
Aktifitas kampus sudah kembali seperti biasa nya, liburan telah berakhir, kehamilan Syafeera juga sudah banyak yang tahu, untuk dunia kampus bukan hal yang aneh menempuh pendidikan dalam keadaan hamil, lagipula suami nya jelas, jadi gak perlu di tutup tutupi.
Syafeera berjalan di koridor kampus niat hari ingin menghampiri sang suami di ruangannya. tapi langkah nya terhenti, mata nya tertuju pada interaksi dua insan yang berbeda jenis, yang pria adalah Aydan dan siapa wanita nya? Syafeera tak mengenalnya nya, mereka baru keluar dari ruangan Aydan, nampak senyum mengembang dari sang suami dingin nya itu.
Dada nya terasa sesak, tidak ikhlas sang suami begitu ceria di hadapan wanita lain, ingin melangkah dan menghampiri, tapi ini kampus Sya.. ingat ini kampus.. bisikan demi bisikan silih berganti.
Syafeera pun akhirnya memilih membalik badan, menjauh dari mereka, menuju kantin.
Syafeera mendudukan tubuh nya di antara sahabat yang sudah berkumpul.. dan ternyata ada Adrian CS bersama mereka.
"Loh Sya,..kata nya mau ke ruangan Pak Aydan..." tanya Hanum
Haruskah berkata jujur, melihat sang suami asik ngobrol dengan wanita tak di kenal nya??
"gak jadi, kayak nya lagi sibuk..." Hanum mengerutkan kening nya mendengar jawaban Syafeera
"mau makan apa Sya.. biar kak Boy pesankan??" tanya Boy
"makasih kak, masih kenyang nich.." jawabnya berusaha santai
"oh ya gimana hasil tes nya??" lanjut Syafeera sembari melihat tiga Kakak Leting nya
"Lulus donk Sya..." jawab boy semangat
"Alhamdulillah lulus Sya..." jawab Adrian
"iya..lulus Sya, tinggal wisuda.." jawab Doni
"wich mantab...semoga Sya juga bisa segera nyusul..."
"jangan cepet-cepet Napa Sya, kan gak rame gak ada kamu Sya..." ujar Heri
"Target Sya kan memang cumlaude, dasar kecebong darat" balas Risa
"semoga capai ya Sya, tapi seorang Syafeera pasti bisa.." ujar Doni
"berarti lulus udah di temenin baby Donk..." ujar Boy
"Aamiin... In Syaa Allah kak..."
"makan lah Sya, kita yang bayar... " ujar Boy
"Makasih kak,.Sya beneran kenyang, minum aja kalau gitu..." ujar Syafeera
"ngumpul di Green aja kak, ngerayain kelulusan nya.." ujar Agung memberi ide
"wah ada sponsor green nih Sya..." ujar Bagas
"tenang, kita memang udah rencana, malam Ahad ini ya..." jawab Adrian
"Boleh tuch boleh..." balas Heri
__ADS_1
"oh ya Gung, nanti kami hubungi kamu aja ya untuk boking tempat nya, yang di rooftop tapi.." ujar Boy
"aman tuh kak..."
Selesai jam kampus Syafeera langsung keluar, menuju parkiran, niat hati tak ingin pulang dengan sang suami, tapi Aydan sudah lebih dulu menelfon.
Saat di dalam mobil Syafeera lebih banyak diam, Aydan ingin bertanya tadi di urungkan nya, karna mood Syafeera memang berubah-ubah saat hamil.
Sesampainya di rumah Syafeera langsung menuju kamar,.dan bergegas mandi, diam... dia hanya diam.
"Sya..." panggil Aydan saat Syafeera keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk, perut nya yang buncit membuat terlihat begitu menggoda. kata orang ibu hamil itu lebih seksi.
Syafeera hanya diam, lalu berlalu menuju lemari untuk mengenakan pakaian nya. Aydan mengerutkan keningnya, bagaimana tidak, Syafeera tidak menjawabnya.
Saat Syafeera akan mengenakan baju, Aydan membalikkan tubuh Syafeera perlahan untuk menghadap nya.
"kenapa mas panggil diam??" tanya Aydan sembari menangkup kedua pundak Syafeera
"Sya mau pakai baju mas, Sya lelah mau rebahan.."
"ada yang buat kamu marah??" syafeera menggeleng
"ada yang buat kamu jengkel??" Syafeera menggeleng
"ada yang kamu mau..??"
"Syafeera kan udah bilang, Sya mau pakai baju,lanjut istirahat..."
Syafeera melepaskan genggaman tangan Aydan pada pundak nya, lalu membalikkan tubuhnya, bergegas memakan daster yang biasa dia pakai untuk tidur.
Selama hamil daster adalah pakaian ternyaman, karna sejuk, biasa saat hamil itu tubuh lebih sering merasa gerah.
Pertanyaan Aydan tak dia anggap, Syafeera malah langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, lalu di pejamkan nya mata nya.
Aydan ikut berbaring, lalu mengangkat kepala Syafeera, dijadikan tangan nya sebagai bantal untuk Syafeera, Syafeera ingin beralih, tapi dengan cepat Aydan merangkul nya, perut Syafeera pun sudah mentok dengan perut nya.
Di belainya rambut Syafeera.. "apa mas yang buat kesalahan, mas yang buat kamu marah, mas yang buat kamu jengkel..??"
"jangan marah gitu Donk Sya... gak kasian dedek, dia pasti bisa merasakan kemarahan kamu..."
DUG...satu tendangan kecil terasa dari perut Syafeera dan Aydan juga dapat merasakan nya
"tuh kan apa kata mas.. dia gerak tuch..." tangan Aydan yang satu mengelus perut Syafeera
DUG.. satu tendangan lagi tepat di tangan Aydan
Aydan malah terkekeh merasakan gerakan si dedek..
"dedek marah tuh sama mas.." ujar Syafeera
Aydan menarik tangan nya yang menjadi bantal Syafeera, lalu menurunkan tubuhnya, dan kini mengambil posisi tepat di depan perut Syafeera
__ADS_1
"bener nich anak ayah marah...??" tanya nya tepat di perut buncit Syafeera
"coba.. ayah mau tahu Donk, ayah buat salah apa sich...??"
"dedek sama Mommy tadi lihat ayah asik banget sama cewek, baru keluar ruangan lagi..." jawab Syafeera
Aydan mengerutkan kening nya, berusaha mengingat sesuatu, dan di detik berikutnya kembali ke posisi bantal nya
menangkup wajah Syafeera "jadi istri nakal mas ini cemburu...??"
"tauk..."
"Sya... Sya-yaaang... yang kamu lihat tadi itu mas lagi sama anak dari Pak Wahid yang juga seorang dosen, tapi di Jakarta..."
"anak pak Wahid...??"
"iya..."
"akrab banget, ketawa ketiwi lag.."
"Tadi pak Wahid juga ada kok di ruangan, tapi udah keluar duluan sebelum mas dan Najwa keluar....nama nya Najwa, dia adek leting mas, dan mas kan memang cukup dekan dengan keluarga pak Wahid... Almarhum ayah dan pak Wahid kan sahabat"
"Dalamu hadits , Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Innii laghaayuurun wamaa minimri-in laa yaghaaruillaa mankuusul qalbi (sesungguhnya aku ini pecemburu. setiap orang yang tidak mempunyai rasa pecemburu, maka tidak lain kecuali orang itu berhati terbalik)" ujar Aydan
"Mas bahagia dan bangga loh kamu cemburuin..." tambahnya sambil mencolek hidung Syafeera
"Sesungguhnya Allah Ta'ala itu pecemburu, dan orang mukmin itu hendaknya pecemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila ada orang mukmin melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Al-Bukhari, Muslim dan Turmudzi dari Abu Hurairah)"
Aydan beranjak menuju rak buku nya, mengambil satu buah buku berwarna maroon, lalu kembali ke atas ranjang, lalu kepala Syafeera di angkat nya dan di taruh nya perlahan di atas paha nya.
"udah pernah baca buku ini??". Syafeera menggeleng
"besok baca yaaa..."
"emang apa isi nya???"
"Dalam Kitab Uqud al-Lujain (etika rumah tangga) karya Syeikh Muhammad bin Umar An-Nawawi, Sahabat Ali bin Thalib RA mengatakan, "Apakah kalian tidak malu. Apa kalian tidak cemburu membiarkan perempuan-perempuan (istri-istri)-mu keluar ke tengah-tengah kaum lelaki. Ia melihatnya dan mereka memperhatikan dirinya".
"Allah dan Rasulullah tidak melarang kita untuk cemburu...Tapi ingat, cemburu yang berlebihan juga tidak baik. Imam Ali mengatakan hal itu, "Janganlah kamu berlebihan mencemburu. Sebab dengan kecemburuan yang berlebihan itu sama artinya menuduh istrimu berbuat buruk"
"nah....mas bahagia Sya cemburu, tapi mas juga sedih, karna kecemburuan kamu itu mengarah bahwa mas melakukan hal tidak baik.."
Syafeera memanyunkan bibirnya, lalu memeluk perut Aydan...dia telah salah sangat salah, karna kecemburuan dia masuk ke dalam cemburu yang tidak Allah sukai.
Begitu detail nya Allah....semua tentang hamba-hamba Nya itu sudah Allah tetapkan takaran nya, tak kurang dan tak lebih, takaran Allah itu PAS.
Namun terkadang Hamba nya lah kurang bersyukur dan kurang mau belajar untuk dekat dengan Nya.
🌠🌠🌠
Lanjut ??
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an