Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
ke Gesrekan mereka


__ADS_3

Jika Tiara sudah pulang tidak dengan mereka, malah sekarang sudah pindah ke atas rooftop.


"be-te-we.. kalian disini gak pulang-pulang karna betah, atau karna serba Ge-Ra-Tis...??" tanya Agung


"hahaha... si agung tahu aja.." balas Hari


"gimana Gung kerja sama pak Aydan..??" Tanya Heni


"baik banget lah, walaupun dia gak banyak bicara, bicara seperlunya aja.." balas Agung


Bukankah seharusnya Manusia seperti itu, bicara seperlunya saja,. cukup Diam jika tidak tahu, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau menyakiti. karna Diam itu Lebih Baik.


-Siapa yang beriman Kepada ALLAH dan Hari Akhir, hendaklah dia berkata yang Baik atau Dian-(HR. Bukhari)


"aku gak nyangka dech bisa berinteraksi seperti ini dengan pak Aydan, walaupun di masih dingin.." ujar Risa


"udah jalan nya sohib kita berjodoh dengan dia.." balas Hanum


Saat mereka dengan ngobrol, tiba-tiba Hari dan Bagas ngilangin gak tahu kemana Tampa jejak.


"Mana tuh dua kurcaci??" tanya Syafeera yang baru bergabung, tadi menyempatkan makan bersama sang suami dinginnya.


"tadi disini, kemana ya, udah kayak dedemit aja, ngilang Tampa jejak.." jawab Heni


"Gung, nampak Hari sama Bagas..??" tanya Heni


"tuch..." jawab agung sambil menunjuk ke meja lain yang ada di pojok


"gila ya tu kurcaci, kalau liat cewek bening,cepet ngilang nya.." ujar Risa


"tahu aja tuh sama yang bening-bening..." tambah Hanum


"eh bukanya dia adek leting kita ya..??" tanya Heni


"iya bener itu rombongan adek leting kita.." balas Risa


"punya nyali juga ya,. padahal kan mereka di sini cari gratisan.." balas Heni


"pas bilang gratisan jangan kencang Hen, nanti kedengaran yang lain, kita kan juga makan minum gratis.." Ujar Hanum


"hahaha... iya ya..." tawa Heni


"Pesan aja mau yang mana..." ujar Bagas menawarkan, kepada tiga gadis cantik yang ternyata adek leting nya


"serius ni kak..." balas salah satu cewek itu


"serius lah... tapi Bayat sendiri..hehehe" jawab Hari


"Yah itu mah sama aja kak..."


"bercanda... nanti kita yang bayar.." Bagas meyakinkan


"jangan percaya, mereka aja disini makan minum gratis.." ujar Agung tiba-tiba, Agung datang untuk mengantar pesanan mereka


"ih...ini kak Agung kan...??" tanya salah satu dari tiga gadis itu

__ADS_1


"iya.... kok tahu..??"


"tahu lah, kan kak Agung yang tolongin aku pas acara penyambutan MaBar...!! kenalin kak Aku Retno..kita belum sempat kenalah.."


"oh iya ya... gak ingat" sambil menggaruk tengkuknya sedangkan dua sahabat Somplak nya itu malah melongo, bisa-bisa Agung kenal sama si adek leting bening gak bilang-bilang..๐Ÿ˜ก


"kak Agung kerja di sini??" tanya Retno


"iya, ya sudah , mau lanjut kerja, selamat menikmati, dan kalian balik ke kursi kalian..." ujar agung sembari berlalu


"hei kurcaci sini..." Panggil Heni


"jodoh kamu tuh manggil Har.. buruan datangi.." ujar Bagas


"idih.. dia mah jodoh nya sama mas-mas tukang batagor depan kampus..."


"kurcaci sini..." panggil Heni lagi


"Retno CS akang ganteng mau nyamperin tukang parkir ya, ribut kalau gak di samperin..." ujar Bagas sambil menarik Heri yang masih nyaman pada Posisi duduk nya


"astagfirullah Heni, kamu itu udah kayak tulang parkir tahu gak, manggil orang untuk parkir ke tempat nya..." Ujar Hari


"bang sini bang, parkirkan sini..." tambah Hari menirukan tukang parkir


"njiir.... kalian tu udah kayak tukang jual Bak mandi keliling..." balas Heni


"anti pecah..anti pecah, terus bak di adu tuch, buat telinga berisik, sama kaya kalian berdua, be-ri-sik...." Tambah Heni lagi


"awas jodoh entar berantem Mulu..." ujar Angga yang melewati mereka


"kalau sama kak Angga, Heni mau.. kalau sama Heri ogah..." balas Heni sambil melotot ke arah Heri


"kalian berdua buat perut Sya mules... Sya mau balik.." ujar nya sambil berlalu, meladeni mereka gak ada habis nya


"Mas Angga kalau mereka berulah usir aja.." tambah Syafeera


"Aku juga mau balik.. kalian??" tanya Hanum ke Risa dan Heni


"iya balik juga... sebelum di usir, ni kurcaci biarkan aja berkembang biak..." balas Heni


"waduh udah kayak sapi aja tuh berkembang biak..." balas Risa


Bukan ikut pulang ,mereka malah kembali duduk dimana Retno CS sedang makan..


๐ŸŒ ๐ŸŒ ๐ŸŒ 


Malam pun datang, Syafeera dan Aydan sudah berada di kamar merebahkan diri, melepas lelah.


Aydan merebahkan kepalanya di atas paha Syafeera, kepalanya mencium perut buncit Syafeera, lalu menyenandungkan sholawat , bukan musik klasik apalagi musik mellow yang sedang patah hati, tapi sholawat.


Tangan Syafeera memainkan rambut hitam Aydan... sebuah kolaborasi saling memberi kenyamanan.


"mas..."


"iya..." Aydan menghentikan sholawat nya

__ADS_1


"gak kapok kan sama kericuhan anak-anak tadi...??"


"Gak lah.. mas malah seneng ada mereka, jadi kamu nya gak bosen.."


"oh ya mas, dinda kenapa gak kuliah disini aja sich..??"


"dia pengen tetap di pondok, jadi bisa terus menimba ilmu agama.. mas udah tawarkan juga untuk ambil study agama Islam di sini.. tapi masih pengen di sana.."


"kapan kita kesurabaya mas...??"


"libur semester ini ya..."


"beneran kan...??" Syafeera memastikan


"In Syaa Allah... kita ajak anak-anak Green sekalian, mereka kan juga butuh liburan.."


"trus green..??"


"ya tutup atuh istri mas yang paling mas sayang..." sambil mencubit kecil hidung Syafeera


"biasanya orang yang bergerak di bidang dagang itu, pas masa liburan sayang loh di lewatkan, karna cukup banyak pengunjung.."


"menyenangkan hari pegawai kita In Syaa Allah juga jalan pembuka rezeki.. bersedekah itu banyak cara nya.." jawab Aydan


"mas tuch kok bisa sich punya dua sisi...??"


"dua sisi gimana nich?? kepribadian ganda gitu..??" tanya Aydan sembari mengerutkan Dahi nya


"bukan gitu mas, maksud Sya mas tuch di luar dingin banget, masih ingat gak julukan yang pernah sya kasih??? tapi pas bersama orang-orang tertentu mas tuh hangat..."


"masih, bongkahan es batu" jawab Aydan


"iya, mas itu di luar dingin banget.. galak lagi.."


"cukup kalian yang merasakan dan mendapatkan kehangatan itu.." jawab Aydan dengan menatap dua manik Syafeera dalam.


"seperti sebuah hadis ya...??" tanya Syafeera


"iya...Sya tahu apa isi hadis nya??" tanya Aydan kembali


"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istrikuโ€ (HR. At-Tirmidzi) jawab Syafeera


"betul gak mas... kalau salah perbaiki.." tambah Syafeera


"Masyaallah, Istri mas makin pinter aja... ada riwayat lain juga.."


"apa mas bunyinya...??"


โ€œBarang siapa menggembirakan hati istrinya, maka seakan-akan ia menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis karena takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya masuk neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah akan memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Saat suami memegang telapak tangan istri, maka bergugurlah dosa-dosa suami istri itu lewat sela-sela jari mereka.โ€ (Diriwayatkan dari Maisarah bin Ali)


Lalu Aydan pun menyatukan tangan mereka saling menggenggam.


๐ŸŒ ๐ŸŒ ๐ŸŒ 


Lanjut ??

__ADS_1


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,๐Ÿฅฐ


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2