
Hari terakhir Syafeera melaksanakan ujian semester tiga nya. sesuai rencana sore ini mereka akan menuju Pekanbaru, sebenarnya masih ada kegiatan extra sembari menunggu jadwal libur, tapi Syafeera memilih absen dari kegiatan ini, agar waktu libur nya di Pekanbaru bisa lebih lama.
"Sya besok bisa ikut kegiatan anak BEM kan..??" tanya Adrian saat Syafeera melewati lorong selesai dari ruang Dekan.
"Sya absen dulu kak, mau balik ke Pekanbaru, ada urusan" jawab Syafeera
"gak asik Sya kalau gak ada kamu..."
"ni Sya baru selesai izin ke pak Wahid langsung.." mereka berjalan dengan beriringan
"sayang banget Donk.. padahal anak-anak BEM kangen dengan ide-ide kamu loh.."
yang kangen anak BEM atau Adrian ya??
"Maaf ya kak... Sya duluan soalnya sore ini langsung berangkat"
"Sya tunggu...." cegah Adrian sambil meraih tangan Syafeera, tapi dengan cepat Syafeera tepis agar segera terlepas.
"Bisa bicara sebentar aja..." pinta Adrian
"Maaf kak Sya buru-buru.."
"Sya apa masih belum bisa kamu buka hati kamu??" Tanya Adrian saat Syafeera mulai melangkah kaki nya, dan di saat bersamaan Aydan keluar dari ruangan nya. Aydan terpaku di depan pintu ruangannya, dan Syafeera berdiri di antara dua pria.
Syafeera menepuk jidat nya,. bagaimana tidak, ada pria yang menyatakan perasaannya di depan sang suami.
Syafeera berbalik arah menatap Adrian... "Maaf kak Sya gak bisa.."
"kenapa..?? masih karna ayah kamu, saya siap nunggu Sya, setidaknya kamu terima perasaan saya..."
"awalnya memang karna ayah kak, tapi tidak untuk saat ini??"
"karna apa Sya, cita-cita???" Syafeera menggeleng
"terus karna apa Sya...??" tanya Adrian sembari melangkah, tapi satu langkah Adrian maju, satu langkah Syafeera mundur
"Hati Sya sudah ada yang memiliki kak, maaf"
Adrian langsung menghentikan langkah nya, menatap Syafeera dan nampak jelas Syafeera mengatakan nya Tampa keraguan sedikitpun.
"siapa Sya, bukankah selama ini..."
"maaf Sya gak bisa kasih tahu kak, itu urusan pribadi Sya, belum lama, tapi Sya yakin akan perasaan Sya, dan ayah juga setuju.."
Adrian lemas, bagaimana tidak dia menunggu satu setengah tahun sejak pertama kali mengenal Syafeera, tapi selalu penolakan yang dia dapat, dari alasan ayah, cita-cita, tapi bagi Adrian itu bukan masalah, tapi kali ini sungguh berbeda jauh, Syafeera sudah menyerahkan hati nya. siapa pria itu? pertanyaan demi pertanyaan dalam hati Adrian
Dibalik mendung nya Adrian, ada pelangi di mata Aydan.. senyum kecil terukir.
__ADS_1
"Maaf kak, Sya harus pergi...." Syafeera berlalu meninggalkan Adrian dan melewati Aydan juga. Adrian terpaku melihat Syafeera yang semakin jauh, tapi Aydan malah mengikuti langkah Syafeera, karna mereka memang harus segera pulang mempersiapkan keperluan untuk ke Pekanbaru.
Syafeera dan Aydan pulang satu mobil, Tapi Syafeera lebih dahulu keluar dari area kampus. Syafeera lebih memilih melihat keluar jendela, sedang kan Aydan fokus menyetir. Sesampainya di rumah Syafeera langsung menuju kamar, membersihkan diri nya sedang kan Aydan menunggu ambil memainkan handphone nya di tepi ranjang.
Syafeera keluar hanya menggunakan handuk, sekarang kegiatan itu sudah menjadi kebiasaan Syafeera, tak ada rasa malu seperti dulu. Syafeera langsung menuju lemari nya. dan Aydan bukan bergegas ke kamar mandi, dia malah menghampiri Syafeera.
Memeluknya, menyandarkan dagu nya di pundak Syafeera. Mata nya terpejam menikmati aroma sabun yang Syafeera pakai.
"mas buruan mandi.... nanti kita telat loh"
"kan semua udah siap, kita tinggal berangkat, dan masih 3 jam lagi"
"mas iih, mas belum mandi loh....Sya mau pakai baju..."
Bukan melepaskan pelukannya, Aydan malah membalikkan tubuh Syafeera, membelai lembut wajah istri nakal nya itu, lalu berganti ke bibir Syafeera, awal nya hanya di sentuhan biasa namun Tampa aba-aba Aydan membopong Syafeera ke atas ranjang.
"mas...Sya baru aja selesai mandi.." protes Syafeera, tapi itu Bukan suatu masalah besar untuk seorang Aydan. Saat mendengar jawaban demi jawaban yang Syafeera berikan untuk Adrian beberapa waktu lalu, sungguh itu semua membuat nya ingin segera menyalurkan rasa bahagia. bukan seorang Aydan apabila pandai mengungkapkan dengan kata-kata.
Aydan membisikan Ayat cinta yang sekarang sudah sangat tidak asing untuk Syafeera, karna ayat itu akan selalu Aydan ucapkan saat mereka akan menyatukan cinta.. Syafeera pasrah akan apa yang Aydan lakukan, karna berontak pun percuma, jalan nya hanya satu, menikmati nya, memberikan pelayanan terbaik, agar bernilai ibadah, karna ini memang ibadah untuk mereka. Jika ada keterpaksaan maka yang didapat hayal lelah...
Aydan memang dingin, tapi saat seperti ini dia mampu menghangatkan, sangat hangat dan membuat Syafeera nyaman.
"Mandi bareng..." ajak Aydan setelah pergulatan mereka selesai
"No....Sya mandi duluan, karna kalau bareng ujung-ujungnya lebih dari mandi..." tolak Syafeera
"seneng ya buat Sya mandi dua kali..." protes Syafeera, tapi tak di respon, Aydan malam membawa Syafeera ke kamar mandi dengan menggendong nya.
🌠🌠ðŸŒ
Saat ini mereka sedang check-in, memeriksa data serta bagasi, setelah semua sesuai, semua selesai mereka pun menuju ke tahap selanjutnya, mulai dari pemeriksaan diri dan bawaan, setelah di yakini aman, mereka pun menunggu di sebuah ruangan dimana sudah sesuai arahan dari petugas,. tinggal menunggu panggilan nomer pesawat sesuai yang tertera di boarding pass.
Dua puluh menit menunggu, akhirnya no pesawat yang akan mereka naiki pun meminta para penumpang untuk segera menuju pesawat, dan menempati kursi yang tertera Di boarding pass .
Syafeera duduk di nomer kursi miliknya,Aydan menaruh tas ransel kecil nya di bagasi atas, setelah aman dan selesai Aydan pun mendudukkan tubuhnya tepat di samping Syafeera.
"Udah siap...??" Syafeera mengangguk
"kita baca doa dulu ya..." lagi-lagi Syafeera mengangguk lalu Syafeera ikut menadahkan tangan nya.
"Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl"
“Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.. aamiin"
Menyebut nama Allah di setiap hal kecil itu wajib, agar apa yang kita kerjakan bernilai ibadah.. begitu mudahnya Allah memberi kita nilai Ibadah, hanya terkadang kita yang suka Lalai.
Saat minum lupa membaca Basmalah, Saat akan melakukan sesuatu lupa membaca Basmalah.. padahal apapun itu jika kita mengingat Allah, menyebut nama nya, bukan hanya hal baik yang di dapat, melainkan juga nilai ibadah.
__ADS_1
Syafeera merangkul lengan Aydan, menyandarkan kepala nya di pundak Aydan, lelah dan mengantuk, bukan hanya Karna aktifitas kampus, tapi juga karna ulah Aydan.
"Mas Sya tidur ya...ngantuk..."
"tidur lah..."
Dan benar saja tak butuh waktu lama, Syafeera sudah terlelap dalam dekapan Sang suami..Aydan mengelus puncak kepala Syafeera senyum nya terukir. kebetulan kuris mereka Model 2 - 2 jadi mereka bebas tanpa takut penumpang yang berdampingan dengan mereka berasa menjadi nyamuk.
"istrinya mas...??" tanya salah satu penumpang di sebelah mereka, Aydan menoleh ke samping kiri, lalu menganggukan kepala nya.
"pengantin baru yah..." ujar perempuan di samping Lelaki itu, kalau dari panggilan nya itu pasti istrinya.
"pulang honeymoon nih mas??"
"bukan pak, kami tinggal di Jogja, ini mau berkunjung ke rumah keluarga yang di Pekanbaru.."
"Pekanbaru dimana..??" tanya istri dari lelaki itu
"kurang paham juga Bu, kebetulan saya baru pertama kali kesana, istri yang paham, istri saya yang tinggi disana.."
"definisi merantau dapat jodoh ni yah..." tambah sang ibu, Aydan hanya bisa tersenyum ramah menanggapi komentar suami istri itu.
"kami juga orang Pekanbaru mas, nama saya Pak Agus dan ini istri saya Wati"
"Saya Aydan pak.."
Pak Agus mangguk-mangguk.
Dua jam lebih perjalanan,.dan Syafeera terlelap dalam tidur nya,. bahkan saat sudah mendarat dengan selamat pun Syafeera masih terlelap.
"Sya...udah sampai..." Aydan berusaha membangunkan Syafeera
Syafeera berusaha mengembalikan kesadaran, setelah sepenuhnya sadar mereka pun turun, tangan Aydan selalu menggenggam tangan Syafeera, Seakan takut hilang.. dan Saat mereka keluar benar saja, ayah dan bunda sudah menyambut kedatangan anak dan menantunya itu.
Syafeera berlari ke pelukan sang bunda. menumpahkan rasa rindu nya...
"di lanjut nanti, kita sampai rumah dulu.." ujar ayah yang membuat mereka melepaskan pelukannya.
🌠🌠ðŸŒ
Masih mau Lanjut ??
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1