Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
sekamar


__ADS_3

Sore ini Syafeera langsung di boyong ke rumah Aydan... awalnya Syafeera menolak masih ingin bersama kedua orang tua nya, tapi ayah mengingatkan jika dia telah menjadi istri dari Aydan, maka kemana Aydan pergi, dia akan ada di samping nya.


Aydan juga berjanji akan mengajak keluarga baru nya itu berkeliling jogjakarta sebelum kembali ke Pekanbaru. Pak Wahid memberi Syafeera cuti selama satu pekan, masih tersisa tiga hari lagi, jadi dia bisa jalan-jalan bersama keluarga nya.


Besok Syafeera dan kedua orang tua nya akan ke kos, untuk pamit sekaligus membawa barang-barang nya ke rumah Aydan sang suami.


Menempuh perjalanan hampir 30 menit dari hotel ke rumah Aydan, dan kini mobil berwarna silver itu memasuki sebuah kawasan rumah yang terbilang cukup elit. Rumah minimalis dua lantai dengan dinding berwarna coklat seperti kayu membuat kesan sederhana namun elegan.


"Ayo turun..." ujar Aydan sembari keluar dari dalam mobil, lalu membuka bagasi mobil nya, mengeluarkan koper dari dalam bagasi nya, lalu menariknya ke dalam rumah. itu adalah koper milik Syafeera.


Syafeera bingung harus bagaimana,kan baru di suruh turun, belum di suruh masuk, jadi mana berani dia melangkah.


"loh kok malah diam Sya...??" tanya Bunda "ayo masuk..." ajak bunda sambil menggandeng tangan Syafeera


Bunda membuka pintu rumah, bagaimana tidak kaget, rumah Aydan berbeda jauh dengan rumah nya, rumah dengan nuansa kayu tapi tampak elegannya. menampakkan jika pemilik rumah suka nuansa alam.


"ayo sayang..." tarik Bunda dan Syafeera hanya bisa menurut


"Aydan...kenapa istrinya di tinggal...??" tanya bunda "ajak dia ke kamar, dia pasti lelah.." titah bunda


"ayo ke atas..." ajak Aydan dengan expresi datar, dan Syafeera hanya bisa membuang nafas nya.


"apa yang ayah harapkan dari pak Aydan.. pria datar dan dingin seperti dia... Huuuftt..." batin Syafeera sambil mengikuti langkah Aydan


"kalian istirahat aja,. nanti waktu makan, bunda Panggil.." teriak bunda saat mereka sudah berada di depan pintu kamar


"ya Bun..." jawab Aydan lalu membuka pintu kamar nya.


Kamar dengan nuansa putih, cukup besar, rapi pastinya.. ada pustaka kecil di dinding kamar,.mungkin itu koleksi bacaan sang suami, atau Buku-buku mengenai mata kuliah nya, itu lah pendapat Syafeera saat melihat rak yang ada di dinding yang di penuhi dengan buku-buku


"kamu bisa susun baju kamu di lemari ini" ujar Alvian sambil meletakkan koper Syafeera tepat di depan lemari panjang berwarna coklat.


"baik pak..." balas nya


"saya mau mandi dulu.." ujar Aydan, Syafeera hanya membalas dengan anggukan, canggung sudah Pasti, bagaimana tidak berada di satu kamar dengan seorang pria, dan pria itu adalah sang dosen...apa yang akan terjadi esok saat dia mulai masuk kampus?? akankah pernikahan nya di ketahui?? memikirkan itu semua membuat otak nya ingin meletus.


Syafeera memasukkan pakaian nya ke dalam lemari, tak banyak karna memang sebagian besar pakaian nya masih di kos kosan. sambil menunggu Aydan selesai mandi, Syafeera duduk merebahkan tubuh nya di sofa yang menyatu dengan ranjang.

__ADS_1


Tiga puluh menit Aydan baru selesai dengan urusan kamar mandi, dan saat keluar nampak Syafeera yang tertidur di sofa, wajah yang begitu tenang..Aydan keluar sudah dengan pakaian santai nya, kaos berwarna putih dan celana di bawah lutut.


Aydan mendekati Syafeera sembari mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil yang di gosok-gosokan di kepala nya.


"Sya.... Syafeera bangun, buruan mandi..." Ujar Aydan dengan lembut sambil menggoyang goyangkan lengan Syafeera, dan itu membuat Syafeera menggeliat, lalu mengucek matanya nya.


"mau tidur dengan gaun seperti itu..??" tanya Aydan, dan pertanyaan itu membuat Syafeera kaget, dia baru sadar sekarang ada di kamar Aydan sang dosen alias sang suami.


"maaf pak, Sya ketiduran..."


"buruan mandi, mau sholat ashar jamaah..??"


"bapak duluan aja, nanti sya sholat sendiri... jika tadi di hotel Aydan, ayah dan Yusuf sholat berjamaah di masjid, kali ini mencoba mengajak sang istri,tapi sayang, di tolak.


"ok... saya duluan kalau gitu.." Syafeera mengangguk


Syafeera keluar dengan pakaian lengkap dan jilbab siap pakai nya, lalu mengeluarkan mukena dari dalam tas nya, lalu melangsungkan sholat Ashar, sedangkan Aydan sedang menyandarkan tubuh nya di dinding ranjang.


Tak banyak Obrolan, malah suasana kamar seakan mencekam, saling diam dan sibuk dengan dunia nya masing-masing.


Duduk bertiga, ya hanya bertiga.. Syafeera duduk tempat di samping sang suami, belajar melayani sang Suami, walaupun sebenarnya dia tidak ingin, tapi sebelum dia tadi pergi dari hotel, bunda sudah mewanti-wanti semua nya. apalagi ini ada bunda mertua nya.


"ini istri den Aydan...??" tanya si mbak yang membantu bunda mengurus rumah


Syafeera mengangguk...


"cantik Bu..." ujar nya kepada Bunda "diam-diam den Aydan udah punya calon ya" ledek si mbak


"kalau gak cantik mana mau Aydan nya mbak" balas bunda sambil tertawa kecil, Aydan dan Syafeera hanya saling pandang sejenak.


Si mbak yang aslinya bernama sari ini, sudah seperti keluarga bagi Aydan dan bunda..jadi tak heran jika berani bercanda dengan bunda dan Aydan


Selesai makan malam, lalu di lanjutkan sholat isya, mereka pun menuju kamar. ingin segera melepaskan lelah, baik tubuh, hati dan juga pikiran, semua lelah.


Syafeera mengambil bantal dan akan membawa ke sofa, tapi langkah nya di hentikan oleh pertanyaan Aydan


"mau di bawa kemana bantal nya??" tanya Aydan sambil menaikkan alis nya.

__ADS_1


"Hmm.. Sya tidur di sofa saja pak.." jawab nya


"tidur disini gak ada di sofa-sofa..." titah Aydan


"gak papa pak,.saya di sofa saja..." tolak Syafeera


"kamu mau saya jadi suami yang dzalim..?? ingat kita ini suami istri.."


"iya ta-pi...."


"kan saya sudah pernah bilang, saya tidak akan menyentuh kamu, sebelum waktu nya.."


Sepertinya membantah akan tetap sia-sia hasil nya, akhirnya Syafeera meletakkan bantalan kembali ke atas ranjang, merebahkan tubuhnya dengan membelakangi Aydan.. rasa kantuk nya seakan hilang seketika, berusa terpejam tapi tidak bisa, ingin berbalik arah, tapi takut bagaimana jika Aydan sedang melihat nya.


Tapi memang benar, jika Syafeera membalikkan badannya nya, maka mereka akan saling menatap, karna saat ini Aydan memang sedang menatap punggung nya.


"Udah tidur...??" tanya Aydan tiba-tiba, dan itu mengagetkan Syafeera


"hmm... belum bisa pak" jawab nya gugup


"gak gerah tidur dengan menggunakan jilbab??" tanya Aydan pagi dan membuat Syafeera bingung untuk menjawabnya.


Syafeera tak menjawab malah menggaruk lehernya yang tidak gatal. dan Aydan tersenyum tipis dengan tingkah sang istri nya itu.


"ya sudah kalau masih canggung, pakai saja, tapi kalau gak nyaman ya buka saja,.saya gak ngelarang..." ujar nya dan itu membuat Syafeera lagi-lagi bingung untuk menjawab apa "toh saya sudah pernah lihat kamu walau sekilas, kenapa harus malu??" batin Aydan


🌠🌠🌠


Gimana??? Lanjut???


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...


Dukungan dan komen reader semua sangat memacu semangat Author....


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2