
Beberapa hari berlalu, dua bunda beberapa hari ini sudah cukup bekerja keras di dapur, dan juga berperang dengan oven.
Dari tadi malam Syafeera benar-benar merasa tidak nyaman, pinggang nya mendominasi rasa pegal dan panas, bahkan Aydan sudah berusa mengurut nya seperti malam-malam sebelumnya, tapi gagal.
Jika pun Syafeera terlelap itu hanya hitungan menit... Setelah subuh tadi Syafeera baru bisa terlelap, itupun di pangkuan Aydan setelah melaksanakan shalat subuh. dengan tangan Aydan yang setia mengelus punggung Syafeera, seperti ayah yang sedang menidurkan anak nya yang rewel.
Jam Tujuh pagi Aydan terbangun, rasa kantuk masih dia rasakan, tapi bagaimanapun ada tanggung jawab di kampus yang harus dia tunaikan. Syafeera masih terlelap,.Aydan sengaja tidak membangun nya, ada rasa yang tak bisa Aydan gambarkan melihat bagaimana Syafeera semalaman sulit untuk tidur, rasa gerah di tubuh nya, rasa panas dan pegal di punggung nya.
Selesai bersiap Aydan mengecup kepala Syafeera sangat pelan, tak ingin sang istri terganggu tidur nya.
"Syafeera mana nak..??" tanya Bunda Syafeera
Aydan pun menceritakan apa yang Syafeera alami semalaman, jadi sengaja tak membangunkan nya.
"begitulah lah den bumil, apalagi sudah mendekati waktu persalinan, rasa nyeri di pinggang akan semakin sering terasa" ujar si mbak sambil menaruh menu sarapan pagi ini
"huuftt..." membuang nafas nya kasar ada rasa khawatir melanda dirinya
"udah berangkat aja, ada kami di sini.." ujar bunda seakan tahu ke khawatiran yang sang putranya rasakan
Selesai sarapan Aydan pun menuju kampus, setelah berpamitan dengan bunda bunda nya.
Hampir jam sembilan Syafeera tersadar dari tidur nya, menggeliat kecil.
"Udah bangun...??" tanya bunda
"mas Aydan mana Bun...?? kok gak nampak??"
"udah berangkat pagi-pagi, ada jam pagi katanya.."
"astagfirullah ini udah mau jam sembilan Bun,.." ujar Syafeera kaget saat melihat jam di handphone nya
"Kata Aydan semalaman kamu gak bisa tidur, jadi dia gak mau ganggu kamu dan minta bunda untuk gak bangunkan kamu.." jawab sang bunda
"Sya mandi dulu kalau gitu Bun.."
"Ya udah, nanti turun sarapan ya.." Syafeera mengangguk
Setelah selesai Syafeera pun turun tak mengenal jilbab nya, rambut nya di Cepol.
"sarapan dulu non.." ujar si mbak
"iya mbak.. para bunda pada kemana mbak..? perasaan barusan dari kamar sya" tanya Syafeera saat tidak melihat ke dua bunda nya
"Kepasar non...."
Syafeera nampak gelisah, sebentar duduk, sebentar berdiri sembari terus mengelus pinggang nya
"kenapa non....??"
"pinggang Sya udah berapa hari ini sakit mbak, pegel, panas.."
__ADS_1
"udah ada tanda keluar lendir belum non..??"
"lendir...??"
"iya non, biasa lendir ada sedikit bercak seperti darah gitu.." tanya si mbak, ada rasa khawatir yang mbak rasakan
"belum ada mbak.. kmren cek posisi kepala memang sudah di bawah, dan bawaan pengen buang air kecil nya lebih sering lagi.."
"rasa mules gimana non..??"
"belum sih mbak, masih pinggang yang panas dan pegel banget.."
Tak lama kemudian terdengar mobil terparkir..
"Assalamualaikum.."
"Waallaikumusallam..." jawab Syafeera dan si mbak bersamaan
"Loh mas kok udah pulang??" Tanya Syafeera saat melihat ternyata Aydan yang mengucap salam, lalu mencium takzim sang suami
"sengaja, mas tadi kasih materi sebentar , langsung kasih tugas, mas gak konsen, gimana pinggang nya??" tanya Aydan khawatir
"panas dan pegel mas, Sya serba salah, di bawa duduk salah, di bawa jalan juga salah.."
"gak apa apa den, itu biasa kok kalau udah semakin dekat waktu nya.. "
Syafeera nampak meringis sambil membusungkan dadanya, menekan area pinggang nya
"kenapa ada yang sakit..??" tanya Aydan langsung meletakkan laptopnya asal
"ke kamar aja ya, bawa rebahan..." ajak Aydan lalu membopong Syafeera ke atas menuju kamar mereka..saat sampai di kamar Aydan akan membaringkan Syafeera di kasur tapi Syafeera menolak
"mas.. gelar karpet aja ya di baklon.." Aydan menurut, didudukan Syafeera ke pinggir ranjang, lalu Aydan mengambil karpet busa dan di gelar nya di balkon
Syafeera berjalan pelan menuju balkon. Aydan pun duduk dan paha nya di jadikan bantal oleh Syafeera.
Entah kenapa ada rasa nyaman saat tidur di pangkuan sang suami, entah itu karna permintaan di Utun.. atau Syafeera yang ingin di manja.
"gimana...???"
"kayak nya si dedek pengen di manja sama ayah nya..."
Aydan mendekatkan kepalanya ke perut Syafeera, melantunkan Surah Ash-Shaffaat yang menyebutkan doa dari Nabi Ibrahim
Dalam surah tersebut, Nabi Ibrahim membuat pertolongan terkait dengan keturunannya agar diberi anak sebagai penyambung dakwahnya..
Begitu pun harapan seorang Aydan...berharap kelak anak nya akan menjadi anak yang Sholeh, mampu membawa kebaikan untuk banyak orang.
Syafeera terlelap karna mengantuk atau karna lantunan ayat yang Aydan bawakan begitu merdu, entahlah hanya Syafeera yang tahu, senyum Aydan terukir, tangan nya menarik rambut Syafeera ke telinga, di balik senyum itu ada rasa khawatir.
"Nak... jika sudah waktunya engkau Lahir, sudah waktunya engkau melihat dunia ini, Jagan susahkan ibu mu ya... bantu dia melewati semua ini..ayah tak akan bisa merasakan apa yang sedang di rasakan oleh ibu mu, tapi satu hal yang pasti, ibu mu wanita kuat, hebat. berjuang bersama ya nak.." sebuah bisikan di perut Syafeera dengan air mata yang hampir menetes
__ADS_1
Syafeera menggeliat, dan dengan cepat Aydan mengelus punggung Syafeera, dan sesekali mata nya terpejam Tampa sadar lalu terbangun lagi, rasa kantuk yang mendominasi, tapi berusaha sekuat mungkin dia tahan.
Tapi sayang sepertinya itu percuma, Aydan ikut terlelap Dengan posisi kepala bersandar di jendela.
"essstt...." suara Syafeera meringis membangunkan Aydan
"kenapa sayang...ada yang sakit.."
"perut Sya mules mas...Sya mau ke kamar mandi dulu.." Aydan pun membangunkan tubuh Syafeera
"mas bantu ya..."
"gak usah mas, Sya bisa kok..."
"mas bantu..." Syafeera tersenyum suami dingin nya itu tak akan mau di bantah
Tak lama kemudian Syafeera pun keluar dari kamar mandi..
"gimana udah lega..??"
"udah mas.. Dari kemaren memang bolak-balik ke buang air kecil.. minum sedikit aja udah kayak minum se galon mas kebelet nya..."
"Udah jam makan siang, kita turun atau mau mas ambilkan aja.."
"Sya pengen makan mie ayam..."
"Sya.. kok mie ayam..??"
"pengen mas... boleh ya..." mohon nya
"online aja ya, mas gak mau ninggalin kamu di rumah..."
"Sya mau nya sama yang jualan keliling, gak mau yang pakai aplikasi... kan ada bunda di rumah.."
"makan nasi dulu, nanti selesai sholat mas Carikan..."
"gak mau mas....biasa ada kok di gerbang komplek, sekarang ya...pliiiisss...." mohon Syafeera dengan ekspresi imut nya
Dan Aydan hanya bisa menggeleng.. "ok..mas belikan, ya udah ayo kita turun ke bawah..."
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
...Like...
...Komen...
...Vote...
__ADS_1
...Gift...
...Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an...