
Waktu terus berlalu, mereka menikmati semua proses yang ada.. Aydan memang tidak pernah menyatakan Cinta, tapi yang namanya wanita itu pasti menuntut suatu pernyataan. padahal jika dilihat dari siap Aydan, dia bisa merasakan cinta itu, tapi sepertinya itu belum cukup meyakinkan untuk nya.
"Kak Arga...Mas Aydan mana??" tanya Syafeera tiba-tiba yang sudah masuk ke green dengan membawa rantang makanan
"eh Syafeera, ada Sya di dalam, tapi lagi ada tamu.."
"ya udah Sya tunggu di sini aja" Arga mengangguk plus bingung, karna yang didalam bukan tamu biasa, Arga adakah sahabat Aydan masa SMA dulu jadi sangat mengenal Aydan, maka dari itu dia sangat di percaya oleh Aydan
Syafeera duduk asik dengan benda pipih nya, sedangkan Aydan di ruangan nya
"Dan (Aydan)....Aku tahu aku udah pergi Tampa berita, ninggalin kamu Begitu saja, tapi aku terpaksa Dan... papa sama Mama maksa aku, untuk bayar hutang nya, minta sama kamu gak mungkin kan?? kita waktu itu masih sama-sama anak SMA..."
"Larisa... aku udah maafin kamu, tapi maaf aku gak bisa dan aku juga sudah menikah.."
"kamu jangan bohongi aku Dan.... kamu itu cinta banget kan sama aku..."
"maaf dulu itu bukan cinta, itu sebuah godaan dari Syaiton... dan itu salah.."
Aydan berulang kali meminta Larisa untuk keluar, tapi Larisa tidak peduli, jadi sekarang Aydan yang keluar, dan saat Aydan keluar Larisa mengejar nya dan memeluk nya dari belakang Tampa malu.
"Larisa lepasin... malu di lihat orang" bentak Aydan dan itu membuat Syafeera melihat ke sumber suara, bagai di sambar petir di siang bolong, Syafeera yang istri nya saja tidak berani memeluk Aydan di depan umum.
Syafeera beranjak dan Tampa sengaja menjatuhkan bekal yang dia bawa dari rumah, masakan yang sengaja dia masak untuk sang suami.
Prang...!!!
kotak nasi dari stainless itu pun terjatuh berserah beserta isi isi nya.
"Sya..." Ucap Aydan
"kak Arga minta tolong bersihin ya.." ujar nya lalu keluar
"Sya tunggu..." teriak Aydan dengan berusaha melepaskan pelukannya Larisa
Jika telah berapa detik aja, Aydan dijamin kehilangan jejak Syafeera... Aydan mengejar Syafeera
"mau kemana...??" tanya Aydan dengan berusaha merebut kunci motor Syafeera
"bukan urusan mas....siniin kuncinya..."
"kamu istri mas, jelas itu urusan mas.."
"trus pelukan di depan umum apa artinya??" tanya Syafeera dengan emosi
"kemobil ya,.nanti mas jelasin..."
"gak... Sya mau kunci motor Sya.." sentak Syafeera
"Sya dengerin kata mas,.masuk mobil" ucap nya dengan penuh penekanan, Aydan lupa akan sifat keras kepala syafeera, Syafeera bukan menuju mobil malah belalu meninggalkan Aydan ke arah lain dengan jalan kaki
"Astagfirullah.. kok keras kepala nya pakai banget sich..." runtut sambil berlari mengejar syafeera
__ADS_1
Syafeera menyetop ojek, melupakan pesan Aydan yang melarang naik ojek apalagi supirnya laki-laki..Saat Syafeera hampir naik,. dengan cepat Aydan menarik nya.
"maaf pak gak jadi pak..." ujar Aydan memohon maaf ke tukang ojek
"Gimana sih mas sama mbak ini.." kesal sang supir
"ini pak sebagai ganti ruginya..." Aydan memberikan sang ojek selembar rupiah untuk menghilangkan kekesalan sang supir ojek. membawa Syafeera walau penuh penolak.
"lupa pesan mas sebelum nya..." ujar Aydan sat sudah di dekat mobil, sebenarnya banyak mata yang melihat, tapi Aydan tidak peduli akan semua itu.
"lupa barusan di peluk siapa??" tanya Syafeera sinis
"masuk dulu biar mas jelasin, jangan main marah..." ujar Aydan lembut
"Sya.. masuk dech..." kali ini Arga yang datang
"gara-gara kamu ni Ga..." ujar Aydan dengan kesal
"kak Arga tahu semua ini...??" tanya Syafeera dengan tatap tajam nya
"iya... wanita itu tahu alamat ini dari saya Sya,. tapi bukan untuk tujuan jelek kok, karna dia bilang mau minta maaf"
"Minta maaf...??"
"Jelasin dech Dan....mu yang lebih paham kan..." ujar Arga
"kalau gitu kita masuk dulu ke dalam ya, biar jelas.. biar mas kenalin sekalian..." ajak Aydan
"Sya mau pulang..." tolak Syafeera
"Sayang..... (masih dengan merangkul Syafeera) kenalin ini Larisa.. dan Larisa kenaikan ini istri saya" ujar Aydan
Syafeera bukan menjawab, dia malah melihat sang suami, panggilan sayang membuatnya terteguk..
"kamu lagi berusaha bohongi aku ya Dan..."
"Larisa...semua staf ku tahu, dia adalah Istri ku,. untuk apa aku berbohong....dan apa perlu aku umumkan di depan pengunjung caffe ini, bahwa dia istri ku..??" tanya Aydan , pertengkaran mereka membuat pengunjung memperhatikan mereka
"Larisa, ini beneran, dia Syafeera istri Aydan, dan kamu hubungi aku kata nya mau minta maaf kan.." Arga bersuara
"Larisa...apa yang terjadi di antara kita waktu SMA dulu, itu salah.. dan itu hanya sebatas cinta cinta an...soal kepergian mu yang tanpa kabar, aku bersyukur, karna semua itu mengajarkan ku banyak hak...jadi tidak perlu merasa bersalah,aku sudah maafkan nya.."
"Ga...mu urus semua kekacauan ini, saya sama Syafeera akan pulang..."
Arga mengangguk.. Aydan membawa Syafeera ke mobil dan tak lupa memberikan kunci motor Syafeera ke Arga..."masukan aja ke toko nanti pas tutup" tambah Aydan
🌠🌠🌠
Sesampainya di rumah Syafeera langsung ke kamar, bahkan sosok bunda seakan tidak tampak dimatanya
"loh kok cepet pulang nya??? syafeera kenapa..??" tanya bunda kepada Aydan yang baru saja ikut masuk
__ADS_1
"syafeera salah paham Bun, tadi ada Larisa ke coffeshop..."
"Larisa..??"
Aydan mengangguk "Aydan harus jelasin ke Syafeera Bun..."
"pelan-pelan dan harus sabar ya..."
"iya Bun..." Aydan pun menuju kamar nya,.Aydan Melihat Syafeera yang tengah memasukkan pakaian nya ke koper
"mau kemana??" tanya Aydan lembut
"Sya mau tidur di kamar tamu.."
"Sya...kan tadi udah dengar sendiri dari Arga...mas gak pernah mengundang dia datang....ok dia adalah masa lalu mas di masa SMA dulu Sya...itu sudah lama, dan mas juga gak pernah berhubungan lagi dengan wanita lain, bukan karna tidak move on, tapi mas sadar semua itu salah, dan mendekati zina.."
"bohong..."
"gimana caranya untuk kamu percaya sama mas, mas udah coba Jujur.."
"kamu pasti mikir nya mas udah ngapain ya sama dia?? Allah maha melihat sya,.demi Allah mas gak pernah macam-macam" Aydan memeluk Syafeera yang sedang berjongkok
"jangan pernah tinggalkan mas..mas gak akan bisa..." bisik nya
"kenapa..?? tuntutan?? jangan di paksa!!"
Aydan membopong paksa Syafeera lalu mendudukan nya di ranjang, Aydan duduk tepat di hadapan Syafeera dengan menggenggam tangan Syafeera
"Dari awal mas udh pernah bilang tidak ada keterpaksaan, mas juga udah bilang mas akan belajar mencintai Mu...lupa dengan itu??" tanya Aydan
"Jadilah istri Ku...mas pernah minta itu sebelum pernikahan kita, apa kamu lupa sya??"
"ok alasan kita menikah memang semua karna kesalah pahaman, tapi ingat sya, janji kita kepada Allah tidak ada kesalahan pahaman, Allah sangat paham akan itu semua, bahkan status kita tidak lepas dari takdir Allah"
Syafeera terdiam mengingat semua kejadian dimana Aydan menyetujui pernikahan ini, dia kan belajar mencintai nya, tidak akan memaksa memenuhi kewajiban, semua tergambar jelas di ingatan ya apa yang Aydan katakan dulu.
"Sya.... mas udah pernah bilang, mas bukan pujangga Sya, yang mampu merangkai kata.."
"Apa mas mencintai ku...??" pertanyaan yang selama ini dia pendam, kali ini lolos dengan begitu sempurna.
Aydan terdiam seakan mulutnya terkunci "sekali lagi Sya tanya, apa mas Mencintai Ku..??" sentak Syafeera
🌠🌠🌠
Taqobbalallaahu minnaa waminkum 🤲🤲🤲🙏🙏🙏
SELAMAT IDUL FITRI 1443 H
Lanjut kita ?? Lanjut halal bihalal dulu ya
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
__ADS_1
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an