
Mata Syafeera menatap sekeliling kota Pekanbaru, tak banyak perubahan, masih sama seperti dulu.. tapi tetap saja kota kelahirannya ini sangat dia Rindukan.
Kini Syafeera berada di depan istana sederhana milik sang Ayah... nuansa sejuk masih terasa, karna rumah ayah dan bunda memang sangatlah asri.
Aydan menuju bagasi, mengeluarkan koper mereka di bantu ayah. mereka pun menyusul syafeera dan bunda dengan masing-masing menarik satu koper.
"Ini istana kami nak Aydan, tak sebesar rumah kamu.."
"sejuk ya...kayak nya bakalan betah nich"
"hahaha...bagus banget kalau betah, jadi ayah sama bunda gak berdua lagi"
"itu mau nya ayah, trus bunda nya nak Aydan gimana??" timpa bunda
"masuk yuk masuk, masa kita ngobrol di luar" Mereka pun masuk ke dalam rumah, rumah yang sederhana tapi sangat hangat. Aydan tersenyum melihat foto keluarga baru nya ini yang tertata rapi di atas meja dekat televisi.
Foto-foto Syafeera dengan berjuta prestasi nya,. bahkan foto momen kenalan Syafeera. Senyum nya terukir melihat setiap moment yang di abadikan itu
"Sya..bawa nak Aydan ke kamar, kalian pasti lelah dan sebentar lagi waktu magrib"
Syafeera pun mengajak Aydan ke kamar nya. luas nya sangat berbeda dengan kamar Aydan, tapi kamar ini sangat rapi dan nyaman.
"mas mau sholat di masjid bareng ayah atau di rumah aja...??"
"di rumah aja dulu hari ini"
"ya udah mas bersihkan diri dulu ya" sambil memberikan handuk ke Aydan
Aydan pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya. disusul dengan Syafeera setelah Aydan selesai. Dan sekarang mereka sudah berkumpul di kamar sholat, dan ternyata Qianita, Yusuf dan Qeisha anak dari Qianita dan Yusuf juga sudah berada di rumah Ayah.
Ayah meminta Yusuf menjadi imam, tapi Yusuf malah meminta Aydan..Yusuf memang sengaja meminta Aydan yang menjadi imam, Yusuf ingin menguji Aydan.
Tapi Yusuf seperti salah sasaran, Aydan bukan pria yang tak tahu akan agama, penampilan saja yang terbilang santai, casual, tapi sebelum dia menempuh pendidikan di fakultas jurusan bisnis, dia adalah lulusan pesantren. Bukan Ahli dalam agama, tapi cukup paham dan dia juga selalu belajar.
Karna amanah dari sang ayah untuk meneruskan usaha sang ayah, walau sejujurnya dia tidak menyukainya, tapi banyak yang menggantungkan penghasilan dari toko kerajinan sang ayah, itu adalah salah satu alasan Aydan mengambil jurusan bisnis, jika pun tidak bisa terjun langsung, setidak nya dia bisa membantu mengembangkan nya, bahkan berkah usahanya kini toko kerajinan itu telah mengirim ke kota-kota besar lainnya.
Tapa sedikitpun keraguan Aydan menempati posisi iman, sebelumnya Aydan meminta izin kepada ayah mertuanya dulu.
Aydan mulai membaca lantunan ayat-ayat Allah dengan sangat merdu dan fasih juga dalam tajwidnya, Syafeera yang sudah terbiasa merasa tak ada yang berbeda dia begitu khusyuk,.ayah.bunda dan Qianita juga turut khusyuk, tapi berbeda dengan Yusuf ada rasa malu dalam dirinya, niat nya ingin menguji, tapi ternyata dia salah besar.
__ADS_1
Rakaat demi rakaat mereka jalankan, hingga salam dan Aydan pun memimpin doa. Aydan mencium punggung tangan Ayah, bunda tak lupa menyalami Yusuf juga, lalu mendekat ke arah Syafeera, Syafeera mencium punggung tangan Aydan di detik berikutnya Aydan mencium puncak kepala Syafeera, banyak doa tersemat di dalam nya.
Ayah dan bunda menyunggingkan senyum lebar, bahagia melihat keharmonisan anak dan menantunya itu.
Ada sedikit rasa lega melihat adegan itu. dan bangga juga kepada Aydan...mampu menjadi imam untuk sang putri, bahkan dari penampilannya Syafeera mengalami perubahan, walau tak terlalu banyak.
"Kita langsung makan ya, bunda udah siapkan makanan nya" ajak bunda
Kini mereka sudah duduk di kursi masing-masing, Syafeera melayani Aydan dengan telaten, ayah memperhatikan semua nya,.nampak tulus, tak ada keterpaksaan, ayah bisa melihat cinta di antara dua insan ini.
"Bunda gak tahu Aydan suka nya apa saja,..semoga suka ya.."
"In Syaa Allah semua Aydan makan Bun, Aydan gak pilih pilih kok.." Jawabanya lembut
"mas Aydan cuka satu yang gak bisa Bun, Asal jangan pedas aja..." Syafeera menambah kan
"waduh.. berbanding terbalik Donk sama Syafeera" Yusuf bersuara
"Alhamdulillah aman kok, Sya juga sering masak pedas... dan mas Aydan izinkan..." balas Syafeera dan Aydan tersenyum ke arah Syafeera
"setidaknya belajar menyukai yang istri sukai.." ujar Yusuf
"sudah.. sudah... betul kata Syafeera, semua harus sama-sama belajar, sekarang kita lanjut makan nya.." ujar Ayah tak ingin memperpanjang perdebatan, karna di jamin jika di terus kan Syafeera tak akan mau kalah.
jika Aydan merasa santai tak merasa terbebani, berbeda dengan Yusuf, nampak ke tidak sukaan nya kepada Aydan.
🌠🌠ðŸŒ
"mas maaf ya atas sikap mas Yusuf tadi.." ujar syafeera menyusul Aydan yang sedang bersandar di dinding ranjang
"Mas lihat dia agak gak suka ya sama mas...tapi ya sudah lah, selama kita gak merugikan dia" balas Aydan
"dan istri mas ini gak perlu minta maaf untuk orang lain" tambah Aydan sambil membelai rambut Syafeera
"Sya gak enak aja..."
"udah malam,. istirahat aja ya.. besok kita banyak agenda kan...!!" ujar Aydan mengingatkan Syafeera, karna sebelum berangkat Syafeera sudah mengatur jadwal tempat yang akan mereka kunjungi
Syafeera menarik lengan Aydan lalu menjadikan nya bantal. Aydan tak menolak ataupun protes, dia malah sangat bahagia, sikap manja Syafeera baginya adalah bagian dari rasa cinta dan kepercayaan Syafeera terhadap nya.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, karna rasa lelah merekapun terlelap dalam posisi saling merangkul.
🌠🌠ðŸŒ
"Yah.. apa yang bunda lihat tadi beneran kan?? Syafeera dan Aydan nampak saling mencintai.." ujar bunda saat mereka sudah berada di kamar
" In Syaa Allah Bun.. ayah pun bisa melihat itu, dan nak Aydan juga baik dalam menjadi imam, ya walau awalnya pernikahan mereka atas dasar keterpaksaan, sepertinya mereka sudah saling menerima"
"bunda cuma takut aja ya, kayak di sinetron gitu, pura-pura bahagia di depan kita.."
" Nauzubillah Bun... sejak awal ayah lihat nak Aydan, ayah bisa lihat dia laki-laki baik, bahkan setelah melangsungkan ijab kabul Aydan tak lupa membaca doa pengantin baru.. melihat itu ayah semakin yakin.. malah ayah ragu nya dengan Syafeera, kan bunda tahu Syafeera seperti apa.. tapi melihat mereka hari ini, keraguan ayah mulai terkikis"
"kan sinetron sekarang pada kayak gitu yah.."
"bunda mah korban sinetron, udah kayak Mak Mak rempong, setiap nonton selalu heboh sendiri, malah mau buat skenario sendiri.. protes jika tak sesuai harapan, apalagi saat skenarionya buat gregetan.. ngomel sendirian gak jelas"
"iih ayah mah gitu...."
"canda Bun.... istri ayah kan gak kayak gitu ya kan?? cuma mendekati aja..hahaha"
"tuh kan...kalau Bunda Mak Mak rempong, trus ayah apa...??"
"ayah mah suami sayang istri...." jawab ayah narsis
"widih.. narsis si ayah..."
"hahaha...hayu ah sare" (ayo tidur)
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut yuk di lanjut!!
Mohon di maafken ya, jika jalan cerita ataupun aspek lain nya tak sesuai angan-angan reader. Dimaklumi saya masih amatir, masih proses belajar, mohon dukungan nya selalu, jika ada yang mau kasih ide tema juga boleh.
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1