Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Perpisahan


__ADS_3

"mas.. jika mas dulu Tampa sadar menyimpan rasa untuk Sya, ingat itu adalah masa lalu, masa mas sekarang adalah bersama Teh Qia dan Qey... fokus bahagia kan mereka, masa lalu biarkan jadi pembelajaran, jika mas merasa Sya punya rasa yang sama,. mas salah besar, maaf Sya permisi..." ujar Syafeera dengan tegas lalu berlalu pergi


"Mas mau tanya apa Sya bahagia?? Alhamdulillahi Sya bersyukur sekali jalan kami dalam membetuk pernikahan itu tak masuk di akal, mungkin di pandang remeh, atau bahkan ada yang menyalahkan keputusan ayah, karna suatu kesalah pahaman, padahal kami tidak saling bersentuhan, tapi Sya yakin setiap apa yang terjadi tak lepas dari skenario Allah, kembali kepada kita yang menjalani...Sya bahagia, dan Sya mencintai suami Sya karna Allah, karna ikatan Halal, karna Sebuah Ijab Kabul sang besaut kata SAH.." Tambah Syafeera lalu melanjutkan langkahnya


Ada sepasang mata yang menatap penuh binar dan bibir yang tersenyum mengembang. Tak salah jika ia adalah Istri seorang dosen, tak banyak bicara, tapi saat dia sudah berbicara, semua seakan berpihak kepada nya.


Ingin rasa nya Aydan menghampiri Yusuf, tapi dia tak ingin membuat kekacauan, Karna jawaban yang Syafeera berikan sudah mewakili apa yang ingin dia utarakan ke Yusuf.


Aydan sempat terfikir dulu Syafeera pun sempat menaruh rasa, tapi biarlah jika memang Syafeera tak ingin mengungkit masa lalu, yang terpenting adalah mass kini, saat ini.


Aydan bergegas untuk kembali ke depan,. sebelum Syafeera melihat nya. duduk bergabung dengan yang lain, dan ternyata baby Syahdan sudah terbangun dan mencari sang ibunda tercintanya.


"iih anak ayah udah bangun.. nyari mommy ya.." sambil mengambil Syahdan dari gendongan Bunda


"Biar Aydan bawa ke atas Bun, sepertinya haus..." bunda Mengangguk


Dan saat berdiri Syafeera sudah ada di hadapan Mereka.


"Sayang kita ke atas ya, Syahdan udah haus dan sepertinya popok nya juga udah penuh.." Syafeera mengangguk sebagai jawaban, dan sebelumnya mereka juga berpamitan dengan para tamu dan keluarga.


Sesampai di kamar Syahdan di baringkan di ranjang, sedikit merengek.


"udah haus ya anak mommy..."


"Sebentar ya, kita ganti popok nya dulu, biar gak gatal nanti pantat nya.."


Selesai mengganti popok di mana harus ada drama suara tangisan Syahdan yang menggema, dia sudah sangat haus dan lapar.


Syafeera dengan cepat membawa Syahdan dalam dekapannya, lalu memberikan nya ASI. suara tangis Syahda seketika hilang bagai di makan cicak yang merayap di dinding.


Aydan yang baru dari kamar mandi langsung memeluk mereka dari belakang, dagu nya di sandarkan di pundak Syafeera, senyum nya mengembang Melihat begitu kuatnya Syahdan dalam ber ASI.


"Masyaallah.. Anak ayah haus banget ya.." sambil mencolek pipi Syahdan, dan dengan cepat telunjuk sang ayah di raih nya, lalu di bawa nya ke kanan dan ke kiri, dibuat nya seperti mainan.


"Udah nahan haus ini dari tadi Yah.. Syahdan kan tahu lagi banyak tamu, jadi milih bobok.." balas Syafeera seolah membahasakan sang baby.

__ADS_1


"pinter dia yah, anteng aja, di colek sana sini, udah kayak sabun colek tadi ya nak..." tambah Syafeera


"Mumpung masih belum bisa melawan mom.. nanti kalau udah gede kan gak ada yang berani main colek sana sini"


"Mas..pundak Sya pegel lah..." sambil menggoyang goyangkan pundak nya yang jadi sandaran sang suami.


"Ayah kan juga pengen bermanja.."


"iya gak sekarang juga kali mas...tangan kiri nahan Syahdan, pundak kanan nahan ayah nya Syahdan, udah kaya ranting pohon aja jadi tempat hinggap burung-burung.." Aydan terkekeh mendengar celotehan sang istri.


Di sebrang sana ada seorang pria yang duduk terpaku sambil menggenggam handphone nya.. terakhir kali menghubungi Syafeera dan tak lama dari itu handphone hilang, semua kontak sudah jelas pasti hilang, akun sosmed yang dia gunakan juga tidak bisa di akses. Karna kesibukan nya sedang fokus dengan KKN nya membuatnya tidak terfikir untuk segera membuka akun sosmed nya.


Dan hari ini Dia memutuskan untuk meminta bantuan teman nya yang bergerak di bidang IT agar dapat kembali membuka akun sosmed nya. dan begitu bisa terbuka, satu nama yang sangat ingin dia kunjungi akun sosmed nya


-Syafeera Hadibah Putri-


Sebuah akun sosial media yang menjadi tujuan, dan betapa kaget nya, bagai di tabrak bemo, Aditya terduduk lemas melihat postingan Syafeera yang bersama Aydan dan Syahdan.


caption yang membuat hati nya teriris


#Doa terbaik buat kesayangan Mommy dan Ayah... Muhammad Syahdan Atthallah #Aqiqah


Aditya meremas kertas beberapa lembar panggilan kerja, Jogjakarta adalah pilihan awal untuk nya , tapi sepertinya itu tak akan menjadi tujuan utamanya lagi. karna alasannya untuk menuju kota itu sudah tidak memungkinkan lagi. Ingat bisa dekat dengan sang pujaan hati.


Ingin marah dan bertanya, tapi dia sadar dirinya tidak berhak atas itu semua.


-Selamat ya Sya.. semoga baby Syahdan menjadi anak yang Sholeh, kebanggaan orang tua nya, serta bisa menjadi seperti apa yang orang tua nya harapan kan, sama seperti nama nya..- satu komentar sebagai perantara mengucap selamat Aditya kirim, sakit sudah pasti tapi tak ada guna berlarut ataupun mencari kesalahan.


🍃🍃🍃


Jawaban yang Syafeera berikan tak mudah untuk dia lupakan begitu saja, ya dia harus fokus dengan keluarganya sendiri, harus bisa berdamai dengan hati nya. bagaimanapun apa yang dia lakukan tanpa sengaja sudah menyakiti hati Qianita, bagaimana jika Qianita tahu semua itu, hancur sudah, tapi dia sadar itu tak boleh terjadi.


Hari ini Semua keluarga Syafeera akan bergegas kembali ke PKU, kini Syafeera memang harus terbiasa jauh, karna kita tak pernah tahu jodoh kita berada di mana dan akan di pertemuan dengan cara seperti apa.


Niat hati merantau untuk mengejar Cita-cita, Ternyata Allah berikan bonus extra, Seorang Suami, dan kini bahkan sudah Ada sang malaikat kecil yang akan membuat hari nya lebih berwarna.

__ADS_1


Ternyata memiliki suami dingin tak seburuk yang dia pikirkan, bahkan dia sangat bersyukur karna kehangatan sang suami hanya dirinya dan keluarganya yang dapat merasakan.


"Hati-hati, ingat udah jadi ibu, jadi harus lebih bijak, bisa tahan emosi..." nasihat Bunda


"Sering-sering VC ya .. bunda pasti akan sangat kangen sama cucu bunda yang satu ini" sambil mencium pipi gembul Syahda.


"Ayah sama bunda juga hati-hati ya, jaga kesehatan..." ujar nya dengan menahan air mata, tapi ternyata tetap tumpah juga


"Kapan ada waktu luang, maen ke PKU.."ujar Ayah sambil menepuk pundak Aydan


"In Syaa Allah yah... ayah sama bunda juga kalau mau ke sini, Kabarin Aydan, In Syaa Allah akan Aydan siapkan semua nya.." merangkul Ayah


"cucu kakek sehat-sehat, patuh sama mommy dan Ayah.. cepat besar, biar cepat ke pKu trus nanti temani kakek sama nenek, mommy sama ayah biar buat adek baru .." ujar Ayah sambil menciumi pipi Syahdan, Syafeera dan Aydan terkekeh, si kakek ada-ada saja ya.


Pemberitahuan penerbangan sudah di umumkan, Berat melepas genggaman sang bunda, tapi bagaimana harus tetap dia lepas.


Menyesal??


Tidak... tapi yang namanya manusia jika dihadapkan dengan perpisahan pasti akan ada rasa sedih.


Kini mereka sudah menghilang di Balik pintu, Syafeera hanya bisa menatap nya, dan Aydan merangkul mereka.


"Segera selesai kan Skripsi, KKN dan nanti kita bisa kesana.. In Syaa Allah..."


🌠🌠🌠


Tamat..???


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Gift


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2