Bismillah Cinta

Bismillah Cinta
Cilok ala Syafeera


__ADS_3

Sesuai titah dari suami dingin nya, Syafeera dan Aydan keluar dari rumah, berlari pelan menelusuri jalanan komplek perumahan mereka. nampak beberapa penghuni lainnya juga sudah beraktivitas di luar.


"eh pak dosen... joging ni" sapa salah seorang tetangga ibu-ibu, biasa kalau lihat uang Benin auto ramah


"iya bu..." jawab nya dengan senyuman tipis


"eh teteh Sya...tumben teh...??" sapa Baim salah satu remaja putih abu-abu kompleks ini


"yok ikutan im..." ajak Syafeera


Untuk kompleks sekitar memang sudah tahu jika Syafeera adalah istri dari Aydan, karna sang bunda pernah memperkenalkan Syafeera saat bunda mengajak Syafeera menemani berbelanja sayuran.


"lanjut teh...takut jadi nyamuk ah..." goda Baim


"Baim mah gitu Sya.. Suka ngeledek..."


"gak papa Bu.. jadi ada temen seprekuensi, gak datang..." balas Syafeera lalu membekap mulut nya sendiri


"Sya ayok..." panggil Aydan yang tenyata sudah lebih di depan dari posisi Syafeera


"Bu Irma, Baim saya lanjut ya..."


"mangga Sya..." (silahkan Sya) balas Bu Irma


"hati-hati teh.. kalau jatuh Baim ga bisa nolongin...hehehe" dan Baim mendapat 2 jempol sebagai jawaban nya


Syafeera berlari mengejar Aydan...


"huh..huh..." suara napas Syafeera yang memburu karna mengejar Aydan


"iih pak Aydan mah main tinggal aja.." omel nya dengan napas yang Ter engah-engah


"kamu nya yang asik ngobrol, emang akrab...??"


mereka kini pun lari beriringan.. "bapak aja yang terlalu kaku, masak tetangga nyapa di cuekin"


Aydan tak menjawab, malah fokus ke depan untuk melanjutkan lari pagi nya. dan kini mereka sudah berada di gerbang komplek. tiba-tiba Syafeera menarik tangan Aydan.


"Apa...??" tanya Aydan heran


"itu...." tunjuk Syafeera ke arah penjual cilok


Aydan memicingkan matanya "cilok...??"


"he em...bapak bawa uang gak?? Sya pinjam lah, nanti sampai rumah Sya ganti.. laper ni belum sarapan..."


Aydan tidak menjawab, malah menarik tangan Syafeera ke arah penjual cilok.


"mang cilok nya ya.." ujar Aydan kepada penjual cilok


"berapa mas...??"


"mau berapa Sya...??" tanya Aydan ke Syafeera dan yang ternyata sudah berada tepat di depan gerobak cilok..


"mas...mas mau gak...??" sebuah pertanyaan dengan panggilan Mas yang membuat mata Aydan membulat, bagaimana tidak, beberapa detik yang lalu dia manggil Pak dan sekarang Mas???

__ADS_1


Tak ada jawaban dari Aydan, dan Syafeera tahu Aydan kaget dengan panggilan nya, bukan Tampa alasan dan sebenarnya juga berat untuk Syafeera memanggil nya Mas, tapi entah dapat pemikiran dari mana, apa kata orang di luar sana karna dia manggil sang suami dengan panggilan Pak, mungkin untuk orang terdekat paham situasi mereka, tapi tidak dengan orang luar kan??


"Mang 2 porsi ya, yang satu extra pedes, nanti biasa sambal nya di hitung aja.. hehehe.."


Dan benar saja, saat Syafeera menuangkan saos setra sambal yang cukup menguras isi botol membuat si penjual melongo dan Syafeera hanya nyengir kuda dengan ekspresi si mamang penjualan cilok itu..


Syafeera mencari keberadaan Aydan, tapi gak nampak.. "masa iya gara-gara Sya panggil Mas trus ngilang??" guman Syafeera


"mang sebentar ya... yang mau bayar ngilang.." ujar Syafeera, dan tak lama kemudian Aydan datang sambil berlari kecil, sembari membawa sebotol air mineral.


"berapa mang..??" tanya Aydan


"dua porsi dua puluh ribu mas.."


"tiga puluh ribu.." sahut Syafeera tiba-tiba dan Aydan mengerutkan keningnya nya..."Sya pakai porsi extra hot, kan kalau gak di Lebihi , bisa bangkrut nanti mamang nya..." ujar Syafeera kemudian


Aydan menggeleng, sembari menerima tiga lembar uang sepuluh ribuan,. Syafeera hanya membalas dengan senyuman yang lebar, senyum Pep*sodent kata iklan di tv


Aydan menarik tangan Syafeera, membawanya ke taman di dekat gerbang, mengajak Syafeera duduk disana.. Bukan kata romantis yang Aydan utarakan, semua lebih ke perbuatan, salah satunya membelikan Syafeera air mineral, mengajak duduk bersama menikmati cilok yang Syafeera pesan.


"minum dulu..." ujar Aydan sambil memberikan air mineral yang sudah dia buka


Syafeera terdiam sejenak dengan perlakuan Aydan, tapi sesaat kemudian menerima air mineral yang di berikan Aydan, lalu meminumnya nya.


"Gak salah tu saos nya, gak mules gitu...??" tanya Aydan sambil melihat bungkusan cilok yang lebih banyak soas ketimbang isian nya


"gak.. udah biasa..." jawab nya santai sambil menikmati cilok nya


"jangan terlalu sering makan pedes, gak baik untuk lambung"


"coba dek bapak cobain, enak loh..."


Aydan menggeleng... "enak loh pak, sensasi tu dapat..." paksa Syafeera


"tadi kalau gak salah dengar kamu manggil saya mas... kok Sekarang berubah lagi...??"


Syafeera memasukkan cilok yang di tawarkan ke Aydan tapi di tolak.. "terpaksa..."


"terpaksa...??" sambil mendekatkan wajah nya ke arah Syafeera


"iya.. kan gak mungkin di depan orang lain Sya manggil pak, apa kata mereka, suami nya di panggil pak.." jawab Syafeera


"kalau gitu mulai sekarang dan seterusnya Panggi saya mas..." sembari memerengkan kepala nya di hadapan Syafeera


"iih pak Aydan jangan deket-deket Sya lagi makan..." omel Syafeera agak gugup


"panggil mas dulu..."


"gak biasa, itu aja tadi kedengaran aneh..."


"pokoknya panggil saya mas.... kalau gak siap-siap..."


"siap-siap apa...??" tanya Syafeera dengan sewot nya


"siap-siap aja..." balas Aydan sembari kembali ke posisi semula dan menikmati cilok yang Syafeera pesan untuk nya

__ADS_1


"iih kok ngancam sich...?? sewot Syafeera


Aydan hanya mengangkat ke dua pundak nya. seakan tak mau ada penolakan dari sang istri nakal nya itu. fokus menikmati cilok yang Syafeera pesan, takaran saos dan kecap serta tambahan bumbu kacang yang Syafeera berikan sangat pas di lidah nya.


Mereka sudah sampai di rumah, dan Aydan meminta Syafeera untuk bersiap ikut dengan nya, jangan lupa juga hubungi Hanum juga pesan Aydan...


Mereka sudah bersiap, bahkan sudah ada di dalam mobil.


"Kita mau kemana pak...??"


"rubah panggil nya Sya... atau kita gak berangkat"


"nanti klo mood ya... hehehe"


huuuft.... Aydan membuang nafas nya.. kurang lebih 20 menit perjalanan dari rumah menuju tempat yang Aydan inginkan, kenapa tempat yang Aydan inginkan?? karna Syafeera saja tidak tahu dia akan di bawa kemana, dan sekarang mobil itu sudah terparkir di depan sebuah coffeshop.


-Green Coffe-


Sebuah Coffeshop yang dari namanya seperti serba hijau...



Sebenarnya bukan serba hijau, tapi coffeshop shop ini bernuansa alam walau ini indor, tapi sang pemiliknya mendesain coffeshop ini dengan nuansa Alam, biar sejuk... se sejuk pemiliknya... kok se sejuk pemiliknya, karna coffeshop ini adalah milik dari Aydan sang suami dingin nya Syafeera, tapi sayang Syafeera belum tahu.


"Ayo masuk... awas kalau sempat Panggil saya pak didalam ya..."


Syafeera memanyunkan bibir nya... "maksa..." lirih nya


Syafeera mengikut langkah Aydan dengan Handphone yang di genggaman nya, men share log lokasi dimana mereka akan ketemu.


Saat masuk kedalam,. Syafeera cukup terpesona dengan desain coffeshop ini, dan kedatangan di sambut oleh salah satu barista.


"Assalamualaikum.. selama siang kak..."


"waallaikumusallam...." balas Syafeera dengan senyum ramah nya


"silahkan kak mau pesan apa...??"


Syafeera bukan menjawab, dia malah celingukan mencari sang suami yang hilang entah kemana..


"sebentar ya mas, saya kelihatan teman" jawab Syafeera sambil menggaruk tengkuk nya


"kalau gitu duduk dulu kak.."


Syafeera pun duduk di salah satu kursi di dekat kaca. mencoba menghubungi sang suami dingin nya itu.


🌠🌠🌠


Lanjut??


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya... Like ,Vote, koment dan gift nya..


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2