalau cewek Lo mau apa??" tanya Angga
"dimaklumi pak, jomblo akut" timpa Nina
"ya ela....sesama jomblo jangan saling menjatuhkan..." balas Arga
"gak papa saling menjatuhkan, siapa tahu nanti jatuhnya ke pelaminan... ya kan pak Budi?? hahaha" ledek Angga
Selesai berbenah Pak Budi pun pulang, karna harus segera belanja untuk persediaan besok.
🌠🌠ðŸŒ
"eh Sya.. pak Aydan udah pulang kayak nya tadi...??" tanya Hanum memastikan
"gak ada jam lagi.." balas Syafeera
__ADS_1
" Sya.. kata nya ada rapat antar anggota BEM dari setiap kampus ya??" tanya Hari
"iya..."
"soal apa Sya...??" tanya Risa
"Demo di gedung DPRD.." jawab Syafeera singkat
"soal apa Sya...??"
"bahan pokok terus melonjak, sedangkan pendapat tak naik-naik, mencekik rakyat" Jawab Syafeera
"wah berarti kamu ikutan Donk..." tanya Bagas
"rapat pasti ikut tapi kalau terjun ke aksi demo gak jamin mas Aydan akan izinkan atau tidak..."
"mahasiswa gak demo gak asik Sya..." balas Agung
"tu mulut jangan lemes,.Sya gak bisa main ikut aja, kan udah punya suami" ujar Hanum
Tiba-tiba notifikasi pesan di handphone Syafeera berbunyi
-My Hubby-
📨Sya.. nanti kabarin kalau udah mau pulang.
📨Sya ada rapat anggota BEM mas, mungkin agak telat pulang nya - balas Syafeera
-My Hubby-
📨Oke..kabarin aja nanti ya.
"Siapa Sya...??" tanya Hanum
Tepat jam 2 siang para anggota BEM berkunpul,. membahas tentang agenda Demo yang akan mereka langsungkan lusa.
"Bisa ikut sya..." tanya Adrian, ada rasa canggung tapi harus profesional. tak akan mudah membuang rasa yang pernah ada. tapi harus bisa membuang nya.
"Di usahakan, gak janji..."
"kenapa Sya, pados gak ngizinin Sya??" tanya anggota BEM lain nya
"sebenarnya bukan soal dapat izin atau tidak, tapi Sya dari dulu menang gak pernah ikut kegiatan seperti itu"
"Sya masak sekretaris BEM gak ikutan, menyuarakan isi hati rakyat.."
"anggap aja Sya seorang sutradara, gak pernah tampil di depan, tapi hasil dapat di nikmati banyak orang" jawab nya santai
"sa ae si Sya..." (bisa aja si Sya..)
"hidup di balik layar ya sya..."
"begitulah kira-kira...hehe"
"udah...udah..kembali ke pembahasan, soal siap yang ikut gak jadi masalah, yang penting kita ada yang mewakili kan" Adrian bersuara
Dua jam berlalu, rapat pun di tutup karna sudah sore juga, di kampus juga tinggal anak-anak BEM yang berkumpul.
Syafeera juga baru selesai dengan sholat Ashar nya, bergegas mengirimkan pesan untuk sang Suami. sambil menunggu Aydan datang Syafeera pun berjalan menuju parkiran, tapi tiba-tiba tangan di tarik oleh seseorang.
"Kak Bobi... lepasin.." berusaha melepaskan genggaman Bobi
"ikut aku..." ujar Bobi dengan wajah yang sudah merah menahan marah, Bobi membawa Syafeera ke belakang kampus, yang memang sudah sepi.
"lepasin Sya... kak Bobi mau ngapain...??" tanya Syafeera sedikit takut, karna dia tahu Bobi cukup nekat
__ADS_1
Bobi melepaskan cengkraman nya, menatap Syafeera dengan begitu tajam. Bobi yang beberapa pekan ini sedang cuti begitu mendengar kabar pernikahan Syafeera, emosi pun memuncak.
"Kenapa Sya.. kenapa kamu pilih dosen itu..??" tanya Bobi dengan nada tinggi
"itu adalah pilihan Sya, gak ada hubungannya dengan kak Bobi.."
Bobi mencengangkan pundak Syafeera. entah setan apa yang merasuki nya
"lepasin kak..."
"gue cinta sama Lo Sya, Lo milik gue, gue udah coba ya baik sama Lo... kenapa malah milih dia..." bentak Bobi
"perasaan kak Bobi itu urusan kak Bobi, gak ada Hubungannya dengan Sya.. Sya gak cinta sama kak Bobi, kak Bobi gak lebih dari kakak leting Sya..." Jawa Syafeera jujur, dan kejujuran itu membuat kemarahan Bobi meningkat
Bobi melihat bibir ranum Syafeera, bukan polesan lipstik merah, lipstik warna coklat yang tampak natural, tapi tetap membuat Bobi ingin menerkam nya. Syafeera sadar pada tatapan Bobi.
"Kak Bobi mau ngapain..??" tanya Syafeera, Bobi tersenyum miring, Bobi ingin melahap bibir Syafeera tapi Syafeera dengan cepat menutup mulut nya, Syafeera berontak , tak akan membiarkan laki-laki yang sudah seperti kesurupan ini melakukan hal senonoh kepada nya.
"Bob...Lo mau ngapain..." bentak Adrian yang baru datang. Bobi mengalihkan pandangan ke arah suara, dan itu tak di sia-sia oleh Syafeera untuk lepas dari cengkeraman Bobi, tapi sayang baru berapa langkah, Bobi menarik tangan Syafeera kembali
"lepasin Sya..." berontak Syafeera
"Bob lepasin Sya Bob..." bentak Adrian
"Lo gila ya Bob..." bentak Boy
"dia wanita gue.. mau apa kalian"
"lepasin Sya..." Syafeera terus berontak
"Bob dia udah punya suami..." bentak Adrian
"gue gak peduli... apa yang gue mau, maka harus gue dapatkan.. Lo mau apa Sya, Harta...?? gue beri...!!"
"Sya mau kak Bobi lepasin Sya.."
"jangan gila Bob..." Ujar Boy
"Alah.. kalian itu munafik, kalian juga suka kan sama Syafeera... kalian aja yang lemah..."
"mas..." lirih Syafeera memanggil sang suami,air mata nya Seakan mau tumpah
"lebih baik kalian pergi" bentak Bobi
"giman kita mau pergi, Lo bakal ngelakuin hal nekat, ingat Bob Lo bisa kena masalah..." Doni angkat bicara
"ada apa ini??" tanya seseorang dan ternyata itu Aydan, dia baru sampai dan mencari sang istri tapi tak dia temukan, dan mendengar keributan, membuat nya datang ke arah suara itu.
"Mas... tolong Sya..." terikat Syafeera, dan betapa kaget nya Aydan, sang istri dalam genggaman Bobi
"Sya..."
Melihat kedatangan Aydan Bobi dengan cepat mencengkeram leher Syafeera dengan lengan nya, membuat Syafeera terjepit.
"Bobi.. lepaskan istri saya..." bentak Aydan dengan marah nya.
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1