
Hari yang melelahkan tapi hilang saat mengingat tawa bahagia serta doa yang mereka ucapkan.
Saat Aydan keluar dari kamar mandi ternyata Syafeera sudah tertidur pulas di ranjang, Aydan menarik selimut hingga dada Syafeera, lalu mengecup kening Syafeera dengan lembut.
"istri mas ini lelah ya, sampai gak nungguin.. tidur lah.." Aydan pun ikut merebahkan tubuh nya di ranjang, selesai membaca doa, Aydan pun ikut terlelap.
Syafeera mengucek matanya, melihat ke sekeliling, jam dinding menujukan pukul 2 pagi.
"baru jam 2, tapi kok kayaknya aku tidur nya udah lama banget ya.." ujar nya sambil menghadap ke arah Aydan
Wajar saja rasa nya sudah tidur sangat lama, Syafeera juga tertidur sejak selesai menjalankan sholat isya.
Di tatapnya wajah tampan suami dinginnya itu.. di elus nya perlahan
"sunggu ukiran Allah yang begitu sempurna, tak ada celah sedikitpun.." ujar nya sambil terus mengelus setiap bagian di wajah sang suami, dengan senyum mengembang.
Mulai dari mata, hidung, rahang, hingga bibir tak ada yang syafeera lewatkan.. lama Syafeera bermain di bibir sang suami, hanya sebatas mengelus, tapi apa yang Syafeera buat itu membuat empunya terusik,.ada senyum tipis terukir di wajah Aydan, namun sayang hanya Aydan yang tahu dirinya sedang tersenyum.
Rasa ingin di tahan, tapi sensasi sentuhan yang Syafeera berikan sungguh mengusik nya, berbeda dengan Syafeera merasa puas karna merasa Aydan masih terlelap.
Tiba-tiba Aydan menangkap jari Syafeera yang sedari tadi bermain di bibir nya, dan dengan cepat pula Aydan menghimpit tubuh Syafeera, dan betapa kagetnya Syafeera hingga membuka mulutnya lebar-lebar, tapi di detik berikutnya di tutup dengan tangan nya
"mas udah bangun...??"
"berani godain suami yang lagi tidur ya.."
"iih mas mah bangun gak ngomong-ngomong, ya mana Sya tahu.."
"kalau kamu tahu mas udah bangun, mas gak ada dapatkan sentuhan kamu tadi" sambil membelai wajah Syafeera, menirukan apa yang Syafeera lakukan padanya beberapa menit lalu.
Syafeera hanya bisa pasrah, dan menikmati setiap sentuhan yang sang suami berikan.. dan di menit berikutnya Aydan membisikan ayat cinta di telinga Syafeera, Syafeera tersenyum mendengar lantunan ayat cinta yang Aydan bisikan, dan Aydan kembali menyelimuti tubuh mereka, tak ingin seekor nyamuk pun melihat kegiatan mereka.
Sebuah ibadah yang mampu membuat setiap pasang suami istri semakin harmonis pun mereka jalani menjelaskan subuh. selesai dengan aktivitas mereka, Aydan memeluk lalu mengecup kening Syafeera.
Di detik berikutnya Aydan mengecup perut rata Syafeera, lalu membisikan sesuatu. "cepatlah hadir.."
"aamin..." lirih Syafeera, dan mereka pun memutuskan untuk tidur sejenak sebelum adzan subuh berkumandang.
🌠🌠ðŸŒ
"Sya teman kamu kocak-kocak ya.." ujar bunda di saat mereka sedang sarapan
"hehehe... ya gitu lah Bu, rada ekstrem kalau udah datang kocak nya.."
"tapi nampak mereka tulus sama kamu Sya.." balas Aydan
"iya mas, bahkan saat mereka tahu pertama kali Sya adalah istri mas, mereka yang merangkul Sya.."
"itu nama nya mereka tulus Sya.." ujar bunda
"oh ya mas, agung itu dia sekolah pakai biaya sendiri loh, kerja part time.."
Aydan mengerutkan dahi nya.. "kerja dimana dia..??"
"di pabrik apa gitu, Sya gak tanya detail, tapi setiap Ahad dia libur, kalau dia Sya minta bantuin di Green gimana mas..??"
"bunda setuju,kan kalau akhir pekan Green lumayan ramai tuch..."
__ADS_1
"besok Ahad suruh langsung ke green aja"
"serius mas...??" tanya Syafeera dengan semangat
"iya..."
"siap.. nanti saya kabarin.. mas ke kampus gak??"
"ke kampus, nanti ada kuliah kelas karyawan, jam 10 an..."
"biasanya mas gak ambil kelas kuliah karyawan kan??" tanya Syafeera
"ada dosen yang cuti, mas gantiin aja, nanti dari sana mas langsung ke green..."
Syafeera memutar mata nya malas "kenapa...??" tanya Aydan
"resiko punya suami sibuk gini Bun..."
"kamu gak ambil ekskul..??"
"lagi males..lagian kan jadwal rutin Sya Senin-Jumat" jawab nya sambil membawa piring kotor ke dapur.
"Sya kenapa ya Bun...??" tanya Aydan heran saat Syafeera sudah di dapur
"besok sebelum ke green ajak jalan-jalan, atau sesekali absen di green, kan ada Arga.."
"sebenarnya pengen Bun, pegawai yang kita cari belum ada.. dan di green lagi ramai-ramai nya"
"ini yang satu kerja dan satu kuliah, gimana kalau nanti kalian sama-sama kerja bagi waktu nya..??"
Aydan bukan membalas ucapan bunda, malah beranjak mendekati Syafeera yang sedang mencuci piring, lalu merangkul pinggang Syafeera dari belakang.
"kenapa?? kok tiba-tiba gak enak gitu mood nya, apa kurang yang tadi pagi..??" goda Aydan, dan goda itu di hadiahi cubitan di perut
"Sya baju mas jadi basah..tangan kamu basah tuch.."
"siapa suruh mesum..." omel nya dengan tangan kembali menggenggam spon cuci piring.
"Sya.. mas itu gak bisa baca isi hati kamu, jadi kalau ada yang kamu mau, atau ada Yang gak nyaman di kamu, bilang.. jangan diem..."
"Sya gak papa mas, mood lagi naik turun aja.." mencuci tangan nya lalu mengeringkan nya dengan serbet.
"Alhamdulillah selesai.." ucap nya bersyukur lalu membalikkan badan menghadap sang suami
"mas kata nya mau ke kampus??"
"ya udah mas ganti baju dulu, basah ni karna cubitan kamu, nanti mas dari kampus langsung ke Green, pulang dari Green istri mas ini harus udah cantik.."
"mau kemana...??"
"kita pacaran..."
"kita itu udah nikah mas..." sambil memainkan alisnya
"pacaran halal ala kita Donk..." kali ini Aydan yang memainkan Alisnya
"hmmm....boleh lah boleh.."
__ADS_1
Tak lama saat Aydan pergi, handphone Syafeera berdering
"kak Aditya" lirih nya membaca nama kontak yang tertera di layar handphone nya
"Assalamualaikum Sya.." salam Aditya dari seberang sana
"Waallaikumusallam kak Adit.." jawab Syafeera sambil mengambil posisi duduk di sofa ruang tengah
"Sibuk Sya.. ??"
"gak kak, ni lagi nonton aja, ada apa kak??"
"Gak kuliah..??"
"Sabtu cuma ekskul aja, siapa yang mau ikut aja, lagi males "
"seorang Syafeera males...??"
"Yee.. Sya kalau udah datang malas nya jangan di tanya.... apa kegiatan kak Adit sekarang.."
"lagi nyusun skrip ni Sya, lagi buntu makanya nelfon kamu, siapa tau dapat motifasi.."
"waduh... Sya udah kaya motifator Donk..."
"Bisa jadi..... motifator ha----" belum sempat menyelesaikan ucapannya terpotong oleh suara Syafeera yang menjawab panggilan seseorang
"non...ini mbak Taruh di atas ya pakaian nya.."
"taruh sini aja mbak.. nanti biar sya yang bawa ke kamar.."
"oh ya udah non..."
Selepas si mbak kembali ke dapur, Syafeera kembali ke panggilan telepon nya..
"sampai mana tadi kak..??"
"sampai di motifator... iya Sya itu kan motifator ha----" lagi-lagi terjeda
"Sya.. bisa bantu bunda..."
"iya Bun sebentar.." jawab Syafeera ke arah bunda
"kak.. udah dulu ya, Sya mau ke dapur"
"oh ya udah... Assalamualaikum..."
"waallaikumusallam.." Panggilan telfon pun terputus dan Syafeera langsung menyusul bunda ke dapur
Sedangkan Aditya mengelus dada nya, "selalu gak bisa jujur soal perasaan aku ke Syafeera, oh ya tadi kok lupa ya nanyak, pas liburan kemaren kok Syafeera sama dosen nya"
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut ??
Sebelum lanjut author mau ucapin makasih buat semua dukungan Reader semua, dalam bentuk apapun di itu, komen,like, vote dan juga Gift nya 🌹..🥰🥰
Jazaakumullah khairon..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an