
Siang ini Qianita memutuskan untuk pulang, awalnya Qeysha tidak mau, Ingin tetap tinggal, tapi Qeysha benar-benar tidak mau lepas dari sang kakek, sama nenek pun gak mau, Padahal biasa nya dia selalu mengekor kemana sang nenek pergi.
Memberi waktu luang untuk ayah bunda bersama syahdan. karna mereka juga tidak akan bisa lama-lama di PKU.
Nampak Ayah bunda dan Syahdan bercengkrama, walau kadang ayah sendiri tidak paham akan kosa kata yang Syahdan ucapakan.
"Ndak Kek, ini na-nas.."
"ini bukan nanas sayang, ini kopi.." balas sang nenek
"i-ya api ini na-nas nek..."
Syafeera terkekeh..."Panas Bun.. pa-nas, dia itu bilang kopi nya panas..."
"o wa lah... pa-nas..." ujar sang nenek sambil menepuk jidat nya
"iya to-pi nya na-nas..."
"ko-pi Adan... bukan to-pi" ujar sang kakek sambil mencubit pipi chubby nya.
"to-pi...." balas nya lagi
"iya deh iya.. topi pun gak papa....." balas sang kakek kali ini sambil mencubit hidung Syahdan
"dia bisa Bun, tapi kalau di eja ber ulang-ulang, tapi kalau main cepat ya ngomong nya sedapat nya aja, kadang cuma ujung nya" ujar Syafeera
"les kamu lancar kan Sya, trus Syahdan gimana..???" tanya Ayah
"lancar yah... Syahdan kadang ikut jadi guru..."
"wuih cucu kakek mau jadi dosen kaya ayah ya...??"
Syahdan tak menjawab dia malah sibuk dengan mainan nya.
"Sore ini kita ke jalan-jalan ya, ayah mau belikan cucu ayah mainan"
"bukan menolak yah, tapi kan ayah tahu kamu pakai pesawat, akan repot nanti bagasinya" balas Aydan
"ayah cuma mau nyenengin aja.. kapan lagi coba, rindu itu berat loh..."
"ayah mah udah kaya judul film .." timpa bunda dan Mereka pun terkekeh.
Sore nya seperti yang Ayah rencanakan, mereka keluar di untuk sekedar jalan-jalan, menikmati suasana sore di PKU, Putri Kaca Mayang menjadi pilihan mereka, sebuah taman kota yang letaknya tepat di pusat kota PKU , menjadi tempat yang cocok untuk jalan-jalan sore bersama keluarga, bersepeda dan juga dilengkapi area bermain anak-anak, seperti ayunan, prosotan dan lain nya.
Syahdan berlari kecil ingin menyusuri taman, ramai banyak anak-anak lain nya yang juga sedang bermain. sang kakek dan nenek mengikuti kemana langkah Syahdan bahkan sang kakek dengan sigap menopang tubuh Syahdan saat akan terjatuh karna terburu-buru. Seakan tak ingin sang cucu lecet walaupun sedikit..
"Hati-hati... nanti jatuh gimana..."
"Adan au itu kek..." tunjukkan pada sebuah balon gas yang berbentuk aneka kartun, mobil dan juga binatang.
"sini naik ke punggung kakek..." ujar sang kakek meminta Syahdan untuk naik ke punggung nya, Syahdan pun dengan penuh semangat langsung naik ke punggung sang kakek.
"Yee... Adan aik Uda..." (Yee... Syahdan naik Kuda...)
Syafeera dan Aydan Kanya bisa terkekeh, Aydan nampak merangkul Syafeera dengan mesra.
"coba Ayah mas masih ada disini kita, dia pasti akan memperlakukan Syahdan sebagaimana ayah saat ini.." ujar Aydan sendu
__ADS_1
"kok jadi mellow sich... kita punya cara lain memperkenalkan almarhum ayah dengan Syahdan nanti."
Syahdan hari ini benar-benar tak lepas dari rangkulan sang kakek,bahkan beragam mainan juga sudah memenuhi keranjang belanja, bukan makanan isi nya, tapi mainan.
mulai dari permainan edukasi, bahkan sang kakek juga membelikan Sebuah boneka yang bisa mengeluarkannya suara tilawah,. kisah nabi dan lain nya.
Syahdan tidur dalam pangkuan sang kakek, dan saat pulang dari acara jalan-jalan mereka Ayah pun membawa Syahdan masuk ke rumah..
"kalau dia tidur di kamar ayah nangis gak ya..??" tanya ayah saat Syahdan berada dalam gendong nya.
"takutkan nangis ya, dia kalau bangun dan gak ada Sya, suka histeris.." jawab Syafeera
"udah besok malam kita pasang karpet di ruang tengah, kita tidur di sana berlima..." ujar Bunda
"boleh juga tuh ide bunda.." sahut ayah
"nanti kita atur dech..." jawab Syafeera dengan senyum mengembang mendengar ide dari sang bunda
Satu pekan pun berlalu, bahkan hari ini sesuai rencana beberapa hari lalu, mereka tidur di ruang tengah berlima, seperti mau kemah, tapi bahagia itu se simple itu untuk mereka.
Sang kakek dan nenek pun cukup takjub dengan gaya tidur Syahdan, dia bisa mutar seperti gasing, bisa berpindah Posisi.
Syahdan masih terlelap dimana bantal jadi sandaran untuk kaki
"masyaallah....lasak juga ya cucu ayah ini..."
"makanya dia udah gak bisa tidur di box lagi yah..." jawab Syafeera
"ya udah kita subuhan dulu..." ujar bunda
"Mas ke masjid aja Sya, ayah mau ke masjid..??" tanya Aydan ke sang ayah mertua
Ayah dan Aydan pun ke masjid, sedangkan Syafeera dan bunda sholat di rumah. selesai aktifitas subuh, Dapur adalah tujuan para emak-emak ini.
Syahdan masih merasa nyaman dengan tidurnya nya, bahkan sudah berpindah posisi.
"Oh ya Sya, ayah sama Aydan jadi mancing nya..??"
"Jadi Bun, malah teman SMA Sya mau ikut, dulu pernah jumpa di Jogja, dan kalau ke PKU mau ngajak mancing.." jawab Syafeera sambil mencuci sayuran.
"Berarti siapkan bekal juga untuk makan mereka nanti..."
"iya Bun..."
Tak lama kemudian ayah dan Aydan pun sudah di rumah.
"enak banget tuh tidur nya...??" tanya ayah sambil mendekat ke arah Syahdan
"mungkin karna luas yah..." jawab Syafeera
Ayah tak henti-henti menciumi wajah Syahdan, dan itu membuah Syahdan terusik
"bangun...bangun..bangun... nanti rezekinya di patok ayam loh..." ujar Ayah mengganggu tidur Aydan
"Aydan tahu gak, dulu Syafeera kalau susah di bangunin, ayah sama bunda suka bilang gitu..."
"trus langsung bangun Bun...??" tanya Aydan
__ADS_1
"boro-boro.. dia malah jawab, nanti Ayam nya Sya patok..." ujar bunda sambil terkekeh mengingat kejadian itu
"nangkap ayam aja gak bisa,. gimana mau matuk ayam coba" balas Ayah
"iih ayah sama bunda mah jangan bahas masa lalu atuh..."
Aydan malah terkekeh, membayangkan bagaimana nakal nya istri itu.
"awas ya mas mikir aneh-aneh... itu dulu, sekarang udah gak lagi..." omel Syafeera saat melihat Aydan terkekeh
"kalau sekarang masih kayak gitu, malu sama Syahdan lah..." balas ayah
"mommy aja belum bangun, Syahdan bobok lagi lah..." timpa bunda, dan itu membuat Syafeera memanyunkan bibir nya.
🌠🌠🌠
Selau di tanya Visual, bukan gak mau ngasih, sudah pernah di kasih, tapi pro dan kontra..jadi saya hapus. udah kaya berita artis aja ada pro dan kontra nya🤭🤭
Menentukan Visual itu gak mudah untuk saya pribadi, karna apa?? imajinasi setiap orang berbeda-beda, dan Saya juga tidak tahu bagaimana imajinasi para pembaca, sudut pandang para pembaca.
Bukan tidak menerima masukan atau kritikan, tapi ada kalanya juga kadang kita buntu, dan saat kita mencoba ternyata banyak yang tidak setuju, ada sedikit rasa tak nyaman di hati.
Tapi gak apa-apa... kali ini saya coba lagi, semoga visual kali ini masuk.
jika tidak sesuai ekspektasi para pembaca, abaikan saja, pembacaan bisa berimajinasi sendiri saja ya...😊🙏
Aydan Atthallah...
Seorang dosen FEB , awal mula sangat dingin, tapi kejadian Syafeera mampu membuatnya menjadi hangat, tapi tetap kehangatan itu hanya untuk mereka yang terkasih.
Syafeera Hadibah Putri
Dulu nya seorang mahasiswi, cantik dan berprestasi, enggan membuka hati, tapi kini dia telah menjadi istri dari sang dosen dingin nya, serta sudah memiliki seorang Putra.
Muhammad Syahdan Atthallah
Sang Boscil nya Green.. kesayangan ayah dan mommy pastinya.
🌠🌠🌠
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Ingat ini hanya coretan renyah saya yang mungkin kadang suka gak jelas.. jadi kalau gak nyambung, ya di sambung sambungin aja🤭
__ADS_1
Karna....
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an