
Besok adalah hari ke 14 Syahdan lahir dan di hari itu pula akan di adakan Aqiqah. Sibuk sudah pasti,petugas tenda sudah datang bersiap untuk memasang tenda. Ini acara nikah atau Aqiqah ya pakai tenda segala.
Ini benar-benar hanya acara Aqiqah, tapi kan udah tahu kiprah nya sang dosen seperti apa, jelas kerabatnya atau rekan nya tidak sedikit dan Syafeera juga salah satu Mahasiswi yang cukup di kenal di kampus nya, jadi para teman-teman pasti di undang.
Undangan Aqiqah telah di sebar.. dan di undang tersebut ada sebuah gambar
amplop yang di silang.
"Mas.. kenapa ada tanda amplop yang disilang??" tanya Syafeera
Rasulullah saw bersabda βAnak yang baru lahir masih tergadai sampai disembelihkan baginya aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya, dan hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya, dan di beri nama.β (HR. At-Tirmizi).
"Tergadai, kita sedang menebus anak kita,. masa iya kita menerima sumbangan atau amplop..."
"Aqiqah juga adalah bentuk syukur kita atas kelahiran anak kita, Aqiqah itu masuk pada golongan sedekah, jika Qurban itu sedekah mentah, aqiqah itu sedekah yang sudah matang, kita makan bersama-sama, lalu pantaskah kita sedang bersedekah malah menerima itu semua??"
"Sebenarnya mas gak mau buat undangan, tapi kan kamu tahu sendiri, jadi sebagai antisipasi di undangan mas buat tanda seperti ini..."
"Tadi mas bilang Rasullullah bersabda Aqiqah di adakan di hari ke tujuh, tapi besok Syahdan udah hari ke empat belas" heran Syafeera
"Para ulama berpendapat bahwa waktu aqiqah yang dianjurkan adalah 7 hari setelah kelahiran bayi. Namun, jika aqiqah belum memungkinkan dilakukan di waktu tersebut, bisa diganti di hari ke-14 atau ke-21"
"Trus kalau lewat dari hari yang di anjurkan gimana...??"
"Ada ulama yang mengatakan bahwa aqiqah bisa dilakukan kapan saja sampai ada kemampuan. Bahkan, seorang anak boleh mengaqiqahkan dirinya sendiri saat dewasa kelak, apabila orangtuanya tidak memiliki kemampuan untuk itu saat ia masih kecil, wallahu a'lam bishawab"
sedikit pembahasan Syafeera dan Aydan saat sedang di kamar. berbeda pula suasana di bawang yang sudah super repot.
"Assalamualaikum..." salam kompak dan heboh dari para perusuh
"waallaikumusallam..." jawab bunda
"siang bunda.... apa nich yang harus kita banting...??" tanya Hari
"bantu Hari...bantu...kalau pun ada yang harus di banting itu kamu..." balas Heni
"canda kali... bunda aja sante waeee..."
Bunda terkekeh "udah masuk aja dulu, tinggal di lihat mana yang bisa kalian kerjakan, lagian udah banyak kok yang ngerjakan..."
"baby Syahdan mana Bun...??" tanya Risa
"ada tuh di kamar nya, naik aja ke atas..."
Merekapun dengan cepat berhamburan menuju ke kamar Syafeera, dan saat di tangga mereka hampir menabrak Yusuf
"Astagfirullah... ini pada lari-lari mau ngapain sich..??"
Mereka pun saling menoleh... "mau ke kamar baby Syahdan mas.." Jawab Hanum karna Teman-teman nya diam semua
"emang udah izin..??"
"udah mas..." jawab Hanum
"ya udah lah, masa iya kita mau masuk kamar orang Tampa izin..." Balas Hari dan Yusuf hanya geleng-geleng, dan mereka gak ambil pusing dengan keberadaan Yusuf
"siapa sich tuch...??" tanya Risa saat Yusuf sudah jauh dan mereka melanjutkan menaiki tangga
"seingat aku dia itu Abang ipar nya Syafeera..." jawab Hanum
"gak banget orang nya..." balas Heni
"udah lah.. mau lihat keponakan gak nich..??" tanya Bagas
Mereka pun berlari menuju kamar Syafeera.
tok... tok...tok..
Suara pintu kamar Syafeera yang mereka ketok
"sebentar..." Aydan yang menjawab sambil menuju pintu
Saat Aydan membuka pintu para Genk konyol itu langsung nyengir kuda sambil melambaikan tangan
__ADS_1
"Sebentar ya, Syafeera nya lagi nge ASI in Syahdan.."
Mereka pun memberikan hormat Tampa suara, banyak pasang mata yang melihat kekonyolan mereka, Ayah ,bunda si mbak dan lain nya geleng-geleng kepala melihat mereka.
"Itu teman-teman Sya ya yah...??" tanya Yusuf
"iya, kocak temen-temennya , selalu bikin mood naik..."
"memang gitu anak-anak nya, tapi baik kok dan mereka sayang sama Sya.." ujar Bunda Aydan seakan mengerti ekspresi wajah Yusuf yang sepertinya merasa aneh atau risih
Tak lama kemungkinan Aydan kembali membuka pintu kamar, dan meraka begitu dapat komando langsung berhamburan masuk ke kamar..
"Hei Boy nya uncle Hari yang guanteng nya sebelas dua belas sama Uncle.." ujar Boy dari depan pintu sambil menyerobot ingin duluan, dan itu membuat kepalanya di dorong oleh Risa
"kalian ya.. ngalah-ngalahi emak-emak yang antri sembako murah..." ujar Syafeera melihat tingkah mereka
"Sya mas kebawah dulu ya.. itu orang tenda udah datang.." ujar Aydan sambil berlalu keluar.
"iya mas...."
Baby Syahdan dan anteng di atas ranjang, sedangkan para uncle dan onty nya berjejer di tepi ranjang
"iih pipi nya gembul banget mom..." ujar Heni
"Udah kaya adonan bakpao.. " balas Hanum
"Kaya aku dulu tuh waktu bayi, pokok nya sebelas dua belas lah.." ujar Hari
"jangan mau di samain sama Uncle Hari-mau dek... gak ada cewek yang mau nanti..." balas Heni
"yah...yah...yah... selepe dia.. belum tahu aja kalau aku udah keluarkan kekuatan.."
"kekuatan apa Har...?? tanya Bagas
"Kekuatan spiritual... Kamu gak tahu aja Gas .. dia kalau malam suka makan kemenyan..." balas Heni
"busyeeet... Kamu kira aku dukun..." balas Hari
"iya Dukun Jones.... Jomblo Ngenes...hahaha" balas Heni
"iya bener tuch.. emak nya Heni, bapak nya Hari, nanti anak nya di kasih nama Huru Hara... biar makin heboh..." Balas Risa
"serba H ya... Hari, Heni, Huru,Hara.." balas Bagas
"njiiir.... ogak berjodoh sama Hari, enak dia seneb di aku Donk..."
Jika mereka meributkan hal tak karuan, Syahdan malah terkekeh kecil, apa yang membuatnya terkekeh hanya dia lah yang tahu.
"Iih anak mommy ketawa, kenapa nak, Uncle sama Onty udah kayak sirkus ya???" ujar Syafeera sambil mengajak ngobrol Syahdan
"Wah... baby boy nya uncle Hari harus berpihak sama Uncle ya, Jangan sama Onty Heni..."
Lagi lagi Syahdan terkekeh kecil
"ao...ao..." oceh Syahdan dengan bahasa nya dan itu membuat mereka terkekeh
"Kalian keluar dulu gih, dia udah waktunya tidur .." ujar Syafeera
"yah Sya.. belum juga puas.." Balas Risa
"Gimana coba mau kalian puas, kalian aja asik berdebat..."
Syahdan nampak menguap beberapa kali, dan uncle dan onty pun mengalah untuk keluar.
"Eh tunggu deh Sya... itu Abang ipar kamu kayak gak suka gitu deh sama kita..." ujar Bagas Tiba-tiba
"gak suka gimana??"
"iya Sya .. rada aneh..." ujar Heni
"sebenarnya dari awal aku lihat pas acara resepsi dulu di hotel itu, kayak ada yang aneh gitu..." timpa Hanum
"perasaan kalian aja, orang nya baik kok,udah buruan keluar, Syahdan udah ngantuk nich..." Bukan Syafeera tidak dapat merasakan sikap Yusuf, apalagi sikapnya terhadap sang suami,. tapi Syafeera tidak ingin ambil pusing, selama itu tidak mengganggu keluarga kecil nya.
__ADS_1
Merekapun berhamburan keluar, dan setelah Syahdan terlelap, Syafeera ikut turun ke bawah.
Nampak para sahabat wanita nya ikut membantu bunda mengemas kue yang akan di jadikan bingkisan, sedangkan Hari dan Bagas membantu Aydan di depan bersama petugas tenda, dan tak lama kemudian Arga dan Agung datang membawa beberapa Cup Coffe.
"wiich... mas Barista kita tahu aja kita butuh kopi..." ujar Hari
"Langsung di bagian aja Gung...." titah Aydan
"siap pak..."
"Hei Sya... " sapa Arga saat melihat Syafeera keluar
"eh kak Arga.... gimana Green tanpa Sya....??"
"kita kehilangan pawang Sya. tapi kita seneng, karna bentar lagi Green akan kedatangan pasukan baru..."
"ada pegawai baru lagi kak...??"
"Bukan.... green ada pawang baru, tuh si baby boy nya tuan besar..."
"enak aja pawang, udah kayak pawang hujan atau pawang ular aja, gak ada panggilan lain apa....??" protes Syafeera tak terima
"Ya udah mini bos.... alias pemegang kekuasaan tertinggi..." balas Arga
"Jangan di angung-agungkan, cintai dia dengan sederhana, agar dia nanti menjadi anak yang sederhana tapi bermanfaat....." ujar Syafeera
"wah.. makin bijak aja Sya..." Balas Arga
Mendengar itu Aydan langsung merangkul Syafeera, lalu mencium keningnya sesaat...
"iih main cium aja sich... gak kasihan tuh sama jomblo..." ujar Syafeera sedikit menyentil para jomblo
"Sombong...sombong .." balas Hari
"kalau Arga mah sebentar lagi dia gak jomblo lagi Sya..." ujar Aydan
"serius kak..??" tanya Syafeera ke Arga
"baru kenal aja Sya,. pelanggan Green, mereka aja yang membesar besarkan"
"gak apa apa ya kalaupun benar, ya kan mas..??" Aydan membalas dengan anggukan
Tiba-tiba Yusuf datang menghampiri mereka bersamaan dengan agung yang baru selesai membagikan kopi.
"gimana persiapan di luar, butuh bantuan gak..??" tanya Yusuf
"Alhamdulillah udah beres mas, tinggal di bersihkan saja.." balas Aydan
"udah kayak acara nikah aja ya..."
"rekan kita banyak, jadi kalau gak ada tenda yang ada kasihan nanti ga ada tempat duduk" balas Aydan santai
"Mas Sya masuk ya, mau lihat Hanum sama yang lain, lanjut mau lihat Syahdan.." ujar Syafeera sambil merapikan rambut Aydan dengan jari-jari tangan nya.
Aydan mengangguk, tapi tidak dengan Arga
"aduh nyonya.. jiwa jomblo kami meronta..." Aydan dan Syafeera terkekeh
"makanya buruan sebar undangan..." balas Syafeera sambil masuk ke dalam
π π π
Afwan telat UP nya, baru selesai tadi bada Ashar acaranya.
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,π₯°
Like
Komen
Vote
Gift
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an