
Syafeera menatap Aydan Intens..
"kenapa lihat mas kayak gitu...??"
"Sya mau denger pendapat mas..kenapa mas malah diem...??"
"owh.. mau lanjut soal mas mau nya kamu gimana...??"
"iya.. buruan...."
"sekarang mas tanya, Sya mau nya gimana?? dulu kan istri mas ini kejar cumlaude, dan pengen cepat kerja, itu dulu sewaktu masih singgle, terus sekarang setelah jadi istri mas..??"
"kok malah balik nanyak...??"
"kan mas juga pengen tahu, apa target istri mas ini" sambil mencolek dagu Syafeera
"dulu sih pengen nya cepat kerja, tapi kalau Sekarang Sya pengen nya jadi pemilik Green.." Aydan melotot heran dengan jawaban Syafeera
"kenapa melotot gak terima...??"
"bingung aja sama Jawaban kamu..."
"bener Donk.. kalau kita bisa buka lapangan pekerjaan, kenapa harus kerja sama orang coba...?? dan....itu juga cara nya menyelamatkan diri..."
"menyelamatkan diri gimana??"
"iya.. kalau mas macam-macam, setidaknya Sya gak pergi dengan tangan kosong.." jawab Syafeera Tampa beban dan itu membuat bunda terkekeh
"hahaha... menantu bunda ini cerdas ya.. lanjutan perjuangan kamu Sya..." Bunda bukan marah malah mendukung
Aydan menyentil kening Syafeera... "ngacok..."
"bunda aja dukung... weee"
"emang kamu mau kemana??"
"jaga-jaga... ya kan Bun..." mencari dukungan dari Bunda
ckckck... Aydan hanya bisa geleng-geleng dengan kelakuan Syafeera dan sang bunda,. satu frekuensi ternyata.
"trus kalau mas gimana, Sya harus gimana??"
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :‘Janganlah kalian melarang istri-istri dan anak-anak kalian dari masjid Allah. Namun, hendaklah mereka keluar dalam keadaan berjilbab.’ Dan dalam riwayat lain disebutkan : ‘Dan rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka.” (TafsirAl Qur’an Al Adzim tafsir surat Al Ahzab ayat 33)
"itu adalah sabda Baginda Rasulullah, sang Suri tauladan kita.. sebaik baiknya wanita, rumah adalah tempat mereka berada, tidak melarang Mereka menuju Masjid, tapi ingat harus Berjilbab"
Syafeera mengangguk kepalanya "tapi Sya udah berjilbab loh mas..."
"sejatinya jilbab nya seorang wanita muslimah yang pertama harus menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Kedua, harus longgar atau tidak ketat, sehingga lekuk tubuhnya tidak kelihatan" ujar Aydan dan Syafeera hanya bisa menelan savilah nya, sadar diri dirinya jauh dari kategori itu semua.
"kenapa diam..??" tanya Aydan
"mas nyindir Sya.. Sya kan malu.. ngaku udah berjilbab, tapi jauh dari ketentuan..." jawab Syafeera tertunduk
Bunda menghampiri mereka, merangkul sang menantu nya itu.. "pelan-pelan ya, walaupun sejatinya itu gak bisa perlahan, karna itu wajib, tapi jika Sya belum siap, pelan-pelan, semoga Sya bisa Istiqomah,.karna aib kamu adalah aib suami kamu, begitu pun aib Suami Kamu adalah aib kamu juga"
🌠🌠🌠
__ADS_1
"Mas, sedekah besok Jumat Sya boleh ajak Somplak CS gak..??" tanya Syafeera saat mereka sedang dalam perjalanan ke kampus
"Somplak CS...?? siapa mereka??"
"hmm... temen-temen Sya..."
"terserah kamu aja.." jawab Aydan Fokus ke depan, jalanan cukup ramai pagi ini
"jam berapa mas..??"
"In Syaa Allah selesai sholat Jumat, mas ada jam pagi besok...."
"ok.. di green kan..??"
"iya di green kumpul nya, tapi nanti kita berpencar sekaligus bagi-bagi untuk makan siang...."
"siap... nanti sya komandoin mereka..."
Mereka pun sampai di area parkir, rutinitas pagi, hanya kali ini mereka lakukan di dalam mobil.
Syafeera langsung ke kelas nya, Aydan ke ruangan nya. saat Menuju kelas tidak sengaja berpapasan dengan Adrian CS.
"Sya...gak kangen sama kak Boy.." sapa Boy, bukan boy jiga dia tidak receh
"pala Lo kangen, ingin binik orang..." omel Doni sambil menoyor Kepala Boy
"santai bos... kan bercanda, kangen ngobrol kan gak salah.." Syafeera hanya bisa geleng-geleng dengan tingkah mereka
"Kak Boy, kak Adrian dan kak Doni ada kegiatan besok siang selesai sholat Jumat..??"
"ada apa Sya..??" tanya Doni
"kalau aku kosong Sya, gak tahu tuh Doni sama Adrian.."
"kosong sich..." jawab Doni
"sampai hari ini belum ada rencana apa-apa Sya...emang ada apa??" jawab Adrian
"Sya sama suami mau berbagi sedikit, siapa tahu kalian mau berpartisipasi... besok kumpul di green selesai sholat Jumat"
"berbagi maksudnya sedekah gitu Sya?? terus kita berpartisipasi dana gitu..??" tanya Doni
"tenaga aja juga boleh kok kak, semua sudah siap, tapi kalau mau ikutan dana atau sembako juga boleh..."
"boleh tu Sya... in Syaa Allah kita datang, ya kan bro..." ujar Boy memastikan dua sahabat nya itu, dan mereka Mengangguk
"ya udah Sya udah di depan kelas nich.." tunjuk Syafeera.. "besok langsung aja ke green"
"Siip.." jawab mereka kompak
🌠🌠🌠
"Mas Sya kemana ngajak kak Adrian CS juga, gak papa kan.. maaf Sya lupa izin, gak sengaja berpapasan, jadi sekali Sya ajak..."
"gak papa... kan kita lagi melakukan hal Baik.. In Syaa Allah..."
"mas nanti langsung ke Green...??"
__ADS_1
"iya, nanti mas pulang dari kampus langsung ke green, sholat Jumat di masjid dekat green aja.."
"berarti Sya ke green bareng bunda dan mbak aja ya.." Aydan mengangguk
"mas berangkat ya..."
"hati-hati.. walau gak ada Sya di kampus tapi harus tetap ingat, ada Sya di rumah.."
"selalu Sya.. mas ingat mas udah beristri satu, bukan dua..."
"rencana mau nambah gitu...??" tanya Sya sewot
"satu aja gak habis Sya.." sambil mencolek hidung Syafeera
"ni hidung udah kayak sambal lado aja, kayak judul lagi, di colek sedikit demi sedikit..."
"tapi kan gak bikin sakit hati, bikin hati bahagian malahan kan..??"
"suami dingin Sya mulai pinter ngebombal ya.."
"udah acara ngegombal nya di lanjut nanti, telat nanti loh ke kampus nya.." ujar bunda
"ya udah....Aydan berangkat ya Bun" pamit Aydan dan mencium tangan bunda takzim
Setelah mengantar sang suami untuk berangkat ke kampus, Syafeera pun naik ke atas,.mengambil keranjang pakaian kotor lalu membawa nya ke tempat cucian.
"biar mbak aja Non..."
""mbak lanjutin aja yang itu, ini biar sya bantu, biar cepet.."jawab Syafeera dengan senyum manis nya
"mbak tuh gak nyangka tahu non, den Aydan diam-diam ternyata mendapat istri yang benar-benar jadi istri idaman.."
"Mbak salah, Sya yang gak nyangka, Sya yang seperti ini bisa dapat suami yang super sabar, walau..."
"walau apa non..??"
"walau dingin...hehehe.."
"non mah bisa aja, dingin di luar, anget di dalam non..."
"kok mbak tau..??" tanya nya sambil memisahkan baju putih dan baju berwarna
"tahu lah non, den Aydan itu di luar jutek.. tapi kalau di rumah dengan keluarga, paling peduli, cuma ya gitu.. dia gak pinter dalam mengungkapkan.."
"mbak udah berapa lama sich kerja sama bunda dan mas Aydan.."
"Dari kecil non,.dulu ibu mbak yang kerja sama bunda , tapi sejak ibu pensiun dan kebetulan mbak cerai dengan suami, jadi mbak gantiin ibu..."
Syafeera menganggukan kepalanya, pantas Aydan dan bunda Begitu percaya dengan si mbak.
🌠🌠🌠
Lanjut ??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
Jazaakumullah khairon..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an