
Pagi ini sesuai instruksi dari dosen masing-masing, 3 mahasiswa memasuki ruang Dekan.
"Saya senang Kalian sudah berkumpul, udah Saling mengenal??" tanya pak Dekan
"Belum pak.." jawab mereka bersamaan
"Baiklah kalau begitu silahkan perkenalkan nama kalian masing-masing"
"Nama saya Muhammad Azzam Atthallah, dari fakultas Kedokteran"
"Saya Galuh Arunaya Fitri dari Fakultas sastra"
"Saya Syafeera Hadibah Putri dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis"
"Ok sudah saling mengenal ya..." Dekan pun memberikan arahan soal lomba yang akan mereka hadapi bulan depan, untuk materi jurusan mereka di perlintasan untuk diskusikan dengan dosen yang bersangkutan, dan untuk karya ilmiah, materi dan lainnya mereka harus saling bekerja sama.
Dan Selama satu bulan ini pun mereka disibukan dengan persiapan lomba, dan Syafeera juga harus mengejar SKS yang harus di kerjakan dari rumah, karna dia tidak mau ada yang tertinggal..
Hari ini Syafeera sedang berdiskusi dengan sang dosen killer nya..ingin ganti dosen, tapi dialah dosen jurusan nya, mau tak mau dia harus mau kan?
"Pak...bapak bisa gak sih senyum dikiiit aja.." mohon Syafeera
"apa hubungannya senyum saya sama materi kita??"
"pak.. bapak tahu gak...??"
"gak..."jawab nya singkat
"Saya belum selesai bicara pak..."
"ya udah lanjutkan, kamu mau bicara apa??" tanya sang dosen dengan menghadap nya, maklum kan mereka duduk berhadapan di meja kerja Aydan
"Selama sebulan ini saya harus di hadapkan dengan dua pria datang, dan kedua nama mereka sama-sama berujung Atthallah.. apa nama Atthallah semua cuek,datar, dingin kayak bapak dan Azzam...??"
"pembahasan kamu gak penting..."
Syafeera malam memajukan bibir nya mendengar jawaban sang Dosen.
"Pak Senyum itu ibadah loh pak.. senyum dikit aja, biar ada semangat ngerjakan nya, jadi berasa diskusi dengan manusia..." oceh nya
"maksud kamu saya bukan manusia?? kamu mau saya tambahin hutang kamu ??"
"Astagfirullah pak ancaman nya... bapak buat saya strees..."
"bapak itu udah kayak bongkahan es yang nempel di dinding kulkas, buat jengkel..." lanjut nya
"apa hubungannya...??"
"iya bongkahan es itu dingin dan keras, minta di tokok pakai martil, tapi gak Berani, kalau di pukul dan mengenai dinding nya nanti bisa bocor, rusak deh tu kulkas... nah kalau bapak mana berani saya pukul bapak, bisa kualat saya, bisa habis saya" cicit nya sambil fokus ke buku, sedangkan yang di bicarakan sudah melorotkan mata nya,
"jadi kamu berencana mukul saya pakai Martil...??"
"ya gak lah pak, mana berani saya..."
"ck...CK...CK...". sambil geleng-geleng dengan tingkah sang mahasiswi, jengkel dan kesal tapi sikap ceplosnya Syafeera lah yang membuat nya beda dari yang lain, dan itu membuat Nya mengukir senyuman tipis
__ADS_1
"iih bapak senyum..." ujar Syafeera yang tidak sengaja melihatnya
"Siapa yang senyum..."
"pak tersenyum lah sebelum itu bayar" ujar Syafeera sambil tersenyum sumringah dan memainkan alis nya
Aydan pun tersenyum dengan kesan terpaksa "iih itu mah nyengir pak, bukan senyum...tapi gak papa deh pak, ketimbang manyun.. hehehe"
"Kalau kamu memang nanti saya hadiahi senyuman..."
"Masyaallah... segitu mahalnya kah senyuman bapak,.dan itu harus saya perjuangkan??"
Aydan hanya mengangkat pundak nya, enggan memberikan jawaban
🌠🌠🌠
Hari yang di tunggu, mereka sudah berada di Jakarta, berada di gedung salah satu universitas ternama di Jakarta, Kampus Almamater Kuning, yang dulu juga incaran nya. Syafeera dan Indra pun menyempatkan berjumpa, mereka satu perjuangan untuk berada di universitas ternama yang saat ini menjadi tempat mereka menuntut ilmu.
"Gimana kabar di sini ndra??"
"Alhamdulillah Sya.. kamu gimana di kampus biru??" tanya Indra
"Alhamdulillah..."
"beberapa bulan lalu kita berjuang bersama, kali ini kita bersaing Sya..."
"hahaha...iya" balas Syafeera
"Syafeera ayo..." Panggi Aydan
"siap..nanti ku traktir.." balas Indra
Syafeera pun menyusul rombongan nya.. " Siapa Sya?? pacar ya??" tanya Galuh
"Teman satu perjuangan untuk mendapat beasiswa, teman satu SMA di PKU..."
"oh....temu kangen ceritanya"
"boleh lah..." jawab Syafeera sambil terkekeh
Semua peserta pun sudah berada di posisi masing masing. berjuang membawa nama Universitas masing-masing, tak mudah untuk masuk dalam babak penyisihan, dan dengan perjuangan keras Universitas Syafeera (jogjakarta) Universitas Indra (Jakarta) dan Universitas Bandung lah masuk 3 besar.
Mengasah ilmu, mulai dari umum hingga jurusan, menampilkan hasil karya, itu lah yang mereka perjuangkan,.saling berkejaran poin, saling salip, saling tikung, udah kaya balap liar aja ya kan??? tapi ini bukan balap liar, mereka menyalip dengan prosedur, penuh perhitungan,.jika salah langkah maka mereka tertinggal.
Aydan menampilkan senyum walau tipis, saat Syafeera mulai menunjukkan kemahirannya dalam berdebat, dan Tampa sengaja Syafeera melihat senyuman Aydan, Sontan membuat jari nya seperti tanda ceklis ✔️ dan meletakkan di bawah Dagu nya, memberi isyarat kepada sang dosen "jangan di tahan pak senyum nya...hahaha"
Aydan hanya bisa geleng-geleng, di saat genting bisa-bisa sang mahasiswi bertingkah di laur ekspektasi nya.
Usaha tak membohongi hasil, Syafeera dan team nya mampu nyabet juara satu. yaaa.... kampus biru membawa kemenangan nya, disusul oleh tuan rumah , lalu universitas Bandung.
Syafeera dan Galuh saling peluk, bahkan lompat-lompat, dan Azzam masih dengan gaya cuek nya, tapi tak secuek sang Dosen, Azzam juga mengukir senyuman termanisnya,. membuat para Mahasiswi kelepek-kelepek, udah kaya ikan keluar dari air...
"Selamat ya Sya..." Indra memberi Kan selamat
"selamat juga ya buat kamu Ndra....jadi gak ni aku di Traktir...??" canda nya
__ADS_1
"kapan...?? besok masih di Jakarta??"
"gak tahu juga sih, aku kan bawa rombongan, mana bisa asal keluar.."
"kabarin aja kalau ada waktu memungkinkan nanti aku traktir..."
"Siap...."
"Selamat ya buat kalian.." ujar Aditya
"kak Adit.." balas mereka bersamaan
"Selamatkan juga kak, masuk 10 besar loh..." balas Syafeera, obrolan pun mereka lalui, dan tak jarang membuatnya Rekan nya geleng-geleng
"ada yang reuni.." ujar Galuh
"Sya.. foto bareng yok, Bu Santi minta loh, nanti posting ya di sosmed" pinta Aditya, Mereka bertiga pun foto bersama, Aditya bahkan minta foto berdua.
"udah acara foto-foto nya??" tanya Aydan yang baru menghampiri mereka "Udah malam Sya, yang lain udah mau istirahat"
"eh iya pak..."jawab Syafeera "kak Aditya, Indah , aku duluan ya..." pamit nya mengikut sang dosen
Mereka pun menuju hotel...dan tak sengaja Aydan dan Syafeera berjalan beriringan..
"pak senyum nya kok hilang lagi sih.. Kan bapak janji bakal senyum kalau saya menang"
"kan tadi saya udah senyum..."
"senyum bapak mah malu-malu, kayak yang saya contohkan tadi loh pak, " ujar nya sambil mengulang tingkat konyolnya di panggung tadi, mengukir senyum dan dengan tangan berbentuk ceklis ✔️ di bawah dagu
Aydan hanya melirik tingkat sang mahasiswi.
"iih bapak ingkar janji..." oceh nya
"Janji apa Sya...??" tanya Galuh tiba-tiba
"janji... janji..." jawabnya sambil berfikir
"ia janji apa..."
"janji ajak kita ke Dufan.. ya kan pak??" jawab nya ngasal
"serius pak mau ke dufan, ayo lah pak" kali ini Galuh yang merengek
Aydan hanya bisa memijat kepalanya yang tidak Pusing itu... di kerjain sama mahasiswi nya..ckckck...
Syafeera hanya bisa nyengir kuda atas jawabannya "maaf pak" ujar nya sangat lirih, tapi mampu Aydan baca, dan itu membuat Aydan melotot pada nya.
🌠🌠🌠
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1