
Tak terasa usia kandungan Syafeera sudah memasuki 8 bulan, soal urusan kampus masih Syafeera jalani seperti biasa, perut nya yang kecil membuatnya sangat lincah, bahkan orang-orang mengira Syafeera baru hamil 6 atau 7 bulan, lebih ke faktor tubuh sepertinya.
"Sya.. kenapa belum Ngajukan cuti..??" tanya Risa, obrolan sembari menunggu dosen masuk
"belum kepikiran, lagian masih bisa di tangani kok.." jawab Syafeera
"tapi sya.. nanti kalau tiba-tiba kamu mau melahirkan di kampus gimana??" tanya Heni
"kan ada kalian..." jawab Syafeera santai
"nih anak ya, dia yang mau lahiran kita yang takut.." balas Hanum
Sebenarnya rasa takut itu Syafeera rasakan, tapi memang tidak dia tunjukan, bahkan sekarang hampir setiap hari menelfon bunda, menonton video prosesi melahirkan normal. bahkan kadang terlintas pikiran untuk OC (Operasi Caesar).
"Takut udah pasti lah...tapi masa iya Sya harus berkoar-koar..."
"Mommy Sya itu hebat, pasti kuat..." Hanum memberi Semangat
"nanti kalau gak kuat angkat bendera putih ya Sya...biar Dokter tahu..." ujar Hati
"Kamu kira perang apa...??" balas Heni sambil melempar serbet ke wajah Hari
"wooi....kotor nich..." sewot Hari karna serbet nya pas mengenai wajah nya
"masih lebih kotor o*tak Lo Har.. perlu di steam.." balas Heni
"kering Donk..." balas Bagas
"Tambah gak nge akhlak dia nanti Hen.." balas Agung
"kenapa kalian yang ribut ya..." Sewot Hanum
Syafeera malah terkekeh dengan tingkah mereka, mood booster, walau kadang gal nge akhlak mereka.
"Kan memang ini perang, dan melahirkan itu pahalanya besar loh, perjuangan juga luar biasa, Surga balasan nya" balas Hari tak mau di salahkan
"kerasukan malaikat apa Har??" tanya Bagas
"terserah, asal jangan malaikat Izrail.." balas Hari
"metong Donk..." balas Agung dan yang lain pun ngakak
"eh Sya..Boby Boy, atau baby Girl..??" tanya Risa
"Kalau Baby boy Sya, nanti aku belikan mobil elektrik anak..." Ujar Hari
__ADS_1
"Sya..catat Sya..catat.. Hari suka lupa tuch..." ujar Risa
"Gak bisa pakai di catat.. reka ulang, di Video in..." ujar Heni
Bagas berlari cepat, entak kemana dan dengan cepat dia sudah kembali dengan selembar kertas dan materai
kembali dengan napas yang ngos ngosan
"huh..huh..huh..."
"kamu kemana gas, kayak orang mau melahirkan...???" tanya Hanum
Bagas meletakkan semua yang dia bawa di atas meja.
"Buat perjanjian di atas materai" ujar nya masih dengan nada ngos ngosan
"Kampriiit ya kalian... dikira apaan, tadi satu minta di buatkan video, eh ini surat di atas materai..." sewot Hari karna tadi saat bagas pergi semua mendesak untuk Membuat reka adegan, dan mau tak mau Hari menurutinya.
"tu mulut kan lemes Har, jadi butuh hitam di atas putih..." balas Bagas lagi tapi dengan nada yang sudah stabil
"udah tenang aja, aku serius kalau baby boy beneran aku beliin Mobil elektrik anak.."
"capek-capek nih ke bawah beli ini..." omel Bagas
"siapa yang suruh...??" tanya Hanum
🌠🌠ðŸŒ
Jam sebelas malam Aydan terbangun, merasakan kering di tenggorokan nya, niat hati ingin beranjak mengambil air minum, tapi dia hentikan, mata nya menatap sang istri yang tidur membelakangi dirinya dengan mengelus pinggang nya
"Sya... kok gak tidur..??"
"pinggang Sya beberapa hari ini gampang pegel nya mas, gak nyaman, gak bisa tidur.."
"sebentar mas ambil air minum dulu ya.." ujar Aydan lalu berlari kecil menuju dapur, dan tak butuh waktu lama Aydan sudah kembali kekamar dengan membawa satu botol Tumbler yang berisikan air mineral.
"Minum dulu ya, apa karna aktifitas di luar..??"
"iya mungkin mas..."
Setelah di rasa cukup Syafeera kembali membaringkan tubuhnya..
"Minyak zaitun nya mana?? sini coba mas urut pelan-pelan pakai minyak zaitun..??"
"coba lihat di meja rias mas.."
__ADS_1
Aydan pun beranjak, mengambil minyak zaitun,lalu membalur di punggung hingga pinggang Syafeera, mengurut nya perlahan, Perjuangan sang istri tak lah mudah, dan dia pun tak bisa membayangkan nya seperti apa, tapi Aydan akan terus berusaha menjadi suami siaga.
Lama Aydan mengurut pinggang Syafeera, berusaha menghilangkan rasa kantuk nya. Aydan membuang napas panjang setelah Syafeera terlelap, lalu mengecup pipi Syafeera sebelah, karna posisi tidur Syafeera yang memang harus miring.
Aydan bukan melanjutkan tidur nya, Aydan malah menscroll Handphone nya, membuka aplikasi dokter, mencari info tentang apa yang dirasakan ibu hamil di usia kandungan Syafeera saat ini, dan benar saja, hal ini hak biasa yang akan Syafeera alami dan memang benar, si dedek juga semakin aktif, setiap mendapatkan elusan , belaian dari sang ayah, dedek begitu cepat merespon, tak jarang kadang Syafeera merasakan nyeri karna ke aktifan si dedek.
Setiap pagi Syafeera dan Aydan selalu menyempatkan untuk berjalan pagi, Begitupun hari ini walaupun hanya di teras rumah.
"Mas.... bunda jadinya kapan berangkat nya??"
"mas udah hubungi bunda kemaren, dan mas juga udah pesan tiket nya,. In Syaa Allah lusa.."
"Kamu udah ajukan cuti Sya..??" tanya bunda yang keluar dengan membawa buah
"Pekan depan Bun..." jawab Syafeera
"jangan terlalu di porsir Sya.. udah waktunya stay di rumah.." ujar bunda
"iya bunda bener Sya.. mas gak tega lihat kamu harus bolak balik, apalagikan ruangan kamu di lantai dua.." Ujar Aydan
"Mas akan urus semua hari ini, karna pak Wahid kamaren juga udah sempat tanya ke mas, kapan kamu mau ambil cuti.."
"tapi kan bosen mas dirumah aja.."
"nanti anak-anak suruh kerumah kalau kamu bosen" ujar Aydan dengan tegas, tak ingin di bantah
Apalagi Melihat Kondisi Syafeera saat ini yang mudah lelah, dan Aydan juga sudah konsultasi dengan dr.Arafah mengenai keluhan Syafeera, masih keluhan yang wajar, tapi tetap ini adalah pengalaman pertama, membuatnya lebih khawatir, bukan hanya Syafeera yang takut Aydan pun sama tak kalah takut nya.
Tapi Aydan tak bisa menampakkan semua itu, dia harus strong untuk Syafeera dan Dedek.
"Oh ya apa hasil pemeriksaan pekan lalu??" tanya bunda
"Alhamdulillah semua normal Bun, dan jika dilihat dari posisi dedek dan dilihat dari ukuran panggul Sya juga mendukung untuk normal.." Syafeera menjawab
"Bunda tahu,. pasti gak mudah apalagi ini persalinan pertama, tapi berusahalah rileks ya, kita berdoa, apapun jalan persalinan nanti, semua itu memiliki titik perjuangan tersendiri.."
"makasih ya Bun, selalu sabar sama Sya, selalu ada buat Sya, dsn selalu mendoakan Sya.."
"pasti sayang.. masa anak dan cucu gak bunda do'akan, semua bunda do'akan.. kalian semua, adalah kebahagiaan bunda.."
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an