
Syafeera tiba di kelas, beberapa menit kemudian Aydan masuk, sang Mr. Perfeksionis selalu tepat waktu, dan tidak ada yang berani ngaret karna akan siap dengan tugas yang menumpuk dan Syafeera pernah mengalaminya.
"My Lecturer My Husband'' ledek Hanum namun berbisik (Dosen Ku Suami Ku)
Syafeera menginjak Kaki Hanum.... "Gak usah cari perkara, mu gak tahu apa, Sya lagi siap siapin mental, tadi kak Adrian ngajak Sya pulang bareng di depan dia..." gidik Syafeera
"Syafeera, Hanum mau lanjut materi atau mau lanjut gosip??" Tegus Aydan dengan tegas nya
"Mati lah....kok aku kebawa ya" bisik Hanum
"maaf pak..." jawab Syafeera,. Bukan karna dia sang istri,.tapi Aydan memang paling gak suka jika ada yang sibuk sendiri saat dia menjelaskan materi, di tambah tadi sang istri di ajak pulang bareng oleh seorang pria di depan nya, membuat sedikit naik atensinya.
Aydan kembali ke materi. Materi demi materi Aydan sampaikan, tugas pun juga dia berikan.
"Syafeera dan Hanum ikut saya ke ruangan" ujar Aydan sambil berlalu. Hanum menepuk jidat nya, dan Syafeera hanya bisa mengangkat kedua pundak nya.
"wah siap-siap numpuk tugas nih" ledek salah satu teman nya
"seneng ya kalian..." sewot Hanun
"lagian udah tahu dosen satu itu gak suka di duakan, tenang... nanti babang Nanang siap bantu"
"Pele Lo... " balas Hanum
Syafeera dann Hanum segera menyusul sang dosen. tak akan ada yang curiga, yang mereka tahu Syafeera dan Hanum akan memiliki tugas tambahan.
"Sya... gimana Donk..."
"yakin deh alasannya manggil bukan karna obrolan kita tadi" Syafeera meyakinkan Hanum
Sesampainya di depan pintu ruangan Aydan, mereka mengetuk nya..."masuk.." jawab Aydan dari dalam
"bapak manggil kami karna kesalahan kami tadi ya??" tanya Hanum "pak jangan tugas lagi Donk, udah banyak loh tugas bapak tadi.." mohon Hanum
Aydan tak merespon dia malam memanggil Syafeera.. "Sya, mas tadi udah pesan makanan dari Green.. kalian makan disini aja, jangan ke kantin" ujar nya
"ohya Hanum... Saya bisa minta tolong nanti antar Syafeera..?? dan kalau kalian mau jalan dulu gak papa, tapi jangan kesorean sampai rumah" tambah Aydan tapi melihat ke arah Hanum, tapi Hanum bingung untuk menjawab
"mas.. minta tolong apa merintah??" tanya Syafeera sambil membuka bungkusan makanan yang Aydan pesan untuk nya, ada tiga kotak plus minuman
"kedua nya..." jawab Aydan santai dan Syafeera hanya bisa menggeleng
"aman pak, Syafeera aman dengan saya" balas Hanum berusaha memecah kecanggungan nya plus juga agak iri dengan sikap sang dosen dengan sahabat nya itu, tapi bahagia juga sich.
Mereka pun makan bertiga di ruangan Aydan, entah kebetulan atau kesengajaan, hanya Aydan yang tahu, seakan dirinya tidak mau sang istri makan satu meja dengan pria lain. Aydan bisa melihat bahwa Adrian menaruh hati kepada Syafeera bahkan jauh sebelum diri nya jatuh hati pada istrinya itu.
Beda nya Adrian menaruh harapan kepada Syafeera yang belum tentu terbalas, sedangkan Aydan menaruh hati pada kekasih yang sudah jelas halal untuk nya.
"Mas nanti harus ke green dulu, ingat kalau mau jalan jangan sore-sore pulang nya.."
"iya... Sya ingat pesan mas dosen..." goda Syafeera dan itu membuat Hanum membulatkan mata nya
"ternyata dosen dingin bisa bucin juga ya" batin Hanum
__ADS_1
Mereka pun selesai dengan makan siang nya, lalu bergegas kemasjid untuk sholat Dzuhur.
Dan saat mereka baru Kembali dari masjid tidak sengaja bertemu dengan Adrian CS,
"Tumben gak ke kantin Sya..??" tanya Boy
"Ada tugas tadi pak Aydan... gara-gara Hanum nich..."
"Yee kok gara-gara aku sich... pak Aydan aja yang Mr. Perfeksionis, ngobrol didik aja kena hukuman.." balas Hanum, karna bagaimanua dia harus ikut menjaga kerahasian hubungan sang dosen dan sahabat nya itu.
"Jadi pulang bareng Sya...??" tanya Adrian
"Gak bisa kak, Sya pulang bareng Hanum, sekalian mau menyelesaikan tugas dari pak Aydan" bohong Syafeera,bukan niat nya membohongi Adrian, lagi an mana mungkin dia berani pulang dengan Adrian, siap-siap kena gorok.
"kami duluan ya kak....ada kelas lagi" ujar Hanum sambil menarik Syafeera.
🌠🌠ðŸŒ
"Sya kita kemana...??"
"kemana aja...atau langsung antar ke rumah aja dech.."
"jalan dulu lah yok.. sebentar, lagian kan udh dapat izin.."
"ya udah Sya ngikut aja"
Mereka kini sudah berada di salah satu Cafe di pusat perbelanjaan.
"Harus... karna bagaimanapun ini bukan mainan kan.. awalnya ada rasa takut, apalagi semua ini serba mendadak, bahkan Sya pernah loh bahas soal perjanjian pranikah..."
"trus...??" tanya Hanum kepo dengan masih menyedot minuman nya
"langsung di TOLAK..."
"Serius...??" Syafeera mengangguk
"Dia bilang perikahan itu bukan main main, itu tuh janji kita di kepada Allah, ibadah terpanjang, dan sekalipun ini gak mudah, kita harus bisa belajar menerima semua ini, biarkan semua berproses.."
"Dan bahkan sebelum pernikahan itu berlangsung dia udah pernah bilang, akan belajar mencintai Sya, begitupun harapan dia, Sya bisa belajar mencintai dia..."
"itu nama nya lelaki Sholeh Sya... memang sih pak Aydan itu terkesan dingin, tapi baik loh, bahkan banyak mahasiswi yang berusaha menarik perhatiannya"
"tapi aku belum siap..."
"siap untuk Unboxing ??" Syafeera memukul kepala Hanum dengan daftar menu "belum siap jika kampus tahu Sya istri sang dosen killer mereka..."
"siap gak siap Sya.... lagian hubungan kalian kan di dukung pak Wahid..."
"ia sich....tapi kan mulut netizen gak peduli itu..."
"udah nikmati aja proses nya...klo mu gak mau, aku siap nampung..hehehe" satu pukulan lagi mendarat
"sakit Sya... nyoya dosen cemburu nich..." goda Hanum
__ADS_1
"eh ngomong-ngomong tu jilbab beda bentuk nya??"
"kelakuan My Lecturer My Husband"
"dia beneran jagain kamu Sya..." syafeera mengangguk
"pulang yok..." ajak Syafeera
🌠🌠ðŸŒ
"Gimana Tadi jalan nya sama Hanum..??" tanya Aydan saat sudah selesai dengan pekerjaan nya
"emang mau nya gimana??" tanya Syafeera balik
"mas tanya Sya..." sambil beranjak dari sofa menuju meja dimana Syafeera sedang asik dengan bacaan nya
"cuma nongkrong aja di cafe, dan cuma berdua kok..." saat Kata berdua Syafeera ucapakan penuh penekanan..Aydan mengacak rambut Syafeera
"pinter..."
"Sya kan memang pintar.."
"baca apa sich...???"
"nih..." tunjuk Syafeera ke judul buku nya -Surga yang tak di Rin-dukan-
Aydan tersenyum melihat apa judul buku yang Syafeera baca, ternyata novel..
"Ya udah mas tidur duluan ya, agak lelah nih.." sambil memijat punggung nya dengan tangan nya..."jangan lupa waktu kalau lagi baca.." tambah Aydan lalu mencium puncak kepala Syafeera lalu Menuju ranjangnya.
Wajah lelah nya membuat Syafeera tak tega, Syafeera menutup buku nya itu, tak lupa memberikan nya tanda, lalu beranjak menuju tempat ranjang
"Mas telungkup gih..."
"loh bukannya lagi baca..??"
"bisa di lanjut besok... buruan telungkup"
"ngapain, mas mau tidur..."
"sesekali suami juga harus manut sama kata-kata istri..." Aydan pun menurut, menelungkup badan nya dan tiba-tiba tangan Syafeera mendatang di punggung Aydan, Syafeera memijat mijat punggung Aydan, dan Aydan tersenyum dengan perlakuan sang istri nya itu.
Mata nya semakin berat sembari menikmati pijatan Syafeera, dan setelah Aydan terlelap, Syafeera pun ikut membaringkan tubuhnya tepat berada di samping Suami dingin nya itu
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ken ??
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1