
Sejak pertemuan di Green dan terlibat acara sedekah bersama, Agung dan Adinda nampak Akrab, tapi Adinda yang lama menghabiskan waktu di pondok, membuatnya cukup menjaga jarak dengan yang buka mahram nya, di tambah lagi Agung juga bukan lah sosok laki-laki yang banyak bicara.
"kenapa gak utarakan kalau suka" ujar Arga
"ck... gak lah mas, Agung ni apalah, agung aja bisa sampai di titik saat ini berkat pak Aydan dan Syafeera, dari status sosial beda jauh...."
"berarti kamu masih belum bisa menilai mereka dengan baik" ujar Angga
"saya tahu mereka tak pernah Mandang seseorang dari status sosial, tapi tetap saya merasa kerdil di hadapan mereka..."
"gak boleh gitu Gung..." Ujar Nina yang baru datang dari arah dapur
"Rasulullah dan Khadijah saja dari status soal mereka berbeda jauh.. tapi jika sudah jodoh mereka mana bisa menolak..." tambah Nina
"Yuup... setuju, jika memang ada rasa, sampai saja, soal di terima atau tidak itu kan urusan nanti... kita dukung loh" tambah Angga
"Belum ada keberanian ke sana..." balas Agung sambil berlalu untuk mengantar pesanan pelanggan
"Gun di panggil Bos tuh..." ujar Nina saat Agung kembali dari mengantarkan pesanan, Agung pun bergegas masuk ke ruangan Aydan
"duduk Gung..." ujar Aydan saat agung sudah berada di ruangan sang bos.
"ada apa pak??"
"kamu tahu kan tentang cabang kita yang baru??"
"iya pak, memang nya kenapa pak? apa ada kendala, bukankah tinggal launching saja??"
"saya mau kamu yang pegang disana, bisa??"
Agung melongo di buat nya, masih tak percaya akan apa yang di ucapkan Aydan barusan.
"pak Aydan gak lagi bercanda kan pak??"
"kapan saya pernah main-main Gung soal hal seserius ini, saya juga sudah diskusi dengan Istri saya, Arga dan juga Angga.. mereka mau kamu yang pegang.."
"kenapa gak mas Angga saja pak??"
"Angga sudah menikah dengan Nina, dan mereka sudah punya rumah disini, jika harus pindah dan lain-lain gak memungkinkan, Arga pun begitu... kamu satu-satunya yang saya percaya selain mereka"
"tapi saya merasa gak pantas saja pak,.apalagi saya kan baru, dan saya juga awalnya hanya pegawai part time"
"saya dan istri saya sudah mengenal kamu sejak lama, sejak kamu masih pegawai part time, karna dari itu kami mengenal kamu, kamu bisa di percaya...kami yakin itu"
"soal rumah, di sana ada kamar yang sengaja saya sediakan, jadi untuk yang part time, dari pada kos, bagusan tinggal di sana" Tamba Aydan
Agung terdiam, bagaimanapun mengenal Syafeera membuatnya di posisi saat ini, bekerja di green membuatnya bisa membantu sang ibu, bahkan urusan kuliah tidak terabaikan, semua berkat dukungan dari Aydan juga, rekan-rekan Green pun sangat membantu nya.
__ADS_1
"kenapa?? apa soal ibu kamu??"
"bukan pak, jika soal ibu ada adik saya, saya masih gak percaya saja, Syafeera pernah bilang kalau saya lulus nanti pasti bisa buka cabang Green, dan hari ini saya memang belum bisa buka cabang Green, tapi saya di berikan kepercayaan penuh, saya masih gak percaya pak.."
"Allah punya banyak jalan dalam membuka rezeki, dan ini salah satu jalan nya..."
"baik lah, saya akan izin dulu dengan ibu.."
"Alhamdulillah, saya tunggu kabar baik nya.. oh satu lagi yang mau saya tanyakan.."
"mengenai apa pak..??" tanya Agung dengan alis yang mengerut
Aydan tersenyum sesaat "mengenai Adinda..."
"uhuk.. uhuk...." Agung tiba-tiba terbatuk-batuk saat nama Adinda di sebut oleh sang bos
"kenapa kok kamu kaya kaget gitu...??"
"heh... kaget aja kenapa pak Aydan tanya soal Adinda ke saya??" tanya Agung sedikit Canggung
"saya gak tahu seperti apa kedekatan kalian, tapi saya cuma mau bilang, kalau kamu memiliki rasa, pupuk lah rasa itu saat sudah halal,. agar berkah, jangan kamu pupuk dengan ketidak pastian, jika nanti hasil nya tak sesuai harapan, kamu akan sakit, karna sebuah rasa jika tidak ada ikatan Halal, syaitan itu lebih besar peran nya di dalam rasa itu.."
"hmmm..saya..saya..."
"keputusan ada di kamu Gung, jika belum siap mengikat dengan ikatan Halal, maka jaga hati kamu, jangan sampai salah menaruh rasa, kepada siapapun itu" ujar Aydan sembari beranjak
Agung terdiam sesaat... tak mampu menjawab. jika tadi rekan green nya yang mengingatkan, kali ini kakak nya langsung.
"saya mau balik, kalau kamu masih mau di dalam ya gak papa.." ujar Aydan sembari berlalu, membuat Agung bangkit dan ikut keluar ruangan.
Aydan pun berpamitan dengan yang lainnya di karna memang sudah jam nya pulang, berbeda dengan agung, dia di berondong dengan banyak pertanyaan.
"udah apa lagi, rezeki gak boleh di tolak , kami dukung semua, bos juga udah diskusikan dengan kami kok" ujar Arga
"iya Gung.. kami dukung..." ujar Nina
"iya nak Agung, bapak juga dukung loh" pak Budi ikut bersuara
"iya,. agung mau izin sama ibu dulu"
"kita juga lagi mau rekrut anggota baru nich.."
"kok kayak nya ada yang gak sabar agung cau (cabut) dari sini ya??"
"hahaha.. jangan baperan lah...kan walau keluar dari Green One, kamu sudah di tunggu dengan tanggung jawab yang lebih besar"
🌠🌠🌠
__ADS_1
Aydan yang sudah sampai di rumah langsung memasukkan mobil nya ke garasi Syafeera, Bunda, Adinda dan juga Syahdan nampak sedang asik bermain di taman depan rumah, nampak Adinda yang mengejar Keponakan itu.
"Ayah...." teriak Syahdan sambil berlari menuju ke arah sang ayah
Saat sampai di depan sang Ayah, Aydan langsung mengangkat Syahdan dan melambungkan nya ke atas, membuat Syahdan terkekeh,.dan itu Aydan lakukan berulang kali
"udah ya.. jagoan ayah ini makin embul aja" sambil mencubit pipi chubby Syahdan,.lalu mereka mendekat ke arah sang Mommy.
Syafeera mencium tangan Aydan, dan Aydan mencium kening Syafeera, lalu Syahdan yang tak mau kalah berganti mencium kedua orang tua nya.
"tadi belajar apa aja di tempat les...??" tanya sang ayah saat sudah duduk bersama yang lain
"tadi ada celita nabi culaiman yah, nabi yang bica nomong cama biatan itu yah.. celuuu yah..."
"nabi Sulaiman sayang bukan culaiman.."
"iya nabi culaiman yah..."
Syafeera dan bunda terkekeh mendengar perbincangan anak dan ayah itu.
"trus Nabi Sulaiman nya ngapain..??"
"ada semut lewat yah, tlus nabi culaiman na belhenti, nundu cemut na lewat cemua, Balu deh nabi culaiman na lewat.."
"wih seru donk ceritanya....??"
"celu... becok becok ayah ya yan celita, celita nabi yah.."
"siiap...besok ayah yang akan cerita ya, besok kita beli buku Cerita Nabi nya..ok..."
"ote yah..."
🌠🌠🌠
Afwan...🙏🙏😭
beberapa hari ini gak bisa Up, ada kesibukan yang gak bisa di tinggal..
Kemaren saya baru selesai belajar, jadi harus benar-benar fokus, untuk mendirikan Rumah Sehat itu memang harus terus Belajar.
Semoga Gak bosen yang nunggu UP nya..
Dan Jazaakumullah khairon yang sudah selalu setia dan selalu mendukung..🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1