
Sebelum magrib masakan pun Selesai, Syafeera langsung menyusul Aydan setelah menyusun makanan di atas meja makan, lalu di tutup dengan tudung saji.
"Mas udah siap-siap mau ke masjid..??" tanya Syafeera
"Alhamdulillah, mas ke masjid dulu ya.."
"Sini Sya cium dulu, masih bauk lumpur gak??"
"udah gak sya..udah wangi, nanti kalau gak wangi gak dapat jatah..."
"ia jatah makan.." ingin Aydan mencubit hidung Syafeera, tapi di urungkan nya, karna dia sudah selesai Wudhu.
"Kanapa gak jadi nyubit nya...nih cubit nich" tanya Syafeera sembari menantang Aydan
"mas udah wudhu"
"kalau gitu Sya yang cubit mas..." goda Syafeera
"sama aja batal Sya, ya udah mas mau berangkat ke masjid..."
"kalau batal ambil wudhu lagi..." sambil mengambil ancang-ancang untuk mencubit hidung Aydan
"ayah udah nunggu tuch..."
Syafeera tertawa puas dengan tingkah sang suami, "Sya mas telat loh nanti"
Syafeera pun akhirnya mengangguk, sambil menahan tawa nya, Aydan dan Ayah pun berangkat menuju masjid.
Selesai sholat isya baru mereka pulang kerumah, dan di sambut oleh dua bidadari surga mereka.
"Langsung makan aja ya yah... pasti udah pada lapar" ajak bunda, dan merekapun berempat menuju meja makan.
"ini masakan apa nama nya Bun??" tanya Aydan
"ini namanya Pindang, semua bahan di rebus, Tampa digoreng baik bumbu maupun ikan, di masak hingga keluar minyak, seperti gulai jadi nya, tapi ini tidak di beri santan.."
"rekomendet banget nih Bun, menu sehat no Minyak no santan..."
"kalau yang kuning gini namanya Pindang,. kalau yang kuah nya merah itu Asam Padeh, masakan Kha Melayu..." ayah menambahkan
Aydan pun mulai menikmati makanan yang Syafeera hidangkan.. "Gimana mas..?"
"enak.. enak banget malahan, apalagi ini ikan nya fres, jadi ikan nya lebih gurih.."
"ini Syafeera loh yang masak tadi.." ujar Bunda
"Sya cuma bantu aja ya, bunda yang nyelesai kan"
"Gak sia-sia ya Dan, mandi lumpur.." ujar Ayah
"jadi ini hasil mas mandi lumpur...??" tanya Syafeera
"ia,. Aydan kaget sama tarikan ikan nya, sampai tergelincir" ayah yang menjawab
"tapi Sya perhatian mas makin glowing dech..hehehe..." ledek Syafeera
"ya udah besok mas mandi lumpur lagi kalau gitu..."balas Aydan
__ADS_1
"no..no..no..."
"loh kenapa...?? kan makin glowing" tanya Aydan
"glowing nya beda mas, glowing rada hideung"
"apa itu Hideung ??"
"Hideung itu hitam Dan.." Bunda yang menjawab.
"hmmm... jadi mas hideung nich...??" tanya Aydan
"becanda mas... tapi hideung saeutik henteu nenaon ah, biar penggemar mas berkurang saeutik..."
Aydan menggaruk kepalanya, gak mudeng dengan bahasa Syafeera yang seperti gado-gado, ada Sunda ada Indonesia nya.
"kenapa?? Bingung ya sama bahasa Sya..??" Aydan mengangguk
"hideung saeutik henteu nenaon, itu arti nya Hitam sedikit tidak masalah, mas..."
"ada yang lagi Cemburu sama para fans kamu Dan.." goda Ayah, Aydan menyunggingkan senyuman nya, makan malam hari ini banyak diselingi canda an dari mereka.
Selesai makan, Mereka pun ke depan untuk menonton tayangan televisi
"Dan, jangan heran ya kalau emak-emak ribut waktu nonton" ujar Ayah
"maklum yah.." balas Aydan
"oh ya kapan kalian balik..??"
"mas udah pesan tiket nya??"
"besok kita pesan, online aja" balas Aydan
"bakalan sepi lagi ni yah..." ujar bunda, nampak wajah sendu bunda, tapi bagaimanapun saat Syafeera telah menikah dan ber Jodoh dengan orang jauh, maka mereka harus sudah siap, jauh dari sang putri nakal nya.
Syafeera mendekat dan langsung merangkul bunda..ibu dan anak itu saling berpelukan.
"In Syaa Allah kami akan sering kesini yah,Bun.. kalau pas kami gak bisa, ayah dan bunda yang ke Jogja, ayah tinggal kabari Aydan, In Syaa Allah, Aydan akan siapkan semuanya, ayah dan bunda tinggal berangkat"
"wich ada yang di fasilitas nich..." goda Syafeera ke ayah dan bunda
"gak perlu lah serepot itu.." balas Ayah
"malah Aydan akan senang bisa memberi untuk ayah dan bunda, karna Aydan yakin, memberi, membahagiakan orang tua, itu jalan terbaik pintu rezeki kami.."
Ayah menepuk pundak Aydan, merasa bangga, bukan bangga karna menantu cukup harga, harta itu Bonus, tapi pengertian, perhatian sang menantu itu kebanggaan seutuhnya, di tambah lagi sang menantu bisa memberi jalan untuk sang putri lebih dekat dengan Allah.
🌠🌠🌠
Dua hari berlalu, dan kini Syafeera dan Aydan sudah berada di Jogjakarta Internasional Airport, menunggu jemputan dari taxi online yang sudah mereka pesan
Aydan tak pernah melepas genggaman tangan nya dari tangan Syafeera, Tampa mereka sadari ada yang melihat kebersamaan mereka. ingin menghampiri namun belum sampai Aydan dan Syafeera sudah masuk ke dalam taxi.
Kening nya mengerut , banyak pertanyaan dalam pikiran dan hati nya..
"Syafeera dan Pak Aydan?? kok bisa??" guman nya, tapi pertanyaan itu dia simpan, karna tujuan dia ke bandara ini untuk menjemput sang Adik.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan dari bandara ke rumah, mereka di sambut oleh Si mbak, karna bunda belum pulang dari Surabaya.
"mau mbak buatan teh non..??" tanya si mbak kepada Syafeera yang datang-datang langsung merebahkannya tubuh nya di sofa.
"Boleh mbak, tapi Sya mau naik dulu, berbersih.. gerah, tapi kok males ya mau naik tangga" ujar Syafeera
"mbak, tolong bawah koper ke atas ya.."
"siap den.."
Dan di detik berikutnya,. aydan langsung membopong Syafeera..
"mas,. turunin Sya.."
"diem..."
"turunin..."
"katanya mau ke kamar, tapi males naik tangga, ya udah mas gendong"
"Sya berat loh..."
"bahkan nanti saat kamu hamil sembilan bulan pun mas kuat untuk gendong kamu setiap hari" dan ucapan Aydan membuat pipi Syafeera merona
"kok diem... trus kenapa tu pipi merah gitu?? ada yang sakit??" Syafeera menggeleng"makasih mbak.." ujar Aydan saat mereka sudah masuk ke kamar, bahkan Syafeera tidak sadar mereka sudah berada di kamar.
"mau mas mandiin,.apa mandi sendiri..."
"sendiri aja,. dan turunin Sya sekarang"
"bareng aja yuk..."
"No....kalau bareng ujung-ujungnya mas minta nya lebih" Aydan menyunggingkan senyuman tipis nya, Aydan pun menurunkan Syafeera tepat di depan pintu kamar mandi.
"mandi nya pakai air hangat, karna air hangat itu merilekskan tubuh saat Lelah.."
"siap Hubby..." jawab Syafeera dengan senyuman menggoda, dan panggilan itu membuat Aydan membuka mata nya lebar.
Aydan mencari handphone Syafeera, mencari kontak nya,. dulu awal-awal Syafeera mensave kontrak nya dengan nama -Kulkas- lalu setelah mereka mulai mengakui saling mencintai nama itu berubah menjadi -Suami Dingin Ku- dan saat ini nama itu telah berubah menjadi nama saat pertama kali Aydan yang men save nya -My Hubby-
Aydan tersenyum lebar,. istri nakal nya itu sudah sepenuhnya menerima nya,. bahkan beberapa hari lalu siap untuk publikasi,.Aydan pun mulai menghubungi rekan yang dia percaya, mematung apa yang dia butuhkan.
Rencana demi rencana,. entah rencana apa,.hanya dia lah yang paham akan itu semua. doakan saja,.semua akan baik-baik saja. dan siapakah sosok yang melihat mereka tadi??
🌠🌠🌠
Afwan lama telah Up nya, Baru sampai rumah,,
Lanjut ??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
Maaf jika belum bisa balas satu-persatu ya komen reader semua🙏🙏
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1