Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
parenting


__ADS_3

tok..tok.. tok


"Sya.. " Panggil bunda dari balik pintu kamar


Syafeera yang sedang berbincang dengan Hanum menceritakan kejadian kemarin sore. Hanum tak kalah emosi mendengar cerita Syafeera.


Di akhiri nya panggilan telepon nya, lalu menuju pintu untuk membuka nya.


"Iya Bun..." jawab Syafeera saat pintu sudah terbuka.


"Bunda mau ke pasar, mau ikut??" tanya bunda, karna bunda juga ada rasa khawatir meninggalkan Syafeera di rumah sendirian, apalagi Setelah mendengar cerita tentang kejadian kemarin sore. Bunda paham pasti ada rasa takut atau trauma yang Syafeera alami. sedangkan Aydan sedang berada di kampus menyelesaikan urusannya dengan Bobi bersama bagian senat.


"Boleh Bun.. Sya ganti baju dulu Bun..."


"bunda tunggu di bawah ya.." Syafeera mengangguk


Beberapa menit kemudian Syafeera pun turun, sudah ada bunda dan si mbak di depan mobil, si mbak sudah siap untuk menjadi supir mereka.


"Sya gak pengen gitu belajar bawa mobil..??" tanya bunda yang ada di kursi belakang.


"belum ah Bun.. masih nyaman bawa motor.."


"bukan nyaman bawa motor, sepertinya non Sya ini rugi kalau bisa bawa mobil Bu.." si mbak menimpahi


"rugi gimana mbak..??" tanya bunda


"iya kalau non Sya bisa bawa mobil nanti den Aydan gak perlu nyupirin lagi, kemana-mana sendirian dech..."


"si mbak mah bisa aja ya, kok tahu sih isi hati Sya..hehehe..."


Mereka pun sampai di pasar tradisional, membeli keperluan bulanan, Bunda juga membeli beras 10 kiloan dengan jumlah yang lumayan banyak..


"Bun buat apa berasnya sebanyak ini...??" tanya Syafeera


"In Syaa Allah untuk kita bagikan ke Mereka yang membutuhkan..."


Keluarga Aydan memang sudah terbiasa bersedekah, terutama di hari Jumat. dan itu sudah Aydan jalani sejak masih ada Almarhum sang Ayah.. setiap Jumat membagikan makanan yang kadang di sisipkan sedikit nominal di amplop, kadang juga di ganti dengan sembako.


"Biasanya bukanlah amplop Bun??"


"kali ini bunda ingin ganti dengan sembako, nanti kita juga beli sembako lain nya, seperti gula,teh ataupun kopi" Syafeera mengangguk


Dia tak pernah tahu sepak terjang sang suami nya lebih dalam, tapi berjalan waktu dia banyak belajar, jika dulu dalam bersedekah Syafeera akan berfikir dua kali. tapi tidak dengan Sekarang.


Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq. Sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata: ‘Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya). (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)


Begitu banyak pahala dalam sedekah, tidak hanya untuk dunia tapi juga untuk akhirat, sedekah juga jalan untuk kita membersihkan harta kita, serta penghapusan dosa.


Cukup lama mereka berkeliling, membeli sembako untuk keperluan pribadi, hingga untuk sedekah. Mobil mereka juga sudah penuh dengan belanjaan.


"ada lagi Bun...??"

__ADS_1


"seperti nya sudah, nanti kita cek lagi di rumah, jika ada yang kurang masih ada waktu untuk membeli nya..." Syafeera mengangguk, dan mereka pun bergegas kembali ke rumah.


Saat sampai di rumah belanja pun di turunkan, mamang ikut membantu mereka.


"mang, mas Aydan belum pulang ya??" tanya Syafeera saat melihat mobil suami belum nampak di parkiran.


"belum tuh non..." Jawab mamang sambil membawa belanjaan ke dalam.


"Kok lama ya, tadi katanya sebentar" lirihnya


"mungkin urusan Belum selesai.." balas Bunda yang mendengar ucapan Syafeera.


"Sya takut aja Bun..."


"percaya deh, Aydan tahu harus berbuat apa.. yuk kita masuk.. kita belum masak kan untuk makan malam..." Syafeera menurut, sesampainya di dapur Syafeera menyusun sayuran ke dalam kulkas.


"non Sya nanti istirahat saja,. biar mbak yang masak.."


"gak papa mbak.. Sya gak lelah kok.."


"biarkan aja mbak..." ujar bunda, karna bunda memang mau membuat Syafeera sibuk, agar lupa akan kejadian kemarin.


Mereka pun bekerja sama di dapur, ada yang masak, mencuci piring, semua di kerjakan bersama, sekalipun ada si mbak, Aydan tak ingin menyerahkan semua pekerjaan ke si mbak.. Bukan soal gaji, membayar dua atau tiga pelayanan pun dia sanggup. tapi itu bukan lah Aydan.


Bekerja sama, saling menghargai, itu yang dia terapkan di rumah ini..bukan tak ingin memanjakan istri, tapi dia punya cara tersendiri dalam memanjakan sang istri.


"Alhamdulillah beres..." ujar Syafeera saat urusan dapur sudah beres, menu makan malam juga tata rapi dia atas meja makan.


"Iya... Sya.." balas bunda


Sesampainya di kamar Syafeera langsung menuju kamar mandi, bersiap untuk mandi, lalu melaksanakan sholat Ashar. Selesai dengan ibadah nya, Syafeera menuju lemari, menyusun pakaian yang sudah selesai di setrika ke dalam lemari.


cekrek... pintu kamar terbuka.


"mas..."


"mas mandi dulu ya, belum sholat ashar nich..."


"mau sya siap kan air hangat..??" tanya Syafeera meletakkan pakaian kembali ke keranjang.


Aydan mengecup singkat kening Syafeera.. "gak usah, air biasa aja, siapa kan baju untuk mas sholat aja ya..." Syafeera mengangguk


Selesai melaksanakan sholat Ashar, Syafeera pun juga selesai dengan pakaiannya mereka yang sudah tersusun rapi.. Syafeera bahkan sedang menyandarkan tubuh nya di sofa.


"Lelah ya..." ujar Aydan memijat pundak Syafeera dari belakang


"sedikit..." sambil mengatupkan jempol dari jari telunjuk, yang awalnya di buka sedikit , tapi di detik berikutnya Syafeera membukanya hingga berbentuk huruf C


Aydan menggeleng kan kepala nya... "sedikit tapi, kok bentuknya selebar itu ya...??"


"hehehehe..."

__ADS_1


Aydan mendudukan tubuh nya di samping Syafeera, merangkul istrinya dari samping, dan dengan cepat Syafeera menyandarkan kepalanya di bahu Aydan.


"Mak kok lama sich... kata nya sebentar, trus gimana tadi hasil nya..??"


"Huuuftt..." Aydan menghembuskan nafasnya


"mas..." beralih menatap sang suami


"Bobi di DO..."


"sampai di DO mas....??" tanya Syafeera, ada rasa iba


"sebenarnya bukan sebatas alasan kejadian kamu kemaren, ternyata dia juga beberapa kaki melakukan tindakan tidak senonoh ke mahasiswi lain.."


"Astagfirullah... serius mas ..??" Aydan mengangguk


"orang tuanya sempat mau menghajar Bobi,. tapi mas cegah,. sejujurnya mas juga pengen mengajar nya, tapi semua perilaku Bobi juga tidak lepas kurangnya perhatian dari orang tua.."


"dia terlalu bebas, tidak ada nya bimbingan orang tua, dalam berumah tangga kita butuh ilmu Parenting, bagaimana belaku kepada pasangan, cara pola asuh anak,. semua perlu kita pelajari..."


"cara marah kepada anak pun ada ilmunya, di sesuaikan dengan usia nya.. bukan asal main marah atau menghukum anak, karna itu lah yang akan membentuk pola pikir anak.."


"harus ya mas...??"


"harus.... nanti kita juga harus belajar, agar kita tidak salah langkah dalam mengatur pola asuh kita terhadap anak.."


"iih udah bahas anak aja..."


"loh emang kamu gak mau punya anak dari mas...??"


"ya mau lah, kalau bukan dari mas trus dari siapa...??"


"ya udah nanti kita buat ya... kita mulai cetak dari sekarang"


"udah kayak mau buat bolu aja pakai cetakan.."


Aydan terkekeh dengan penuturan sang istri nakal nya itu.


🌠🌠🌠


Parenting adalah ilmu dalam Pengasuhan anak dan mendukung fisik, emosional, sosial dan perkembangan kecerdasan anak dari bayi sampai dewasa. Pengasuhan anak merujuk kepada seluk beluk membesarkan anak. karna dalam mendidik anak itu ada tahapan, sesuai usia nya. bahkan cara kita marah kepada anak pun harus di sesuai dengan usianya.


Salah pengasuh maka itu akan berpengaruh pada tumbuh kembang serta mental anak.


🌠🌠🌠


Lanjut ??


Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰


Jazaakumullah khairon..

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2