
Ayah , Aydan dan Yusuf sholat magrib di masjid, Syafeera dan yang lain di rumah. Syahdan yang sudah biasa menemani sang mommy sholat, jangan heran bagaimana tingkahnya, tak berisik, hanya kadang dia tak segan-segan untuk naik ke atas punggung sang mommy tercinta, tiduran di saat akan sujud.
Tadi yang berbeda kali ini selain ikut serta dalam sholat yang mommy, dia kali ini ada kegiatan lain, berebut mainan dengan Qeysha.
saat dia kalah perang,dia langsung memeluk kaki sang mommy, meminta pertolongan. Syafeera langsung meraih tubuh Syahdan, sholat dengan menggoda Syahdan.
"Assalamualaikum warahmatullahi..."
"Assalamualaikum warahmatullahi..."
Syahdan yang tahu sang mommy sudah selesai langsung mengadu...
"hu..hu...hu..." tangisnya dan Syafeera berulang kali mencium area wajah Syahdan
"kenapa...??"
"i-tu...." tunjuknya pada mobil yang di mainkan Qeysha
"teteh Qey pinjam sayang..."
"dak oleh Mi...." (gak boleh mommy....)
"Mobil Syahdan kan masih ada lagi coba ambil di ransel, main bareng ya..."
"Qey.. punya adek nya kok main rebut sih..." Tegus Qianita
"nih..." ujar Qeysha mengembalikan Mobil Syahdan
"makasih teteh Qey..., tu di kembalikan mobil nya, main bareng dong..."
"sini-sini sama nenek..kita main bareng ya, bunda sama mommy mau siapkan makan malam... ok..." dua cucunya itupun di gandeng menuju ruang tengah, jika dulu rumah ini belum ada ruang tengah, berjalannya waktu, dan bertambah anggota keluarga membuat ayah merenovasi rumah nya, dan dengan dukungan dari Syafeera serta Aydan, tapi itu semua tidak di ketahui oleh Qianita dan Yusuf.
Syafeera Merapikan perlengkapan sholat nya, lalu menuju dapur menyusul sang kakak..dan beberapa menit kemudian saat makan sudah tersaji, para imam mereka pun Pulang.
"Assalamualaikum.." mendengar suara kesayangan si bocil-bocil langsung berlari menuju pintu
"Waallaikumusallam..." jawab para istri
"ku lam..." ujar Syahdan sambil mencium tangan sang ayah, lalu sang kakek kemudian ke sang paman, Qeysha pun melakukan hal sama
"cucu-cucu kakek pinter semua ya .. Sholeh Sholeha nich.."
"kek Adan da obil" (kek, Syahdan ada mobil)
"apa itu obil...??" tanya sang Kakek dan Syafeera serta Aydan malah terkekeh, melihat kebingungan sang kakek dengan kosa kata cucu nya.
Syahdan menarik tangan sang kakek, mendekati dimana sang nenek duduk, dan di depan nya ada Mobil nya tersusun
__ADS_1
"ini kek...ini... obil.." sambil memberikan mobil pemadam kebakaran itu ke pada sang kakek
"owh.. mo-bil..."
"i-ya obil kek... obil..." sang kakek malah melambungkan Syahdan karna gemas nya dan itu membuat Syahdan terkekeh
"Qey juga kek..." pinta Qeysha, dia tak mau ketinggalan, begitulah resiko cucu lebih dari satu dengan usia yang tak terpaut jauh. selisih kurang lebih satu setengah tahun, tak bisa di pungkiri, berebut mainan dan lainnya akan mereka jalani.
"kita makan dulu ya.... selesai makan baru main lagi...ok" ujar Syafeera
"Qey mau main Ama kakek, ndak mau makan" Rajuk nya
"Onty ada goreng udah, yang di gulung sana mie, enak loh.. adek Syahdan aja suka, bener Qey gak mau...??" ujar Syafeera sambil berjongkok mengimbangi tinggi Qey
"Qey memang agak susah makan nya Sya.." sahut Qianita
"kalau gak makan gimana mau tahan main, kalau mau main biar tahan lama harus makan dong..."
"kaya gem ulal ya onty, halus anyak makan bial menang...??"
"wich Qey suka Mein game ular...??"
"su-ka..."
"ok nanti ajaran onty ya,. onty gak bisa soalnya, tapi kita makan dulu..."
"Bun....Qey mam na yang anyak ya....biak gede Kayan ulal..." melangkah mendekati sang bunda.
Syafeera benar-benar berubah, berbeda dengan nya dulu, jauh berbeda, tak pernah terbayangkan dirinya saat ini.
sosok yang apa apa selalu harus bunda yang menjadi alarm nya, selalu ada yang menjadi bahan perdebatan dengan sang ayah. Kini dia begitu tenang dalam menghadapi anak-anak.
Selesai berperan di meja makan, karna lagi dan lagi dua Bocil harus berebut. Di PKU Qey terbiasa hanya ada dia, dan di Jogja Syahdan pun terbiasa hanya ada dia. mereka sama-sama pemegang kekuasaan tertinggi.
Kini mereka duduk di pangkuan kakek nya, Qeysha di paha kiri, Syahdan di paha kanan.
"Qey sini sama ayah.." Qeysha menggeleng
Tiba-tiba handphone Aydan berdering, ternyata ada video call dari Arga.
"Assalamualaikum Bos.."
"Waallaikumusallam....gimana??"
"lancar, perjalanan hari ini gimana, mana Boscil kita..." tanya Arga
"ada tuch lagi rebutan kakek" sambil mengalihkan camera nya, jadi Arga bisa melihat situasi di rumah ayah Syafeera
__ADS_1
"Syahdan.. ada om Arga nich..." Ujar nya ke Syahdan, dan itu membuat Syahdan turun dari pangkuan sang kakek.
Kini syahdan berada dalam pangkuan sang ayah, dan kamera sudah menghadap dirinya, sehingga dia bisa melihat Arga.
"lam kum...." (Assalamualaikum)
"waallaikumusallam Boscil..."
"om Aga pain??" (om Arga ngapain??)
"nih om lagi di green.."
"om aga cini la" (om Arga sini lah)
"kalau om Arga ke sana, nanti Green siapa yang jaga..??"
"oti Nin..."
"huhuhu... onty Nin di tinggal, angis nich..." ujar Nina menirukan gaya Syahdan
Cukup lama Arga dan pasukan Green berbincang-bincang gak jelas dsn gak nyambung bareng Syahdan, ternyata Aydan tadi sempat menghubungi Arga, agar mengubungi nya, karna bingung harus bagaimana melerai Qeysha dan Syahdan berebutan kakek, jika di tanya kenapa Syahdan tidak di pangkuan sang nenek, dia ada nenek di Jogja, jadi membuatnya nya tak begitu kaget , berbeda di PKU, dia sedang ingin di manja oleh sang kakek.
Malam pun semakin larut, Syafeera dan Aydan pun menuju kamar dengan Syahdan yang ada dalam gendongan.
Syahdan sempat rewel saat akan tidur, mungkin belum terbiasa, ini kali pertamanya tidur selain di kamar nya. tapi dengan kerja sama yang baik antara Syafeera dsn Aydan, membuat Syahdan tertidur juga.
"Biasa jam nya tidur gak pakai drama..."
"biasa mas anak-anak kan butuh penyesuaian.."
"kok tadi Arga tumben Video call.. ??"
"mas tadi Chat dia, untuk mengalihkan Syahdan, tadi sempat chat bunda juga, tadi lagi mati lampu di sana, jadi jaringan agak susah"
"kok bisa kepikiran ke situ mas...??"
"Gimana mas juga gak tega kalau Syahdan harus selalu berebut, mas tahu ini kan masih hari pertama, jadi mereka lagi belajar saling mengenal.. tapi kalau gak ada yang ngalah, kan kasih juga ayah"
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Ingat ini hanya coretan renyah saya yang mungkin kadang suka gak jelas.. jadi kalau gak nyambung, ya di sambung sambungin ajaðŸ¤
__ADS_1
Karna....
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an