Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
saya suami kamu, kamu istri saya


__ADS_3

Pagi ini Aydan dan Syafeera menjemput keluarga Syafeera, ingin berkeliling jogjakarta, sebelum nya mereka ke kos Syafeera, dimana ayah menyampaikan bahwa Syafeera tidak kos lagi, dia akan tinggal dengan kerabatnya. serta ayah juga mengucapkan terimakasih selama ini telah menjaga Syafeera.


Kepergian Syafeera dari tempat kos cukup membuat teman-teman kos nya kaget, semua serba mendadak, tapi apa daya jika itu keputusan Syafeera, bukan keputusan Syafeera, Lebih tepat nya keadaan yang mengharuskannya.


Aydan tidak turun, akan timbul gosip apabila ada yang tahu ada Aydan di dalam mobil itu.


"Eh... kayak kenal sama mobil itu..." ujar salah satu teman kos Syafeera


"mobil siapa??"


"kayaknya pernah nampak di kampus lah..."


"emang yang punya mobil kaya gitu cuma pihak kampus..."


"ya gak sih..."


bersyukur kaca mobil Aydan gelap, jadi tidak ada yang dapat melihat keberadaan nya. selesai packing di bantu oleh keluarga, barang-barang pun di bawa ke mobil oleh ayah dan Yusuf..bukan Aydan gak mau bantu ya.


Seharian ini mereka habiskan jalan-jalan, Syafeera seakan enggan lepas dari sang bunda..besok mereka harus sudah kembali ke Pekanbaru.


"pak Sya izin tidur di hotel ya.." Syafeera memohon saat mengantar keluarga Syafeera ke hotel


"Sya.... kamu kayak baru pisah sama bunda aja, biasa nya juga biasa aja tuch, kenapa setelah menikah malah manja.."


"karna setelah menikah sya gak tahu apa bisa sering pulang ke Pekanbaru.." ujar nya lirih,. tapi masih terdengar


"hei... kamu bisa pulang kapan pun, tapi ingat izin sama suami, dan jangan panggil suami kamu pak Dong, kan bukan di kampus" tambah bunda


Syafeera melihat Aydan sekilas lalu kembali melihat bunda.. "masih belum biasa Bun"


"maka dari itu biasakan..."


"nanti sya coba..." jawabnya singkat


Aydan mengizinkan Syafeera untuk menginap di hotel, tapi tidak dengan bunda, bunda memaksa Syafeera untuk pulang. cukup besok datang untuk mengantarkan mereka ke bandara.


Syafeera dan Aydan sudah berada di kamar, sudah mengambil posisi di sisi ranjang masing-masing, tapi masih dalam posisi menyandar di dinding ranjang dan sibuk dengan benda pipih masing-masing.


"besok saya ada kuliah pagi, jadi tunggu saya pulang baru ke hotel.." ujar Aydan membuka suara dan meletakkan handphone di atas nakas


"Sya ke hotel aja duluan naik motor.." jawab Syafeera

__ADS_1


"tunggu saya pulang, sebenarnya saya masih cuti, tapi ada yang harus saya gantikan"


"ya udah gak papa... bapak ke kampus Sya bisa kok naik motor Sya.." ujar nya lagi, kali ini dengan menghadap ke arah Aydan


"bisa manut gak..??" tanya Aydan dan kini mereka duduk dengan saling berhadapan di atas ranjang, Aydan memasang wajah datar nya


"pak Aydan ribet dech..."


"kamu yang ribet karna gak bisa nunggu saya, saya gak lama di kampus, setelah itu kita ke hotel.."


"kan pak Aydan jadi bolak balik...."


"bisa manut...??" tanya Aydan dengan mendekatkan wajah nya ke wajah Syafeera dan itu membuat Syafeera kaget dan langsung mengangguk kepala nya kecil.


"iih Kenapa tiba-tiba deketin muka sich, kan jadi dad Dig Dug..." batin Syafeera


mendapat anggukan dari Syafeera walau terpaksa membuat nya tersenyum simpul, lalu membaringkan tubuh nya, sedangkan Syafeera masih dengan posisi duduk nya., mengatur detak jantung nya. lalu membuang nafas nya panjang,


"Pak...boleh saya tanya sesuatu??" tanya Syafeera tiba-tiba dengan posisi menghadap ke arah Aydan yang baru saja mau memejamkan mata nya..


"apa...??" tanya Aydan dengan membuka mata nya yang baru mau mulai terpejam


"bapak gak ada rencana buat perjanjian pranikah gitu,.kan pernikahan kita ini terpaksa,.ya kali bapak mau mengakhirinya di waktu tertentu" pertanyaan yang membuat mata Aydan melebar lalu memposisikan tubuhnya duduk kembali dengan menghadap Syafeera.


"pertanyaan saya tadi cukup jelas pak, gak perlu di ulang... ya kayak di novel gitu, kan kisah kita bisa nya cuma ada di novel, menikah karna terpaksa"


"ini dunia Syafeera bukan novel... jangan kebanyakan baca novel, boleh membaca cari yang berfaedah,.ambil baik nya, buang buruk nya"


"tapi kan memang seperti di novel pak..."


"kamu ingat gak perkataan saya sebelumnya memutuskan untuk menikah dengan kamu?? kalau lupa biar saya ingatkan"


"Bismillah saya akan belajar mencintai kamu"


"Jadilah istri saya..." ucap Aydan penuh penekan mengingatkan Syafeera akan apa yang Aydan ucapkan sebelum mereka menikah, dan itu membuat Syafeera tertunduk.. Aydan mengangkat dagu Syafeera, membuat syafeera menatap nya.


"Lihat saya baik-baik..." titah Aydan "pernikahan ini bukan ajang permainan, atau sebatas surat perjanjian atau apalah yang kamu pikirkan, ini semua janji saya kepada Allah... saya menjadikan ini untuk ibadah terpanjang saya dan juga kamu... Allah maha membolak-balikkan hati" ujar Aydan penuh penegasan itu membuat Syafeera tak dapat berucap lalu Aydan beranjak ke arah lemari sedangkan Syafeera masih terpaku.


Aydan mengambil sesuatu dari dalam lemari, lalu kembali ke atas ranjang kembali di tempatnya semua, Syafeera mengedip ngedipkan mata nya berusa mencerna setiap apa yang Aydan ucapkan tadi.


"Lihat saya..." Syafeera kembali melihat Aydan, tatapan Aydan begitu tajam membuat nya membeku, membuat hati dan jantung nya sulit untuk di kontrol, pikiran nya pun tak karuan.

__ADS_1


"cukup ini" sambil menujuk kan dua buah buku berwana maron dan hijau tua di hadapan Syafeera "cukup ini surat yang kita punya, bukan Surat-surat perjanjian lain"


Syafeera hanya bisa mengangguk kepala, mencerna apa yang terjadi ya.... Aydan tidak main-main dengan pernikahan ini...


"maaf..." lirih Syafeera sambil tertunduk


"kisah kita bukan cerita novel, yang awalnya benci , terpaksa menikah, membuat surat perjanjian pernikahan, lalu saling jatuh cinta, bucin, lalu membatalkan perjanjian itu... menyesali semua nya... itu bukan kisah kita"


"ingat saya tidak memaksa kamu harus mencintai saya dengan cepat, karna saya juga sedang belajar, tapi kita harus belajar memahami satu sama lain, tahu posisi masing-masing, saya adalah suami kamu dan kamu istri saya....saya tidak mempermasalahkan jika kamu belum siap terbuka tentang pernikahan kita, tapi ingat saya adalah suami kamu, dan saat dikampus maka saya adalah dosen kamu"


Syafeera mengangguk kan kepalanya, ada rasa hangat di hati nya saat Aydan mengatakan itu semua..


"kamu bisa menutupi pernikahan kita, tapi ingat kamu sudah bersuami..."


"tunggu.... emangnya bapak pernah liat saya punya pasangan di kampus, atau dekat dengan laki-laki..."


"hmmm... kamu memang tidak menjalin hubungan dengan seorang lelaki, tapi banyak mahasiswa yang menaruh hati sama kamu kan??"


"itukan mereka..."


"tetap saja kamu harus jaga jarak..."


"ia saya juga tau batasan tanpa bapak ingatkan, lagian seharusnya saya yang bertanya, bukanya bapak sudah punya tunangan ya?? kan beberapa waktu lalu ada gosip bapak sedang cuti tunangan..??"


"tunangan...kamu salah paham.. udah tidur, ini udah malam.." titah Aydan lalu merebahkan tubuhnya setelah memasukan buku nikah mereka ke dalam laci nakas


"salah paham...?? maksud nya..??" tanya Syafeera penasaran


"di bahas besok, saya ngantuk..."


"iih mana boleh gitu, jawab dulu.." sambil menyenggol nyenggol pundak Aydan,. tapi Aydan tak merespon, malah makin memejamkan mata nya, dan itu membuat Syafeera kesal, dan mau tidak mau ikut membaringkan juga tubuh untuk tidur, tidur dengan rasa penasaran.


🌠🌠🌠


Gimana??? Lanjut??? lanjut gak??


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...


Dukungan dan komen reader semua sangat memacu semangat Author....


Jazaakumullah khairon..

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah *Al-Qur'a***n**


__ADS_2