
Syafeera sudah tidak sabar menanti kedatangan bunda, awal nya Syafeera ingin ikut tapi Aydan meminta untuk menunggu saja di rumah, tak ingin sang istri kelelahan, walaupun sebenarnya jarak nya tidak terlalu jauh.
"Bun kok lama ya mas Aydan nya...??" tanya Syafeera
"baru juga berangkat Sya.. paling baru sampai bandara, dan bunda juga belum Landing.."
"non Sya terlalu semangat, jadi 5 menit terasa satu jam.." balas si mbak
"hehehe... berasa nunggu jemputan dari pacar nih mbak .." balas Syafeera dan merekapun terkekeh bersama
"mbak kamar bunda nya Syafeera udah di pastikan bersih kan..??" tanya bunda
"sudah Bu, sudah saya ganti seprei nya tadi pagi.. kamar mandi juga sudah di bersihkan.."
"makasih ya mbak.. Sya banyak ngerepotin mbak nich..."
"sama sekali gak non, keluarga bunda ini udah kayak keluarga mbak sendiri, mbak tu disini bukan kayak pembantu, kayak keluarga.." ujar si mbak dan bunda merangkulnya
"bahkan suami Sulis saja bisa seperti ini karna kepercayaan den Aydan..."
"bukan hanya itu, karna memang dia bisa di percaya.." timpa bunda
Hampir dua jam menunggu di sofa sambil melihat tayangan televisi, dan berujung ke rasa menganguk lalu terlelap.
Bukan karna lama di bandara, lebih tepat nya lama di perjalanan, seperti biasa Jalanan akan menjadi cukup padat saat jam pulang kerja.
Akhir nya Aydan dan bunda Syafeera pun sampai, Aydan membawa koper bunda untuk masuk, di sambut oleh sang besan dengan suka cita, lalu mengulas senyum saat melihat putri kecil nya dengan perut yang membuncit tidur di sofa.
"dari tadi udah kayak beo Bu, gak sabar untuk menyambut ibu datang, alhasil ketiduran tuch..." Ujar bunda Aydan
"iya tadi cukup macet.. apa seperti itu setiap hari ..??" tanya bunda Sya ke arah Aydan
"biasa Bun, jam pulang kerja, jadi para pegawai kantor, PNS atau buruh haria semua pulang dan ada yang bertukar shift kerja"
"mari Bu, biar saja antar ke kamar..." ujar si mbak sambil menarik koper bunda Sya
"iya ibu ke kamar aja dulu, berbersih,biar lebih segar dan menghilangkan lelah.." Ujar bunda Aydan
"Sya....bangun sayang..." sambil mengelus rambut Syafeera
"hmmm...."respon nya sambil menggeliat malas, tapi di menit berikutnya mata nya membulat
"mas udah pulang, bunda mana??" tanya nya semangat
"bunda lagi mandi di kamar.."
__ADS_1
"iih kan Sya jad gak nyambut bunda, mas kok lama banget sich..??" omel nya
"macet....mas kan bawa mobil pribadi, bukan mobil ambulance yang bebas hambatan.."
"hmm....kadang mobil ambulance juga kalah sama mobil pribadi.."
"bukan salah mobil nya, salah manusia yang tidak paham.."
"begitulah warga +62.."
"kamu juga termasuk warga +62 loh..." balas Aydan
"tapi sya gak pernah ya menghalangi jalan ambulance,Sya paham ya ambulance itu bebas hambatan, kadang Sya suka mau Jitak tuh para pengendara mobil yang gak tahu aturan, kadang nyalip juga gak Mandang yang bawa motor, apalagi tuh sama pengendara bus, sementang yang bawa motor kecil, jadi gak di anggap, mana bunyiin klakson buat kaget, sampai-sampai harus Minggir ke bahu jalan.. hampir Nyunsep lagi ke semak-semak, untung bukan jurang..." omel Syafeera panjang lebar
"ini pembahasan kenapa jadi kemana-mana ya..??" tanya Aydan heran
"mas tuh yang mulai..." jawab Syafeera tak mau di salah kan..
"udah... buruan ambil wudhu, kita sholat jamah di rumah..." balas Bunda Aydan
"bunda belum turun mas..."
"nanti sebentar lagi kan turun, kita bersiap dulu, ke mushola..." Syafeera pun manut
Saat Syafeera sudah rapi dengan Mukena, bunda nya pun datang, dan dengan cepat Syafeera memeluk bunda..
"Assalamualaikum warahmatullahi.."
"Assalamualaikum warahmatullahi.."
Aydan pun memimpin untuk berdzikir lalu berdoa, ada si mbak dan mamang juga.
Setelah doa di aminkan bersama, Syafeera langsung memeluk bunda..
"iih udah mau jadi ibu masih cengeng.." goda bunda Syafeera
"kayak bunda gak cengeng aja.." balas Syafeera tak Terima dan yang lain terkekeh
"gimana kabar Utun nya nenek.. sehat kan??" sambil mengelus perut Syafeera
"sehat nek.." Syafeera yang menjawab
"jadi kapan perkiraan dokter nya Sya..??"
"perhitungan nya sich tiga pekan lagi Bun, tapi bisa maju bisa juga mundur kata dokter nya.."
__ADS_1
"udah di persiapkan kan semua nya...??"
"sudah Bun..." Aydan yang menjawab
"Gak pada lapar nich....makanan udah siap loh.." ujar Bunda Aydan
Merekapun beranjak Menuju meja makan, menikmati hidangan yang sudah Bunda Aydan dan si mbak masak sore tadi.
"Minyak zaitun nya diminum kan Sya..??" tanya bunda Syafeera, saat sudah selesai makan
"diminum Bun..,.awal nya agak aneh, rasa pedar Gimana gitu.. sekarang sih udah mulai terbiasa,.apalagi pas minum nya setelah makan kurma.."
"Alhamdulillah, kurma sangat bagus untuk menaikan HB, dan juga untuk ASI jadi tetep rutinkan "
"Alhamdulillah gak pernah telat kurma di rumah Bu..." balas Bunda Aydan
"makanan yang Rasulullah sukai, dan disunahkan mengkonsumsi dalam jumlah Ganjil, karna itu menentukan khasiatnya untuk tubuh kita" Aydan menambah
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya ada di antara pepohonan, satu pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon ini seperti seorang muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?" Lalu orang menerka-nerka pepohonan wadhi. Abdullah Berkata: "Lalu terbesit dalam diriku, pohon itu adalah pohon kurma, namun aku malu mengungkapkannya." Kemudian mereka berkata: "Wahai Rasulullah beri tahukanlah kami pohon apa itu?" Lalu, beliau menjawab: "ia adalah pohon kurma." (HR Bukhori)
Setelah sholat isya mereka berkumpul di ruang tengah, Syafeera tak ingin lepas dari pelukan bunda. Aydan dan sang bunda hanya bisa geleng-geleng dengan tingkah manja Syafeera.
"Udah malam, tidur lah, gak baik kan tidur terlalu malam.." ujar sang bunda
"ya udah.. bunda juga pasti sangat lelah.."
Aydan pun mematikan televisi lalu mereka menuju lantai dua, dan saat sampai di lantai dua mereka menuju kamar masing-masing
"bunda gak takut kan tidur sendirian.." goda Syafeera
"hmm... nanti kalau takut bunda gedor pintu kamar kalian..." balas bunda
🌠🌠🌠
Lanjut ??
...Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,Like, Komen,Vote dan Gift nya🥰...
...Dan mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan...🙏 ...
...Dan mohon di maaf juga jika mungkin isi dari cerita ini kadang tak sesuai harapan para pembaca.. Terkadang tak jarang apa yang kita pikirkan tak satu jalan, atau mungkin yang saya tuang tak masuk di akal untuk sahabat pembaca semua. ...
...saya masih lah seorang penulis yang berproses, dan tak mudah menuang suatu imajinasi ke dalam suatu tulisan, tak jarang kadang juga buntu, tak dapat imajinasi....
...Sekali lagi Jazaakumullah khairon untuk dukungan, karna saya bisa sampai di titik ini tak lepas dari dukungan pembaca semua....
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an